cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
jurnal.ijomss@gmail.com
Phone
+6282160052217
Journal Mail Official
jurnal.ijomss@gmail.com
Editorial Address
Kampus STAI Raudhatul Akma Jln. Nusa Indah Gg. Melati No. 66 Desa Tanjung Sari Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20372
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies
ISSN : -     EISSN : 29887046     DOI : https://doi.org/10.33151/ijomss.v2i1
Ruang Lingkup Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian segala bidang keilmuan dengan menerapkan pendekatan Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS). Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di berbagai bidang. Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) menerima artikel ilmiah untuk semua lingkup penelitian seperti: Pendidikan Teknologi Informasi Manajemen Ekonomi Teknik Sastra Sosial Politik Hukum Bimbingan Konseling dan Topik kajian bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
Kontribusi Pendekatan Sosisologi Dalam Studi Islam Heri Munte
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 1 No 3 (2023): Terbitan Edisi November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v1i3.114

Abstract

Agama merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, oleh karena itu manusia disebut sebagai homo religious. Agama berhubungan dengan keyakinan, keimanan, dan kepercayaan seorang manusia. Dalam pembahasan ini, agama dipandang dan diteliti tidak secara sepihak atau memandang agamanya lebih baik dan menghina agama lain. Di sini pemahaman agama dipandang secara obyektif, yaitu dengan mengungkapkan beberapa pandangan dari beberapa tokoh dan ilmuwanPendekatan dapat didefinisikan cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu. Dalam konteks ini ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang digunakan dalam memahami agama. Jalaluddin Rahmat mengatakan bahwa agama dapat diteliti dengan menggunakan berbagai paradigma. Realitas keagamaan yang diungkapkan mempunyai realitas kebenaran sesuai dengan kerangka paradigmanya. Karena itu, tidak ada persoalan apakah penelitian agama itu penelitian ilmu sosial, penelitian legalistik, atau penelitian filosofis. hanya karena masing-masing memandang agama dari sudut pandang yang berbeda. Satu pihak misalnya memandang bahwa kesadaran agama sedang bangkit, dikarenakan melihat pengunjung masjid yang semakin banyak. Sementara pihak lain menyatakan kemunduran beragama, dikarenakan melihat meningkatnya tindakan kriminal, perilaku anti sosial, dan kemerosotan moral. Kedua pihak tidak akan bertemu, sebelum ditunjukkan kepada mereka bahwa agama yang mereka bicarakan adalah tidak sama. sosiologis adalah suatu pandangan atau paradigma yang digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan masyarakat lengkap dengan struktur, lapisan serta berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan. Sosiologi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam memahami agama, hal ini dikarenakan banyak bidang kajian agama yang baru dapat dipahami secara proporsional dan tepat apabila ditelaah dan dikaji melalui pendekatan ilmu sosiologi.
Dinamika Pemikiran Ekonomi: Konstruksi Pemikiran Sistem Ekonomi Abad Klasik Pertengahan dan Kontemporer Nurul Aulia Dewi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.129

Abstract

Tujuan dari itu penulis akan memaparkan bagaimana sejarah munculnya pemikiran ekonomi, hingga menciptakan teori-teori ekonomi yang kita gunakan hingga saat ini. Metode yang akan digunakan untuk pengkajian ini studi literatur. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai studi literatur. Hasil pada penelitian ini menemukan sistem kolonialisme pada masa merkantilis memicu lahirnya pemikiran Fisiokratis sebagai kecaman terhadap pemikiran merkantilisme. Pada zaman fisiokratis pemikiran ekonomi dikenal sebagai madzhab atau aliran karena telah memiliki pola pemikiran dan struktur kerangka analisis tertentu terhadap masalah ekonomi yang dihadapi manusia. Pemikiran fisiokrat menekankan bahwa ekonomi diatur berdasarkan hukum alam. Mereka juga menyatakan bahwa alam telah diciptakan berdasarkan keselarasan dan keharmonisan sehingga kegiatan manusia dalam menjalankan kegiatan ekonomi akan searah dengan kemakmuran, sehingga tidak diperlukan intervensi pemerintah dalam perekonomian. Hal inilah yang kemudian menjadi cikal bakal munculnya pemikiran Adam Smith yang kemudian populer dengan istilah pasar bebas atau sistem kapitalisme. Adam Smith yang dikenal sebagai Bapak Ekonomi Modern melalui karyanya yang fenomenal, The Wealth of Nation mengembangkan beberapa konsep dasar dalam ekonomi modern, seperti self-interest, invisible-hand, perdagangan bebas, pembagian kerja, dan teori nilai. Bagaimanapun suksesnya karya Smith tersebut, muncul berbagai kritik, diantaranya disampaikan oleh Karl Marx dan Freidrich Engels melalui bukunya Das Kapital yang selanjutnya meletakkan prinsip dasar dari sistem sosialisme. Ekonomi Barat sebagai suatu disiplin ilmu kemudian berkembang seiring dengan perkembangan peradaban dan pemikiran manusia. Tidak ada satu teori yang benar-benar dapat dianggap sebagai suatu kebenaran mutlak karena bisa saja dilumpuhkan oleh teori baru yang disepakati sebagai kebenaran.
Keanekaragaman Gymnospermae Di Indonesia Pada Pulau Wawoni Sulawesi Tenggara Syarifah Widya Ulfa; Syarifah Rahmah; Pristi Karunia Putri; Fadlya Purna Hasibuan; Rahma Aulia; Sri Handayani Gea
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.141

Abstract

Gymnospermae adalah sekelompok tumbuhan yang memiliki biji tidak tertutup dalam bakal buah. Biji berkem- bang baik pada permukaan sisik atau daun, sering bermodifikasi membentuk kerucut atau di bagian akhir tangkai yang pendek. Kelompok ini terdiri dari Conifers, Cycads, Ginkgo dan Gnetales. Ada sekitar 800 - 900 jenis dan telah dilaporkan bahwa Conifer mempunyai keanekaragaman jenis tertinggi (500 - 600 jenis) diikuti oleh Cycad (75 - 80 jenis). Inventarisasi dan eksplorasi telah dilakukan di Pulau Wawonii, sejak tahun 2003 sampai 2006. Enam jenis Gymnospermae yang diidentifikasi termasuk dalam 3 suku, yaitu Cycadaceae (Cycas rumphii), Gnetaceae (Gnetum gnemon dan G. cuspidatum), Podocarpaceae (Podocarpus neriifolius, Dacrydium nidulum dan Nageia wal- lichiana). Salah satu diantaranya merupakan rekaman baru untuk Sulawesi Tenggara.
Upaya Pencegahan White Collar Crime Syifa Alwardah; Sindi Sahputri
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.153

Abstract

White Collar Crime adalah kejahatan berkerah putih. Dikatakan sebagai kejahatan kerah putih karena kejahatan yang dilakukan memiliki hubungan erat dengan jabatan yang dimilikinya sehingga seolah-olah kemakmuran yang dimiliki pelaku white collar crime berasal dari jabatan yang dipegangnya tersebut. Sehingga maksud dari kerah putih merupakan sebuah simbolik terhadap jabatan sah seseorang. Seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, jabatan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada jabatan pada pemerintah suatu negara namun juga berarti jabatan dalam badan hukum atau korporasi. Jabatan yang diduduki seseorang tentunya akan memberikan kekuasaan tertentu untuk melakukan sesuatu. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis upaya pencegahan White Collar Crime. Hasil penelitian ini adalah Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat serta meningkatkan kerjasama antar masyarakat, pemerintah dan penegak hukum. Peningkatan kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui program pendidikan serta pemberian penghargaan kepada masyarakat. Sedangkan kerjasama antar masyarakat, pemerintah dan penegak hukum dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi baru yaitu blockchain guna meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemerintah sehingga dapat dilakukan pengawasan oleh semua pihak.
Pengaturan Dan Penegakan Hukum Bagi Tindak Pidana White Collar Crime Fanny May Sarah; Dea Ayu Pitaloka; Moh. Fadlan Riski
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.154

Abstract

Kejahatan kerah putih merupakan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai status sosial ekonomi tinggi dan mempunyai kedudukan terhormat dalam masyarakat. Kejahatan kerah putih ini sangat berbeda dengan kejahatan konvensional pada umumnya yang pelakunya adalah masyarakat dari golongan sosial ekonomi rendah. Pelaku kejahatan kerah putih meliputi pengusaha, pejabat, dan profesional. Contoh kejahatan kerah putih antara lain malpraktek yang dilakukan oleh dokter, pengacara atau notaris, korupsi antar pejabat, kolusi antara penguasa dan pengusaha, iklan yang menyesatkan, persaingan curang, manipulasi pajak, makanan dan obat-obatan yang membahayakan lingkungan. 4 Modus operandi kejahatan kerah putih kejahatan kerah putih, dilakukan secara sembunyi-sembunyi, terorganisir dan berdasarkan keahlian seseorang. Munir Fuady mengatakan, kejahatan kerah putih juga dapat terjadi di sektor publik, yaitu melibatkan pihak-pihak yang memegang kekuasaan publik atau pejabat pemerintah, sehingga sering disebut juga dengan kejahatan pekerjaan. Kejahatan kerah putih ini sering terjadi dalam bentuk korupsi dan penyuapan sehingga mengakibatkan penyalahgunaan wewenang publik. Korupsi dan suap yang terjadi di kalangan penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, merupakan hal yang sangat banyak dibicarakan dimana-mana, selain korupsi di kalangan anggota legislatif dan eksekutif.
Gagar Mayang Tradisi Pemakaman Etnis Jawa di Desa Aek Nagali, Kec. Bandar Pulau, Kab. Asahan Wati, Mila; Nuriza Dora
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 2 (2024): Terbitan Edisi Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i3.181

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Gagar Mayang yang merupakan salah satu dari tradisi etnis Jawa yang hingga sekarang masih dilestarikan oleh suku Jawa di Desa Aek. Nagali, Kec. Bandar Pulau, Kab. Asahan yang memiliki arti sebagai bukti atau tanda terhadap orang yang sudah meninggal dalam keadaan belum menikah ataupun masih Gadis/Lajang. Penelitian ini memiliki keunikan dimana Gagar Mayang adalah rangkaian bucket atau disebut juga dengan Bokor Kencono yang terbuat dari janur (daun kelapa muda) yang dihias dengan bunga dan daun yang dibentuk sedemikian rupa diatas batang pisang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mencari tahu proses dan makna dari gagar mayang sebagai media dari upacara adat dari Etnis Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Etnografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gagar Mayang mempunyai makna yang mengungkapkan hubungan antara manusia dengan lingkungan alam. Bentuk dari setiap rangkaiam janur memiliki makna ataupun nilai tersendiri dalam kehidupan. Gagar mayang ini berfungsi sebagai saksi suatu peristiwa, dimana menjadi saksi meninggalnya gadis/lajang yang masih bujangan/perawan. Sedangkan kembar mayang menjadi saksi terjadi perubahan status dari gadis/lajang yang melepas masa bujangan/perawan ke status perkawinan. Oleh karena itu, ada dua istilah Gagar Mayang sebagai saksi meninggalnya gadis/lajang sedangkan Kembar Mayang sebagai saksi dalam akad nikah sebagai media upacara.
Manajemen Koleksi Deposit Dinas Perpustakaan dan Arsip Deli Serdang Harahap, Siti Tarissa Ananda; Retno Sayekti; Ismail
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.184

Abstract

Penelitian dilakukan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang . Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana proses pengelolaan,pengadaan,pelayanan manajemen koleksi deposit dinas perpustakaan dan arsip kabupaten deli serdang khususnya pengelolaan koleksi deposit, serta kendala apa saja yang dihadapi dalam proses pengolahaan koleksi deposit tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Manajemen Koleksi Deposit Dinas Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Deli Serdang telah dilaksanakan hal ini ditandakan dengan tersedianya bahan koleksi yang berada di perpustakaaan dan dapat digunakan oleh pemustaka. Adapun kendala yang dihadapi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang yaitu di perpustakaan tersebut mereka belum mempunyai ruang khusus koleksi deposit yang tidak memadai pengelolaan, pengadaan, pelayanan koleksi serta belum adanya kebijakan khusus mengenai koleksi deposit yang berdampak pada kurangnya pengetahuan dan minat pemustaka tehadap koleksi. Dari pernyataan diatas bisa dapat disimpulkan bahwa manajemen koleksi deposit dinas perpustakaan dan arsip kabupaten deli serdang masi belum terlaksanakan dengan baik serta perlu dibuat ruangan khusus untuk koleksi deposit nya . perumusan kebijakan dalam hal manajemen koleksi deposit perlu dilakukan agar koleksi dapat dikelola dengan baik serta dapat dikenal dan digunakan oleh pemustaka.
Jejak Wahyu: Sejarah Proses Pengumpulan Ayat Al-Qur’an Hingga Menjadi Mushaf Sindy Widiarti; Khairul Fahmi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 1 No 2 (2023): Terbitan Edisi September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v1i2.186

Abstract

Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama 23 tahun, dimulai pada usia 40 tahun di Gua Hira. Ayat pertama yang turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Penurunan Al-Quran disesuaikan dengan permasalahan sosial dan krisis moral yang terjadi pada saat itu. Al-Quran diturunkan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Tujuannya adalah untuk memberitahu alam semesta tentang kemuliaan umat Muhammad dan menjadi risalah baru bagi umat manusia. Sejarah penulisan Al-Quran terbagi menjadi tiga periode: masa Nabi Muhammad SAW, masa Abu Bakar ash-Shiddiq, dan masa Utsman bin Affan. Pada masa Nabi Muhammad SAW, Al-Quran dihafal oleh para sahabat dan ditulis di berbagai media. Pada masa Abu Bakar, Al-Quran dikumpulkan dalam satu mushaf untuk menghindari kehilangan. Pada masa Utsman, Al-Quran distandarisasi bacaannya dan disalin dalam banyak mushaf untuk disebarkan ke seluruh wilayah Islam. Al-Quran diturunkan sebagai jawaban atas pertanyaan manusia tentang hakikat dan keberadaan Tuhan. Al-Quran membimbing umat manusia dan menyatakan kedudukannya di langit dan bumi.
Lingkup Capaian Pengembangan Ibadah Bagi Anak Usia Dini Di Raudhatul Athfal Gulo, Julmaidar; Khairul Fahmi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 1 No 2 (2023): Terbitan Edisi September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v1i2.187

Abstract

Dalam pembelajaran pada anak usia dini, diperlukan adanya pengenalan dasar mengenai hal-hal keagamaan pada anak. Sebab pondasi keagamaan sejak dini perlu dibangun dan ditanamkan pada anak. Terlebih ketika anak sudah memasuki usia sekolah, baik formal maupun non formal. Oleh karenanya dirasa penting untuk membahas lingkup capaian pengembangan ibadah bagi anak usia dini di raudhatul athfal pada artikel ini. Dengan tujuan agar mengetahui apa-apa saja yang termasuk kedalam lingkup dalam pengembangan ibadah untuk anak usia dini. Pada artikel, penulis mencantumkan beberapa pembahasan terkait seperti urgensi pengembangan beribadah, lingkup capaian pengembangan anak usia dini, dan capaian pengembangan rukun Islam dan syahadatain. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka (Library Research) yang mengutip dari beberapa sumber terpercaya. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan beribadah untuk anak usia dini perlu ditanamkan dan dibiasakan, sebab hakikat sebenarnya dari belajar ialah untuk lebih mengenal agama dan dekat kepada sang pencipta. Anak usia dini harus mengenal tuhannya dengan beberapa materi yang mendukung seperti rukun iman dan islam, lafadz kalimat syahadat, bacaan maupun gerakan sholat, lantunan ayat suci al-Qur’an dimulai dari surah-surah pendek yang terdapat pada juz 30 maupun pelajaran yang mendukung lainnya. Melalui lingkup capaian ini kita dapat mengukur pemahaman siswa, selain itu guru juga dapat menyesuaikan materi ajar terhadap sasaran ajarnya yakni Anak Usia Dini. Sebab cara mendidik anak usia dini berbeda dengan mendidik anak usia sekolah dasar, maupun jenjang lebih tinggi lainnya.
Kedudukan Dan Pengamalan Hadits Dho’if Dalam Syariat Islam Elvira Anggraini; Khairul Fahmi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 1 No 2 (2023): Terbitan Edisi September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v1i2.188

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menjawab bagaimana materi dan kualitas hadits dhoif.Hadits dhoif merupakan hadits yang lemah di antara hadits yang lainnya,karena hadits ini kehilangan salah satu syarat atau lebih, dari syarat-syarat hadits shohih dan hadits hasan.Hasil makalah ini menunjukkan bahwa tidak semua hadits adalah hadits shohih, akan tetapi ada yang dhoif(lemah) dan bahkan ada juga yang palsu. Kedudukan hadits dalam hukum Islam merupakan sebagai penguat dan penjabaran dari hukum-hukum dan kaidah yang ada di dalam Al-quran, namun di era sekarang masih banyak yang belum faham tentang jenis-jenis hadist yang kuat, lemah, bohong bahkan tidak boleh diamalkan. Karena itu sangat diperlukan pemahaman kuat dan signifikan mengenai hukum mengamalkan hadits dhaif dalam fadhail a’mal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengertian hadits dhaif dan hukum mengamalkannya dalam fadhail amal di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan bentuk penelitian tinjauan kepustakaan. Keseluruhan sumber data yang peneliti hasilkan menyurvei beberapa artikel ilmiah, buku pustaka, dan sumber lain yang relevan dengan hukum mengamalkan hadits dhaif dalam fadhail amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum mengamalkan hadits dhaif dalam fadhilah amal sangat diperbolehkan dengan catatan harus memahami terlebih dahulu kualitas dan kuantitas hadits tersebut baik dari segi perawi atau dengan garis sanadnya. Karena ada jenis hadits yang boleh diamalkan dan ada juga jenis hadits dhaif yang dilarang untung diamalkan dalam fadhail amal. Dalam artian bahwa hadits dhaif bisa digunakan sebagai hujjah dan dalil suatu amalan dengan syarat tingkat kedhaifan hadits tersebut tidak tergolong kepada hadist syadid (sangat lemah) apalagi maudhu atau palsu.

Page 8 of 15 | Total Record : 142