cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARGOTOTO KECAMATAN METRO KIBANG TAHUN 2011 Fitra Juwita; Prasetyowati Prasetyowati; Kusrini Katharina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i1.698

Abstract

Abstrak. Di Indonesia  tahun 2010 kasus gizi kurang menunjukkan persentase sebesar 17,9% dibanding negara Asean. Persentase kejadian status gizi kurang tahun 2009, untuk wilayah Lampung Timur sebesar 2,14%. Angka kejadian kasus gizi kurang di puskesmas Margototo, merupakan kejadian terbanyak kedua untuk daerah Lampung Timur pada tahun 2010 dari 1672 balita terdapat 110 balita dengan status gizi kurang  (6,58%)  dan terdapat 2 kasus balita dengan  gizi buruk. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita di puskesmas Margototo kecamatan Metro Kibang kabupaten Lampung Timur tahun 2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan Crosss Sectional. Populasi dari penelitian ini berjumlah 1605 balita. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 313 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan acak sederhana (simple random sampling). Alat ukur yang digunakan adalah timbangan dan kuisioner. Cara ukur melalui observasi penimbangan dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.  Hasil penelitian  menunjukkan proporsi status gizi balita 70% baik, proporsi pola asuh balita 67,7% baik, dan proporsi balita yang diberi ASI eksklusif sebesar 53,4%. Hasil uji statistik hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita diperoleh nilai X² hitung 126,665 (X² tabel) dan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita diperoleh nilai X² hitung 84,316 (X² tabel). Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan pola asuh dan pemberian ASI eksklusif dan  ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas Margototo kecamatan Metro Kibang tahun 2011. Kepada bidan agar dapat lebih meningkatkan usaha penyuluhan tentang ASI eksklusif melalui  upaya motivasi kepada ibu hamil pada saat pemeriksaan ANC, terlebih lagi kepada para ibu balita pada saat melakukan posyandu.
Gangguan Seksual pada Akseptor Suntik Depo Medroxyprogesteron Asetat Tarsikah Tarsikah
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v13i1.1971

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi suntik Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA)  merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh wanita, namun banyak dari mereka tidak mengetahui efek jangka panjangnnya. Kandungan hormon progestine dalam kontrasepsi DMPA dapat menekan hormon estrogen sehingga vagina menjadi kering dan mengakibatkan gangguan seksual. Tujuan:  Mengetahui hubungan lama penggunaan suntik DMPA dengan gangguan seksual.Metode: Penelitian analitik  observasional dengan rancangan studi cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 akseptor suntik DMPA yang dipilih secara simple random sampling. Variabel penelitian adalah lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dan gangguan seksual. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FSFI. Analisis data menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan 0.05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 26 responden dengan lama penggunaan kontrasepsi Depo Medroxyprogesterone ≥ 5 tahun semua (100%) mengalami gangguan seksual. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara lama penggunaan suntik DMPA dengan gangguan seksual (p=0.038). Simpulan: Lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA meningkatkan kejadian gangguan seksual pada akseptor. Akseptor DMPA agar switching menggunakan kontrasepsi hormonal dan bukan hormonal untuk mengurangi efek samping gangguan seksual.
PENGARUH KENAIKAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BBLR Yusari Asih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i1.715

Abstract

ABSTRAK. Penyebab utama tingginya angka kematian bayi adalah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR, antara lain faktor ibu meliputi faktor obstetrik dan faktor nutrisi, faktor kehamilan, faktor janin, dan faktor lingkungan sosial ekonomi dan budaya. Prevalensi BBLR RSUD Pringsewu mengalami peningkatan dalam 4 tahun terakhir, dan masih berada diatas prevalensi propinsi lampung, yaitu sebesar 14%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan  terhadap kejadian BBLR setelah mengontrol variabel tinggi badan, LILA, IMT, usia, paritas, spasing, riwayat kehamilan dan persalinan, usia kehamilan, komplikasi kehamilan, gemelli, KPD, cacat bawaan, kualitas ANC dan tingkat pendidikan. Rancangan penelitian case control dilakukan di RSUD Pringsewu dengan populasi kasus ibu yang melahirkan BBLR di RSUD Pringsewu pada Januari sampai Oktober 2012, dan populasi kontrol adalah Ibu yang melahirkan bayi tidak BBLR di wilayah kecamatan Pringsewu pada Oktober 2012. Sampel berjumlah 200 ibu terdiri dari 100 kasus dan 100 kontrol.Hasil penelitian diketahui Sebagian besar responden  memiliki kenaikan berat badan selama kehamilan  sesuai (62,5%),  tinggi badan ibu  tidak berisiko (68%), LILA  normal (65,5%), IMT normal (66%), usia ibu  tidak berisiko (74%), paritas  tidak berisiko (84,5%), spasing tidak berisiko (93%), riwayat obstetrik baik (86,5%), usia kehamilan  aterm (67,5%), tidak ada komplikasi (81,5%), tidak gemelli (92,5%), tidak KPD (81,5%), Tidak ada cacat bawaan (97%), dan kualitas ANC  berkualitas (62%), serta tingkat pendidikan ibu  tinggi (55%). Ada pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan (p value 0,000), tinggi badan (p value 0,000), LILA (p value 0,000), IMT (p value 0,000),  spasing (p value 0,013), usia kehamilan (p value 0,000),  komplikasi kehamilan (p value 0,000), gemelli (p value 0,007), cacat bawaan (p value 0,029), kualitas ANC (p value 0,000) dan tingkat pendidikan (p value 0,003) terhadap kejadian BBLR di RSUD Pringsewu Lampung tahun 2012. Tidak ada pengaruh usia ibu (p value 0,076), paritas (p value 0,118), riwayat obstetrik (p value 0,679), dan KPD (p value 0,275) terhadap kejadian BBLR di RSUD Pringsewu Lampung tahun 2012. Ada pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan terhadap kejadian BBLR. Ibu dengan kenaikan berat badan selama kehamilan tidak sesuai berisiko melahirkan bayi BBLR 10,587 kali dibanding ibu dengan kenaikan berat badan selama kehamilan sesuai setelah mengontrol variabel kualitas ANC, interaksi kualitas ANC dengan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan, spasing, interaksi LILA dengan tinggi badan, tinggi badan, LILA, interaksi gemelli dengan komplikasi kehamilan, dan usia kehamilan. Ada pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan terhadap kejadian BBLR setelah mengontrol variabel kualitas ANC, interaksi kualitas ANC dengan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan, spasing, interaksi LILA dengan tinggi badan, tinggi badan, LILA, interaksi gemelli dengan komplikasi kehamilan, dan usia kehamilan. Perlu dilakukan upaya peningkatan status gizi ibu hamil dengan membentuk kelompok ibu hamil berisi pelatihan tentang cara berinovasi dan berkreasi membuat makanan tambahan berbasis pangan lokal oleh pihak Dinas kesehatanPringsewu dan seluruh provider kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu pada saat perencanaan kehamilan dan saat hamil, dan meningkatkan kualitas ANC pada semua ibu terutama ibu yang berisiko mengalami BBLR.
Telehealth Sebagai Determinan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Klien pada Masa Pendemi Covid-19 Bintang Petralina; Eggy Widya Larasati; Erika Lubis
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i1.2668

Abstract

Background: Health workers are exposed to the transmission of COVID-19 events in various countries, due to the lack of effective prevention at the level of health care facilities. There are still many clients who come to get midwifery services without using telehealth to be one of the risk factors for transmission to health workers and clients. The implementation of telemedicine services to prevent COVID-19, including midwifery services, needs to be evaluated. Purpose: This study is to analyze the effect of telehealth on increasing the knowledge, attitudes, and behavior of clients. Methods: This study used a cross-sectional study design. The research sample is clients who visit midwifery services who have used teleregistration and teleconsultation totaling 300 respondents. Data was collected by distributing questionnaires using a questionnaire. Data analysis was carried out in stages, starting with univariate, bivariate, and multivariate analysis using multiple logistic regression tests. Results: The results of the study show that there is a significant relationship between knowledge, attitudes, and behavior with the use of telehealth. Multiple logistic regression analysis showed that the behavior of clients who came to midwifery services had the most influence on the utilization of telehealth (ORadjusted = 25.19). Conclusion: Telehealth is able to provide the effect of increasing knowledge and positive attitudes and behaviors. Behavior is the most influential factor in the client's utilization of telehealth in midwifery services. Access to information on the use of telehealth services needs to be improved through education in various midwifery service facilities, especially to the community during the COVID-19 pandemic, so that transmission from health services can be minimized.AbstrakPendahuluan: Tenaga kesehatan terpapar penularan kejadian covid-19 di berbagai negara, disebabkan karena belum efektif pencegahan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Masih banyaknya klien yang datang untuk mendapatkan layanan kebidanan tanpa memanfaatkan telehealth menjadi salah satu faktor risiko penularan terhadap tenaga kesehatan maupun klien. Penyelenggaraan pelayanan telemedicine upaya pencegahan covid-19, termasuk pelayanan kebidanan perlu dievaluasi. Tujuan:  Studi ini untuk menganalisis efek telehealth terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku klien. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross sectional. Sampel penelitian adalah klien yang berkunjung di pelayanan kebidanan yang telah memanfaatkan teleregistrasi dan telekonsultasi berjumlah 300 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap mulai analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil studi menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan perilaku dengan pemanfaatan telehealth. Analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa perilaku klien yang datang ke pelayanan kebidanan paling berpengaruh terhadap pemanfaatan telehealth (ORadjusted = 25,19). Simpulan: Telehealth mampu memberikan efek peningkatan pengetahuan dan sikap serta perilaku positif. Perilaku menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap pemanfatan teleheatlh oleh Klien di pelayanan kebidanan. Akses informasi pemanfataan layanan telehealth perlu ditingkatkan melalui edukasi diberbagai sarana pelayanan kebidanan khususnya kepada masyarakat pada masa pandemi covid-19, sehingga penularan yang bersumber di pelayanan kesehatan mampu diminimalkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSU MUHAMMADIYAH METRO Fitri Muriyasari; Ranny Septiani; Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i1.1340

Abstract

The incidence of hyperemesis gravidarum in RSU Muhammadiyah Metro increase since Year 2014 (5.6%), Year 2015 (11.9%), Year 2016 (12.1%). This study aims to determine the factors associated with the occurence of hyperemesis gravidarum in general hospital MuhammadiyahMetro Year 2016. This research is an analytic correlation research with case control research design. The population in this study were 68 respondents with case samples of 34 respondents and control samples of 34 respondents. Case sampling technique using saturated sample while control sample using simple random sampling. Data collection using checklist. Data analysis used is univariate and bivariate by using Chi Square Test. The results showed that the proportion of hyperemesis gravidarum occurence was 50% of the total sample population, the proportion of maternal age was 36.8%, the proportion of primipara was 33.8%, the proportion of gestational age ≤16 weeks was 39.7%. The result of statistic test showed that there was a correlation between maternal age and hyperemesis gravidarum with p-value 0,002 0,05, there was parity correlation with hyperemesis gravidarum with p-value 0,008 0,05 and there was correlation between gestational age and hyperemesis gravidarum pregnancy with p-value 0.006 0.05. The conclusion of the research obtained is the relationship of maternal age, parity and gestational age with the occurrence of hyperemesis gravidarum at MuhammadiyahMetro Hospital 2016. It is expected for health workers, especially midwives to be able to provide counseling and education to mothers about pregnancy, as well as giving advice to the mother's diet to prevent the occurrence other complications.
Evaluation of Early Marriage Prevention in Adolescent Children: A Descriptive Qualitative Study of the Implementation of Maturing Marital Age in Kotabaru, Indonesia Amalia, Rizqi; Handayani, Lisda; Kusvitasari, Hairiana
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i2.4017

Abstract

Introduction: Early marriage of girls increases the risk of death and morbidity in mothers and babies, including stunting. Several policies and programs to mature or increase the age of marriage have been implemented to eliminate this practice, but early marriages are still found. Purpose: This research examines in depth the evaluation of the implementation of the program for maturation and increasing the age of marriage for adolescent children. So, it can be identified the factors that cause teenage marriage to still be high. Method: A qualitative descriptive method was used as a research design and recruited six participants to study the maturation program and increasing the age of marriage as the main participants and triangulation participants. Participants triangulate the validity and reliability of information. Data or information collection uses interviews which are reported in the form of narrative descriptions and analyzed using an interactive analysis model for coding. Results: We found 3 research results on the reasons why there are still early marriages among adolescent children: (1) various limitations in the transformation of maturation programs and increasing the age of marriage; (1) the implementation of the program to increase the marriage age according to students has not met expectations; and (3) adolescent children who marry early are still found after graduating from school. Conclusion: The experience of adolescent children who took part in the maturation program and increasing the age of marriage felt that it did not meet expectations. Adolescent children still marry early after graduating from high school. This study indicates the need for adolescent children to receive early marriage education and its impact needs to be evaluated and improved from the input, process, and output aspects of implementing the maturation program and increasing the age of marriage so that it is attractive and meets the expectations of adolescent children.
Dukungan Tenaga Kesehatan Di Ruang Bersalin RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Lestariningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1753

Abstract

IMD is an effort improve the delivery of breastfeeding exclusively. If the rest of the baby in the world immediately after birth be given the opportunity suckling own by letting skin contact from mother to the skin baby, at least for one hour one million lives baby can be saved. Based on the information obtained by researchers in the delivery room RSUD Jend. Ahmad Yani Metro not fully apply the implementation of the IMD. The purpose of this research to obtain an overview of support health workers in the delivery room RSUD Jend. Ahmad Yani Metro with theimplementation of the initiation feeding early 2016. The kind of research this is in a qualitative to technique in-depth interviews about a support health workers with the implementation of the imd. The study is done to post partum mother, midwives help childbirth, family informants who give impact of the decision imd, head of space obstetrics RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Methods used, namely in-depth interviews, observation and review of documentation. To keep the data collected stay awake validitasnya then done triangulation source by means of in-depth interviews with key informants namely midwives help childbirth, head of space obstetrics, and family patients that there is no kontrafiksi data. Conclusion knowledge informants regarding imd most still low because almost all cannot mention benefits and way, and the right time for the implementation of inisiasiasi suckling early. All teachers were not received support of an examiner pregnancy through education health about imd, all teachers were not the provision of support about imd of helper childbirth through education health about imd before maternity. Required sop the implementation of the IMD in the delivery room RSUD Jend. Ahmad Yani so that it can be contribute to improvement and execution of IMD. IMD merupakan upaya mengoptimalisasi pemberian ASI secara ekslusif. Jika seluruh bayi di dunia segera setelah lahir diberi kesempatan menyusu sendiri dengan membiarkan kontak kulit dari ibu ke kulit bayi, setidaknya selama satu jam satu juta nyawa bayi dapat diselamatkan. Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh peneliti  di Ruang Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani  belum sepenuhnya menerapkan pelaksanaan IMD. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai dukungan petugas kesehatan di ruang bersalin RSUD Jend. Ahmad Yani Metro terhadap pelaksanaan inisiasi menyusui dini tahun 2016. Jenis penelitian ini  adalah  menggunakan metode kualitatif  dengan teknik wawancara mendalam tentang dukungan petugas kesehatan terhadap pelaksanaan  IMD. Penelitian ini dilakukan terhadap ibu post partum, Bidan yang menolong persalinan, keluarga  informan yang memberikan pengaruh terhadap keputusan IMD, Kepala Ruang  Kebidanan RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu  wawancara mendalam, observasi dan  telaah dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber melalui cara wawancara mendalam dengan informan kunci, yaitu Bidan yang menolong persalinan, kepala ruang kebidanan, dan keluarga pasien agar tidak terdapat kontrafiksi data. Kesimpulan pengetahuan informan tentang IMD sebagian besar masih rendah karena hampir semua tidak dapat menyebutkan manfaat  dan cara, dan waktu yang tepat untuk pelaksanaan inisiasi menyusu dini. Seluruh informan tidak mendapat dukungan dari pemeriksa kehamilan melalui pendidikan kesehatan tentang IMD, seluruh informan tidak mendapatkan dukungan mengenai IMD dari penolong persalinan melalui pendidikan kesehatan mengenai IMD sebelum bersalin. Diperlukan SOP pelaksanaan IMD di Ruang Bersalin RSUD Jend. Ahmad Yani Metro, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan pelaksanaan program IMD.
IDENTIFIKASI DIAGNOSE KEPERAWATAN DENGAN PENDEKATAN (THE SIX STEPS OF DIAGNOSTIC REASONING METHOD) NOC DAN NIC DI AREA KEPERAWATAN MATERNITAS Suarni, Lisa
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1754

Abstract

Various problem arised in the Implementation of Function and task of nurses in maternity nursing. For example nurses understanding to nursing process to give standardized nursing care, so it can be  measured.  The aim of this study is to identify nursing diagnosis and to identify NOC and NIC in maternity setting. This is survey analitic with descriptif design. This research consists of two stage. The firs stage is conducted to identify nursing diagnoses of six most frequent cases in maternity setting. The process of identify nursing diagnosis is conducted by researcher.  The second stage is conducted by researcher to identify whether the NOC and NIC chosen based on nursing diagnosis in the first stage are applicable or not in maternity setting.   considered NIC is considered choice in maternity setting if it has total score >8 based on three variables with 1-4 likert scale. The Result is with The 6 steps of diagnostic reasoning method at Nursing diagnoses identify on those six cases are: 13 nursing diagnoses of sectiocaesarea, 9 nursing diagnosis on normal delivery, 7 nursing diagnosis on antepartum hemorraghi, 2 nursing diagnosis on postpartum hemorraghi, 7 nursing diagnosis on preeclampsia/eclampsia, 4 nursing diagnosis on Premature Rupture Membran. Be base on nursing diagnoses/potensial complication are identificationed 43 label NOC and  56 label NIC. Conclusion. The most frequent of cases found is Caesarean sections with most nursing diagnoses identified. It is Be base on identification  label NOC and  NIC  in matternity setting. 
HUBUNGAN PERSEPSI MAKANAN, PENYESUAIAN PERAN DIRI, TEMPAT TINGGAL DAN TEKANAN KELOMPOK DENGAN KECEMASAN MAHASISWA AKPER DHARMA WACANA METRO Purnomo, Janu
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1760

Abstract

Kecemasan dapat diartikan suatu keadaan yang membuat  seseorang tidak nyaman dan terbagi dalam beberapa tingkatan. Jadi cemas berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya.Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui hubungan persepsi makanan, penyesuaian peran diri, tempat tinggal dan tekanan kelompok dengan  kecemasan mahasiswa Akper Dharma Wacana Metro angkatan XXIII di asrama. Jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan pendekatan Studi Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 113 responden. Data diperoleh dengan tehnik wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ada hubungan variabel  penyesuaian diri (p-value = 0,019), tempat tinggal  (p-value = 0,028) dengan kecemasan, dan tidak ada hubungan persepsi makanan (p-value = 1,000), tekanan kelompok (p-value = 0,131) dengan kecemasan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA BAYI BBLR DI RSUD HM RYACUDU DAN RS HANDAYANI KOTABUMI – LAMPUNG UTARA Mutiara, Siti; Hastuti, Retno Puji
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1761

Abstract

Low Birth Weight (LBW) infants require intensive care in hospital until the baby is stable and ready to get home care. Health problems and management in hospitals cause anxiety in the parents. This research is an analytic research with cross sectional design to determine factors related to the level of anxiety of parents of LBW infants  are implemented in hospitals HM. Ryacudu and RS Handayani Kotabumi on  3 trdJune  until5trd July  2015. The population are  parents LBW infants treated in Perinatologis HM. RyacuduHospitals  and Handayani Hospitals with a large sample of 30 people who obtained using techniques Concecutive sampling. Collecting data by questionnaires and measurement of anxiety level using the Hamilton Anxiety Rating Scale (Hars). Univariate data analysis with frequency distribution and bivariate using Chi Square test. The results showed the majority of parents LBW infants aged young adults (76.6%), female (60%), less educated (80%) and a moderate – Weight level of anxiety- (70%). There was no significant relationship between age (p = 0073) and gender (p = 0745) with the level of anxiety of parents LBW infants, but education was  significant  with pvalue = 0.001 (p-value> 0:05). Suggestions of research that HM Ryacudu and Handayani’s Hospitals can provided care that focuses on family (family centered care) include: bring  of information, kangoroo Mother Care, therapeutic communication and stress management to reduce anxietylevel of parents  LBW infants, especially in young mothers and less educated. 

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue