cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
journalpedagogik@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pengabdian No 395 Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Pedagogik
Published by CV. Edu Tech jaya
ISSN : -     EISSN : 30257719     DOI : 10.65311
Core Subject : Education,
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset is Published by CV. Edu Tech Jaya. This journal aims to publish and disseminate the results of research and studies on education and Community Dedication. Articles published in journals are the results of research or areas of educational and comunity dedication thought carried out by researchers, teachers, lecturers, and education students. Detailed information for article loading and article instructions is provided in each issue.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 2 (2026)" : 10 Documents clear
Students' Difficulties in Constructing Argumentative Texts: A Genre-Based Analysis at SMPN 27 Medan Stefani Angelica Sinambela; Mira Mailani; Murni Murni; Nayla Firzanah
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.1980

Abstract

Writing argumentative texts is one of the essential skills that students need to develop in English language learning. However, many students still experience difficulties in constructing argumentative texts effectively. This study aimed to identify the difficulties encountered by eighth-grade students of SMP Negeri 27 Medan in constructing argumentative texts and to analyze the generic structures and language features used in their writing. This study employed a descriptive qualitative research design. The participants consisted of 24 eighth-grade students of SMP Negeri 27 Medan. The data were collected through writing tasks and documentation. The students were asked to write argumentative texts based on several assigned topics. The collected data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (2014), including data condensation, data display, and conclusion drawing. The analysis was conducted based on Genre-Based Analysis proposed by Gerot and Wignell (1994), focusing on generic structures and language features of argumentative texts. The findings revealed that argument development was the most significant difficulty experienced by students, with 75% producing underdeveloped arguments. Grammatical errors were found in 71% of the texts, while 67% of the students demonstrated limited vocabulary usage and 58% showed inappropriate use of logical connectors. Despite these difficulties, all students were able to construct thesis statements and conclusions appropriately. The study concludes that students possess a basic understanding of argumentative text structure but still require greater support in developing arguments, improving grammatical accuracy, enriching vocabulary, and applying cohesive devices effectively. These findings highlight the importance of genre-based instruction in improving students’ argumentative writing competence.
Strategi Penguatan Karakter dan Kecerdasan Emosional Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam di MA Pesantren Asasul Huda Jajang Nurjaman; Zakariyah Zakariyah; Ashari Ashari
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2028

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional peserta didik, terutama di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi menumbuhkembangkan karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui Pendidikan Agama Islam di MA Pesantren Asasul Huda serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa, dan wali siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter dan kecerdasan emosional dilakukan melalui keteladanan guru, internalisasi nilai-nilai agama dalam pembelajaran, pembiasaan ibadah harian, kegiatan keagamaan, serta pendekatan emosional dalam pembinaan siswa. Strategi tersebut mampu membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, empati, kesadaran diri, dan kemampuan pengendalian emosi siswa. Faktor pendukung meliputi lingkungan pesantren yang religius, keteladanan guru, budaya sekolah yang positif, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama serta pengaruh negatif lingkungan luar pesantren. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui pendekatan yang holistik dan integratif.
Implementasi Materi Fiqih Wanita dalam Kegiatan Keputrian Untuk Meningkatkan Pemahaman Fiqih Siswi di MTs. Al-Anwar Jambi Warsiti Warsiti; Rahmat Rahmat
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi materi fiqih wanita dalam kegiatan keputrian, menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menjelaskan kontribusi kegiatan keputrian terhadap peningkatan pemahaman fiqih siswi di MTs Al-Anwar Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru pembina keputrian, guru fiqih, dan siswi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi materi fiqih wanita dilaksanakan secara terstruktur melalui kegiatan keputrian yang berlangsung secara rutin. Materi yang diberikan meliputi haid, nifas, istihadhah, thaharah, aurat, dan adab pergaulan. Metode pembelajaran yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi dukungan madrasah, kompetensi pembina, dan antusiasme siswi. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, minimnya bahan ajar kontekstual, serta rasa malu sebagian siswi untuk bertanya. Kegiatan keputrian terbukti meningkatkan pemahaman fiqih wanita, membentuk sikap religius, serta meningkatkan keterampilan ibadah siswi. Dengan demikian, kegiatan keputrian menjadi sarana pendidikan keagamaan yang efektif dalam memperkuat pemahaman fiqih wanita pada remaja muslimah.
Urgensi Multimedia dalam Pembelajaran: Kajian Literatur tentang Pengaruhnya terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Zunidar Zunidar; Afsar Alysha Syadzwana Nasution; Jannah Nur Hidayah; Tiara Jeanita Iffah; Muhammad Abrar Muda
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2056

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan telah mendorong pemanfaatan multimedia sebagai sarana utama dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan bermakna. Namun, efektivitas multimedia dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik masih memerlukan kajian yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan penelitian terdahulu mengenai pengaruh multimedia dalam pembelajaran terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) atau studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari berbagai artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi dengan rentang publikasi 2019–2026. Proses seleksi literatur mengikuti alur PRISMA serta dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan antarvariabel dalam kajian multimedia pembelajaran.Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar melalui aspek perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan belajar. Selain itu, multimedia juga meningkatkan hasil belajar melalui peningkatan pemahaman konsep dan retensi informasi dengan dukungan pengelolaan beban kognitif yang tepat. Secara keseluruhan, multimedia terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.Kesimpulannya, multimedia merupakan komponen penting dalam desain pembelajaran modern yang tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, integrasi multimedia dalam pembelajaran perlu dirancang secara sistematis berbasis teori dan prinsip desain instruksional.
Analisis Penerapan Model Discovery Learning dalam Microteaching Bahasa Jerman Tema Einkaufen Azza Akira Syakirina; Nomi Merland Lumbantoruan
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.1866

Abstract

German language learning in microteaching activities tended to remain teacher-centered, resulting in limited student engagement, particularly in the Einkaufen topic which required communicative competence. This study aimed to describe the implementation of the discovery learning model and to analyze its effect on students’ engagement and understanding. The study employed a descriptive qualitative approach involving students of the German Language Education Study Program who participated in microteaching classes. Data were collected through observation and documentation of lesson plans, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation. The results showed that the implementation of discovery learning had been carried out through six stages: stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, and generalization. The model increased student engagement, as reflected in active participation in discussions, questioning, and role-play activities. In addition, students’ understanding of vocabulary and communicative expressions in shopping contexts was relatively good. However, the implementation of the verification and generalization stages had not been optimal. Therefore, discovery learning was considered effective in improving engagement and understanding, although improvements were needed in the final stages to achieve more optimal learning outcomes.
Hubungan Penerapan Pembelajaran Syajaratul Ma’arif dengan Karakter Peserta Didik di TPQ Irsyadul Khairi Habib Anshori Nasution; Rara Dewi Pramaya Tanjung; Sri Hidayati; Hidayatullah Hidayatullah
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.1915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan pembelajaran syajaratul ma’arif dan karakter peserta didik di TPQ Irsyadul Khairi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Variabel penerapan pembelajaran syajaratul ma’arif diukur menggunakan angket berisi 25 butir pernyataan, sedangkan variabel karakter peserta didik diukur menggunakan 10 butir pernyataan. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan skala Likert empat tingkat. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment setelah data dinyatakan berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran syajaratul ma’arif dan karakter peserta didik berada pada kategori baik. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara penerapan pembelajaran syajaratul ma’arif dan karakter peserta didik dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,777 dan nilai signifikansi p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas penerapan pembelajaran syajaratul ma’arif memiliki keterkaitan yang erat dengan karakter peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian syajaratul ma’arif dalam pendidikan Islam serta menegaskan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an yang bersifat pedagogis dan reflektif dalam penguatan karakter peserta didik di sekolah tahfiz.
Internalisasi Nilai-nilai Akhlakul Karimah Melalui Digital Storytelling Berbasis Video Animasi Sutriyaningsih Sutriyaningsih; M. Taufik Rohman; Illu Huril Firdaus
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.1966

Abstract

Penelitian ini mengkaji internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah melalui digital storytelling berbasis video animasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital. Akhlakul karimah dipahami sebagai perilaku terpuji yang mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan, yang tercermin dalam nilai kejujuran, amanah, sabar, disiplin, serta sikap sosial yang baik. Proses internalisasi nilai tidak hanya bersifat kognitif, tetapi berlangsung melalui tahapan transformasi, transaksi, hingga transinternalisasi sehingga nilai moral dapat melekat dalam kepribadian peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur terkait media animasi dan pendidikan karakter Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital storytelling berbasis video animasi efektif dalam menyampaikan nilai akhlakul karimah karena mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih konkret, interaktif, dan menarik secara visual maupun emosional. Media ini membantu siswa memahami nilai moral melalui representasi karakter dan alur cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga memperkuat keterlibatan afektif dalam proses pembelajaran.Meskipun demikian, implementasinya menghadapi tantangan berupa distraksi kognitif, keterbatasan kompetensi guru, kebutuhan pengawasan penggunaan media digital, serta kesenjangan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar internalisasi nilai dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pendidikan Islam Moderat dalam Membangun Karakter Toleransi Siswa MTsN 2 Lamongan Ayu Maslikha S; Muhammad Shohib
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2075

Abstract

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam moderat kepada siswa sebagai upaya membangun karakter toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan proses pendidikan Islam moderat serta implementasinya dalam membentuk karakter toleransi siswa di MTsN 2 Lamongan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan dan Konseling, serta siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTsN 2 Lamongan telah menerapkan pendidikan Islam moderat secara baik melalui pengintegrasian nilai-nilai Islam moderat dalam kurikulum, proses pembelajaran, dan pembinaan karakter. Implementasi dilakukan melalui penanaman nilai moderasi oleh guru PAI, penguatan moderasi beragama oleh guru BK, serta pembiasaan dialog dan kerja sama antarsiswa dari berbagai latar belakang organisasi Islam. Penerapan nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleransi), dan tawazun (keseimbangan) terbukti mampu membentuk karakter siswa yang toleran, saling menghargai, berempati, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis.
Strategi Active Learning Dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Putra Putri Lamongan Nur Afifah; Mohammad Rofiq
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2030

Abstract

Pendidikan Agama Islam memerlukan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan efektivitas belajar siswa. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah active learning, yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi active learning terhadap efektivitas belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Putra Putri Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi active learning diterapkan melalui kegiatan tanya jawab, diskusi kelompok, pemecahan masalah, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan teknologi. Penerapan strategi tersebut mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterampilan guru, tingkat keaktifan siswa yang berbeda-beda, serta kurangnya kolaborasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, strategi active learning memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Memperkuat Toleransi Beragama di SDN Sumbertanggul 2 Kecamatan Mojosari Mochammad Samsul; Mujiono Mujiono; Ashari Ashari
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat toleransi beragama di SDN Sumbertanggul 2 Kecamatan Mojosari. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan agama sebagai instrumen pembentukan karakter peserta didik di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, serta orang tua siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun sikap toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran, keteladanan sikap, pembiasaan kehidupan sekolah yang harmonis, serta kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah. Keberhasilan implementasi tersebut didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama seluruh guru, dukungan orang tua, serta lingkungan masyarakat yang kondusif. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan pengaruh lingkungan eksternal yang belum sepenuhnya mendukung pembentukan karakter toleran. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat toleransi beragama sehingga dapat menjadi model implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar yang memiliki keberagaman agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 10