cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
jerkin.org@gmail.com
Phone
+6281267157303
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
ISSN : 29619890     EISSN : 29619890     DOI : https://doi.org/10.31004/jerkin.v1i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is a journal on Faculty of Education. Jurnal JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is under the auspices of the Faculty of Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2961-9890. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is published four times a year in September, December, March and June. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan receives 50 articles per issue. The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 4,187 Documents
Implementasi Festival Literary Camp sebagai Upaya Penguatan Literasi, Numerasi, dan Public Speaking Siswa SDI Pohon Bao Larantuka dalam Memperingati Hari Pendidikan Nasional: Penelitian Siti Khadijah Abdul Kadir; Nur Iftitah; Maria Aprilia Venerani Gokun; Aulia Fitria Syaharani BL
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Festival Literary Camp sebagai upaya penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan public speaking siswa di SDI Pohon Bao Larantuka dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas I sampai V serta guru yang terlibat dalam kegiatan, yang dilaksanakan oleh program Kampus Mengajar Angkatan 7. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Festival Literary Camp yang terdiri dari lomba “Baca Aku” (Tebak Siapakah Aku), lomba menari, lomba story telling, dan lomba hitung cepat mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penguatan literasi terlihat pada kemampuan siswa dalam membaca, memahami, dan menyampaikan kembali informasi. Kemampuan numerasi siswa berkembang melalui aktivitas hitung cepat yang menuntut ketepatan dan kecepatan berpikir. Selain itu, kemampuan public speaking siswa meningkat melalui keberanian tampil di depan umum dan menyampaikan ide secara lisan.. Dengan demikian, Festival Literary Camp dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan efektif dalam mendukung penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan public speaking siswa sekolah dasar.
Menulis Jejak Menumbuhkan Asa di SDN Alaang, Kabupaten Alor: Penelitian Muhammad Riski Anugerah Pratama; Ririn Aryuni M. Lapi; Kristina Claudia Da’a; Aulia Fitri Syaharani BL; Nur Iftitah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6144

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah dasar, khususnya di daerah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Kampus Mengajar Angkatan 7 di UPTD SD Negeri Alaang, Kabupaten Alor, serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran dan perkembangan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode etnografi, melibatkan enam mahasiswa peserta program, Sembilan belas guru, kepala sekolah, dan sekitar 150 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama empat bulan, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa Kampus Mengajar membawa sejumlah perubahan positif, antara lain peningkatan minat baca melalui program literasi pagi, penguatan kemampuan numerasi dengan media pembelajaran interaktif, serta pengenalan teknologi dasar yang meningkatkan keterampilan digital siswa. Selain itu, kegiatan seni rupa yang dilaksanakan mahasiswa turut mendorong kreativitas, rasa percaya diri, dan kerja sama antar siswa. Keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi erat antara mahasiswa, guru, kepala sekolah, dan dosen pembimbing lapangan yang secara konsisten memberikan dukungan dan bimbingan. Temuan ini menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar mampu menjadi katalis transformasi pendidikan dasar, sekaligus membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Analisis Faktor-Faktor Kesepian pada Lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang: Penelitian Magistra Handayani Banfatin; Yeni Damayanti; Shela C. Pello; Marylin Susanti Junias
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6156

Abstract

Kesepian merupakan perasaan tersisihkan, terisolasi dari lingkungan sekitar akibat kurangnya interaksi yang baik, apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi sehingga adanya penarikan diri dari lingkungan sosial. Kesepian pada lansia sendiri berkaitan dengan kurang interaksi sosial, hingga kurangnya dukungan dari anggota keluarga oleh karena itu dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial menjadi point penting dalam mengatasi kesepian pada lansia penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesepian pada lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian sebanyak 6 orang menggunakan metode wawancara mendalam kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles and Huberman, uji kredebilitas dengan menggunakan member check. Hasil penelitian menemukan lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang mengalami kesepian akibat dari ditinggal anak pergi bekerja, adanya jarak antara lansia dengan anak dan cucu, hingga adanya konflik pada lansia dengan menantu. Tanpa disadari muncul kesepian akibat dari penolakan diri pada kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang.
Perbandingan Penerapan E-Government dalam Pelayanan Publik di Indonesia dan Belanda: Penelitian Erinaldi Erinaldi; Aini Kemala Dewi; Eka Putri Rahayu; Siti Indah Rahmawati; Siti Khomariah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6157

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi pelayanan publik melalui penerapan e-Government. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan implementasi e-Government di Indonesia dan Belanda serta mengidentifikasi faktor penyebab perbedaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Belanda memiliki sistem e-Government yang lebih maju, terintegrasi, dan efisien, didukung oleh infrastruktur digital yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta tingkat literasi digital masyarakat yang tinggi. Sementara itu Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan melalui berbagai inovasi layanan digital namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya integrasi sistem, dan kesenjangan literasi digital. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, kebijakan, budaya birokrasi, dan literasi digital. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan di berbagai aspek untuk mengoptimalkan penerapan e-Government di Indonesia.
Inovasi Produk Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah : Solusi Kreatif Untuk Pemberdayaan Ekonomi dan Lingkungan pada Masyarakat Kalikayen, Dudusn Watukebo, Ungaran Timur: Pengabdian Dyah Ika Kirana Jalantina; Sinta Petri Lestari; Sauca Ananda Pranidana; Azis Fathoni; Firmansyah; Syahqim Sudarpo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6160

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengembangkan inovasi produk lilin aromaterapi berbasis daur ulang minyak jelantah sebagai solusi kreatif yang berdampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui tahapan edukasi, demonstrasi, praktik mandiri, dan pendampingan usaha, masyarakat dilatih memahami bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan, mempraktikkan keterampilan produksi lilin aromaterapi, serta menerapkan strategi pemasaran sederhana di pasar lokal dan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan terbentuknya kelompok usaha kecil yang mampu memproduksi serta memasarkan produk secara mandiri. Inovasi ini tidak hanya membuka peluang pendapatan tambahan, tetapi juga mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengurangi limbah dan meningkatkan kesadaran lingkungan, sehingga dapat dijadikan model pengabdian masyarakat berkelanjutan.
Pengembangan Usaha dan Pemasaran Pupuk Organik untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Kelestarian Lingkungan di Gapoktan Amara Jaya Bertuah Kota Pekanbaru: Pengabdian Marliati Marliati; Sabiha Hanim Saleh; Nur Samsul Kustiawan; Rona Muliana; Tati Maharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6162

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik serta mengembangkan usaha dan pemasaran pupuk organik guna meningkatkan kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Gapoktan Amara Jaya Bertuah Kota Pekanbaru melalui kolaborasi antara Program Studi Magister Manajemen Agribisnis dan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah mitra, pelatihan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik berbahan limbah jagung, serta pendampingan pengembangan usaha dan strategi pemasaran produk pupuk organik. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai pemanfaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik, meningkatnya keterampilan dalam proses produksi pupuk organik, serta bertambahnya wawasan petani mengenai peluang pengembangan usaha dan pemasaran pupuk organik. Selain itu, pemberian bantuan alat pencacah (mesin cutter) dan bahan pembuat pupuk organik turut meningkatkan efisiensi proses produksi dan keberlanjutan pemanfataan dan pengembangan usaha pupuk organik di tingkat kelompok tani. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan agribisnis pupuk organik berbasis kelompok tani serta mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
Menguji Asas Kebebasan Berkontrak Dalam Smart Contract: Apa Yang Wajib Diketahui Para Pihak? Penelitian Albert Fajar Yuga Yusdi Putra; Dwi Fitriana; Khetrin Triananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6179

Abstract

Kemunculan teknologi blockchain telah melahirkan satu fenomena hukum yang belum tuntas dijawab oleh tata hukum Indonesia: smart contract. Sebagai perjanjian yang hidup dalam baris-baris kode komputer dan mengeksekusi dirinya sendiri tanpa perantara, smart contract menantang beberapa fondasi paling mendasar dari hukum perjanjian konvensional, mulai dari soal kapan dan di mana "kesepakatan" terbentuk, hingga pertanyaan yang jauh lebih pelik soal yurisdiksi dan pilihan hukum dalam kerangka Hukum Perdata Internasional (HPI). Artikel ini menggunakan metode penelitian hukum normatif untuk menelaah tiga persoalan utama: keabsahan smart contract di bawah Pasal 1320 KUHPerdata, tantangan penentuan yurisdiksi akibat sifat desentralisasi blockchain, serta pembagian tanggung jawab ketika terjadi kegagalan teknis atau peretasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun smart contract dapat memenuhi syarat sah perjanjian secara formal, ia secara inheren tidak mampu mengakomodasi asas itikad baik yang mensyaratkan interpretasi kontekstual bersifat manusiawi. Di sisi HPI, doktrin klasik seperti lex loci contractus nyaris mustahil diterapkan, sehingga pencantuman klausul pilihan hukum secara eksplisit menjadi kebutuhan yang tidak bisa dinegosiasikan. Artikel ini diakhiri dengan rekomendasi agar para pihak mengadopsi model Ricardian Contract dan agar pembuat regulasi memberikan pengakuan hukum yang lebih tegas atas identitas digital.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026 Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 - Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202 Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 3 (Januari 202 Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 4 (April 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 2 (October 202 Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Januari-Mare Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakata dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 1 Tahun 2023 Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 4 April-Juni 2 Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 2 Oktober-Dese Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 3 Januari-Mare Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 2 Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan More Issue