cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
Media WhastApp Group Berisi Poster Indikator Urine Card Berpengaruh terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Pemenuhan Konsumsi Air Putih Wisuda Andeka Marleni; Ismiati Ismiati; Lissa Ervina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i1.3106

Abstract

Konsumsi minum air putih merupakan permasalahan yang telah menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Remaja yang mengabaikan pemenuhan kebutuhan asupan air minum dapat mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor risiko dehidrasi pada remaja. Edukasi kesehatan memanfaatkan media sosial WhatsApp yang berisi poster dapat menjadi solusi mencegah kekurangan minum air putih. Tujuan: Studi ini untuk membuktikan pengaruh media social WhatsApp berisi poster indikator urine card terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam pemenuhan konsumsi minum air putih di Kota Bengkulu. Metode: Pre-experiment dengan one group pretest posttest merupakan rancangan penelitian dengan jumlah subyek adalah 36 remaja di kota Bengkulu. Media poster indikator urin card sebagai variabel independen, sedangkan pengetahuan dan sikap konsumsi minum air putih remaja sebagai variabel dependen. Intervensi penelitian yang diberikan adalah edukasi kesehatan secara online melalui WhatsApp group berisi media poster selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Studi ini menunjukkan rerata peningkatan pengetahuan remaja tentang konsumsi minum air putih setelah dilakukan intervensi dari pretest (5,89) menjadi posttest (9,91). Sedangkan, rerata sikap remaja dari pretest (30,67) menjadi 39,42 dari hasil posttest. Analisis data memperoleh hasil terdapat pengaruh pengguaan poster indikator urine card terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam pemenuhan konsumsi minum air putih. Simpulan: Pengetahuan dan sikap remaja mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi kesehatan menggunakan media poster indikator urine card yang di share melalui media sosial WhatsApp pada remaja di asrama. Media poster berisi pemenuhan kebutuhan minum air putih yang adequate, jika dipasang dapat memberikan motivasi remaja.Background:Consumption of drinking water is a problem that has become a concern for the Indonesian government. Adolescents who neglect to fulfill their drinking water intake needs can become dehydrated which can be fatal. The knowledge level is one of the risk factors for dehydration in adolescents. Health education using WhatsApp social media which contains posters can be a solution to prevent water shortages. Purpose: This study is to prove the effectiveness of social media WhatsApp holding posters of urine card indicators on the knowledge and attitudes of adolescents in fulfilling drinking water consumption in Bengkulu City. Methods: Pre-experiment with one group pretest-posttest is a research design with the number of subjects 36 teenagers in the city of Bengkulu. Media poster indicator urine card as an independent variable, while the knowledge and attitude of drinking water consumption of adolescents as the dependent variable. The intervention procedure uses an online health education method for 7 days using a smartphone with the WhatsApp group application. Data analysis using the Wilcoxon test. Results: This study shows the average increase in adolescent knowledge about drinking water consumption after the intervention from pretest (5.89) to posttest (9.91). Meanwhile, the average attitude of adolescents from the pretest (was 30.67) to 39.42 from the post-test results. Data analysis obtained the results that there was an effect of using the urine card indicator poster on the knowledge and attitudes of adolescents in fulfilling drinking water consumption. Conclusion: Adolescent knowledge and attitudes increased after being given health education using the urine card indicator poster media which was shared through social media WhatsApp to teenagers in dormitories. Media posters contain the fulfillment of adequate drinking water needs, if installed can provide motivation for teenagers.
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI IMPLANT TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN HYPERTENSI DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Yusro Hadi M.; Yuliawati Yuliawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i2.1356

Abstract

Salah satu program KB nasional adalah pemakaian kontrasepsi implant. Pencapaian peserta KB baru di Indonesia tahun 2012 terdapat 743.336 akseptor dan 4,57% (33.937 akseptor) menggunakan implant, di Provinsi Lampung 13,32%  pada tahun 2012, dan di Kabupaten Lampung Timur pencapaian peserta KB Implant baru sejumlah 34,54% (137.077) dari 120.266 akseptor. Angka drop out di Indonesia pada tahun 2010 sebesar 19% dari seluruh akseptor dan 10% diantaranya disebabkan efek samping dan masalah kesehatan lainnya . Efek samping kontrasepsi implant diantaranya gangguan siklus menstruasi 98,5%0 dan peningkatan berat badan (3,3%), peningkatan tekanan darah (2,2%), sakit kepala (5,5%), dan perdarahan (1,6%). Hasil studi pendahuluan pada bulan 27 Februari 2013 di Kecamatan Pekalongan Lampung Timur dari 32 akseptor yang melepaskan implant pada tahun 2012 yang putus pakai (drop out) sebanyak 43,75% (14 orang) dan 56,25% (18) orang memutuskan untuk mengganti jenis kontraseps, dari 10 orang akseptor  yang drop out karena  peningkatan berat badan 40% (4) orang, ketidak teraturan siklus haid 30%  (3) orang dan 30% (3) orang) tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi implant terhadap peningkatan  berat badan dan hipertensi di kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian ini bersifat analitik, dengan desain kohort retrospective   bersumber data rekam medik Puskesmas. Populasi semua akseptor KB MKJP yang telah menggunakan lebih dari 1 tahun. Obyek penelitian adalah pengaruh penggunaan kontrasepsi implant dengan peningkatan berat badan dan hipertensi. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Pekalongan, Bumi Mas dan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Waktu penelitian bulan Agustus sampai Oktober 2013. Estimasi besar sampel menggunakan perhitungan besar sampel uji hipotesis terhadap rasio odds untuk studi cohort diperoleh 145 terpapar dan 145 tidak terpapar.  Analisis data menggunakan chi square test.  Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kontrasepsi implant berpengaruh terhadap peningkatan berat badan (p=0,013; OR= 1,932) dan terhadap peningkatan tekanan darah atau hipertensi (p=0,024; OR: 1,897. Kesimpulan hasil penelitian bahwa penggunaan kontrasepsi implant berisiko 1,9 kali terjadi peningkatan berat badan, dan berisiko  1,89 kali  terjadi hipertensi. Saran bagi provider agar melakukan penyuluhan dan pemeriksaan berat badan, dan tekanan darah  secara rutin terhadap akseptor implant setiap bulannya.
Implementasi Penanggulangan TB Paru: Sinergi Peran Tenaga Kesehatan, Promosi Kesehatan, dan Kader TB – Analisis Model SEM PLS Rizkiyah, Raudatul; Rindu, Rindu; Arini, Nining
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i1.3867

Abstract

Background: The cure rate ofuberculosis T (TB) patients has increased. However, TB cases are still on an upward trend. Indications of the implementation of TB control and prevention are still far from the End TB target or TB elimination. Purpose: The focus of research is to evaluate the influence of the role of health workers, the role of health promotion, and the role of TB cadres on the implementation of tuberculosis control at the Cibinong Public Health Center, Indonesia in 2022. Methods: Cross sectional study was chosen as the design of this study with PLS model analysis. Involving pulmonary tuberculosis patients who received outpatient treatment as many as 90 respondents who met the inclusion and expansion criteria as a research sample. The data collection instrument uses questionnaires, in the form of positive questions with closed ended questions with multiple choices to obtain data on the role of health workers, health promotion and cadres. Data analysis was performed in a multivariate manner using SEM models with Smart PLS. Results: The evaluation of TB control was influenced by the role of health workers, the role of health promotion and the role of cadres by 94.5%, 11.4%, and 67.3% respectively. The model was able to explain the variability of the data by 97.3%, while 2.7% was explained by other variables that were not studied in this study. Conclusion: Increasing the role of health workers, the role of health programs, and the role of TB cadres affect TB control. Therefore, cross-sectoral synergy, cooperation between health workers and TB cadres as well as the general public to achieve the WHO target, namely End TB in 2035 or and the Ministry of Health's program to accelerate the elimination of TB programs in 2030 need to be increased by seeking effective innovations. Latar Belakang: Tingkat kesembuhan pasien Tuberkulosis (TB) mengalami peningkatan. Namun, kasus TB masih mengalami tren peningkatan. Indikasi implementasi penanggulangan dan pencegahan TB masih jauh dari target End TB atau eliminasi TB. Tujuan: Fokus penelitian untuk menganalisis pengaruh peran tenaga kesehatan, peran promosi kesehatan, dan peran kader TB terhadap implementasi penanggulangan TB di Pusat Kesehatan Masyarakat Cibinong, Indonesia tahun 2022. Metode: Studi cross sectional dipilih sebagai desain penelitian ini dengan analisis model PLS. Melibatkan pasien TB paru yang berobat rawat jalan sebanyak 90 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksluasi sebagai sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk pertanyaan positif dengan pertanyaan tertutup (close ended) dengan multiple choice untuk memperoleh data peran tenaga kesehatan, promosi kesehatan dan kader. Analisis data dilakukan secara multivariat menggunakan SEM dengan Smart PLS. Hasil: Implementasi penanggulangan TB dipengaruhi oleh peran tenaga kesehatan, peran promosi kesehatan dan peran kader TB. Besar pengaruh peran kesehatan 94,5%, peran promosi kesehatan 11,4%, dan peran kader TB 67,3%. Model mampu menjelaskan variabilitas data sebesar 97,3%, sedangkan 2,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Simpulan: Peningkatan peran tenaga kesehatan, peran promkes, dan peran kader TB berpengaruh pada penanggulangan TB. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor, kerja sama tenaga kesehatan dan kader TB maupun masyarakat umum untuk mencapai target WHO, yaitu End TB tahun 2035 atau dan program Kementrian Kesehatan percepatan eliminasi program TB tahun 2030 perlu ditingkatkan dengan mencari Inovasi yang efektif.
Implementasi Pelayanan Antenatal dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Menurunkan Kecemasan Melalui Tele-edukasi dan Booklet pada Ibu Hamil Aprilia, Rizka; Anwar, Anita Deborah; Gamayani, Uni
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i1.3517

Abstract

Introduction: The increased anxiety of pregnant women in the era of the COVID-19 pandemic is due to a lack of knowledge. Increased knowledge of pregnant women can be provided through education using booklets and tele-education media. Purpose: This study aims to determine the difference in improving the knowledge and anxiety of pregnant women through the provision of Tele-education and booklets during the COVID-19 pandemic. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach with a control group design. The number of samples used was 30 respondents in the tele-education group and 30 respondents in the booklet group, with consecutive sampling techniques. Knowledge was measured using a questionnaire with right or wrong answer choices, while anxiety was measured using the Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire. Both of these questionnaires have good validity and reliability. The Whitney test analyzed data. Results: The study found the use of tele-education media (p=0.0001) and booklets (p=0.015) had an effect on increasing the knowledge of pregnant women. The use of booklet media is more effective (rank mean = 36.77) than Tele-education media (rank mean = 24.23) to increase knowledge in pregnant women (p=0.004). Anxiety of pregnant women can be reduced using tele-education media (p=0.007) and booklet media during the COVID-19 pandemic (p=0.015). There is no difference (more effective) in the use of Tele-education media and booklets on reducing anxiety of pregnant women (p=0.195). Conclusion: Tele-education can be utilized as an alternative antenatal service during and after the COVID-19 pandemic to increase knowledge and other services for pregnant women and health workers. Latar Belakang: Peningkatan kecemasan ibu hamil pada era pandemi COVID-19 disebabkan kurangnya pengetahuan. Peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dapat diberikan melalui edukasi menggunakan media booklet dan Tele-edukasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas peningkatan perbaikan pengetahuan dan kecemasan ibu hamil melalui pemberian Tele-edukasi dan booklet saat pandemi COVID-19. Metode: penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden pada kelompok Tele-edukasi dan 30 responden pada kelompok booklet, dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuisioner dengan pilihan jawaban benar atau salah, sedangkan kecemasan diukur menggunakan kuisoner Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS). Kedua kuisioner ini memiliki validitas dan reabilitas yang baik. Data dianalisis dengan uji Mann whitney. Hasil: Studi menemukan penggunaan media tele-edukasi (p=0,0001) dan booklet (p=0,015) berpengaruh terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil. Penggunaan media booklet lebih efektif (rank mean = 36.77) dibandingkan media Tele-edukasi (rank mean = 24.23) terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu hamil (p=0,004). Kecemasan ibu hamil dapat diturunkan menggunakan media tele-edukasi (p=0,007) dan media booklet pada masa pandemic COVID-19 (p=0,015). Tidak tidak ada perbedaan (lebih efektif) penggunaan media Tele-edukasi dan booklet terhadap penurunan kecemasan ibu hamil (p=0,195). Simpulan: Tele-edukasi dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pelayanan antenatal baik pada masa pandemi maupun pasca pandemic COVID-19 untuk meningkatkan pengetahuan maupun layanan lainnya untuk ibu hamil bagi tenaga Kesehatan.
HUBUNGAN ANEMIA IBU HAMIL DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH Islamiyati Islamiyati; Kusrini Katharina; Ika Oktaviani
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i2.1427

Abstract

Tingginya angka kematian perinatal dan neonatal yang disebabkan oleh BBLR di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2008 sebesar 31,25 % dan 30,77%. Masih banyaknya kejadian BBLR sampai dengan tahun 2008 (269 kasus), yang diikuti dengan tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun yang sama 78,6 %.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proporsi BBLR terhadap ibu hamil anemia dan hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010.Jenis penelitian adalah penelian survei analitik dengan rancangan penelitian Kohort Prospektif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan K4 pada bulan Juli 2010 sebanyak 1387 orang. Besar sampel menggunakan rumus Ariawan,2004 jumlah sampel keseluruhan 164 ibu hamil yang dibagi kedalam 2 kelompok ibu hamil anemia 82 orang dan ibu hamil tidak anemia 82 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling, pengumpulan data dengan menggunakan check list. Untuk mengukur variabel  BBLR dengan cara menggunakan pemeriksaan darah langsung dan untuk variabel BBLR dengan cara observasi (penimbangan BB bayi segera setelah lahir). Analisis data menggunakan univariat untuk proporsi dan bivariat menggunakan chi-square.Hasil penelitian didapatkan proporsi BBLR sebanyak 13 bayi (7,9%), uji chi-square diperoleh nilai p value 0,148 α0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima, ertinya tidak terdapat hubungan antara anemia ibu hamil dengan kejadian BBLR. Simpulan penelitian bahwa proporsi BBLR di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010 sebesar 7,9 % dan tidak terdapat hubungan anemia ibu hamil dengan kejadian BBLR di Kabupaten Lampung Tengah. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini kejadian BBLR, tidak hanya terhadap anemia dalam kehamilan saja tetapi juga memperhatikan faktor penyebab lain terutama dari faktor kebiasaan ibu yang tidak baik seperti merokok, konsumsi nutrisi yang tidak adekuat karena zat nutrisi makro dan mikro berdampak terhadap pertumbuhan janin.
Akses Pelayanan Rumah Sakit Menjadi Faktor Dominan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Skizofrenia Lia Sitawati; Caroline Endah Wuryaningsih; Dien Anshari
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i1.1732

Abstract

Background: Schizophrenia is a severe mental disorder. Schizophrenia Aff 21 million people in the world. Household members (ART) in Indonesia who suffer from Schizophrenia / psychosis 6.7 per mile in 2018. Purpose: Know the determinants of adherence to take medication in paranoid Schizophrenia patients in Outpatient Poly Lampung Province Region in 2019. Methods: Quantitative research with cross design sectional. The population is all paranoid schizophrenics who seek treatment at the study site with 192 samples taken using a purposive sampling technique. Data were collected using an interview technique with a questionnaire instrument, then analyzed multivariate with multiple logistic regression tests. Results: There was a significant relationship between income (OR = 4.73), level of education (OR = 19.3), access (OR = 5), perception of family support (OR = 2.2), insight related to disease (OR = 3.5) , perception of disease severity (OR = 2.6), perception of drug side effects (OR = 2.6), perception of the role of the Doctor (OR = 5.7) and the role of the Pharmacist (OR = 2.7). Conclusions: Access to hospital services is a dominant factor in increasing adherence to taking medication in schizophrenics in psychiatric hospitals. Efforts to improve access to sufferers through mental health services in primary care.
HUBUNGAN SEKSIO SESAREA DAN PARITAS DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD AHMAD YANI KOTA METRO Wahyu Asih Winda Firdawanti; Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i2.178

Abstract

Secara global kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan postpartum sebesar 25%. Angka kejadian perdarahan postpartum di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro tahun 2013 berjumlah 5,78%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara seksio sesarea dan paritas dengan perdarahan postpartum di RSUD Jenderal Ahmad Yani kota Metro. Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan perbandingan sampel kasus dan control adalah 1 : 1, yaitu52 kelompok kasus dan 52 kelompok kontrol. Sampel diperoleh dengan menggunakansimple random sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menyimpulkanada hubungan paritas dengan perdarahan postpartum (p=0,025), sedangkan paritas tidak berhubungan (p=0,646). Petugas kesehatanperlu melakukan pemantauan kesehatan ibu hamil, dan persalinan, sehingga dapat mendeteksi sedini mungkin komplikasi yang dapat menyebabkan perdarahan postpartum, khususnya karena seksio sesarea dan paritas yang tinggi.
Hubungan Antara Senam Hamil Dengan Lama Persalinan Di Bidan Praktek Mandiri Wilayah Lampung Timur Wijayanti, Yoga Tri
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1756

Abstract

One of cause in height death maternal and perinatal at Indonesian and another developing countries  is effects the duration times  of birth which exceed normal . Effort who can do that pregnancy mother to get birthing well through pregnancy excercise . Pregnant exercise was prevalent being done society at metropolises, as Jakarta, Bandung, Surabaya. But at Lampung East, after umpteen the last year was encouraged to program mother class at several posyandu and poskesdes which activity  is pregnant exercise, only small number of pregnancy mother that follows  it. Based on Sukadana public health service’s repport only  between 8 pregnant mothers in third trimester's  only one whom followed that. So pregnancy mother that most flat with pregnant exercise activity also so rarely.  Considering of that the authors interest to studied about relation of exercise pregnancy and duration of labour in east lampung. This studi aims to be knowing relationship  between pregnant exercise with long time of birth.  This observational type is observational analytic with design observationaling to utilize approaching Cross sectional . Sample establishment that is done on this research is  accidental.   Measuring instrument that is utilized is questionnaire,  and check list. Trick measures to pass through observation and interview is captained. Analizes data utilizes Chi Square analizes. Result of  univariate test showed percentages of women birth that follow pregnant exercised regularly only 41%, percentage about long time of birth as 41%. The Result showed an association pregnant exercised with long time of birth at Independent Practicing Midwife in East Lampung. Salah satu penyebab tingginya kematian maternal dan perinatal di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya adalah akibat lamanya waktu persalinan yang melebihi batas waktu normal. Upaya yang bisa dilakukan ibu hamil agar persalinan berjalan lancar dapat dikendalikan dengan melakukan senam hamil. Latihan senam hamil sudah lazim dilakukan  masyarakat di kota-kota besar seperti: Jakarta, Bandung, Surabaya. Namun di Lampung Timur, setelah beberapa tahun terakhir digalakkan program kelas ibu di beberapa posyandu dan poskesdes dimana salah satu kegiatannya adalah latihan senam hamil, ternyata hanya sebagian ibu hamil yang mengikuti. Berdasarkan data KIA di wilayah Puskesmas Sukadana, bulan Maret s.d. April 2016 hanya 1 diantara 8 ibu hamil trimester 3 yang mengikuti kelas ibu. Sehingga ibu hamil yang terpapar dengan kegiatan senam hamil juga sangat sedikit. Melihat hal tersebut peneliti sangat tertarik untuk mengadakan penelitian tentang Hubungan senam hamil dengan lama persalinan pada ibu primigravida di BPM  wilayah Kabupaten Lampung Timur. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan senam hamil dengan lama persalinan. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penetapan sampel yang dilakukan pada penelitian ini adalah secara accidental.  Alat ukur yang digunakan adalah angket, dan check list. Cara ukur melalui observasi dan wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan analisis chi square. Hasil uji univariat menunjukkan persentase ibu bersalin yang mengikuti senam hamil secara teratur sebesar 41%, persentase persalinan lama  sebesar 41%. Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara senam hamil dengan lama persalinan di Bidan Praktek Mandiri Wilayah Lampung Timur.
HUBUNGAN USIA MELAHIRKAN TERAKHIR, RIWAYAT PEMAKAIAN KONTRASEPSI, MENARCHE DAN BUDAYA DENGAN MENOPOUSE DI KEL. MULYOSARI KEC. METRO BARAT Firda Fibrila; M. Ridwan
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.545

Abstract

Faktor  yang mempengaruhi menopouse antara lain adalah: usia haid pertama kali, jumlah anak, usia melahirkan, faktor psikis, wanita dengan histerektomi, pemakaian kontrasepsi, merokok, sosial ekonomi, budaya dan lingkungan. Efek yang  terjadi     pada   menopouse dini bagi  kesehatan yaitu meningkatnya risiko osteoporosis dan penyakit jantung. Hasil studi pendahuluan di Kel. Mulyosari Kec. Metro Barat dari 10 ibu usia 40-60 tahun didapatkan 60% (6) ibu telah mengalami menopause, 60% (4) ibu usia melahirkan terakhir 40 tahun dan 50% (3) ibu mempunyai riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal. Tujuan penelitian mengetahui hubungan usia melahirkan terakhir, riwayat pemakaian kontrasepsi, menarche dan budaya dengan menopause. Jenis penelitian analitik kuntitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu berusia 40-60 tahun dengan besar sampel berjumlah 172. Tehknik pengambilan sampel dengan systetmatic random sampling. Analisis  secara univariat dan bivariat menggunakan analisa chi square. Hasil penelitian diperoleh sebesar 52,3%, ibu yang sudah menopause, melahirkan terakhir pada usia beresiko ( 40 tahun), mempunyai riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal sebesar 84,3%, mengalami menarche pada usia 12 tahun sebanyak (61,6%) dan ibu yang memiliki budaya mendukung sebesar 8,7%. Hasil uji statistik hubungan usia melahirkan terakhir dengan menopause diperoleh p value=0,008, hubungan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dengan menopouse diperoleh p value =0,024 dan hubungan menarche dengan menopouse diperoleh p value=0.012 dan hubungan budaya dengan menopouse diperoleh p value=0,725.  Kesimpulan terdapat hubungan usia melahirkan terakhir, riwayat pemakaian kontrasepsi, menarche dengan menopouse dan tidak ada hubungan budaya dengan menopause. Perlu ditingkatkan program pembinaan lansia disertai penyuluhan pola konsumsi makanan sehat terutama konsumsi makanan sumber antioksidan dan makanan sumber fitoestrogen dalam menunda terjadinya menopouse. Olah raga yang teratur sehingga tubuh lansia tetap bugar
Status Gizi dan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 48 – 60 Bulan Prasetyowati Prasetyowati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v11i2.1775

Abstract

Background: Fine motor development in infants and young children is very important. Impaired motor coordination is known to affect 1 in 20 school-aged children. Objective: The study aims to describe the nutritional status and fine motor development of children aged 48-60 months in grade A students of PAUD Pertiwi Metro City. Methods: This study uses a descriptive design to describe the nutritional status and fine motor development of children aged 48-60 months. The study population was students of class A PAUD Pertiwi Metro City with a sample of 50 people. The sampling technique uses accidental sampling. Results: The results showed a picture of 12% of children with underweight nutritional status, there were 6% of children with normal motor development. There are children with normal nutritional status of 93.2% with normal fine motor development. Conclusion: The study concluded that the nutritional status of children has a tendency to support fine motor development in children aged 48 - 60. It is necessary for the school to collaborate with parents to monitor children's nutritional status and motor development routinely so that children can pass each developmental task according to their age.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue