cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
ANALISIS HUBUNGAN ANEMIA DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD JENDRAL AHMAD YANI KOTA METRO TAHUN 2013 Gangsar Indah Lestari
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i2.557

Abstract

Angka Kematian Ibu  (AKI) yang masih tinggi di Indonesia, yang disebabkan trias klasik yaitu : perdarahan, eklampsi dan infeksi. 80% kematian ibu tergolong kematian langsung di mana 25% desebabkan oleh perdarahan post partum. Perdarahan post partum terjadi oleh berbagai faktor baik langsung maupun tidak langsung, salah satu penyebab tidak langsung adalah anemia pada kehamilan yang dapat berdampak buruk pada ibu dan janin. Study pendahuluan di RSU A. Yani Kota Metro dilaporkan pada tahun 2010 terdapat 163 kasus perdarahan 17,79% dari 916 persalinan dan pada tahun 2011 terdapat 170 kasus perdarahan (17,28%) dari 984 persalinan, dan tahun 2012 192 kasus perdarahan (23,30%) dari 1214 persalinan. Dan tahun 2013 terdapat 213 kasus perdarahan 26,51%  dari 1245 persalinan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan anemia dengan perdarahan post partum setelah mengontrol variabel usia, paritas, jarak persalinan dan pekerjaan. Desain penelitian ini adalah case control dengan menggunakan data ibu yang melahirkan di RSUD Jend. A. Yani Kota Metro. Populasi adalah ibu yang melahirkan dalam kurun waktu tahun 2013. Pengambilan sample secara sistematic random sampling. Perbandingan sample 1:1 dimana jumlah sample kasus 46, sample kontrol 46. Analisis bivariat menggunakan uji chi square sedangkan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian perdarahan post partum adalah anemia di dapatkan nilai p= 0,000 (OR=5,313), usia p=0,025 (OR=3.162), jarak persalinan p=0.007 (OR=3,556), paritas p=0,047 (OR=3,226). Sedangkan variabel pekerjaan ternyata tidak berhubungan dengan nilai p=0,497 (OR=0,662). Selanjutnya dilakukan analisis multivariat di dapatkan ibu hamil dengan anemia memiliki peluang sebesar 8,073 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan post partum dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami anemia setelah dikontrol variabel usia, jarak persalinan, dan paritas. Saran dalam penelitian ini melaksanakan praktek antenatal yang bermanfaat : sedikitnya harus 4 kali datang dan lebih mensosialisasikan istilah Hb pada ibu hamil agar ibu lebih mengerti bahaya anemia.
Peregangan Abdomen Selama Kehamilan Meningkatkan Diastasis Rectus Abdominus Martini Fairus
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i2.1982

Abstract

Latar belakang:Peregangan otot perut (diastasisrectus abdominis) selama kehamilan dan setelah melahirkan cukup tinggi. Dampaknya terjadipenurunan dukungan otot untuk kehamilan berikutnya, kesulitan  masuknya bagian presentasi janin ke panggul saat persalinan,  inkontinensia urine, dan prolaps organ panggul. Tujuan: mengetahui hubungan peregangan abdomen  selama kehamilan dengan kejadian diastasis rectus abdominis. Metode:Rancangan penelitian menggunakan studi cross sectional. Populasi  ibu bersalin yang datang ke  Bidan Praktik wilayah Lampung Timur berjumlah 32 orang. Pengumpulan data variabel dependen (diastasis rectus abdominis) diukur dengan cara pemeriksaan palpasi. Sedangkan, variabel independen (peregangan abdomen) dengan pengukuran lingkar perut menggunakan pita pengukur dalam meter. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil:Hasilanalisis diperoleh terdapat hubungan peregangan abdomen selama kehamilan dengan diastasis rectus abdominus(p=0.016, OR=2,2; CI 1.325-29.945). Simpulan:Peregangan abdomen meningkatkan risiko 2.2 kali diastasis rectus abdominuspada ibu setelah melahirkan. Ibu pasca persalinan perlu melakukan upaya pencegahan peregangan abdomen berlebihan sesuai saran tenaga kesehatan, seperti senam atau yang lainnya.
HUBUNGAN ANTARA PREEKLAMPSI DENGAN PERSALINAN TINDAKAN Prasetyowati Prasetyowati; Suprihatiningsih Suprihatiningsih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i1.709

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Preeklampsi Dengan Persalinan Tindakan Di RSUD A. Yani Metro Tahun 2011. Pada persalinan yang tidak dapat berjalan normal, perlu  dilakukan persalinan tindakan untuk mempercepat persalinan. Persalinan tindakan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan bayi. Komplikasi ini menyebabkan ibu trauma persalinan dan meningkatnya asfiksia pada bayi. Salah satu indikasi persalinan tindakan adalah pre eklampsi. Di Indonesia jumlah persalinan dengan tindakan di rumah sakit pemerintah adalah sekitar 20-25 % dari total persalinan. Di RSUD A. Yani Metro tahun 2009 terdapat 17,49%persalinan tindakan, dari jumlah persalinan tindakan tersebut 10,96% karena preeklampsi. Tahun 2010 persalinan tindakan mengalami peningkatan 22,02%, dan 14,81% karena  preeklampsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preeklampsi dengan Persalinan Tindakan di RSUD. A. Yani Metro Tahun 2011.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang berjumlah 972 orang,yang terdiri dari 185 persalinan tindakan  dan 787 persalinan spontan. Sampel terdiri dari 78 kasus dan 78 kontrol yang diambil menggunakan teknik systematic random sampling. Data diperoleh dengan cara studi dokumentasi. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi Square. Hasil analisis univariat menunjukkan proporsi ibu bersalin pada kelompok kasus terdapat 17 orang (21,8%) yang  mengalami pre eklampsi dan pada kelompok kontrol  terdapat 10 orang (12,8%) yang  mengalami pre eklampsi. Hasil analisa bivariat didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pre eklampsi dengan persalinan tindakan (p-value = 0,204). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara pre eklampsi dengan persalinan tindakan pada ibu bersalin di RSUD A. Yani Metro Tahun 2011, sehingga bagi tenaga kesehatan diharapkan untuk mendeteksi secara dini adanya pre eklampsi melalui ANC, serta dilakukannya pengawasan khusus dan penatalaksanaan yang tepat pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia agar tidak menjadi preeklampsi berat, dan  pengambilan keputusan  terminasi secara spontan ataupun persalinan tindakan tindakan harus selalu diutamakan untuk keselamatan ibu dan kesejahteraan bayi.
Efektifitas Media Audio Visual pada Kelas Ibu Hamil Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pencegahan Komplikasi Kehamilan dan Persalinan Sudarmi Sudarmi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i1.2704

Abstract

Background: The cause of maternal death can be prevented by strengthening the knowledge and attitudes of pregnant women, providing education using audio-visual media is a fast way to increase knowledge and change maternal attitudes to prevent complications. Purpose: This study aims to examine the effectiveness of audio-visual media in the class of pregnant women on the knowledge and attitudes of mothers in preventing complications. Methods: Quasi-experimental research design with pre-test - post-test only control group design. The research sample amounted to 20 pregnant women. The total number of samples obtained was 100 pregnant women who were divided into the intervention group and the control group. The samples came from five sub-districts which were taken randomly from 17 sub-districts in South Lampung Regency. The intervention group was given education about preventing complications of pregnancy and childbirth using audio-visual media. Meanwhile, in the control group, education was given with flipchart media. Univariate data analysis using the mean formula. Meanwhile, bivariate analysis using Independent T-test. Results: The study found that the use of audio-visual media in pregnant women's classes was more effective than Flipcharts in increasing knowledge (p-value 0.016) and changing attitudes (p-value 0.000) of pregnant women in preventing pregnancy. complications of pregnancy and childbirth. Conclusion: The use of education with audio-visual media can effectively increase the knowledge and attitudes of pregnant women about preventing complications of pregnancy and childbirth. Suggestions are intended for health workers, pregnant women, and their families, for health agencies to use audio-visual media in delivering material to pregnant women classes. Abstrak.Latar belakang: Penyebab kematian ibu dapat di cegah dengan penguatan  pengetahuan dan sikap ibu hamil, pemberian edukasi dengan menggunakan media audio-visual merupakan  cara yang cepat dalam meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap ibu dalam upaya pencegahan komplikasi. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk melihat efektifitas media Audio visual pada kelas ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan komplikasi. Metode: Rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pre test - pos test only kontrol group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil.  Jumlah sampel keseluruhan didapat sebanyak 100 ibu hamil yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel berasal dari lima kecamatan yang diambil secara random dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten lampung selatan. Intervensi pada kelompok perlakuan diberikan edukasi tentang pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan menggunakan media audio-visuals. Sedangkan, pada kelompok kontrol edukasi diberikan dengan media lembar balik. Analisis data univariat menggunakan rumus mean. Sedangkan, analisis bivariat  menggunakan T-test Independen. Hasil: Penelitian memperoleh hasil bahwa penggunaan media audio visual di kelas ibu hamil lebih efektif dibanding Lembar balik dalam meningkatkan pengetahuan (p-value 0.016) dan merubah sikap (p-value 0.000) ibu hamil dalam pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan. Simpulan: Penggunaan edukasi dengan media audio-visual mampu efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan. Saran ditujukan bagi petugas  kesehatan, bagi ibu hamil dan keluarga, bagi instansi kesehatan agar menggunakan media audio-visual dalam penyampaian materi pada kelas ibu hamil.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAPPENGURANGAN NYERI PERSALINAN KALA I AKTIF Evi Nira Hetia; M. Ridwan; Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i1.1334

Abstract

Labor Pain is caused by uterine contractions through increased secretion of catecholamine and cortisol levels, leading to a decrease in uterine blood flow and decreased uterine activity that will result in prolonged labor. Lampung Province has one maternal mortality case caused by prolonged-labor. The incidence of prolonged labor at midwife private practice Opsi Okta HN in June was 20% (2 cases), July was 27% (3 cases), and in August was 20% (2 cases). Lavender aromatherapy is one of the non-pharmacological useful methods to reduce the pain, relax the mind, reduce tension and anxiety and give peace to the maternity mother. This study aims to determine the influence of lavender aromatherapy on the reduction of labor pain during the active phase I. This study was conducted with the experimental design of the final and post test group. The sample technique used purposive sampling on 15 people. The collection of pain data using the scale of assessment of pain and lavender aromatherapy with the observational method. The univariate analysis of data using mean and bivariate analysis with parametric statistical test dependent Paired t Test.The result of the average intensity of pain in maternal mothers before given lavender aromatherapy was 7.07 (Pain Weight) and after given lavender aromatherapy was 5.53 (moderate pain). The result of Paired t Test is obtained p value 0,000 (p α 0,05).The Conclusion of the research is the influence of lavender aromatherapy on the reduction of labor pain during the active phase I. It is expected that midwives can apply lavender aromatherapy and non-pharmacological practical method as an alternative in reducing labor pain.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Potentially Inappropriate Medication (PIM) Berdasarkan Kriteria Stopp Start pada Pasien Geriatri dengan Gangguan Kardiovaskuler Siti Julaiha; Riyanto Riyanto; Citra Yuliyanda Pardilawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i2.3011

Abstract

Background: Identification of drug prescriptions in the geriatric population is very important to prevent dangerous prescriptions, increased morbidity, adverse drug reactions, and mortality. The STOPP START criterion is one of the criteria that is widely used to identify the safety of pharmacological therapy in the geriatric population. Purpose: This research aims to know factors associated with the incidence of PIM in geriatric patients with a diagnosis of cardiovascular disorders based on the STOPP START Criteria. Methods: The design of this research is analytic observation research with a cross-sectional study method. The population in this study were inpatient geriatric patients diagnosed with cardiovascular disorders at Dr. H. Abdul Moeleok Hospital Lampung Province in 2018. Sample collection was carried out by observing patient medical record data in 2018. The incidence of PIM was identified using the STOPP START criteria. Data analysis was carried out by using the chi-square test. Results: The results of the univariate analysis showed that the four most common types of PIM were not using statins in patients with a history of coronary heart disease and cerebral vascular disease (25.81%), not using ACE inhibitors in patients with chronic heart failure (24.19%), not using ACE inhibitor in patients with acute myocardial infarction and atrial fibrillation 11.29% each. Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the incidence of PIM and comorbidities. Conclusion: The most PIM in the treatment of geriatric patients is the use of statins in patients who have a history of coronary heart disease and cerebral vascular disease as much as 25.81% and there is a significant relationship between the incidence of PIM and comorbidities.Abstrak. Latar Belakang: Identifikasi peresepan obat pada populasi geriatri sangat penting dilakukan untuk mencegah peresepan yang membahayakan, peningkatan morbiditas, reaksi obat tidak diinginkan, dan mortalitas. Kriteria STOPP START merupakan  salah satu kriteria yang banyak digunakan untuk mengidentifikasi keamanan terapi farmakologi pada populasi geriatri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor  yang berhubungan dengan kejadian PIM pada pasien geriatri dengan diagnose gangguan kardiovaskuler berdasarkan Kriteria STOPP START. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien geriatri rawat inap dengan didiagnosa gangguan kardiovaskuler di RSUD Dr. H. Abdul Moeleok Provinsi Lampung pada tahun 2018. Pengumpulan sampel dilakukan dengan mengobservasi data rekam medik pasien tahun 2018. Kejadian PIM diidentifikasi menggunakan criteria STOPP START. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan empat jenis PIM terbanyak adalah tidak digunakannya statin pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan cerebral vascular disease (25,81%), tidak digunakannya ACE inhibitor pada pasien gagal jantung kronik (24,19%),  tidak digunakannya ACE inhibitor pada pasien infark miokardial akut dan fibrilasi atrial  masing-masing 11,29%.  Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kejadian PIM dengan komorbid. Simpulan PIM terbanyak pada pengobatan pasien geritari adalah tidak digunakannya statin pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan cerebral vascular disease sebanyak 25,81% dan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian PIM dengan komorbid.
Anthocyanin Activity of Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Peel as Immunostimulan in the Covid-19 Pandemic Era Fitriyani Fitriyani; Lisa Aulia Zahra; Istifadah Istifadah
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i1.3221

Abstract

Background: Coronavirus disease (Covid-19) are generally self-limiting diseases that rely on immune power. Certain food nutrients can be essential in maintaining health and boosting the immune system. One of the nutrients that can maintain and boost the immune system is a flavonoid, which is found in the peel of the red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus). The red dragon fruit peel is rich in polyphenols and anthocyanins-flavonoid, which are sources of antioxidants. Dragon fruit peel waste is developed and processed into innovative food in the form of “bakpao” as a source of nutrition and adds to the public's attractiveness, which is then labelled the product "Dragon Pao". Purpose: To help people choose food innovations that can help them increase their immunity in the Covid-19 pandemic era. Methods: This study uses a laboratory study with a qualitative approach followed by several tests of substances in the bakpao product from red dragon fruit peel. The intended tests are organoleptic, hedonic, and anthocyanin tests. The total number of panellists used for the hedonic test  was 20 people in the Malang area. Panellists were randomly selected and came from various age groups. The hedonic test was carried out using a google form through a questionnaire. Result: The results of the organoleptic test obtained a soft texture, a distinctive smell of meatballs, a pink colour, and a sweet taste. Hedonic test results obtained 80-90% of respondents' answers are in the options like and really like. Then in the anthocyanin test, the dragon fruit peel was positive for anthocyanin. Conclusion: Dragon Pao” have the potential to be a nutraceutical product as an immunostimulant in the Covid-19 pandemic era that all people like. Consumption of "Dragon Pao" is an option to increase the body's immunity as an effort to prevent exposure to Covid-19.Latar Belakang: Penyakit Coronavirus (Covid-19) umumnya merupakan penyakit self-limiting yang bergantung pada daya tahan tubuh. Nutrisi dalam makanan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu nutrisi yang mampu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu flavonoid yang terdapat pada kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Kulit buah naga merah kaya akan polifenol dan antosianin-flavonoid yang merupakan sumber antioksidan. Limbah kulit buah naga dikembangkan dan diolah menjadi makanan inovatif berupa bakpao sebagai sumber gizi dan menambah daya tarik masyarakat, yang kemudian diberi label produk “Dragon Pao”. Tujuan: Membantu masyarakat memilih inovasi pangan yang dapat membantu meningkatkan imunitas di era pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan studi laboratorium dengan pendekatan kualitatif yang dilanjutkan dengan beberapa pengujian zat dalam produk bakpao dari kulit buah naga merah. Uji yang dimaksud adalah uji organoleptik, hedonik, dan antosianin. Jumlah panelis yang digunakan untuk uji hedonik adalah 20 orang di wilayah Malang. Panelis dipilih secara acak dan berasal dari berbagai kelompok umur. Uji hedonik dilakukan dengan menggunakan google form melalui kuesioner. Hasil: Hasil uji organoleptik diperoleh tekstur lembut, bau khas bakpao, warna merah muda, dan rasa manis. Hasil uji hedonik diperoleh 80-90% jawaban responden berada pada pilihan suka dan sangat suka. Kemudian pada uji antosianin, kulit buah naga positif mengandung antosianin. Simpulan: “Dragon Pao” berpotensi menjadi produk nutrasetikal sebagai imunostimulan di era pandemi Covid-19 yang disukai oleh semua kalangan. Konsumsi “Dragon Pao” menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan imunitas tubuh sebagai upaya mencegah terpapar Covid-19.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Toilet Training pada Anak Batita diKampung Mulyo Asri Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2011 Nurlaila Nurlaila; Nora Isa Tri Novadela
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1405

Abstract

Praktik toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Ini dapat berlangsung pada kehidupan anak yaituumur 18-24 bulan. Masalah dalam penelitian ini adalah masih adanya anak batita yang tidak bisa BAK/BAB pada tempatnya dan praktik ibu yang tidak tepat dalam toilet training pada anak batita, serta belum ditelitinya masalah ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan praktik toilet trainning pada anak batita di Kampung Mulyo Asri kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun2011. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak batita sejumlah 160 orang. Sampel yang digunakan yaitu 55 orang. Analisis data yang dignakan adalah uji chi square. Hasil penelitian responden yang tidak melakukan praktik toilet trainning pada anak batita sebanyak 67,3%, berpengetahuan baik sebanyak 54,5%, sikap yang mendukung sebanyak 52,7%, kesiapan anak yang tidak siap sebanyak 56,4%, kesiapan orangtua yang tidak siap 74,5%, faktor pendorong ayah/kakak sebanyak 61,8%, sarana wc sebanyak 58,2%,komunikasi yang kurang baik anak batita dengan nilai p value =0,03 danOR 4,694, ada hubungan sikap dengan p value = 0,02 dan OR = 5,133, ada hubungan kesiapan anak dengan niali p value = 0,01 dan OR = 6,400, ada hubungan faktor pendorong ayah/kakak dengan nilai p value = 0,006 dan OR = 6,222. Ada hubungan sarana wc dengan nilai p value= 0,02 dan OR =4,723, ada hubungan yang signifikan antara komunikasi dengan praktik tolet trainning pada anak batita di Kampung Mulyo Asri Kecamatan Tulang Baang Tengah Tahun 2011. Dimana nilai p value = 0,05 dan OR = 3,714. Saran perlu adanya penyuluhan oleh tenaga kesehatan/bidan untuk memberikan pembinaan, sosialisasi langsung kepada ibu-ibu tentang praktik toilet trainning pada batita.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG Mindo Lupiana
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i2.1432

Abstract

Akibat yang ditimbulkan kekurangan gizi pada ibu hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) yang berdampak pada penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan, rendahnya imunitas, gangguan perkembangan mental, peningkatan morbiditas dan mortalitas serta gangguan metabolik yang akan menyebabkan risiko penyakit degeneratif pada usia dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor  yang berhubungan dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Desain penelitian ini kasus kontrol retrospektif dimana data yang didapat merupakan data masa lampau, mengenai responden pada saat hamil. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol retrospektif, dimana data yang didapat merupakan data masa lampau, mengenai responden pada saat hamil.Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 146 orang.Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2012.Analisis statistik yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan chi square dan untuk melihat faktor yang paling dominan digunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan secara bermakna dengan BBLR adalah umur ibu (p value = 0,020)  penambahan berat badan ibu selama kehamilan (p value = 0,000) dan berat badan prahamil (p value = 0,026).  Faktor yang paling dominan adalah penambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan odds ratio (OR) sebesar 11,6, artinya ibu yang mengalami penambahan berat badan kurang dari 10 kg selama masa kehamilan mempunyai  peluang 11,6 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR. Variabel pemeriksaan kehamilan dan tinggi badan ibu merupakan counfonding factors.Pemantauan berat badan sebelum hamil dan penambahan berat badan ibu selama masa kehamilan sangat penting sebagai salah satu upaya mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Selain itu pemberian informasi dan pemahaman  yang benar tentang usia yang tepat untuk kehamilan dan pentingnya mengkonsumsi makanan-makanan bergizi sebelum, selama hamil dan selama menyusui.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TERHADAP MENYUSUI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUPANG KOTA KECAMATAN TELUK BETUNG UTARA KOTA BANDAR LAMPUNG Mindo Lupiana
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i1.166

Abstract

Menyusui eksklusif sangat bermanfaat bagi daya tahan tubuh bayi, pertumbuhan, dan perkembangan. Namun banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif. Pencapaian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, menurut data Riskesdas 2010 hanya mencapai 15,3 %. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang penting adalah dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap suami terhadap meyusui eksklusif. Desain penelitian ini cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah suami yang mempunyai anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kupang Kota Kecamatan Teluk Betung Utara. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang dan pemilihan sampel dilakukan secara acak sistematik (systematic random sampling). Pengambilan data dilakukan pada bulan September-Oktober 2014. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian didapatkan proporsi meyusui ekslusif sebesar 63%. Hasil analisis bivariat didapatkan faktor yang berhubungan dengan menyusui adalah pengetahuan suami (p value = 0,02). Upaya meningkatkan menyusui eksklusif dapat dengan melakukan penyuluhan dan promosi ASI eksklusif melalui metode dan media yang ikut melibatkan suami. Meningkatkan intensitas dan kontinuitas petugas kesehatan dalam penyuluhan dan konseling tentang ASI eksklusif mulai masa pemeriksaan kehamilan ibu, persalinan mapun saat kunjungan neonatal.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue