cover
Contact Name
Ahmad Fitriansyah
Contact Email
ahmad.fitriansyah@swadharma.ac.id
Phone
+6287870716976
Journal Mail Official
jurnal.swadimas@swadharma.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma Jl. Malaka No.3, Tambora, Jakarta Barat 11230
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 29648297     EISSN : 29648289     DOI : 10.56486/swadimas
Fokus utama pada lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain kegiatan pelatihan, Teknologi Tepat Guna (TTG), pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 97 Documents
MODEL EDUKASI ANTI-NARKOBA MELALUI PELATIHAN DESAIN POSTER BAGI SISWA SMP Ahmad Nur Cahyo; Andi Anugrah Batari Fatimah; Rafika Rasdin
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1274

Abstract

Drug abuse among adolescents, particularly junior high school students, is becoming a growing concern in Indonesia. The spread of drugs among students is often driven by unhealthy social influences, ignorance about the harmful effects of drugs, and increasingly easy access through social media and digital platforms. To address this issue, a Community Service (PKM) program titled "Educational Training in Anti-Drug Poster Making Among Junior High School Students" was held at Anugrah Tondano Junior High School. The program aimed to raise students' awareness and understanding of the dangers of drugs through the creation of creative, educational posters. The training involved seventh, eighth, and ninth-grade students in sessions on drugs and their impacts, followed by training on creating "Anti-Drug" posters. The results of this activity demonstrated that students not only understood information about drugs but also actively participated in conveying prevention messages through the visual media they created. This activity is expected to serve as a model for other school-level drug prevention programs.Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, khususnya siswa SMP, semakin menjadi perhatian serius di Indonesia. Penyebaran narkoba di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh pengaruh lingkungan sosial yang tidak sehat, ketidaktahuan mengenai dampak buruk narkoba, serta akses yang semakin mudah melalui media sosial dan platform digital. Untuk menangani permasalahan ini, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul "Pelatihan Edukatif dalam Pembuatan Poster Anti-Narkoba di Kalangan Siswa SMP" dilaksanakan di SMP Anugrah Tondano. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba dengan cara yang kreatif dan edukatif melalui pembuatan poster. Pelatihan ini melibatkan siswa kelas VII, VIII, dan IX dalam sesi pemberian materi tentang narkoba dan dampaknya, diikuti dengan pelatihan pembuatan poster bertema "Anti-Narkoba". Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami informasi tentang narkoba tetapi juga berpartisipasi aktif dalam penyampaian pesan pencegahan melalui media visual yang mereka buat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program pencegahan narkoba lainnya di tingkat sekolah.
PENGUATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ORGANISASI PEMUDA PANCASILA SEBAGAI UPAYA GOOD GOVERNANCE Lilis Setyowati; Ngurah Pandji Mertha Agung Durya; Ririh Dian Pratiwi; Dian Festiana Hadi Saputro; Yulita Setiawanta
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1211

Abstract

The application of good governance principles in community organizations is crucial, ensuring transparency and accountability. The Pancasila Youth Organization, as a youth organization, plays a vital role in social development, but still faces challenges in administrative and financial management. This community service activity aims to strengthen transparency and accountability in the management of the Pancasila Youth Organization in Semarang City, as part of an effort to implement good governance principles. The method used was a participatory approach by providing outreach, training, and guidance to the organization's administrators. The activity results showed increased understanding among administrators of transparency, accountability, and effective organizational governance, as well as improvements in the organization's administrative and financial systems. This activity helped foster more transparent and accountable organizational governance, thereby supporting the sustainable role of youth organizations in community social development.Penerapan prinsip good governance dalam organisasi kemasyarakatan sangat penting melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. Organisasi Pemuda Pancasila, sebagai organisasi kepemudaan, memiliki peran penting dalam pembangunan sosial, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi Pemuda Pancasila di Kota Semarang, sebagai bagian dari upaya menerapkan prinsip good governance. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan cara memberi sosialisasi, pelatihan, dan bimbingan kepada pengurus organisasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengurus mengenai transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola organisasi yang baik, serta perbaikan dalam sistem administrasi dan keuangan organisasi. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong terwujudnya tata kelola organisasi yang lebih transparan dan akuntabel, sehingga mendukung keberlanjutan peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan sosial masyarakat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA MELALUI PENGOLAHAN TEH DAUN GAHARU DI LAMPUNG SELATAN Sarono Sarono; Yeni Variyana; Hafiz Luthfi; Subandi Subandi; Amelia Sri Rezki
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1275

Abstract

This community service program aims to enhance the economic resilience of agarwood farmers (Aquilaria malaccensis) through the utilization of agarwood leaves into herbal tea products in Sabah Balau Village, South Lampung Regency. The main problem faced by the community is their dependence on resin (gubal) production, which requires a long harvesting period and results in unstable income. In addition, the potential of agarwood leaves as a value-added product has not been optimally utilized due to limitations in knowledge, technology, and processing equipment. The method used is a participatory approach through Focus Group Discussions (FGD), training, technology transfer, and mentoring. This program focuses on processing agarwood leaves into herbal tea, supported by appropriate technology in the form of a tea grinding machine provided to the partners. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, direct observation, and analysis of community participation levels. The results show a significant improvement in participants’s knowledge and skills, with a participation rate reaching 85% in training and mentoring activities. The provision of a tea grinding machine has demonstrably improved production efficiency and consistency. The resulting agarwood tea product exhibits antioxidant activity with an IC50 value of 0.584 mg/mL based on laboratory testing. In addition, there has been an increase in the partners’ basic understanding of business management. Overall, this program has successfully strengthened community capacity, created new economic opportunities, and supported the sustainability of agroindustry based on local potential.Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi petani gaharu (Aquilaria malaccensis) melalui pemanfaatan daun gaharu menjadi produk teh herbal di Desa Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah ketergantungan pada hasil gubal yang membutuhkan waktu panen lama sehingga menyebabkan ketidakstabilan pendapatan. Selain itu, potensi daun gaharu sebagai produk bernilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan pengetahuan, teknologi, dan peralatan pengolahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, transfer teknologi, serta pendampingan. Program ini difokuskan pada pengolahan daun gaharu menjadi teh herbal dengan dukungan teknologi tepat guna berupa mesin penggiling teh yang diserahkan kepada mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta analisis tingkat partisipasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan tingkat keterlibatan mencapai 85% dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan. Penyerahan alat penggiling teh dapat meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi secara nyata. Produk teh gaharu yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 0,584 mg/mL setelah dilakukan uji laboratorium. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman dasar manajemen usaha pada mitra. Selanjutnya, program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendukung keberlanjutan agroindustri berbasis potensi lokal
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA SMP NEGERI 54 JAKARTA MELALUI EDUKASI PENGENALAN DAN ANTISIPASI WEBSITE BERBAHAYA Gisela Septi Ardila; Melati Wijaya; Hiikmah Permatasari; Kukuh Angger Mahargyo; Rizki Maulana Ramadhan; Jefri Berkat Hulu; Raihan Ramadhan Ikhsan; Muhammad Ary Ardiansyah; Dzuhri Tangguh Riyadi; Usanto Usanto
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1221

Abstract

The development of information technology brings both positive impacts and risks for students, particularly in the use of the internet and websites. A lack of digital literacy can make students vulnerable to malicious websites such as phishing and data theft. This Community Service (PKM) activity aims to improve students' digital literacy at SMP Negeri 54 Jakarta through the socialization of information technology, the internet, websites, and how to recognize and anticipate malicious websites. The methods used were socialization, discussion, and simple website creation practices. The activity results showed an increase in students' understanding of safe and responsible internet use. Based on the post-activity evaluation of 29 participants, approximately 80% of students were able to identify the characteristics of malicious websites and understand the steps to prevent them. This activity is expected to raise students' awareness of how to use digital technology more wisely and safely.Perkembangan teknologi informasi membawa dampak positif sekaligus risiko bagi pelajar, khususnya dalam penggunaan internet dan website. Kurangnya literasi digital dapat membuat siswa rentan terhadap website berbahaya seperti phishing dan pencurian data. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman literasi digital siswa SMP Negeri 54 Jakarta melalui sosialisasi pengenalan teknologi informasi, internet, website, serta cara mengenali dan mengantisipasi website berbahaya. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, diskusi, dan praktek sederhana pembuatan website. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab. Berdasarkan hasil evaluasi pasca-kegiatan terhadap 29 peserta, sekitar 80% siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri website berbahaya dan memahami langkah pencegahannya. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih bijak dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN DAN DIGITALISASI PEMBAYARAN UMKM MELALUI IMPLEMENTASI QRIS DI DESA TAJUR HALANG, BOGOR Rosalia Nansih Widhiastuti; Budi Suryowati; Ati Harianti; Fanny Suzuda Pohan
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1287

Abstract

This community service activity aims to improve financial literacy and encourage digitalization of payment systems for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the use of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) in Tajur Halang Village, Tajur Halang District, Bogor Regency. The main problem faced by partners is limited understanding of business financial management, particularly in the separation of personal and business finances, basic financial record-keeping, and the implementation of QRIS as a digital payment tool. The results of the activity showed a significant increase in participant understanding. Understanding of financial separation increased from 52% to 87%, financial record-keeping ability from 57% to 83%, understanding of business owner salary management from 35% to 83%, and knowledge of the benefits of QRIS from 70% to 91%. In addition, interest in using QRIS increased from 74% to 91%, and confidence in managing business finances increased from 87% to 91%. These results indicate that the training provided is effective in improving financial literacy and encouraging the adoption of digital payments in MSMEs. This activity is expected to increase transaction efficiency, expand market access, and strengthen financial inclusion in Tajur Halang Village.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan serta mendorong digitalisasi sistem pembayaran pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman terkait pengelolaan keuangan usaha, khususnya dalam pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan keuangan sederhana, serta implementasi QRIS sebagai alat pembayaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan. Pemahaman terkait pemisahan keuangan meningkat dari 52% menjadi 87%, kemampuan pencatatan keuangan dari 57% menjadi 83%, pemahaman pengaturan gaji pemilik usaha dari 35% menjadi 83%, serta pengetahuan manfaat QRIS dari 70% menjadi 91%. Selain itu, minat penggunaan QRIS meningkat dari 74% menjadi 91%, dan keyakinan dalam mengelola keuangan usaha meningkat dari 87% menjadi 91%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong adopsi pembayaran digital pada UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses pasar, serta memperkuat inklusi keuangan di Desa Tajur Halang
PELATIHAN PELAPORAN PAJAK MENGGUNAKAN APLIKASI CORETAX Mega Amalia; Rosalina Ayudia; Ira Kurniati; Slamet Soesanto; Tedi Rochendi; Indri Damayanti
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1363

Abstract

This community service activity aims to improve community literacy and technical competence in digital tax reporting by implementing the CoreTax system. The activity was carried out through lectures, demonstrations, simulations, and direct mentoring. Participants consisted of individual taxpayers and MSMEs. The results of the activity showed an increased understanding of digital tax administration procedures through the CoreTax system, increased confidence in electronically filing annual tax returns, and increased awareness of tax compliance. This activity supports the modernization of tax administration and strengthens voluntary taxpayer reporting compliance.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kompetensi teknis masyarakat dalam pelaporan pajak digital melalui implementasi sistem CoreTax. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, demonstrasi, simulasi, dan pendampingan langsung. Peserta terdiri dari wajib pajak orang pribadi dan pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman prosedur administrasi perpajakan digital melalui sistem CoreTax, meningkatnya kepercayaan diri dalam pelaporan SPT Tahunan secara elektronik, serta meningkatnya kesadaran kepatuhan pajak. Kegiatan ini mendukung modernisasi administrasi perpajakan dan penguatan kepatuhan pelaporan wajib pajak secara sukarela
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI MICROSOFT OFFICE 365 BAGI PARA SISWA SLTA Taufiqurrochman Taufiqurrochman; Tuhfatul Habibah Hasibuan; Jelman Nasri; Jhon Larsen; Khusnul Khoiriyah; Heru Winarno; Nur Sucahyo; Melati Wijaya
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1277

Abstract

The era of globalization demands that students have adequate technological skills to compete in both the academic world and the world of work. Universities and the world of work currently require students to be proficient in Microsoft Office as a minimum skill. This training is important given the need to adapt to digital transformation in education and professional demands. Microsoft Office 365 is an industry standard in the professional world. The purpose of this Community Service (PKM) is to create a younger generation that is more skilled in using Microsoft Office 365 applications. The activity was conducted as a training session on the use of Microsoft Office 365 applications for high school students around the ITB Swadharma campus, with a total of 23 students from 11 schools. The results of the activity were an increase in students' skills in using Microsoft Office 365, especially the Check Box feature, Logical Function, Median Function, HLookup, Max and Min, Mode, Table, VLookup, and Worksheet. Meanwhile, the Combo Box feature, Concatenate Function, Graph, Pivot Table, and Document Protection, which are not yet fully mastered by students, can be used as material for further training.Era globalisasi menuntut para siswa memiliki keterampilan teknologi yang mumpuni agar dapat bersaing baik didalam dunia akademis maupun dunia kerja. Perguruan tinggi dan dunia kerja saat ini mewajibkan para siswa mahir Microsoft Office sebagai kemampuan minimal. Pelatihan ini menjadi penting dengan adanya kebutuhan adaptasi terhadap transformasi digital di dunia pendidikan dan tuntutan profesional. Microsoft Office 365 merupakan standar industri di dunia profesional. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah menciptakan generasi muda yang lebih terampil dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office 365. Kegiatan dilakukan dalam bentuk Pelatihan penggunaan aplikasi Microsoft Office 365 bagi Para siswa SLTA yang berada di sekitar kampus ITB Swadharma sebanyak 23 orang siswa yang berasal dari 11 sekolah. Hasil kegiatan adanya peningkatan keterampilan siswa dalam penggunaan Microsoft Office 365 khususnya fitur Check Box, Fungsi Logika, Fungsi Median, HLookup, Max dan Min, Modus, Tabel, VLookup, Worksheet. Sedangkan untuk fitur Combo Box, Fungsi Concatenate, Grafik, Pivot Tabel, dan Proteksi Dokumen yang belum terlalu dikuasai oleh siswa dapat menjadi bahan untuk pelatihan selanjutnya.
OPTIMALISASI SARANA IBADAH DI SURAU BABUL KHOIR MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PENGERAS SUARA Woro Agus Nurtiyanto; Irawati Irawati; Nurkahfi Irwansyah; Agung Tridianto; Agus Darmawan Sidiq; Dwi Nurvidi Prilia; Jenal Aripin; Muhammad Miftahussalam
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1293

Abstract

The Babul Khoir mosque in Depok, West Java, is a community worship facility that plays a vital role in supporting daily prayers, religious lectures, Quranic learning activities, and the delivery of announcements to residents. Prior to this community service program, the existing loudspeaker system was not functioning optimally. Some audio devices had been in use for a considerable period; the cabling was still poorly organized, and the sound produced by the speakers was not evenly distributed throughout the area. As a result, the call to prayer, religious lectures, and other information could not always be heard clearly by the congregation and the surrounding community. This community service activity was designed to improve the quality of the worship facility by optimizing the loudspeaker system and enhancing the mosque administrators' ability to operate, maintain, and monitor the equipment independently. The implementation method included needs analysis, field observation, technical planning, selection and procurement of supporting equipment, installation of amplifiers, speakers, wireless microphones, cable routing, sound level testing, user training, and handover of the completed system. The activity was carried out using a participatory and collaborative approach involving lecturers, students, the mosque administrators, and the local community. The results of the activity showed that the loudspeaker system was successfully updated, tidied up, and adapted to the needs of routine worship activities. Sound level measurements at several observation points showed improved sound clarity and more even sound distribution, particularly within the prayer hall and the front area of the prayer room. In addition to technical improvements, the training activities also helped administrators understand basic operating procedures, safe use, and routine maintenance practices. This program contributed to improving the comfort and effectiveness of worship activities. It can serve as a practical reference for similar improvements to prayer facilities in prayer rooms or other small mosques with limited resources and simple technical needs.Surau Babul Khoir yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, merupakan fasilitas ibadah masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan salat harian, ceramah keagamaan, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, serta penyampaian pengumuman kepada warga sekitar. Sebelum program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan, sistem pengeras suara yang digunakan belum berfungsi secara optimal. Beberapa perangkat audio telah digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, penataan kabel masih kurang rapi, dan suara yang dihasilkan oleh speaker belum tersebar secara merata ke seluruh area. Akibatnya, azan, ceramah, maupun informasi lainnya tidak selalu dapat terdengar dengan jelas oleh jamaah dan masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sarana ibadah melalui optimalisasi sistem pengeras suara, sekaligus meningkatkan kemampuan pengurus surau dalam mengoperasikan, merawat, dan memantau perangkat secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, observasi lapangan, perencanaan teknis, pemilihan dan pengadaan perangkat pendukung, pemasangan amplifier, speaker, mikrofon nirkabel, perapian jalur kabel, pengujian tingkat suara, pelatihan pengguna, serta serah terima sistem yang telah selesai dipasang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan dosen, mahasiswa, pengurus surau, serta masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem pengeras suara berhasil diperbarui, dirapikan, dan disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan ibadah rutin. Pengukuran tingkat suara pada beberapa titik pengamatan menunjukkan peningkatan kejernihan suara dan distribusi suara yang lebih merata, khususnya di dalam ruang ibadah dan area depan surau. Selain peningkatan teknis, kegiatan pelatihan juga membantu pengurus memahami prosedur dasar pengoperasian, penggunaan yang aman, serta praktik perawatan rutin. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan dan efektivitas kegiatan ibadah, serta dapat menjadi rujukan praktis bagi kegiatan perbaikan fasilitas ibadah serupa di surau atau masjid kecil lainnya dengan sumber daya terbatas dan kebutuhan teknis sederhana
OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING UMKM MELALUI PENGEMBANGAN IDENTITAS VISUAL DAN MEDIA PROMOSI DIGITAL DI DESA IWUL KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR Syifa Amalia; Muhamad Syafareno; Diana Mulhimah; Gatot Tri Pranoto; Faizah Syihab
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1364

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in supporting the economic growth of rural communities. However, most MSMEs still face challenges with product branding and with using digital media as a marketing tool. This community service program aims to improve the digital branding capacity of MSMEs in Iwul Village, Parung District, Bogor Regency, through the use of Google Maps and Facebook, product packaging development, and the use of ChatGPT for developing promotional captions. The methods used included observation, training, mentoring, and direct implementation with MSMEs. Seven MSMEs participated in this program. The results showed an improvement in product visual identity, an increased understanding of digital marketing among business owners, and an increase in promotional media that can be utilized independently. The use of Google Maps helped increase business visibility, while Facebook and ChatGPT supported the development of more attractive and effective promotions. The program also introduced Artificial Intelligence (AI)-based promotional content creation using ChatGPT to support MSME digital transformation. Overall, this program contributed to increasing MSME competitiveness and encouraging digital transformation at the village level..Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Namun demikian, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam aspek branding produk dan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital branding UMKM Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor melalui pemanfaatan Google Maps, Facebook, pengembangan kemasan produk, serta penggunaan ChatGPT untuk penyusunan caption promosi. Metode yang digunakan meliputi observasi, pelatihan, pendampingan, dan implementasi langsung kepada pelaku UMKM. Sebanyak tujuh UMKM menjadi mitra dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan identitas visual produk, meningkatnya pemahaman pelaku usaha terhadap pemasaran digital, serta bertambahnya media promosi yang dapat dimanfaatkan secara mandiri. Pemanfaatan Google Maps membantu meningkatkan visibilitas usaha, sedangkan Facebook dan ChatGPT mendukung penyusunan promosi yang lebih menarik dan efektif. Program ini juga memperkenalkan pembuatan konten promosi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) menggunakan ChatGPT untuk mendukung transformasi digital UMKM. Secara keseluruhan kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan daya saing UMKM dan mendorong transformasi digital di tingkat desa
STRATEGI PEMBERDAYAAN PETANI KENTANG DI DESA CLEKATAKAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MELALUI KELOMPOK TANI PEMALANG Untung Famuji
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1278

Abstract

This community service activity aims to strengthen the empowerment of potato farmers in Clekatakan Village, Pulosari District, Pemalang Regency, through direct mentoring and a capacity-building program with the Maju Bersama Farmers Group. The activity was carried out using a participatory approach, actively involving farmers in training, field demonstrations, and group discussions from October 2022 to February 2024. Five main intervention programs implemented include: (1) introduction and adoption of modern agricultural technology including the use of superior seeds, balanced fertilization, and integrated pest control; (2) development of marketing networks through partnerships at the local and regional levels; (3) assistance in diversification of agricultural commodities to reduce economic dependence on potatoes; (4) capacity building through structured training in cultivation techniques, farm management, and digital marketing; and (5) facilitation of inter-institutional collaboration with government agencies, universities, and financial institutions. The results of the activity showed a real increase in productivity, farmers' income, and the group's institutional capacity. The Maju Bersama Farmers Group demonstrated that a structured and participatory mentoring model can produce sustainable change for highland farming communities. This model is worthy of replication as a community service approach in similar agricultural contexts in Indonesia.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemberdayaan petani kentang di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, melalui pendampingan langsung dan program peningkatan kapasitas bersama Kelompok Tani Maju Bersama. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan petani secara aktif dalam pelatihan, demonstrasi lapangan, dan diskusi kelompok selama Oktober 2022 hingga Februari 2024. Lima program intervensi utama yang dilaksanakan meliputi: (1) pengenalan dan adopsi teknologi pertanian modern meliputi penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama terpadu; (2) pengembangan jaringan pemasaran melalui kemitraan di tingkat lokal dan regional; (3) pendampingan diversifikasi komoditas pertanian untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada kentang; (4) peningkatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dalam teknik budidaya, manajemen usaha tani, dan pemasaran digital; serta (5) fasilitasi kolaborasi antar-lembaga dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nyata dalam produktivitas, pendapatan petani, dan kapasitas kelembagaan kelompok. Kelompok Tani Maju Bersama membuktikan bahwa model pendampingan yang terstruktur dan partisipatif dapat menghasilkan perubahan berkelanjutan bagi komunitas petani dataran tinggi. Model ini layak direplikasi sebagai pendekatan pengabdian masyarakat di konteks pertanian serupa di Indonesia.

Page 9 of 10 | Total Record : 97