cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Analisis Komponen Iklan Digital dan Komponen Iklan Televisi Produk Olahan Susu Segar (Studi Kasus pada Produk X) Bagaskara, Johanes Vito Chandra; Loisa, Riris
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33748

Abstract

This research explores the comparison between digital and television advertising components in promoting x fresh milk products using a qualitative approach with a case study method. Data was collected through in-depth interviews with x marketing and creative teams and ad analysis. Digital advertising utilizes engaging visuals, quality videos, the use of hashtags, and campaigns with influencers, while television advertising prioritizes key messages, visual elements, background music, and endorser support. The results show that television advertising is effective at raising broad brand awareness, while digital advertising excels at building personalization, increasing audience engagement, and providing real-time performance measurement. Platforms such as Instagram and TikTok are key in driving sales and brand awareness through creative content and collaboration with influencers. These findings provide important insights for optimizing marketing strategies in the digital age. Penelitian ini berfokus pada penggunaan komponen iklan digital dan iklan televisi dalam meningkatkan pemasaran produk olahan susu di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kedua jenis iklan serta dampaknya terhadap perilaku konsumen dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim pemasaran dan kreatif, serta analisis terhadap iklan yang digunakan. Iklan digital memanfaatkan visual yang menarik, video berkualitas tinggi, penggunaan hashtag, dan kampanye dengan influencer, sementara iklan televisi lebih menekankan pesan utama, elemen visual, musik latar, serta dukungan dari endorser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan televisi lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran merek secara luas, sedangkan iklan digital unggul dalam membangun personalisasi, meningkatkan keterlibatan audiens, serta menyediakan pengukuran kinerja secara real-time. Platform seperti Instagram dan TikTok berperan penting dalam mendorong penjualan serta kesadaran merek melalui konten kreatif dan kolaborasi dengan influencer. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi optimalisasi strategi pemasaran di era digital.
Pengaruh TikTok terhadap Minat Membeli Eat Sambel pada Gen Z di Jakarta Lie, Darren; Junaidi, Ahmad
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33749

Abstract

This study was conducted to determine the effect of TikTok on the interest in buying Eat Sambel products among Gen Z in Jakarta. TikTok, as a short video social media, has become an effective promotional platform for Eat Sambel, a micro, small and medium-sized culinary business that offers various variants of the archipelago's signature chilli sauce. This research uses a quantitative method with purposive sampling technique. The survey was distributed to 100 respondents who are TikTok users and belong to Gen Z in Jakarta. Data was collected through an online questionnaire that was processed using SPSS. The results showed that TikTok has a positive and significant influence on the interest in buying Eat Sambel products, with a contribution of 60.2% to the purchase intention variable. Key features such as TikTok Shop and live streaming are important factors in creating interactive experiences and increasing consumer appeal. Creative content, such as recipe videos and customer reviews, also contribute to building purchase intention. This research underscores the importance of using social media, especially TikTok, as an effective digital marketing tool to reach young consumers. The findings provide strategic guidance for businesses to optimise the use of TikTok to increase brand awareness and attract purchase intention of consumers, especially Gen Z in the digital era. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh TikTok terhadap minat membeli produk Eat Sambel di kalangan Gen Z di Jakarta. TikTok, sebagai media sosial video singkat telah menjadi wadah promosi yang efektif bagi Eat Sambel, sebuah usaha mikro kecil dan menengah bidang kuliner yang menawarkan berbagai varian sambal khas Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Survei disebarkan pada 100 responden pengguna TikTok dan termasuk dalam Gen Z di Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diolah menggunakan SPSS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa TikTok memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat membeli produk Eat Sambel, dengan kontribusi sebesar 60,2% terhadap variabel minat beli. Fitur utama seperti TikTok Shop dan live streaming menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman interaktif dan meningkatkan daya tarik konsumen. Konten kreatif, seperti video resep dan ulasan pelanggan, juga berkontribusi dalam membangun minat beli. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan media sosial, terutama TikTok, sebagai alat pemasaran digital yang efektif untuk menjangkau konsumen muda. Temuan ini memberikan panduan strategis bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan penggunaan TikTok dalam meningkatkan kesadaran merek dan menarik minat beli konsumen, khususnya Gen Z di era digital.
Brand Activation dan Community Relations sebagai Strategi Meningkatkan Brand Awareness Fauziek, Catherine; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33750

Abstract

In today's digital era, sports and health events are increasingly popular, with brands striving to reach a wider audience. Ion Water, a low-calorie isotonic drink, utilizes Marketing Public Relations (MPR) strategies to educate the public about healthy lifestyles through the Ionation event. This research aims to explore how the MPR campaign strategy (Ionation), leveraging Key Opinion Leaders (KOL) and Community Relations from Brand Activation, enhances brand awareness. Using public communication theory with a focus on MPR and public relations campaign strategies, the study employs a qualitative approach through case study methodology. Data collection involves in-depth interviews, participatory observation, document analysis, and literature review. Findings reveal that the PR campaign strategies implemented by Ion Water’s Brand Activation team to boost brand awareness consist of several stages: research, planning, execution, and evaluation, as outlined in The Nine Steps of Strategic Public Relations. These stages can be categorized into formative research, strategy, tactics, and evaluative research. The use of KOLs and Community Relations serves as an effective medium for disseminating campaign messages, ultimately positioning the brand as a top-of-mind choice for consumers. Dalam era digital saat ini, acara olahraga dan kesehatan semakin populer, dengan merek-merek berusaha untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Ion Water, sebagai minuman isotonic rendah kalori, memanfaatkan strategi Marketing Public Relations (MPR) untuk mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat melalui acara Ionation. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana strategi kampanye MPR (Ionation), yang memanfaatkan Key Opinion Leaders (KOL) dan Community Relations dari Brand Activation, meningkatkan kesadaran merek. Menggunakan teori komunikasi publik dengan fokus pada MPR dan strategi kampanye hubungan masyarakat, studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, analisis dokumen, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa strategi kampanye PR yang diterapkan oleh tim Brand Activation Ion Water untuk meningkatkan kesadaran merek terdiri dari beberapa tahapan: riset, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, seperti yang diuraikan dalam The Nine Steps of Strategic Public Relations. Tahapan ini dapat dikategorikan ke dalam riset formatif, strategi, taktik, dan riset evaluatif. Penggunaan KOL dan Community Relations berfungsi sebagai medium untuk menyebarkan pesan kampanye, yang pada akhirnya memposisikan merek sebagai pilihan yang teratas dalam pikiran konsumen.
Strategi Komunikasi Pemasaran di Media Sosial Bidang Properti Atlantis Realty Gunawan, Theodorus Axel; Rusdi, Farid
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33751

Abstract

The property business in the modern era can be considered one of the sectors that will never fade over time, as property is a fundamental necessity, comparable to the need for food. In today's digital era, social media plays a significant role in facilitating marketing communication across various industries, including the property business. With the presence of digital and social media, property marketing has become more effective and enables a wider reach in attracting consumers. Social media plays a crucial role in marketing communication strategies as it expands market coverage, making it easier to attract consumers in the sales process. This study uses a qualitative approach with in-depth interview data collection techniques. The findings of this study indicate that marketing communication at Atlantis Realty involves effective verbal communication techniques in product presentations, as well as the use of digital marketing on social media to reach a broader audience. The social media marketing team also implements strategies to ensure content appears on the FYP, such as understanding platform algorithms, creating engaging content, and using relevant hashtags. Bisnis properti di era modern saat ini dapat dikatakan sebagai salah satu sektor yang tidak akan lekang oleh waktu, karena properti merupakan kebutuhan dasar yang penting, sebanding dengan kebutuhan akan pangan. Di era digital sekarang ini, media sosial memainkan peran besar dalam mempermudah komunikasi pemasaran di berbagai bidang, termasuk dalam bisnis properti. Dengan hadirnya media digital dan sosial, pemasaran properti menjadi lebih efektif dan memungkinkan untuk memperluas jangkauan dalam menarik konsumen. Media sosial memiliki peran penting dalam strategi komunikasi pemasaran, karena dapat memperbesar cakupan pasar, sehingga mempermudah penyerapan konsumen dalam proses penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah marketing communication di Atlantis Realty melibatkan teknik komunikasi verbal yang baik dalam presentasi produk serta pemanfaatan digital marketing di media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas. Tim social media marketing juga menerapkan strategi agar konten masuk ke FYP, seperti memahami algoritma platform, membuat konten menarik, serta menggunakan hashtag yang relevan.
Representasi Gender dalam Serial Gadis Kretek (Analisis Semiotika Roland Barthes) Simeona, Jessica; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33752

Abstract

A series will usually be packaged into a series of stories presented in several episodes. There are messages and information contained in a series. The messages conveyed can influence the audience's perception through the storyline, characters, and themes raised. In an effort to represent the gender gap that occurs in society, the Netflix platform released a series entitled Gadis Kretek in 2023. The Gadis Kretek series is a series of stories that represent the gender gap in 1960s Indonesia. This research analyses Dasiyah's character that can change society's view of the female gender by using various theories, namely mass communication theory, film, gender, gender stereotype culture, gender representation, and semiotics. This analysis was conducted using descriptive qualitative method, and Roland Barthes' semiotic analysis theory approach. The data collection method uses primary and secondary data. The researcher interviewed a feminist as a triangulator. The data analysis technique used Roland Barthes' semiotic study consisting of denotative, connotative and myth. The result of this research is done by analysing feminism that occurs in Dasiyah's character through behaviour, facial expressions, and dialogue. The analysis shows that there is a representation of female gender in the ‘Gadis Kretek’ series. Sebuah serial biasanya akan dikemas menjadi rangkaian cerita yang disajikan dalam beberapa episode. Terdapat pesan dan informasi yang terkandung dalam sebuah serial. Pesan yang disampaikan dapat mempengaruhi persepsi penonton melalui alur cerita, karakter, dan tema yang diangkat. Dalam upaya merepresentasikan kesenjangan gender yang terjadi di tengah masyarakat, platform Netflix merilis serial yang berjudul Gadis Kretek pada tahun 2023. Serial Gadis Kretek merupakan serangkaian cerita yang merepresentasikan kesenjangan gender pada tahun 1960-an di Indonesia. Penelitian ini menganalisis karakter Dasiyah yang dapat mengubah pandangan masyarakat pada zaman itu terhadap gender perempuan dengan menggunakan berbagai teori yaitu teori komunikasi massa, film, gender, budaya stereotip gender, representasi gender, dan semiotika. Analisis ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, dan pendekatan teori analisis semiotika Roland Barthes. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Peneliti mewawancarai seorang feminis sebagai triangulator. Teknik analisis data menggunakan kajian semiotika Roland Barthes yang terdiri dari denotatif, konotatif dan mitos. Hasil dari penelitian ini dilakukan dengan menganalisis feminisme yang terjadi pada karakter Dasiyah melalui tingkah laku, mimik muka, dan dialog. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat representasi gender perempuan yang terjadi dalam serial “Gadis Kretek”.
Front Matters Kiwari Vol 4 No 1 Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33753

Abstract

Front Matters Kiwari Vol 4 No 1
Strategi Komunikasi antara Suplier dengan Retail dalam Membangun Hubungan yang Baik Bryan, Bryan; Setyanto, Yugih
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34975

Abstract

Suppliers are responsible for providing products that meet consumer needs through retail networks, while retailers act as intermediaries between suppliers and end consumers. This relationship can be mutually beneficial if managed effectively through proper communication. Suppliers can enhance their product distribution, while retailers can gain profits by ensuring timely product availability. This study employs a qualitative approach using descriptive methods, enabling researchers to understand the meaning behind the dynamics of the supplierretailer relationship. Data was collected through triangulation techniques, and the analysis was conducted inductively, emphasizing meaning over generalization. The findings highlight the importance of maintaining good and sustainable collaboration through both professional and personal approaches. Professional relationships involve consistent responses to inquiries, prompt problem resolution, and high-quality service delivery. Additionally, programs such as promotions and incentives can enhance retailer satisfaction. Transparency in addressing technical and administrative challenges is also essential to building trust. This trust serves as the foundation for progressing to the next stage, which involves establishing deeper personal relationships to strengthen long-term cooperation between suppliers and retailers. Suplier bertanggung jawab menyediakan produk yang memenuhi kebutuhan konsumen melalui jaringan retail, sedangkan retail berperan sebagai penghubung antara suplier dan konsumen akhir. Hubungan ini dapat saling menguntungkan, jika dikelola dengan komunikasi yang efektif. Suplier dapat meningkatkan distribusi produknya, sementara retail dapat memperoleh keuntungan dengan menyediakan produk yang tepat waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang memungkinkan peneliti memahami makna di balik dinamika hubungan antara suplier dan retail. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi, dan analisis dilakukan secara induktif dengan penekanan pada makna daripada generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya memelihara hubungan kerja sama yang baik dan berkelanjutan melalui pendekatan profesional dan personal. Hubungan profesional melibatkan respons konsisten terhadap pertanyaan, penanganan cepat terhadap masalah, dan pemberi layanan yang berkualitas. Kegiatan promosi dan insentif dapat meningkatkan kepuasan retail. Keterbukaan dalam menyampaikan kendala teknis dan administratif juga penting untuk membangun kepercayaan. Kepercayaan ini menjadi dasar untuk melangkah ke tahap berikutnya, yaitu membangun hubungan personal yang mendalam untuk memperkuat kerja sama jangka panjang antara suplier dan retail.
Pengaruh Penggunaan Bumble pada Komunikasi Interpersonal Generasi Z Syarif, Vanya Adelia; Farid, Farid
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34976

Abstract

The rise in users of online dating applications has made the applications in circulation increasingly popular, each application has its own uniqueness which is an attraction, such as the online dating application Bumble, Bumble has a characteristic that has not been done by other applications, namely making a dating application that is friendly to people. female users. The rise in users of online dating applications can influence the way users interact with their interpersonal communication behavior. Therefore, the researcher chose the topic of the Influence of Using the Bumble Online Dating Application on Interpersonal Communication Behavior Among Generation Z, using Interpersonal Communication Theory. The concept used is Using a Dating Application Online Bumble and Interpersonal Communication Behavior. The approach used is quantitative. The sampling technique in the research used purposive sampling. Data collection method through questionnaires. The total number of respondents in the study was 30 respondents for the pre-test and 100 respondents for the post-test. The regression coefficient for the Interpersonal Communication Behavior variable was 0.610: meaning that if self-disclosure and interaction (X) increased by 1, then Interpersonal Communication Behavior (Y) would increase of 0.610, the more self-disclosure and interaction (X) increases, the more interpersonal communication behavior increases. Thus, a conclusion can be drawn that the use of the Bumble online dating application has quite an influence on interpersonal communication behavior. Maraknya pengguna aplikasi kencan online membuat aplikasi – aplikasi yang beredar semakin digemari, setiap aplikasi memiliki keunikan masing – masing yang menjadi daya tarik seperti halnya aplikasi kencan online Bumble, Bumble memiliki ciri khas yang belum dilakukan oleh aplikasi aplikasi lainnya yaitu membuat aplikasi kencan yang ramah untuk pengguna wanita. Maraknya pengguna aplikasi kencan online ini dapat memengaruhi cara penggunanya terhadap perilaku komunikasi interpersonal yang penggunanya jalani. Oleh karena itu peneliti memilih topik pengaruh penggunaan aplikasi kencan online Bumble terhadap perilaku komunikasi interpersonal di kalangan generasi z, dengan menggunakan Teori Komunikasi Interpersonal. Konsep yang digunakan yaitu penggunaan aplikasi kencan online Bumble dan perilaku komunikasi interpersonal. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Metode pengambilan data melalui kuesioner. Total responden dalam penelitian berjumlah 30 responden untuk pre-test dan 100 responden untuk post-test Koefisien regresi variabel Perilaku Komunikasi Interpersonal sebesar 0,610: artinya jika pengungkapan diri dan interaksi (X) mengalami kenaikan 1, maka Perilaku Komunikasi Interpersonal (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,610, semakin naik pengungkapan diri dan interaksi (X) maka semakin meningkat perilaku komunikasi interpersonal. Dengan demikian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Penggunaan Aplikasi Kencan online Bumble cukup memengaruhi Perilaku Komunikasi Interpersonal.
Peran Marketing support dalam Meningkatkan Citra Bank Panin Kam, Gabriela Janice; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34977

Abstract

The role carried out by Bank Panin's marketing support has improved Bank Panin's company image itself through events and promotional activities carried out as well as offering and selling products to customers and the wider community so that the image remains positive. Through events and promotional activities such as the Panin Super Bonanza and the Rumah Idaman KPR Expo in collaboration with many vendors, partners, developers, dealers, etc, Panin Bank successfully held events aimed at these promotions by improving their company's image in the eyes of customers and the wider community. In researching this marketing support role, the author links it to the theory of Integrated Marketing Communication - IMC. This research focuses on finding out how marketing support role improve Bank Panin's company image. This research uses a qualitative approach with case study methods and discourse analysis and collects and obtains data through in-depth interviews, observation and documentation. The results of this research show that the role carried out by the Bank Panin marketing support team and other Marketing teams have succeeded in creating and improving a positive Bank Panin company image through events, promotions, offering and selling products, in the eyes of customers and the wider community. Peran yang dilakukan oleh marketing support Bank Panin telah meningkatkan citra perusahaan Bank Panin sendiri melalui kegiatan acara dan promosi yang dilakukan serta menawarkan dan menjual produk kepada nasabah dan masyarakat luas agar citra tersebut tetap terlihat positif. Melalui kegiatan acara dan promosi seperti Panin Super Bonanza dan Expo KPR Rumah Idaman yang bekerja sama dengan banyak vendor, mitra, developer, dealer, dan lain-lain, Bank Panin sukses menyelenggarakan acara yang bertujuan untuk promosi tersebut dengan meningkatkan citra perusahaan mereka di mata nasabah dan masyarakat luas. Dalam meneliti peran marketing support ini, penulis mengaitkannya dengan teori Komunikasi Pemasaran Terpadu – IMC (Integrated Marketing Communication). Penelitian ini berfokus untuk mengetahui bagaimana peran dari marketing support dalam meningkatkan citra perusahaan Bank Panin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan mengumpulkan serta memperoleh data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh tim marketing support Bank Panin maupun tim Marketing lainnya mampu membangun dan meningkatkan citra perusahaan Bank Panin yang positif melalui acara, promosi, menawarkan dan menjual produk, dan lain-lain di mata nasabah dan masyarakat luas.
Gaya Komunikasi Suster Yunior SCMM Soares, Fatima Asni; Salman, Doddy
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34978

Abstract

A nun has her own charm, besides having a communication style that is identical to gentleness and friendliness. Good communication can not only build positive communication and relationships but can also facilitate the process of nun service in her mission. In community life, differences in age, culture can trigger conflicts in living together, so communication is practiced at the beginning of formation. This study aims to identify the communication styles of SCMM Junior Sisters in everyday life. This study uses a qualitative approach, data processing, observation, documentation, and interviews from original sources. The main informants were two junior sisters from the SCMM congregation who work in North Jakarta. From the results of this study, six communication styles were found that were often used by SCMM Junior Sisters, namely: Dramatic, Animated, Open, Relaxed, Attentive, Impression Leaving and Friendly communication styles. Communication style is very effective for the lives of junior sisters in the SCMM congregation. Dramatic and Animated communication styles are used by sisters in delivering teachings, while Open and Relaxed communication styles are used to build relaxed and open relationships. Meanwhile, the Attentive communication style shows concern and support for sisters who are grieving or in despair, and the Impression Leaving and Friendly communication styles leave a positive impression. Seorang biarawati memiliki daya tarik tersendiri, selain itu memiliki gaya komunikasi yang identik dengan kelembutan dan keramahan. Komunikasi yang baik tidak hanya dapat membangun relasi yang positif tetapi dapat mempermudah proses pelayanan biarawati dalam perutusannya. Dalam kehidupan berkomunitas perbedaan usia, budaya dapat memicu konflik dalam hidup bersama, maka komunikasi dipraktekan di awal pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya komunikasi para Suster junior SCMM dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengolahan data, observasi, dokumentasi, dan wawancara dari sumber asli. Informan utama adalah dua suster yunior dari kongregasi SCMM yang berkarya di Jakarta Utara. Dari hasil penelitian ini ditemukan enam gaya komunikasi yang sering digunakan oleh para suster junior SCMM yakni: Gaya komunikasi Dramatic, Animated, Open, Relaxed, Attentive, Impression Leaving dan Friendly. Gaya komunikasi sangat efektif bagi kehidupan suster yunior di dalam kongregasi SCMM. Gaya komunikasi Dramatic dan Animated digunakan para suster dalam menyampaikan ajaran, sedangkan gaya komunikasi Open dan Relaxed digunakan untuk membangun hubungan yang santai dan terbuka. Sedangkan gaya komunikasi Attentive menunjukkan perhatian dan dukungan bagi suster yang sedang berduka atau sedang putus asa, dan gaya komunikasi Impression Leaving dan Friendly meninggalkan kesan positif.