cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Ismiraj
Contact Email
m.rifqi.ismiraj@unpad.ac.id
Phone
+628118498222
Journal Mail Official
m.rifqi.ismiraj@unpad.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran, Desa Cintaratu, Kec. Parigi, Kab. Pangandaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sumber Daya Hewan
ISSN : -     EISSN : 27745805     DOI : https://doi.org/10.24198/jsdh
Jurnal Sumber Daya Hewan (JSDH; eISSN: 2774-5805) publishes research outcomes, experiments, literature reviews, and other advanced research in the fields of animal husbandry, agriculture, and bioscience, which includes: agriculture and animal husbandry, animal production, animal nutrition, feed technology, feed plant science, animal reproduction, cell biology, animal welfare, animal production socioeconomic, livestock product technology, post-harvest, agricultural industry technology, and agro-industry which have been evaluated by the editorial board and reviewers, to contribute enriching animal sciences.
Articles 44 Documents
Pengaruh penambahan cairan bioproses tebon jagung dalam konsentrat terhadap konsumsi dan efisiensi produksi susu di peternakan sapi perah Ciwidey Kartiawan, Wawan; Mutaqin, Bambang Kholiq; Tasripin, Didin Supriat; Suharwanto, Dwi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v4i2.60931

Abstract

Sapi perah Friesian Holstein termasuk bangsa sapi yang terkenal memiliki kemampuan produksi susunya yang tinggi. Produktivitasnya di Indonesia tidak setinggi seperti di negara asalnya yaitu Belanda. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas sapi perah tersebut yaitu dengan penambahan cairan bioproses tebon jagung dalam konsentrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan cairan bioproses tebon jagung dan konsentrat terhadap konsumsi bahan kering dan efisiensi produksi susu pada sapi perah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kelompok. Pengelompokan disusun berdasarkan tingkat produksi susu sapi perah dengan rentan produksi susu berkisar 6,6 – 19,5 liter. Perlakuan terdiri dari: P0 = 0% cairan bioproses tebon jagung; P1 = 0,2%; P2 = 0,4%; P3 = 0,6%. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, namun berpengaruh terhadap efisiensi produksi susu sapi perah. Pada efisiensi produksi susu, perlakuan terbaik yaitu pada P1 dengan nilai rataan sebesar 23,98%.
KANDUNGAN VFA DAN NH3 PADA RUMEN DOMBA SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN BEBERAPA RUMPUT YANG DITANAM DI DESA UJUNGJAYA, SUMEDANG Nurwildan, Shafa Nabila; Mutaqin, Bambang Kholiq; Susilawati, Iin
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v3i1.53790

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott), setaria (Setaria sphacelata), dan sorgum (Shorgum bicolor L. Moench) terhadap fermentabilitas rumen serta kisaran normal kandungan VFA dan NH3 dari ketiga tanaman. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P1 (Gajah Mini), P2 (Setaria), dan P3 (Sorgum). Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam, serta untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga perlakuan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan VFA dan NH3 yang dilakukan secara in vitro. Kandungan VFA yang diperoleh yakni P1 = 121,55 mM, P2 = 144,47 mM, dan P3 = 164,01 mM, sedangkan kandungan NH3 yang diperoleh yaitu P1 = 5,29 M, P2 = 5,24 dan P3 = 4,21 mM. Disimpulkan bahwa penggunaan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) dan setaria (Setaria sphacelata) menghasilkan kandungan VFA pada kisaran normal, sedangkan kandungan NH3 yang dihasilkan dari penggunaan ketiga jenis rumput (gajah mini, setaria, dan sorgum) berada pada kisaran normal.
Pengaruh Penambahan Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Persentase Batang dan Akar Tanaman Padi dengan Sistem Hidroponik Efendi, Aprilianti Nur; Khairani, Lizah; Susilawati, Iin
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v4i2.40765

Abstract

Penelitian mengenai “Pengaruh Penambahan Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Persentase Batang dan Akar Tanaman Padi dengan Sistem Hidroponik” telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Pangandaran pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan serta untuk mengetahi persentase batang dan akar tanaman padi yang optimal dengan sistem hidroponik. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan, yaitu P0 = 0 ppm ; P1 = 5 ppm ; P2 = 10 ppm ; P3 = 15 ppm dengan 5 kali pengulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Peubah yang diamati yaitu pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman dan persentase batang dan akar tanaman. Data yang didapatkan diuji dengan analisis ragam serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilakukan uji jarak beganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap tinggi tanaman padi, namun tidak berpengaruh terhadap persentase batang dan akar. Perlakuan penambahan giberelin dengan dosis 10 ppm menunjukkan pertumbuhan terbaik.
Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik In Vitro Beberapa Spesies Legum Yang Tumbuh Di Desa Ujungjaya, Sumedang Almaeda, Marsya Essa; Ayuningsih, Budi; Mustafa, Heryawan Kemal
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v3i1.48708

Abstract

Tanaman legum merupakan salah satu hijauan pakan yang berpotensi tinggi sebagai pakan berkualitas khususnya ruminansia karena memiliki kandungan nutrien yang cukup lengkap. Tanaman legum yang memiliki nilai kecernaan paling tinggi menandakan bahwa legum tersebut berpotensi dijadikan sebagai pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik in vitro beberapa spesies legum yang tumbuh di Desa Ujungjaya, Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu atau eksperimental quasi menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat macam perlakuan sebagai berikut: P1 = Calliandra calothyrsus, P2 = Calopogonium mucunoides, P3 = Indigofera zolingeriana, dan P4 = Gliricidia sepium. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Data yang diperoleh diuji menggunakan metode uji Anova  yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk membandingkan perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indigofera menghasilkan kecernaan bahan kering (69,32%) dan bahan organik (78,12%) tertinggi. Sedangkan, Kaliandra menghasilkan kecernaan bahan kering (46,60%) dan bahan organik (51,62%) terendah.
PENGARUH FERMENTASI FESES AYAM LAYER SEBAGAI MEDIA TUMBUH TERHADAP KANDUNGAN LEMAK DAN GROSS ENERGY (GE) PADA MAGGOT Rosanti, Rita; Saefulhadjar, Deny; Sinaga, Sauland
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v4i2.49168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi feses ayam layer sebagai media tumbuh terhadap kandungan lemak kasar dan gross energy maggot.  Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam layer PT. Talaga Unggas Bahagia Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada bulan Maret-Mei 2023.  Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah maggot yang beru 21 hari.  Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 3 perlakuan yaitu P1 (Fermentasi Feses Ayam Layer), P2 (Fermentasi Feses Ayam Layer + 2% ekoenzim), dan P3 (Fermentasi Feses Ayam Layer + 0,25% Stardec) dan diulang sebanyak 6 kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi feses ayam layer dengan Stardec sangat berbeda nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan gross energy maggot.  Fermentasi feses layer yang menggunakan Stardec menghasilkan nilai lemak kasar (10,81%) dan gross energy (4.456,50 kkal/kg) yang terbaik untuk dijadikan sebagai pakan ternak.
Evaluasi Jumlah Total Cemaran Mikroba, Kandungan Lemak, dan Total Solid Susu Sapi Di KSU Tandangsari Sumedang Ahady, Indra; Mutaqin, Bambang Kholiq; Tasripin, Didin Supriat
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.60926

Abstract

Produksi susu sapi yang dihasilkan di Indonesia belum memenuhi kebutuhan susu sapi nasional, sehingga kualitas susu menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam produksi susu sapi. Kandungan protein hewani yang tinggi pada susu sapi menjadi indikator utama dalam penilaian kualitas susu sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengkaji kualitas susu sapi yang diperoleh dari KSU Tandangsari Sumedang berdasarkan parameter cemaran mikroba, kandungan lemak dan Total Solid pada susu sapi segar. Sampel susu berasal dari 37 kelompok peternak yang diambil selama 6 periode atau 60 hari pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan menghitung rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, simpangan baku, dan koefisien variasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas susu sapi memiliki nilai rata-rata cemaran mikroba 1×106 CFU/mL, kandungan lemak 3,9%, dan Total Solid 11,9%. Berdasarkan hasil tersebut kualitas susu sapi di KSU Tandangsari Sumedang memenuhi kriteria Standar Nasional Indonesia.
Profil Hematologis Domba Priangan Jantan yang Mengalami Stres Transportasi dan Hubungannya dengan Bobot Badan Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri; Setiyatwan, Hendi; Mayasari, Novi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i2.61649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perubahan parameter hematologis pada domba Priangan jantan akibat transportasi serta mengevaluasi peran bobot badan terhadap respons adaptif terhadap stres transportasi. Sebanyak 23 domba Priangan jantan berusia 12–14 bulan dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan bobot badan, yaitu group 1 (<20 kg), group 2 (20–21 kg), group 3 (21–22 kg), dan group 4 (>22 kg). Seluruh domba ditransportasikan dari Sumedang ke Purwakarta selama kurang lebih 2 jam menggunakan mobil bak terbuka tanpa pemberian air minum dan pakan. Parameter hematologis yang diukur meliputi kadar hemoglobin (mg/dL), hematokrit (%), dan jumlah eritrosit (juta sel/mm³) sebelum dan sesudah transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter mengalami penurunan pasca transportasi, dengan penurunan yang lebih besar terlihat pada domba dari kelompok dengan bobot badan lebih rendah dibandingkan domba di group 4. Analisis ANOVA satu arah dan uji lanjut Tukey’s HSD mengungkapkan perbedaan yang signifikan antar kelompok untuk hematokrit dan jumlah eritrosit, sedangkan analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara penurunan hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit. Hasil ini mengindikasikan bahwa bobot badan merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan adaptasi domba terhadap stres transportasi, di mana domba dengan bobot badan lebih tinggi cenderung mempertahankan kestabilan kondisi hematologisnya dengan lebih baik. Implikasi praktis dari penelitian ini mendukung perlunya strategi manajemen transportasi yang mempertimbangkan kondisi tubuh ternak untuk meningkatkan kesejahteraan dan performa produksi dalam industri peternakan.
Analisis Pengaruh Suhu dan Durasi Penyimpanan terhadap Indeks Yolk dan Albumen Telur Ismiraj, Muhammad Rifqi; Apriliyani, Lia; Garnida, Dani; Wulansari, Asri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61158

Abstract

Kualitas internal telur mengalami penurunan seiring waktu, dipengaruhi oleh suhu dan lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai suhu dan durasi penyimpanan terhadap indeks kuning telur (IKT) dan indeks putih telur (IPT) pada telur ayam petelur strain ISA Brown. Sebanyak 240 butir telur dari ayam petelur berumur 20 minggu disimpan dalam dua kondisi suhu: suhu ruang (25–30 °C) dan suhu refrigerator (7 °C) dengan durasi penyimpanan yang bervariasi. Penyimpanan pada suhu ruang dilakukan selama 1, 5, 10, dan 15 hari, sedangkan penyimpanan dalam refrigerator dilakukan selama 1, 15, 30, dan 45 hari. IKT dan IPT diukur menggunakan prosedur standar, dan data dianalisis menggunakan ANOVA, uji lanjut Duncan, ukuran efek (partial eta-squared), regresi (dengan waktu sebagai prediktor kontinyu), MANOVA, dan analisis korelasi. Perlakuan berpengaruh signifikan terhadap IKT dan IPT (p < 0.05). Analisis ANOVA satu arah menunjukkan nilai partial eta-squared (ηp²) sebesar 0,888 untuk IKT dan 0,971 untuk IPT, yang menunjukkan bahwa perlakuan menjelaskan sebagian besar variasi yang terjadi. Analisis regresi menunjukkan bahwa penurunan IKT terjadi lebih cepat pada penyimpanan suhu ruang (slope ≈ −0,0102/hari) dibandingkan dengan penyimpanan di refrigerator (slope ≈ −0,0020/hari). MANOVA menunjukkan adanya pengaruh utama dan interaksi yang signifikan antara suhu dan durasi penyimpanan terhadap kedua indeks telur. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat (r ≈ 0,986) antara IKT dan IPT di semua perlakuan. Suhu dan lama penyimpanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas telur, di mana penyimpanan dalam refrigerator secara signifikan memperlambat penurunan kualitas kuning dan putih telur. Hasil penelitian ini mendukung rekomendasi penyimpanan telur dalam kondisi dingin untuk mempertahankan kualitas telur dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kadar Glukosa dan Trigliserida pada Ayam Petelur Fase Produksi Akhir yang Diberi Ransum Mengandung Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) RAMADHANI, AGNIA MUTHMAINNAH; LATIPUDIN, DIDING; RAMADHAN, RAHMAD FANI
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.51394

Abstract

Ayam petelur fase produksi akhir atau afkir berarti terjadi level kritis dalam proliferasi sel ataupun sifat fungsional dari mitokondria yang menyebabkan apoptosis dan ketidakseimbangan antioksidan. Apoptosis pankreas memicu resistensi insulin sehingga dapat memengaruhi kadar glukosa dan trigliserida dalam tubuh ayam. Peningkatan antioksidan eksogen dapat dilakukan melalui suplementasi tanaman herbal daun kelor ke dalam ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian ekstrak daun kelor beserta jumlah persentase penambahan ekstrak daun kelor dalam ransum yang optimal untuk dapat menstabilkan kadar glukosa dan menurunkan kadar trigliserida pada ayam petelur fase produksi akhir dalam batas normal. Penelitian ini menggunakan metode analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ayam petelur yang digunakan adalah jenis Hy-Line Brown berusia 102 minggu sebanyak 20 ekor. Perlakuan penelitian terdiri atas P0: ransum basal + 0% ekstrak daun kelor, P1: ransum basal + 0,08% ekstrak daun kelor, P2: ransum basal + 0,12% ekstrak daun kelor, dan P3: ransum basal + 0,16% ekstrak daun kelor. Hasil analisis statistik menampilkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor tidak memengaruhi kadar glukosa ayam (P>0,05), tetapi memengaruhi kadar trigliserida ayam petelur fase produksi akhir (P<0,05). Pemberian ekstrak daun kelor yang optimal dalam ransum terjadi pada P3 yaitu 0,16% karena dapat menstabilkan kadar glukosa hingga 224,26 mg/dL dan menurunkan kadar trigliserida hingga 112,96 mg/dL yang keduanya sesuai dengan ambang batas kadar pada ayam petelur (234-252 mg/dL glukosa darah dan kurang dari 150 mg/dL trigliserida darah).
Pengaruh Lama dan Suhu Penyimpanan Terhadap Indeks Kualitas Telur Ayam Ras Fase Produksi Pertama Apriliyani, Lia; Garnida, Dani; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama dan suhu penyimpanan terhadap indeks kualitas telur ayam ras pada fase produksi pertama. Sebanyak 240 butir telur disimpan pada dua suhu berbeda, yaitu suhu ruang (25–30°C) dan suhu refrigerator (7°C), dengan variasi lama penyimpanan 1, 5, 10, dan 15 hari untuk suhu ruang, serta 1, 15, 30, dan 45 hari untuk suhu refrigerator. Parameter yang diamati meliputi indeks kuning telur (IKT) dan indeks putih telur (IPT), yang dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kualitas telur (P<0,05), di mana telur yang disimpan pada suhu ruang selama 15 hari mengalami penurunan IKT dan IPT masing-masing menjadi 0,277 dan 0,035. Sebaliknya, penyimpanan di suhu refrigerator (7°C) selama 45 hari mampu mempertahankan IKT dan IPT pada nilai 0,342 dan 0,057. Kondisi penyimpanan yang optimal untuk mempertahankan kualitas telur ditemukan pada penyimpanan selama 10 hari di suhu ruang dan 30 hari di suhu refrigerator, dengan nilai IKT masing-masing 0,360 dan 0,387, serta nilai IPT masing-masing 0,051 dan 0,078. Temuan ini menunjukkan bahwa penyimpanan di suhu refrigerator secara signifikan lebih efektif dalam mempertahankan kualitas telur dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang, sehingga penting untuk menerapkan manajemen penyimpanan yang tepat guna menjaga kesegaran dan nilai gizi telur.