cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Kedungmundu, Tembalang, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30264863     DOI : https://doi.org/10.26714/pskm
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat (PRIMA KESMAS) merupakan media publikasi naskah peserta kegiatan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Ilmu Kesehatan dan Olahraga yang diselenggarakan setiap bulan Agustus oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang. PRIMA KESMAS akan diterbitkan setiap bulan Oktober dengan cakupan bidang keilmuan prosiding ini diantaranya meliputi Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan (Kesling), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Promosi Kesehatan (Promkes), Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Kesehatan Reproduksi (Kespro), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi Kesehatan Masyarakat, Keolahragaan, Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Laboratorium Kesehatan, dan bidang ilmu kesehatan lainnya yang masih relevan.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar" : 11 Documents clear
Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar unimus, fkm
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.185

Abstract

.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Tinggi Natrium dan Kalium Dengan Tekanan Darah Pada Usia Lanjut Octarini, Deasy Lia; Meikawati, Wulandari; Purwanti, Indri Astuti
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.186

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah tinggi masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia salah satunya Indonesia. Jawa Tengah menempati proporsi terbesar dari seluruh Penyakit Tidak Menular sebesar 57,10%. Manusia usia lanjut (lansia) merupakan kelompok usia yang rawan terkena penyakit darah tinggi. Konsumsi Natrium berlebih menyebabkan pembengkakan dalam dinding arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah. Bersamaan dengan pengurangan konsumsi asupan Natrium, peningkatan asupan Kalium terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh lansia di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang sebanyak  48 orang. Sampel yang digunakan adalah seluruh jumlah populasi dengan teknik quota sampling. Variabel bebas kebiasaan konsumsi makanan tinggi Natrium dan kebiasaan konsumsi makanan tinggi Kalium. Variabel terikat tekanan darah. Analisis data menggunakan uji chi square Hasil: sebagian besar berusia 45- 59 tahun (66,7%), berjenis kelamin perempuan (60,4%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (27,1%), jarang mengkonsumsi makanan tinggi Natrium  (58,3%), jarang mengkonsumsi makanan tinggi Kalium  (60,4%),%), Tekanan darah responden sebagian besar hipertensi (70,8%), ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi Natrium dengan tekanan darah (p=0,002) dan ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi Kalium dengan tekanan darah(p=0,003). Kesimpulan: Ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi Natrium dan kebiasaan konsumsi makanan tinggi Kalium dengan tekanan darah.  
Pengetahuan Tentang Vaksin Covid-19 Pada Warga Kalipancur Kota Semarang Rofifah, Rahmatina; Salawati, Trixie; Larasaty, Nurina Dyah
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.187

Abstract

Latar belakang: Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) terjadi di banyaak negara termasuk indonesia. Program vaksinasi untuk masyarakat merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk mengurangi jumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia. Tingkat pengetahuan yang kurang pada masyarakat Indonesia terkait manfaat dan risiko vaksinasi, merupakan salah satu penentu partisipasi masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi. Kelurahan Kalipancur merupakan salah satu kelurahan di Kota Semarang. Data dari total 13 RW di lingkungan Kelurahan Kalipancur Semarang, RW 6 memiliki persentase warga yang mengikuti program vaksinasi paling sedikit. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 89 keluarga. Hasil: Remaja yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 60%, sedangkan dewasa dan lansia yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 64,3% dan 66,7%. Laki-laki yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 61,3%, sedangkan perempuan yang mempunyai pengetahuan baik 65,5%. Tingkat pendidikan SMP yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 71,4%, sedangkan tingkat pendidikan SMA dan tingkat pendidikan perguruan tinggi yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 66,7% dan 61,2%. Jenis pekerjaan ibu rumah tangga sebagian besar mempunyai pengetahuan baik sebanyak 85,7%. Kesimpulan: Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik.
Perhatian Masyarakat Terhadap Penyakit Malaria di Indonesia Tahun 2018 – 2023 Sumanto, Didik; Handoyo, Wahyu; Kristini, Tri Dewi
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.188

Abstract

Latar Belakang: Perhatian masyarakat terhadap penyakit malaria masih cukup tinggi walaupun di saat pandemi covid-19 sedang berlangsung. Para peneliti tidak tinggal diam dengan segala keterbatasan aktifitas di masa pandemi. Berbagai hasil kajian tentang penyakit malaria telah terpublikasi. Metode: Narrative review dilakukan pada artikel publikasi online. Topik penelusuran adalah tentang malaria, meliputi jumlah publikasi, sebaran area kajian, sebaran bidang kajian, dan trending topik penyakit malaria. Kata kunci yang digunakan adalah “malaria”. Alat penelusuran yang digunakan yaitu aplikasi Publish or Perish 8, Dimensions AI, dan Google Trends. Aplikasi visualisasi yang digunakan adalah VOSviewer dan Microsoft excel. Hasil: Penelitian tentang malaria selama tahun 2018 – 2023 menghasilkan publikasi terekam dalam Dimensions AI sebanyak 151.886 artikel. Jumlah sitasi pada artikel mengalami peningkatan namun jumlah artikel yang disitasi mengalami tren penurunan selama lima tahun terakhir. Topik kajian terbanyak yang dilakukan oleh para peneliti malaria adalah tentang parasit Plasmodium spp yang menjadi penyebab penyakit, dan diikuti topik pengendalian malaria.  Kesimpulan: Kegiatan penelitian tentang malaria tetap berjalan pada saat pandemic Covid-19 berlangsung.
Olahraga Sebagai Kegiatan Positif Pada Siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Muhibbi, Muhammad; Yogaswara, Andre; Dhuha, Ahad Agafian; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.189

Abstract

Latar belakang: Kualitas hidup yang baik akan tercipta salah satunya melalui kegiatan yang positif. Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan anak remaja salah satunya dengan berolahraga. Ditinjau dari pengertian, tujuan dan manfaat olahraga, olahraga merupakan kegiatan yang positif jika dilakukan dengan benar dan baik. Dalam olahraga terdapat nilai-nilai yang positif diantaranya; kejujuran, fair play, sportif, empati, simpati, sikap mental yang baik, tanggung jawab, menghormati orang lain, disiplin, motivasi, dan kerjasama. Metode:  Kegiatan pengabdian ini berbentuk Community-Based Participatory Research (CBPR). Desain dalam penelitian pengabdian ini menggunakan pre-test post-test group design. Teknik pengambilan data dalam penelitian pengabdian ini menggunakan teknik observasi, kuesioner (angket), wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan terkait teknik pengambilan data yaitu; panduan observasi, penyebaran angket, panduan wawancara, dan kamera/analisis dokumen-dokumen sebelumnya. Dalam penelitian pengabdian ini menjelaskan pentingnya berolahraga dengan hasil penelitian terdapat peningkatan dari tiga indikator (pemahaman, motivasi, dan ketertarikan) sebanyak 22,71%. Kesimpulan: Pentingnya kegiatan positif terhadap siswa SMP dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh orang tua maupun guru di sekolah, dan terciptanya siswa yang berkarakter baik. Salah satu kegiatan positif tersebut yaitu melakukan olahraga di waktu luang. Alangkah lebih baiknya kalau setiap sekolahan memberikan dukungan penuh terhadap siswa untuk melakukan kegiatan olahraga dengan menyediakan sarana prasarana seperti ekstrakurikuler.
Pelatihan Olahraga Bolatangan sebagai Alternatif Pembelajaran Pendidikan Jasmani bagi Guru PJOK di Kota Sukabumi Nurudin, Ahmad Alwi; Widodo, Agung; Maulana, Firman
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.190

Abstract

Latar Belakang: Bolatangan merupakan olahraga yang belum banyak dikenal oleh masyarakat di Kota Sukabumi, Jawa Barat, sehingga beberapa masyarakat menganggap bolatangan adalah olahraga baru. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memassalkan olahraga bolatangan khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Metode: Pelatihan bolatangan dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu: (1) Tahap 1. Sosialisasi Peraturan Permainan Bolatangan; (2) Tahap 2. Pelatihan Implementasi Bolatangan dalam Pembelajaran PJOK; dan (3) Pratek Teknik Dasar dan Taktik Bermain Bolatangan. Hasil: Meningkatnya pengetahuan peserta pelatihan terhadap olahraga bolatangan sebesar 12,5% dihitung dari perbandingan skor pre-test dan post-test. Kesimpulan: Kegiatan pelatihan ini efektif meningkatkan pengetahuan guru dalam memahami ap aitu olahraga bolatangan, bagaimana cara memainkannya dan juga cara mengajarkannya agar menjadi materi yang menarik dalam pembelajaran PJOK di sekolah.
Faktor Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Anak Usia 5-14 Tahun Wahidah, Latifatul; Wardani, Ratih Sari; Meikawati, Wulandari
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.219

Abstract

Latar belakang: Kasus tuberkulosis paru anak di Kota Semarang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol (case control). Populasi kasus berjumlah 19 penderita TB paru anak usia 5-14 tahun yang tercatat dalam rekam medik Puskesmas Tlogosari Kulon dan untuk Populasi kontrol 19 yang diambil anak usia 5-14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon yang telah dinyatakan negatif TB di BKPM wilayah semarang. Instrumen mengunakan kuisioner. Data yang dikumpulkan akan dianalisis deskriptif secara univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil: (1) Sebagian besar responden yang terdapat kontak tuberkulosis paru langsung sebanyak 15 responden (39,5%); (2) Mayoritas responden terdapat tanda Scar sebanyak 30 responden (93,8%); (3) Mayoritas reponden terdapat paparan rokok sebanyak 34 responden (89,5%); (4) Sebagian besar responden memiliki pendapatan kurang dari UMR sebanyak 32 responden (84,2%); dan (5) Sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan kurang baik sebanyak 20 responden (52,6%). Kesimpulan: Faktor penyebab tuberkulosis paru pada anak diantaranya faktor predisposisi meliputi status gizi, riwayat pemberian vaksin BCG, pengetahuan, faktor pendukung meliputi sosial ekonomi, lingkungan rumah, fasilitas dan sarana kesehatan, faktor pendorong meliputi sikap, praktik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, umur, jenis kelamin, kontak langsung
Hubungan Perilaku Pencegahan dan Kondisi Lingkungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Purwanti, Enik; Mashoedi, Imam Djamaluddin; Wardani, Ratih Sari
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.220

Abstract

Latar Belakang: Kasus ISPA masih menjadi masalah kesehatan di Indonesua. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Faktor tersebut meliputi perilaku pencegahan ISPA, kondisi hygiene sanitasi lingkungan, kondisi fisik rumah seperti ventilasi, pencahayaan, lubang asap dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan ISPA dan lingkungan dengan kejadian ISPA di Desa Karangmanggis wilayah kerja Puskesmas Boja Kabupaten Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan discriptive correlation serta melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di Desa Karangmanggis wilayah kerja Puskesmas Boja sebanyak 64 responden. Variabel bebas penelitian ini meliputi perilaku pencegahan, ventilasi, genteng kaca dan lubang asap, sementara variabel terikat adalah kejadian ISPA. Teknik analisis data yang digunakan adalah Chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan ISPA yang kurang baik sebanyak 10,9%. Ventilasi udara dalam kategori kurang baik sebanyak 18,8%. Rumah responden yang tidak ada genteng kaca sebanyak 15,6%. Rumah responden yang tidak memiliki lubang asap sebanyak 25,0%. Anak responden yang mengalami ISPA dalam tiga bulan terakhir sebanyak 20,3%. Ada hubungan yang bermakna antara perilaku pencegahan ISPA dengan kejadian ISPA dengan p value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara ventilasi udara dengan kejadian ISPA dengan p-value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara genteng kaca dengan kejadian ISPA dengan p value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara lubang asap dengan kejadian ISPA dengan p-value sebesar 0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku pencegahan, ventilasi, genteng kaca dan lubang asap dengan kejadian ISPA pada balita.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Fertilitas pada Pasangan Usia Subur Riyani, Agustina Dwi; Damayanti, Fitriani Nur; Purwanti, Indri Astuti
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.221

Abstract

Latar Belakang : Fertilitas meningkatdipengaruhi oleh tingginya jumlah pasangan usia subur, angka pasangan usia subur di Kota Rembang pada tanggal 10 februari tahun 2017 di Kecamatan Sarang yaitu 11.357 dengan dengan usia pertama kali menikah berdasarkan kriteria umur dibawah 21 tahun menduduki tingkat tertinggi sebesar 81,02%. Tujuan : Mengetahui hubungan antara usia pertama kali menikah, frekuensi hubungan seksual, dan penggunaan jenis kontrasepsi dengan kejadian fertilitas di Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. Metode : Penelitian ini merupakan obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional, Variabel bebas : Usia Pertama Kali Menikah, Frekuensi Hubungan Seksual dan Penggunaan Jenis Kontrasepsi. Variabel terikat : Kejadian Fertilitas. Sampel sebesar 100 responden dengan teknik random sampling . Hasil : Dari hasil penelitian menunjukan usia pertama kali menikah kategori umur16 tahun atau lebih sebanyak 98 responden, frekuensi hubungan seksual kategori tidak ideal sebanyak 56 responden dan penggunaan jenis kontrasepsi kategori sebanyak 77 responden. Dari hasil perhitungan menggunakan Chi-Square menyatakan bahwa diduga mempunyai hubungan dengan kejadian fertilitas di Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, hanya ada satu variabel yang terbukti mempunyai hubungan yaitu frekuensi hubungan seksual (p-value 0,007). Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi hubungan seksual. Tidak ada hubungan usia pertama kali menikah, penggunaan jenis kontrasepsi dengan kejadian fertilitas.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pengrajin Payet Utomo, Aji Nur Cahyo; Wardani, Ratih Sari; Ismail, Toto Suyoto
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.222

Abstract

Latar belakang: Kelelahan mata merupakan suatu akibat dari tegangnya pada indera penglihatan. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan mata yaitu masa kerja, lama kerja, umur, jarak pandang, tingkat pencahayaan, frekuensi istirahat, ukuran objek. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara umur, lama kerja, frekuensi istirahat, tingkat pencahayaan dan jarak pandang dengan kelelahan mata pada pengrajin payet Metode: jenis penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross Sectional. Populasi berjumlah 98 pengrajin payet dari 28 home industry didapatkan sampel 50 responden dengan variabel independent seperti umur, lama kerja, frekuensi istirahat, tingkat pencahayaan, jarak pandang dan varibel dependent adalah kelelahan mata, dengan analisis menggunakan korelasi uji chi square. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan umur ≥ 40 tahun (84,0%), lama kerja ≥ 8 jam/hari (92,0%), frekuensi istirahat ≤ 60 menit (56,0%), tingkat pencahayaan tidak memenuhi syarat (74,0%), jarak pandang yang tidak optimal (78,0%), dan variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata adalah umur (p<0,018), tingkat pencahayaan (p<0,001) dan jarak pandang (p<0,003), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan mata adalah lama kerja (p>0,284), dan frekuensi istirahat (p>1,000). Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, tingkat pencahayaan, dan jarak pandang.

Page 1 of 2 | Total Record : 11