cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Ismiraj
Contact Email
m.rifqi.ismiraj@unpad.ac.id
Phone
+628118498222
Journal Mail Official
m.rifqi.ismiraj@unpad.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran, Desa Cintaratu, Kec. Parigi, Kab. Pangandaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sumber Daya Hewan
ISSN : -     EISSN : 27745805     DOI : https://doi.org/10.24198/jsdh
Jurnal Sumber Daya Hewan (JSDH; eISSN: 2774-5805) publishes research outcomes, experiments, literature reviews, and other advanced research in the fields of animal husbandry, agriculture, and bioscience, which includes: agriculture and animal husbandry, animal production, animal nutrition, feed technology, feed plant science, animal reproduction, cell biology, animal welfare, animal production socioeconomic, livestock product technology, post-harvest, agricultural industry technology, and agro-industry which have been evaluated by the editorial board and reviewers, to contribute enriching animal sciences.
Articles 51 Documents
Pengaruh Lama Fermentasi pada Penggunaan Dedak Fermentasi Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Tebon Jagung (Zea Mays) Wijaya, Rian; Budiman, Atun; Mayasari, Ph.D, Novi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i2.46533

Abstract

Silase ialah pengawetan pakan hijauan melalui fermentasi anaerob. Dedak fermentasi dapat digunakan sebagai aditif untuk mempercepat proses fermentasi pembuatan silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pada penggunaan dedak fermentasi terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik silase tebon jagung. Penelitian dilaksanakan di peternakan Cowla Farm, Dusun Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran dan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jatinangor pada tanggal 3 Februari 2021 – 19 Maret 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (Lama Fermentasi 7 hari), P2 (Lama Fermentasi 14 hari), P3 (Lama Fermentasi 21 hari). Data penelitian dianalisis menggunakan Analisis Ragam. Hasil analisis menujukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik silase tebon jagung.
Evaluasi Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Molases terhadap Kualitas Silase dalam Karakteristik Fisiknya Ismiraj, Muhammad Rifqi; Qoharudin, Qoharudin; Firmansyah, Viki; Setiyatwan, Hendi; Mutaqin, Bambang Kholiq; Yuniarti, Endah; Wulansari, Asri; Febrianto, Firman
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61107

Abstract

Ketersediaan pakan ternak yang stabil dan berkualitas tinggi sangat penting dalam menghadapi fluktuasi ketersediaan hijauan akibat musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi tingkat molases (5, 7,5, dan 10 gram dari 200 gram sampel rumput) serta dedak padi (0%, 5%, dan 10%) terhadap lima parameter kualitas silase, yaitu warna, tekstur, aroma, kepadatan, dan keberadaan fungi. Enam perlakuan disiapkan (TP0, TP1, TP2, DP0, DP1, DP2), masing-masing diulang sebanyak lima kali dan difermentasi selama 30 hari dalam kondisi terkontrol. Setelah proses fermentasi, penilaian dilakukan menggunakan skala ordinal 1–4 untuk setiap parameter yang diamati. Karena sifat data ordinal, analisis statistik nonparametrik digunakan, yaitu uji Kruskal–Wallis, diikuti dengan uji post hoc Dunn untuk membandingkan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur dan kepadatan silase secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat molases yang lebih tinggi (p < 0,05). Perlakuan dengan 10 gram molases, baik dengan maupun tanpa penambahan dedak padi, menghasilkan silase dengan tekstur yang lebih padat dibandingkan perlakuan kontrol. Sebaliknya, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter warna, aroma, dan keberadaan fungi (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan molases dan dedak padi dalam jumlah moderat tidak menyebabkan perubahan signifikan pada karakteristik visual maupun pertumbuhan fungi. Dengan demikian, penggunaan molases sebanyak 10 gram dengan atau tanpa penambahan dedak padi hingga 10% dapat meningkatkan kualitas fisik silase tanpa mengganggu stabilitas fermentasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan jenis hijauan yang berbeda dan durasi penyimpanan yang lebih lama dalam optimalisasi formulasi silase. 
Pengaruh Lama Fermentasi pada Penggunaan Dedak Fermentasi terhadap Kualitas Fisik dan pH Silase Tebon Jagung (Zea Mays) Al Biruni, Hilal; Mayasari, Ph.D, Novi; Ayuningsih, Budi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i2.46534

Abstract

Silase adalah metode pengawetan hijauan pakan ternak melalui proses fermentasi dengan keadaan anaerob. Silase memiliki daya simpan yang lama dan mampu menjaga kualitas hijauan. Silase bisa menjadi solusi apabila pakan hijauan segar sulit didapatkan pada saat musim kemarau tiba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terbaik dengan penambahan dedak fermentasi 1% terhadap kualitas fisik dan pH silase tebon jagung. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 Februari – 19 Maret 2021 di Cowla Farm Pangandaran serta Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dari 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan terdiri P1 (lama waktu fermentasi 7 hari), P2 (lama waktu fermentasi 14 hari) dan P3 (lama waktu fermentasi 21 hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa lama waktu fermentasi yang berbeda mempengaruhi tekstur silase tebon jagung. Perlakuan lama fermentasi yang berbeda tidak mempengaruhi warna, bau, kebersihan, dan pH silase tebon jagung (Zea mays). Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa lama waktu fermentasi 7 hari menghasilkan kualitas silase terbaik: berbau asam fermentasi, tidak tumbuh jamur, berwarna hijau kekuningan dan bertekstur kering.
Pengaruh Bobot Badan Terhadap Penyusutan Bobot Badan dan Status Fisiologis Domba Priangan Setelah Transportasi Jangka Pendek Wulansari, Asri; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Setiyatwan, Hendi; Mayasari, Novi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i2.61593

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perbedaan kelompok bobot badan terhadap status fisiologis domba Priangan setelah transportasi jangka pendek. Transportasi dalam industri peternakan dapat menimbulkan stres yang berdampak pada keseimbangan energi dan fungsi fisiologis hewan. Selama transportasi, domba tidak mendapatkan pakan dan air, yang memicu mobilisasi cadangan energi serta peningkatan suhu tubuh. Penelitian melibatkan 23 ekor domba Priangan jantan berusia 12–14 bulan yang dikelompokkan berdasarkan bobot badan: P1 (<20 kg), P2 (20–21 kg), P3 (21–22 kg), dan P4 (>22 kg). Domba-domba tersebut ditransportasikan menggunakan mobil bak terbuka selama sekitar 2 jam tanpa air dan pakan. Parameter yang diukur meliputi susut bobot badan, suhu rektal, denyut jantung, dan laju pernapasan, baik sebelum maupun sesudah transportasi. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p = 0,015) pada susut bobot badan, di mana domba dengan bobot lebih tinggi (P3 dan P4) mengalami penurunan massa tubuh yang lebih besar dibandingkan kelompok dengan bobot lebih rendah (P1 dan P2). Sebaliknya, perubahan suhu rektal (p = 0,148), denyut jantung (p = 0,678), dan laju pernapasan (p = 0,173) tidak berbeda secara signifikan antar kelompok. Kesimpulannya, bobot badan domba berpengaruh terhadap susut bobot setelah transportasi jangka pendek, sementara respons fisiologis lainnya relatif seragam. Temuan ini menekankan pentingnya manajemen transportasi yang efektif, termasuk pengaturan kepadatan dan penyediaan pakan serta air, untuk meminimalkan dampak negatif stres transportasi pada domba Priangan.
Korelasi Temperature Humidity Index (THI) dengan Produksi Susu Kambing Perah di Peternakan Sekar Menda Sidomulyo Kabupaten Pangandaran Mahfudz, Budhi Ridhol; Mutaqin, Bambang Kholiq; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67148

Abstract

Produksi susu kambing dipengaruhi kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan dan THI. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi korelasi Temperature Humidity Index (THI) dengan produksi susu kambing di peternakan Sekar Menda Sidomulyo Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 18 ekor kambing perah laktasi jenis Peranakan Etawa dan Sapera dengan masa laktasi 1-4. Hasil yang didapatkan adalah nilai THI harian berada di rentang 72,74-86,40 (stres ringan sampai berat) dengan rata-rata 80,42 (stres berat). Rata-rata produksi susu sebesar 0,42+0,20 kg pada pemerahan pagi dan 0,22+0,10 kg pada pemerahan sore. Kandungan lemak, protein, laktosa susu rata-rata 4,37±0,93%; 4.01±0,17%; 3,79±0,17% pada pemerahan pagi dan 5,06+0,99%; 3,87+0,21%; 3,65+0,18% pada pemerahan sore. Hasil tersebut sudah sesuai dengan standar literatur kandungan susu kambing normal. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa nilai THI berkorelasi positif sangat rendah dengan kuantitas produksi susu (r = 0,167 ; p < 0,05), dan tidak signifikan berkorelasi dengan lemak, protein, dan laktosa (p > 0,05). Kesimpulannya Temperature Humidity Index (THI) berkorelasi signifikan terhadap produksi susu kambing.
Kondisi Dasar Terumbu Karang sebagai Informasi Awal Pengelolaan Pesisir di Kabupaten Pangandaran Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Wijayanti, Lady Ayu Sri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.69815

Abstract

Ketersediaan data ekologi dasar merupakan prasyarat penting dalam mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan, khususnya pada wilayah dengan tekanan aktivitas manusia yang meningkat. Kabupaten Pangandaran merupakan kawasan pesisir dengan intensitas perikanan dan pariwisata bahari yang tinggi, namun informasi ilmiah mengenai kondisi terumbu karang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi dasar terumbu karang di perairan Desa Batukaras sebagai informasi awal bagi pengembangan kegiatan monitoring dan pengelolaan pesisir. Pengambilan data dilakukan pada November 2025 menggunakan metode Underwater Photo Transect pada dua transek sepanjang 50 m di kedalaman 8–10 m. Komposisi bentik dianalisis hingga tingkat lifeform menggunakan perangkat lunak CPCe, serta dihitung Indeks Keanekaragaman Shannon–Weaver (H’) dan Indeks Simpson (1–D). Hasil penelitian menunjukkan tutupan karang hidup sebesar 55,18% yang tergolong dalam kategori baik. Karang keras mendominasi komunitas bentik (50,16%) dengan Coral Foliose sebagai lifeform utama (77,18%), sementara kategori karang mati terbaru tidak ditemukan. Nilai indeks keanekaragaman relatif rendah hingga sedang (H’ = 0,94; 1–D = 0,55), mencerminkan dominasi bentuk pertumbuhan tertentu dan kompleksitas struktur yang terbatas. Meskipun kondisi tutupan karang cukup baik, proporsi rubble yang cukup tinggi (22,28%) menunjukkan perlunya pemantauan berkelanjutan. Temuan ini menyediakan data dasar yang penting untuk mendukung pengelolaan adaptif dan perencanaan monitoring jangka panjang di wilayah penelitian.
Korelasi antara Kelembaban dan Suhu Kandang terhadap Konsumsi Pakan dan Pertambahan Bobot Badan Domba Garut di Zidan Farm Selasari, Pangandaran Pramudawardhani, Ken Chandra
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.68670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara suhu, kelembaban, dan Temperature Humidity Index (THI) dengan konsumsi pakan serta pertambahan bobot badan harian (PBBH) Domba Garut di Zidan Farm, Pangandaran. Pengamatan dilakukan selama tujuh hari, yaitu pada 29 Oktober–4 November 2025, menggunakan metode sensus terhadap 10 ekor Domba Garut betina yang terdiri atas dara, laktasi, dan cempe. Suhu dan kelembaban diukur empat kali sehari, sedangkan konsumsi pakan dan bobot badan dicatat setiap hari. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, kelembaban, dan THI memiliki korelasi positif tetapi sangat lemah terhadap konsumsi pakan (r = 0,00957–0,13454) dan PBBH (r = 0,01734–0,13055). Nilai korelasi yang rendah tersebut mengindikasikan bahwa fluktuasi mikroklimat selama tujuh hari observasi belum cukup kuat memengaruhi respons fisiologis maupun performa pertumbuhan. Konsumsi pakan dan PBBH tetap stabil karena kondisi lingkungan masih berada dalam zona kenyamanan termal, dan durasi penelitian yang singkat turut berkontribusi pada lemahnya hubungan yang terbentuk. Secara keseluruhan, suhu, kelembaban, dan THI pada periode penelitian tidak memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi pakan maupun PBBH, sehingga Domba Garut tetap mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi mikroklimat kandang.
Kurva Pertambahan Bobot Badan Domba Garut Jantan Umur 6 Bulan Melalui Penambahan Tepung Minyak Kacang Tanah Terenkapsulasi Kumala, Kania Nahla; Mutaqin, Bambang Kholiq; Arifin, Johar
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67152

Abstract

Asam lemak tak jenuh merupakan substrat kimiawi yang salah satunya terdapat pada minyak kacang tanah yang berpotensi meningkatkan bobot badan secara signifikan, sehingga penggunaan bahan pakan tersebut dapat membantu proses pertumbuhan Domba Garut jantan pada usia pertumbuhan, yaitu 6-8 bulan. Suplemen pakan yang digunakan yaitu berupa tepung minyak kacang tanah yang dienkapsulasi menggunakan dua arah dengan bahan pelapis yaitu WPI dan maltodekstrin, dan WPI dengan Microcrystaline Celulose. Perlakuan diberikan suplemen pakan sebanyak 5% dari kebutuhan BK dan tanpa penambahan suplemen pakan sebagai pembanding. Tujuan dari  penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kurva dan membandingkan kurva pertumbuhan bobot badan domba dengan perlakuan penambahan dan yang tanpa penambahan suplemen. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, data dianalisis menggunakan Curve Expert untuk mencari kurva terbaik berdasarkan perhitungan PBB, konversi ransum, dan rata-rata. Hasil menunjukkan penggunaan rumus Polinomial Regression derajat 7 untuk P0 dengan rumus y=\ 2,01\ +\ (-1,05x)\ +\ 2,21x^2\ +\ (-1,61x^3)+{5,60x}^4+{(-1,00x}^5)+{8,91x}^6+({-3,12x}^7) dan derajat 6 untuk P1 dengan rumus y=\ -3,94+\ (-9,27x)\ +\ 1,91x^2\ +\ (-1,37x^3)+{4,69x}^4+{(-8,26x}^5)+{7,27x}^6+(-2,52x^7). Temuan ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kurva pertumbuhan bobot badan yang diberi perlakuan penambahan suplemen pakan dan yang tanpa diberi suplemen pakan. Efisiensi pemanfaatan nutrisi dari TMKT yang tinggi kandungan lemaknya kemungkinan belum optimal atau memerlukan formulasi ransum yang lebih seimbang agar hasilnya lebih maksimal.
Evaluasi Kualitas Fisik Silase Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang Ditambahkan Molases dan Probiotik Putra, Diega Yanuar; Mutaqin, Bambang Kholiq; Tasripin, Didin Supriat
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v6i1.69595

Abstract

Ketersediaan hijauan pakan yang berkelanjutan menjadi salah satu tantangan dalam sistem produksi ternak ruminansia, sehingga diperlukan teknologi pengawetan pakan yang mampu mempertahankan kualitas nutrien dan karakteristik fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik silase rumput odot yang dibuat dengan penambahan molases dan probiotik dengan penambahan pengenceran yang berbeda. Silase dibuat dalam empat unit silo dengan formulasi yang sama dan disimpan pada suhu ruang selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa yang dinilai secara organoleptik menggunakan nilai dengan rentang tertentu. Data hasil pengamatan disajikan secara deskriptif dalam bentuk nilai rata-rata dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silase rumput odot yang dihasilkan memiliki kualitas fisik yang baik pada seluruh parameter pengamatan. Warna dan aroma silase menunjukkan karakter fermentatif yang stabil dan relatif seragam antar silo, sementara tekstur dan rasa fermentatif berada pada kisaran yang dapat diterima meskipun terdapat variasi nilai antar silo. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan molases dan probiotik mampu mendukung proses fermentasi silase rumput odot yang berlangsung secara terkendali dan menghasilkan kualitas fisik silase yang konsisten
Korelasi Status Fisiologi Kambing Perah pada Kondisi Lingkungan di Peternakan Sekar Menda Sidomulyo Pangandaran Komalasari, Ratna; Mutaqin, Bambang Kholiq; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67149

Abstract

Peningkatan suhu dan kelembapan di daerah tropis dapat memicu stres panas pada kambing perah, yang ditandai dengan perubahan respons fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara Temperature Humidity Index (THI) dengan status fisiologi kambing perah di Peternakan Sekar Menda, Sidomulyo, Pangandaran. Penelitian dilakukan selama 7 hari menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Terdapat 30 ekor kambing perah Peranakan Etawah (PE) yang diamati pada tiga waktu berbeda (04.00–06.00, 12.00–14.00, dan 18.00–20.00 WIB). Data suhu dan kelembapan digunakan untuk menghitung nilai THI, sedangkan parameter fisiologis meliputi frekuensi respirasi, denyut jantung, dan temperatur rektal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata THI sebesar 79,77 (cekaman ringan-sedang), dengan nilai tertinggi 82,55 terjadi pada siang hari. Peningkatan THI diikuti kenaikan parameter fisiologis secara signifikan. Analisis korelasi Pearson menunjukkan THI memiliki hubungan positif yang signifikan (p < 0,001) terhadap frekuensi respirasi (r = 0,679), denyut jantung (r = 0,453), dan temperatur rektal (r = 0,730). Korelasi terkuat terdapat pada temperatur rektal, diikuti frekuensi respirasi dan denyut jantung.