cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
jurnal.ijomss@gmail.com
Phone
+6282160052217
Journal Mail Official
jurnal.ijomss@gmail.com
Editorial Address
Kampus STAI Raudhatul Akma Jln. Nusa Indah Gg. Melati No. 66 Desa Tanjung Sari Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20372
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies
ISSN : -     EISSN : 29887046     DOI : https://doi.org/10.33151/ijomss.v2i1
Ruang Lingkup Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian segala bidang keilmuan dengan menerapkan pendekatan Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS). Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di berbagai bidang. Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) menerima artikel ilmiah untuk semua lingkup penelitian seperti: Pendidikan Teknologi Informasi Manajemen Ekonomi Teknik Sastra Sosial Politik Hukum Bimbingan Konseling dan Topik kajian bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 129 Documents
Asbabun Nuzul: Definisi, Jenisnya Dan Redaksi Serta Urgensinya Fikri Hardiyah Rahmadani; Khairul Fahmi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 1 No 2 (2023): Terbitan Edisi September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v1i2.189

Abstract

Ada banyak ulama yang berbeda pendapat dalam mendefinisikan tentang asbab an-Nuzul, diantaranya Az-Zarqani, Ash-Shabuni, Shubhi Shaleh dan Manna’ Khalil Al-Qattan.Akan tetapi Kendatipun redaksi pendifinisian di atas sedikit berbeda, semuanya menyimpulkan bahwa asbab an-nuzul adalah kejadian atau peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat Alquran, dalam rangka menjawab, menjelaskan, dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari kejadian tersebut.Asbab an-nuzul merupakan bahan sejarah yang dapat di pakai untuk memberikan keteranganterhadap turunnya ayat Alquran dan memberinya konteks dalam memahami perintah-perintahnya. Sudah tentu bahan-bahan ini hanya melingkupi peristiwa pada masa al-qur’an masih turun (ashr at-tanzil). Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, asbab an-nuzul dapat kita bagi kepada; Ta’addud Al-Asbab Wa Al-Nazil Wahid danTa’adud an-nazil wa al-asbab wahid.Ungkapan-ungkapan atau redaksi yang di gunakan oleh para sahabat untuk menunjukkan turunnya al-qur’an tidak selamanya sama. Redaksi itu secara garis besar dikelompokkan dalam dua kategori yaitu Sarih (jelas) dan Muhtamilah (masih kemungkinan atau belum pasti).Asbab an-nuzul mempunyai arti penting dalan menafsirkan al-qur’an. Seseorang tidak akan mencapai pengertian yang baik jika tidak memahami riwayat asbab an-nuzul suatu ayat. Pemahaman asbab an- nuzul akan sangat membantu dalam memahami konteks turunnya ayat. Ini sangat penting untuk menerapkan ayat-ayat pada kasus dan kesempatan yang berbeda. Peluang terjadinya kekeliruan akan semakin besar jika mengabaikan riwayat asbab an-nuzul.
Rumah Dua Belas Jabu Dan Simbolisasi Budaya Karo Di Desa Beganding Kecamatan Simpang Empat Amanda; Nuriza Dora
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.190

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang suatu ornament atau bangunan tradisional dari suku batak karo yaitu rumah dua belas jabu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Dua Belas Jabu ini adalah salah satu rumah adat dari suku batak karo yang saat ini masi ada dan dilestarikan di daerah-daerah tertentu. Dan di sini saya akan menganalisis mengenai yaitu rumah adat dua blas Jabu di desa beganding kecamatan simpang empat. Yang dimana akan di jabarkan mengenai awal mula adanya rumah adat tersebut dan juga ciri-ciri dan keunikan dari rumah dua belas jabu tersebut. Rumah dua belas jabu Ini dapat dilihat dari sudut kemiringan atap yang cukup besar, teritisan yang lebar dan lantai bangunan yang diangkat dari muka tanah. Bangunan rumah adat Batak Karo yaitu salah satuya adalah rumah dua belas jabu yang di mana rumah adat trsebut masi sering di huni oleh masyarakat sekitar yang di dalamnnya terdapat dua belas keluarga. Yang dimana di dalamnya di sekat-sekat sebanyak 12 bagian yang nantinya setiap bagian akan di huni oleh satu keluarga. Biasanya rumah adat dua belas jabu ini tidak ada di setiap desa-desa di tanah karo, melainnkan hanya di sebagian desa saja yang memppunyai rumah adat dua belas jabu ini. Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode etnografi.
Memelihara Adat Mandailing Mengalap Boru Di Era Modernisasi Pada Desa Pematang Simalungun Ritonga, Rayhan Aulia Annisa; Nuriza Dora
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.191

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi mengalap boru masyarakat di Desa Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Tradisi menggalap/mangambat boru ini adalah tradisi yang sudah ada sejak dahulu, dimana tradisi ini adalah suami yang wajib memberikan sejumlah uang dan kain terhadap anak namboru istri pada saat walimatul’urs (pesta pemberangkatan istri ketempat suami) sebagai permintaan izin terhadap anak namboru istri. Tradisi menggalap boru ini adalah suatu syarat agar pernikahannya dianggap sah oleh adat mandailing. Penelitiaan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mengkaji tentang tradisi mengalap baru pada adat mandailing di Desa Pematang Simalungun. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana adat mandailing dalam acara adat pernikahan pada adat mandailing di Desa Pematang Simalungun.
Tradisi Bancakan Syukuran Kelahiran Anak Sapi Pada Etnis Jawa Di Desa Bulu Cina Kabupaten Deli Serdang Dea Ayu Pitaloka; Nuriza Dora
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.192

Abstract

Tradisi pemeliharaan sapi perlu dilestarikan. Sapi sering disebut sebagai hewan rojo koyo yang berarti hewan sapi merupakan salah satu hewan yang dapat menopang kehidupan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serangkai tradisi dalam pemeliharaan sapi ternak di Desa Suruhkalang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan diskriptif yaitu peneliti melakukan pendeskripsian setiap data yang ditemukan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu peternak sapi di Desa Suruhkalang. Adapun data dalam penelitian ini adalah serangkaian tradisi yang dilaksanakan peternak sapi di Desa Suruhkalang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan konten analisis. Konten analisis menggambarkan karakteristik isi dari suatu pesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyrakat Desa Suruhkalang masih mempertahankan tradisi dalam memlihara sapi. Tradisi yang dijalankan peternak sapi yaitu (1) tradisi memilih bibit sapi, (2) tradisi saat sapi melahirkan, (3) tradisi menjaga kesehatan sapi, dan (4) tradisi memandikan sapi dan peralatan sapi di hari raya IdulFitri. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan masyarakat tetap menjungjung tinggi tradisi dan melestarikannya. Dengan penelitian ini mampu mengeskplorasi tradisi beternak sapi di Desa Suruhkalang serta mampu menjadi dokumentasi generasi mendatang.
Weton: Sistem Penanggalan Tradisional Etnis Jawa Di Desa Laut Tador Kabupaten Batu Bara Syifa Alwardah; Nuriza Dora
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.193

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang adat Jawa perhitungan weton sebelum melaksanakan pernikahan di desa Laut Tador Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara. Masyarakat Laut Tador percaya bahwa dengan menghitung weton dapat meramal masa depan kehidupan rumah tangga. Masih banyak masyarakat yang percaya d Penelitian ini menggunakantentang perhitungan weton. Weton ini merupakan penanggalan jawa yang diyakini dapat menetukan hari baik dan tidak baiknya acara pernikahan yang akan dilaksanakan. Perhitungan weton tidak hanya digunakan untuk mencari hari pernikahan, tatpi juga bias digunakan untuk melihat watak seseorang, menetukan jodh atau tidaknya seseorang. Perhitungan weton biasanya memerlukan kecocokan antara kedua pasangan. Tetapi tidak semua perhitungan menghasilkan kecocokan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Etnografi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mengkaji prosesi perhitungan weton di desa Laut Tador. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Laut Tador memiliki pandangan hidup terhadap pernikahan sebagai suatu yang sakral dan suci. Prosesi pernikahan adat jawa ini memang tidak diselanggarakan secara lengkap, tetapi masih berpegang pada aturan buku pernikahan jawa. Serta solusi yang harus dilakukan ketika perhitungan weton menghasilkan ketidak cocokan.
Tradisi Ayun Masal Adat Banjar di Desa Kota Rantang Denisa Safitri; Nuriza Dora
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.194

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi ayun masal adat banjar yang dilaksanakan di desa kota rantang kecamatan hamparan perak sebagai bentuk rasa syukur terhadap kelahiran dan pertumbuhan seorang anak dalam keluarga Banjar. Tradisi ini dilaksanakan beriringan dengan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan harapan anak-anak suku banjar dapat meneladani sikap nabi Muhammad SAW. Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilakukan di desa kota rantang kecamatan hamparan perak. Adapun subjek utama yang dijadikan penulis dalam penelitian ini yaitu masyarakat setempat. Pada penelitian ini penulis membahas mengenai system nilai pengetahuan mengenai ayun masala adat banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi ayun masal adat banjar yang dilaksanakan di desa kota rantang kecamatan hamparan perak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. dengan kepala desa dan masyarakat setempat. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan tradisi ayun banjar masih terus dilakukan sampai saat ini dengan tujuan melestarikan tradisi dan budaya dari suku banjar., amun perlengkapan yang digunakan memiliki beberapa perbedaan disesuaikan dengan tempat dan kebiasaan masyarakat setempat.
Martahi Sebagai Prosesi Penyambutan Pernikahan Adat Mandailing Di Desa Aek Seranda Kabupaten Labuhan Batu Novita Sari; Nuriza Dora
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.195

Abstract

Tradisi Martahi merupakan salah satu tradisi penting dalam pesta adat Suku Mandailing di Aek Sernda, Labuhan Batu. Tradisi ini merupakan momen sakral yang menandakan penyerahan tanggung jawab pelaksanaan pesta kepada masyarakat. Tujuan utama tradisi Martahi adalah untuk mendapatkan bantuan dana pernikahan dari kerabat, teman sejawat, dan elemen masyarakat desa. Keluarga calon pengantin laki-laki mengundang mereka untuk menghadiri acara Martahi dan memberikan sumbangan sukarela. Tradisi ini memiliki makna yang penting dalam kehidupan masyarakat Mandailing di Aek Sernda. Pertama, tradisi ini menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap satu sama lain. Kedua, tradisi ini membantu meringankan beban biaya pernikahan bagi keluarga calon pengantin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan prosesi tradisi Martahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Martahi merupakan syarat mutlak sebelum pelaksanaan pesta adat. Tradisi ini memiliki tahapan-tahapan yang ditentukan menurut adat. Hatobangon (orang yang dituakan dalam desa) berperan sebagai pengambil kebijakan dalam tradisi Martahi. Tradisi Martahi merupakan salah satu warisan budaya Suku Mandailing yang perlu dilestarikan. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan dalam masyarakat.
Tradisi Mangain: Pemberian Marga Bagi Non-Batak di Desa Lingga Tengah Kabupaten Dairi Kaloko, Indah Sahmauli Indriyani
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.196

Abstract

Di Desa Lingga Tengah, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, praktik pemberian nama keluarga kepada orang non Batak dikenal dengan Tradisi Mangain. Penelitian ini melihat tradisi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hubungan masyarakat yang ideal guna mencegah keretakan keluarga. menguraikan tata cara yang harus dilalui seseorang untuk memperoleh nama keluarga, bagaimana kehidupan di rumah yang berbeda etnis, dan bagaimana pemberian nama keluarga antaretnis menurut adat Batak Pak-pak. Penelitian ini memadukan teknik etnografi dengan metodologi kualitatif. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Menurut adat Mangain, perkawinan antaretnis merupakan hal yang lumrah di Indonesia, khususnya di Batak dan Jawa, dimana tingkat perkawinan semacam itu sangat tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Mangain melibatkan diskusi antara kedua keluarga tentang tata cara Tradisi Mangain, berbagi makanan berupa nasi putih, air mineral, ikan mas, ulos, dan uang yang memiliki makna simbolis dalam Tradisi Mangain. Tradisi Mangain juga melibatkan pemberian uang (upa pangabei), ulos (tulang, hula-hula), dan diakhiri dengan upacara singkat yang dilakukan oleh saudara laki-laki perempuan (tulang, hula-hula).
Tradisi Manyarang Hujan: Sebuah Ritual Adat Etnis Mandailing di Desa Setia Karya Mandailing Natal Fellen Afifah
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.197

Abstract

Tradisi Memindahkan hujan merupakan salah satu bentuk upacara adat atau ritual yang banyak dilakukan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Ritual sengaja masih ada sampai sekarang karena masih banyak yang melestarikan warisan para leluhur. Tradisi ini menggunakan banyak berbagai objek berbeda. Tradisi memindahkan hujan ditampilkan berupa penghormatan persembahan serta pertunjukan suatu tindakan tertentu kepada roh leluhur dan sang pencipta dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dipercaya dapat membantu memindahkan hujan dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu acara yang diselenggarakan. Namun, dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, ritual seperti itu sudah menjadi sebuah kebiasaan. Sebagai contoh, pemindahan pawang hujan yang terjadi di Desa Setia Karya Natal di suatu acara pernikahan. Penelitian ini membahas tentang berbagai makna ritual penghentian hujan di suatu daerah di Indonesia, serta benda-benda yang digunakan dalam ritual tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode etnografi, yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung menggunakan metode lapangan dengan teknik pengumpulan data dengan cara observasi atau pengamatan serta dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan bertatap muka maupun online dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang terbuka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna ritual penghentian hujan, mengetahui simbol-simbol benda ritual, dan mengetahui ritual penghentian hujan di suatu wilayah Indonesia. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pawang hujan tersebut merupakan suatu adat istiadat yang rutin dilakukan setiap ada acara penting yang diselenggarakan, adapun tata cara pelaksanaan memindahkan hujan oleh pawang hujan tersebut menggunakan bahan- bahan serta bacaan-bacaan sebuah mantra yang diyakini mampu menolak hujan.
Analisa Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer Dalam Proses Sistem Pengambilan Keputusan Siregar, Nova Lega Hati; Simanjuntak, Retno Nela
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.198

Abstract

Manfaat Dalam organisasi sistem informasi ketika pengguna juga dimungkinkan. Peran manajemen risiko menuntut penyebaran dan penggunaan sumber daya yang efisien untuk mencapai tujuan, sehingga membantu fungsi manajemen dengan penerimaan informasi yang cepat dan tepat. Maka perlu untuk menentukan apakah sistem informasi manajemen dapat mendukung tujuan organisasi. Sebuah perusahaan tidak akan lepas dari berbagai masalah dalam organisasi, dan di sebuah perusahaan, sering ada perubahan, sehingga perubahan ini sering menjadi hambatan bagi manajer. Akibat perubahan ini pe menyebabkan masalah. Oleh karena itu, diperlukan sistem informasi untuk mendukung pengelola dalam mengatasi masalah tersebut. Sistem informasi tidak hanya memproses data menjadi informasi tetapi juga mendistribusikan informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

Page 9 of 13 | Total Record : 129