cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
journalpedagogik@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pengabdian No 395 Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Pedagogik : Jurnal Pendidikan dan Riset
Published by CV. Edu Tech jaya
ISSN : -     EISSN : 30257719     DOI : -
Core Subject : Education,
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset is Published by CV. Edu Tech Jaya. This journal aims to publish and disseminate the results of research and studies on education and Community Dedication. Articles published in journals are the results of research or areas of educational and comunity dedication thought carried out by researchers, teachers, lecturers, and education students. Detailed information for article loading and article instructions is provided in each issue.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2026)" : 8 Documents clear
Peran Lingkungan Keluarga dan Sekolah Terhadap Perkembangan Anak Kelas 3 SD Lubis, Ramadan; Juliana, Juliana; Siregar, Nurul Syakirah; Nasution, Pebrijah; Fadhillah, Siti Azzuhra; Siregar, Raza
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1822

Abstract

Perkembangan anak kelas 3 sekolah dasar merupakan proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Pada usia 8–9 tahun, anak berada pada fase transisi menuju masa kanak-kanak madya yang ditandai dengan pesatnya perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan keluarga dan sekolah terhadap perkembangan anak kelas 3 SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara yang dilakukan di SD IT Al-Hijrah. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas 3 beserta orang tua dan guru sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berperan sebagai fondasi utama dalam pembentukan emosi, kemandirian, kebiasaan belajar, dan kepercayaan diri anak melalui pola asuh yang hangat dan dukungan belajar yang konsisten. Sementara itu, lingkungan sekolah berperan dalam mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, moral, dan kreativitas anak melalui interaksi dengan guru, teman sebaya, serta pembiasaan kegiatan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara lingkungan keluarga dan sekolah sangat penting dalam mendukung perkembangan anak kelas 3 SD secara optimal dan holistik.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 6 Tahun di Kelas I Sekolah Dasar: Studi Observasional Kualitatif Almeida, Annisa; Putri, Fatin Adelya; Kesi, Kesi; Fadhilah, Nurul Wardani; Lubis, M.Torkis; Lubis, Ramadhan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1823

Abstract

The age of 6 is a crucial period in a child's life as they begin to enter primary education, requiring physical, mental, social, and emotional readiness. This study aims to describe the developmental characteristics of 6 year-old children in grade 1 of elementary school and to identify factors that support this development. The topic discussed is how the developmental characteristics of 6 year-old children are seen from the physical, intellectual, social, and emotional aspects within the context of the home and school environments. This study uses a descriptive qualitative approach with direct observation methods on a 6 year-old child named Arsya Radipta, conducted in the school and home environments. To address this problem, systematic observations were made of the child's behavior, learning activities, and social interactions. The results of the study indicate that the child has normal physical development, good cognitive abilities, and relatively stable social and emotional development, although mild tantrums still occur in certain situations. Support from the family and a positive school environment play an important role in fostering independence and discipline. The conclusion of this study indicates that the optimal development of 6 year-old children is greatly influenced by cooperation and synergy between the family, school, and social environment.
Dampak Penerapan Reward dan Punishment Terhadap Semangat Belajar Siswa di MTs. Ira Arsita, Dhea; Nazah, Nadia; Kholis, Zaidan; Nasution, Abdul Fattah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pemberian reward dan punishment terhadap motivasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Shoot Case Study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX sebanyak 39 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji-T. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward dan punishment berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata angket motivasi pertemuan awal dan pertemuan akhir siswa yaitu untuk pertemuan awal sebesar 63,15 sedangkan pada pertemuan akhir sebesar 78,23. Berdasarkan selisih tersebut mengindikasikan bahwa motivasi belajar siswa setelah pemberian reward dan punishment memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini terbukti dengan hasil analisa data statistik "Uji t-Test' yaitu diperoleh nilai tretung (17.230)> tabel (1.686). Hal tersebut membuktikan bahwa hipotesis awal diterima.
Peran Guru Dalam Mendorong Perkembangan Kognitif Anak di Era Digital Maharani, Dwi; Gusmiranda, Cindy Zihan; Mazdalifah, Mazdalifah; Hafidzah, Mufidah; Daulay, Lily Sardiani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami peran strategis guru dalam memfasilitasi dan mendorong perkembangan kognitif anak ditengah masifnya penggunaan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan survei kualitatif terhadap guru taman kanak kanak (TK) di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% guru telah mengintegrasikan perangkat digital seperti tablet dan aplikasi eduktif dalam proses belajar mengajar, namun integrasi tersebut masih didominasi oleh penggunaan sebagai alat bantu visual, bukan alat interaksi kognitif. Ditemukan pula bahwa kurangnya pelatihan spesifik mengenai literasi digital dan desain pembelajaran berbasis kognitif merupakan hambatan utama. Integrasi digital yang tepat menjadi krusial karena teknologi, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menghambat pengembangan keterampilan berfikir kritis dan pemecahan masalah (aspek kognitif Tingkat tinggi) pada anak. Kesimpuannya, guru harus bertransformasi dari sekadar penyedia konten menjadi fasiliator dan perancang pengalaman belajar digital yang berfokus pada stimulasi kognitif aktif. Perlunya modul pelatihan yang berkesinambungan bagi guru untuk memaksimalkan potensi perkembangan kognitif anak di era teknologi.
Persepsi Guru dan Siswa dalam Penggunaan LKS Sebagai Sumber Belajar di Era Digitalisasi (Studi MTs Lab IKIP Al Washliyah) Sundari, Dewi; Damanik, Dewi; Ariska, Monia; Husna, Hafizhotun; Fadhillah Hsb, Nur; Nst., Yuyun Lasmita
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1845

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong terjadinya digitalisasi pendidikan yang berdampak pada perubahan strategi pembelajaran serta pemanfaatan sumber belajar di sekolah. Salah satu bahan ajar yang masih banyak digunakan adalah Lembar Kerja Siswa (LKS), baik dalam bentuk cetak maupun digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan LKS sebagai sumber belajar di era digitalisasi di MTs Lab IKIP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran dan siswa yang terlibat langsung dalam penggunaan LKS pada proses pembelajaran. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan LKS, khususnya LKS berbasis digital. Guru menilai LKS digital membantu penyampaian materi secara sistematis dan mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa, sedangkan siswa menilai LKS digital lebih menarik, mudah diakses, dan meningkatkan motivasi belajar. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan sarana teknologi, akses internet, serta perbedaan tingkat literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan fasilitas dan peningkatan kompetensi digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan LKS sebagai sumber belajar di era digitalisasi.
Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Akhlak Digital Peserta Didik Dewi Sri Wahyuniarti; Rahmad Fadhli; Yahanan Yahanan; Siti Mahmudah Noorhayati
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1834

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam pola interaksi dan perilaku peserta didik, sekaligus memunculkan berbagai persoalan etika dan akhlak di ruang digital. Fenomena seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan rendahnya tanggung jawab bermedia menunjukkan bahwa penguasaan teknologi belum diiringi dengan kematangan moral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aksiologi filsafat pendidikan Islam sebagai kerangka normatif dalam pembentukan akhlak digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan metode analisis filosofis-kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dengan pendidikan Islam, etika digital, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai aksiologis Islam, khususnya adil, ihsan, dan amanah, memiliki relevansi konseptual dan aplikatif dalam membimbing perilaku peserta didik di ruang digital. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai fondasi etis yang mengaitkan aktivitas digital dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Kajian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak digital memerlukan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada internalisasi nilai, bukan semata-mata pada kecakapan teknologis, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan era digital.
Keadilan Sosial dalam Pendidikan Era Digital pada Masyarakat Marginal di Indonesia Puput Tri Anggara
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1846

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital mendorong penerapan model hybrid berbasis teknologi di Indonesia, namun ketimpangan akses semakin memperlebar kesenjangan sosial, terutama bagi masyarakat marginal yang menghadapi keterbatasan perangkat, jaringan internet, dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan tiga informan di Pulau Ora, Pulau Osi dan Pulau Banda Neira, dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran digital dan kondisi marginal yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan wawancara tambahan, kemudian dianalisis deskriptif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat marginal tetap bersemangat belajar meski terbatas teknologi, infrastruktur dan dukungan sosial. Hambatan ini berdampak pada capaian akademik dan kesejahteraan psikososial. Intervensi kontekstual dan berkelanjutan, meliputi peningkatan infrastruktur, literasi digital, model pembelajaran adaptif, serta dukungan psikososial, didukung kolaborasi pemerintah, pendidik, masyarakat, dan sektor swasta, menjadi kunci menciptakan pendidikan digital inklusif yang memberdayakan generasi marginal.
Efektivitas Konseling Teman Sebaya dengan Metode Mediasi dalam Mengurangi Konflik Interpersonal Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 35 Medan Masdulhag Satria Lahagu; Muhammad Fauzi Hasibuan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1858

Abstract

Konflik interpersonal di kalangan siswa, terutama di usia remaja, menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan dalam lingkungan pendidikan. Banyak siswa mengalami masalah komunikasi, perbedaan pandangan, dan bahkan bullying, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi akademik mereka. Oleh karena itu, penting untuk menemukan metode yang efektif dalam mengatasi konflik ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling teman sebaya dengan metode mediasi dalam mengurangi konflik interpersonal pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksperimen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik interpersonal di kalangan siswa, yang sering kali disebabkan oleh bullying, tekanan akademik, dan masalah keluarga, merupakan isu serius yang memerlukan perhatian lebih dari pihak sekolah dan orang tua. Konseling teman sebaya dengan metode mediasi terbukti efektif dalam mengurangi konflik interpersonal, karena memberikan ruang bagi siswa untuk berkomunikasi secara terbuka dan menemukan solusi bersama. Pentingnya Keterampilan Sosial dan Emosional: Program konseling yang mengajarkan keterampilan sosial dan emosional dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi konflik, serta berkontribusi pada perkembangan pribadi mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 8