cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Gegar Budaya pada Mahasiswa Perantauan terhadap Lingkungan Sekitar Dewi, Melyana Putricia; Setyanto, Yugih
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33678

Abstract

Culture shock is a psychological phenomenon that a person experiences when they are in a cultural environment that is different from their place of origin. Various symptoms such as confusion, anxiety, and feelings of alienation are the result of differences in values, norms, and social interaction patterns that are not the same as those usually encountered in their place of origin. This research was conducted to analyze the factors that cause culture shock and the strategies used by new students at Tarumanagara University. The theories used in this research are communication theory, culture shock theory, intercultural communication theory, cultural theory, adaptation theory, student theory, and migration theory. The research method used is a qualitative research method with a phenomenological approach with primary and secondary data sources in the form of interviews, observation and documentation. Interviews were conducted with migrant students at the Tarumanagara University Campus. The results of this research show that the cultural shock experienced by the interviewees took various forms, such as language differences, different patterns of communication or interaction styles and the role of peers in the adaptation process. This research concludes that social support, either from fellow students or organizations, plays an important role in helping the adaptation process. Gegar budaya adalah fenomena psikologis yang dialami seseorang ketika berada di lingkungan budaya yang berbeda dari tempat asalnya. Berbagai gejala seperti kebingungan, kecemasan, dan perasaan terasing adalah hasil dari perbedaan nilai, norma, dan pola interaksi sosial yang tidak sama dengan yang biasa dihadapi di tempat asal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gegar budaya dan strategi yang digunakan pada mahasiswa baru Universitas Tarumanagara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, teori culture shock, teori komunikasi antar budaya, teori budaya, teori adaptasi, teori mahasiswa, dan teori perantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan sumber data primer dan sekunder berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan mahasiswa perantau yang berada di Kampus Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gegar budaya yang dialami narasumber dalam berbagai bentuk, seperti perbedaan bahasa, pola gaya komunikasi atau berinteraksi yang berbeda dan peran teman sebaya dalam proses beradaptasi. Penenlitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial, baik dari sesama mahasiswa atau organisasi merupakan peran yang penting dalam membantu proses adaptasi.
Pergeseran Pola Komunikasi Keluarga di Kalangan Remaja akibat Telepon Pintar Jonathan, Vincentius Allerio; Loisa, Riris
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33679

Abstract

The development of digital technology, particularly smartphones, has brought significant changes to family communication patterns, especially among adolescents. Smartphones have become the primary tools for communication and entertainment, but their use often replaces deeper face-to-face interactions. Based on the theory of technological determinism, smartphones not only influence how humans interact but also shape communication patterns and social relationships. Teenagers begin to learn how to deal with complex emotions, including uncertainty, confusion, and the need to discover their identity. In addition, adolescents are in a phase where self-control and emotional regulation are greatly tested. This study aims to understand the communication patterns of adolescent smartphone users within families in the digital era. The findings indicate that family interactions tend to become more functional, with communication more frequently occurring through digital devices. Excessive smartphone use also has the potential to reduce the quality of emotional communication within families, although it allows adolescents to remain virtually connected. Technology management strategies to maintain the quality of interpersonal relationships in the digital era. Perkembangan teknologi digital, khususnya telepon pintar, telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi keluarga, terutama di kalangan remaja. Telepon pintar menjadi alat utama untuk komunikasi dan hiburan, tetapi penggunaannya sering kali menggantikan interaksi tatap muka yang lebih mendalam. Berdasarkan teori determinisme teknologi, telepon pintar tidak hanya memengaruhi cara manusia berinteraksi, tetapi juga membentuk pola komunikasi dan hubungan sosial. Remaja mulai belajar bagaimana menghadapi emosi kompleks, termasuk ketidakpastian, kebingungan, serta kebutuhan untuk menemukan jati diri. Selain itu, remaja berada dalam fase di mana kontrol diri dan regulasi emosi sangat diuji. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi remaja pengguna telepon pintar dalam keluarga di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi keluarga cenderung berubah menjadi lebih fungsional, dengan komunikasi yang lebih sering terjadi melalui perangkat digital. Penggunaan telepon pintar secara berlebihan juga berpotensi mengurangi kualitas komunikasi emosional dalam keluarga, meskipun memungkinkan remaja tetap terhubung secara virtual. Strategi pengelolaan penggunaan teknologi untuk menjaga kualitas hubungan interpersonal di tengah era digital.
Strategi Promosi Wondr by BNI dengan Pendekatan Public Relations Iskandar, Jonathan Aldo; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33680

Abstract

The intense competition in the digital banking sector demands companies to implement effective promotional strategies to market the Wondr by BNI application. BNI leverages Public Relations to promote Wondr by BNI as an innovative digital financial solution. This study employs a qualitative approach using a case study method, incorporating in-depth interviews, observation, and document analysis. The findings reveal that BNI's PR employs effective strategies such as sponsorships, event organization, media relations, and publications tailored to the target market. These strategies are supported by consistent internal communication and a customer-centric approach. Additionally, BNI’s Public Relations plays a significant role in building public trust through relevant messaging and impactful campaigns. Collaboration across organizational units serves as a key element of the promotion's success, resulting in increased brand awareness and application adoption in a competitive market. These insights can serve as a strategic guide for other companies in marketing digital innovations by optimizing their corporate Public Relations efforts. Persaingan ketat di sektor perbankan digital menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi promosi yang terstruktur untuk mempromosikan aplikasi Wondr by BNI. BNI memanfaatkan Public Relations untuk mempromosikan aplikasi Wondr by BNI sebagai solusi keuangan digital yang inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Subjek pada penelitian ini adalah Public Relations BNI dalam mempromosikan aplikasi Wondr by BNI kepada masyarakat, dan Objek penelitian ini adalah strategi Public Relations Bank BNI berguna untuk mempromosikan aplikasi Wondr by BNI kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Public Relations BNI menggunakan strategi yang terstruktur, seperti sponsorship, penyelenggaraan acara, relasi media, dan publikasi yang disesuaikan dengan target pasar. Strategi ini didukung oleh komunikasi internal yang konsisten dan pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan (customer-centric). Selain itu, Public Relations BNI juga berperan dalam membangun kepercayaan publik melalui pesan yang relevan dan kampanye yang terstruktur. Kolaborasi antarunit organisasi menjadi elemen kunci keberhasilan promosi ini, menghasilkan peningkatan kesadaran merek dan adopsi aplikasi di pasar yang kompetitif. Temuan ini dapat menjadi panduan strategis bagi perusahaan lain dalam memasarkan inovasi digital dengan memanfaatkan Public Relations perusahaannya secara optimal.
Efektivitas Iklan Instagram @pt_transjakarta terhadap Perilaku Konsumen Simanjuntak, Bintang Samuel; Aulia, Sisca
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33681

Abstract

Social media is becoming a key medium for promotional activities, including in the public transport sector such as Transjakarta. Instagram, as one of the most popular social media, provides a great opportunity for companies to convey their messages through interesting and innovative visual content. This research focuses on evaluating the effectiveness of Transjakarta advertisements on Instagram in influencing the behaviour of public transport users, especially among the younger generation. This research adopted a quantitative approach by applying a survey method involving 400 respondents, who were both followers and users of Transjakarta's official Instagram. The independent variables analysed included the visual appeal of the ad, the clarity of the message conveyed, the intensity of viewing, and user interaction. Meanwhile, the dependent variables include the level of awareness, satisfaction, loyalty, and decision to use Transjakarta services as a daily mode of transport. The collected data were processed using descriptive and inferential statistical analyses to explore the relationship between these variables. The research findings show that advertisements that are aesthetically appealing, informative, and encourage active user engagement can significantly increase awareness and influence the decision to use Transjakarta. Based on the results of this study, Transjakarta can strengthen digital marketing strategies with a focus on the younger generation, in order to increase the attractiveness of using public transport in Jakarta. Media sosial menjadi medium utama untuk aktivitas promosi, termasuk di sektor transportasi umum seperti Transjakarta. Instagram, sebagai salah satu media sosial yang paling digemari, menyediakan peluang besar bagi perusahaan untuk menyampaikan pesan mereka melalui konten visual yang menarik dan inovatif. Penelitian ini fokus pada evaluasi efektivitas iklan Transjakarta di Instagram dalam memengaruhi perilaku pengguna transportasi umum, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode survei yang melibatkan 400 responden, yaitu pengikut sekaligus pengguna Instagram resmi Transjakarta. Variabel independen yang dianalisis mencakup daya tarik visual iklan, kejelasan pesan yang disampaikan, intensitas penayangan, serta interaksi pengguna. Sementara itu, variabel dependen meliputi tingkat kesadaran, kepuasan, loyalitas, dan keputusan untuk menggunakan layanan Transjakarta sebagai moda transportasi sehari-hari. Data yang terkumpul diolah menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel-variabel tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa iklan yang menarik secara estetika, informatif, dan mendorong keterlibatan aktif pengguna dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran serta memengaruhi keputusan untuk menggunakan Transjakarta. Berdasarkan hasil penelitian ini, Transjakarta dapat memperkuat strategi pemasaran digital dengan fokus pada generasi muda, agar dapat meningkatkan daya tarik penggunaan transportasi umum di Jakarta.
Peran Komunikasi Kelompok dalam Tim Kerja Adi and Friends Wedding Organizer untuk Mempertahankan Reputasi Tanjaya, Aldrich; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33687

Abstract

Good group communication within a Wedding Organizer is the foundation for creating synergy between team members, who need to collaborate to achieve common goals. This research aims to understand the role of group communication within the team of Adi and Friends Wedding Organizer in maintaining the company's reputation. The background of this study focuses on the importance of communication in work coordination and the proper execution of wedding events to sustain reputation. The research is based on reputation, organizational communication theory, group communication, team performance, and the role of social media platforms in supporting team communication processes. The qualitative approach with a case study method was employed. Data collection techniques include in-depth interviews, direct observation, literature review, and documentation. The findings reveal that communication among team members is open, informal, and fosters effective collaboration within the team to sustain the company's reputation. This is supported by team members' shared understanding of tasks and responsibilities, alongside a harmonious work environment. Moreover, the use of digital platforms facilitates coordination and accelerates workflow, ensuring smooth event execution while maintaining the company's reputation. Komunikasi kelompok yang baik di dalam Wedding Organizer menjadi fondasi dalam menciptakan sinergi antara anggota tim, yang perlu berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan memahami peran komunikasi kelompok dalam tim kerja Adi and Friends Wedding Organizer untuk mempertahankan reputasi perusahaan. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya komunikasi dalam koordinasi kerja dan pelaksanaan acara pernikahan yang tepat untuk mempertahankan reputasi. Penelitian ini didasarkan pada reputasi, teori komunikasi organisasi, komunikasi kelompok, kinerja tim, serta peran platform media sosial dalam yang membantu proses komunikasi tim kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, studi literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar anggota tim bersifat terbuka, informal, dan mendukung kolaborasi yang baik antara tim kerja untuk mempertahankan reputasi. Hal ini didukung dengan setiap anggota memiliki pemahaman yang sama terhadap tugas dan tanggung jawab dan lingkungan kerja yang harmonis. Selain itu, penggunaan platform digital mempermudah koordinasi dan mempercepat alur kerja dalam tim, sehingga proses pelaksanaan acara dapat berjalan lancar dan mempertahankan reputasi perusahaan.
Keterikatan Parasosial Penggemar dan Idola (Studi Fanatisme NCTzen) Amesz, Mutiara Fransisca; Candranigrum, Diah Ayu
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33733

Abstract

In the K-pop industry parasocial bonds between fans and idols have become a growing phenomenon. This study focuses on the infatuation of NCTzens, fans of the K-pop group NCT and the impact of this emotional connection on their behavior and lives. Parasocial bonding refers to emotional intimacy that occurs even without direct interaction with an idol. Based on interviews with five NCTzens, NCT fans feel a strong emotional bond with the group which is manifested in the form of purchasing merchandise, attending concerts, and following the group's activities on social media. The author found that this influences fans' behavior. Apart from that, this hobby also influences the psychological and social aspects of fans, thereby strengthening their relationship with their idols. So the purpose of this research is to provide insight into the influence of parasocial ties on the K-Pop fan community, especially NCTzens and how it influences fans' behavior and personal lives. The research results show that the relationship between idols and fans is getting stronger thanks to digital engagement which allows fans to connect more closely. Fans buy up memorabilia, but also actively support their idols on social media. Dalam industri K-pop ikatan parasosial antara penggemar dan idola telah menjadi fenomena yang berkembang. Studi ini berfokus pada kegilaan NCTzen, penggemar grup K-pop NCT dan dampak hubungan emosional ini terhadap perilaku dan kehidupan mereka. Ikatan parasosial mengacu pada keintiman emosional yang terjadi bahkan tanpa adanya interaksi langsung dengan seorang idola. Berdasarkan wawancara dengan lima NCTzens penggemar NCT merasakan ikatan emosional yang kuat dengan grup tersebut yang diwujudkan dalam bentuk pembelian barang dagangan, menghadiri konser, dan mengikuti aktivitas grup tersebut di media sosial penulis menemukan bahwa hal tersebut memengaruhi perilaku para penggemar. Selain itu kegemaran ini juga memengaruhi aspek psikologis dan sosial penggemar sehingga semakin mempererat hubungan mereka dengan idolanya. Maka maksud dari penelitian ini memberikan wawasan tentang pengaruh ikatan parasosial pada komunitas penggemar K-Pop, khususnya NCTzens dan bagaimana hal itu memengaruhi perilaku dan kehidupan pribadi penggemar. Hasil penelitian menunjukkan, hubungan antara idola dan penggemar semakin kuat berkat keterlibatan digital yang memungkinkan penggemar terhubung lebih dekat. Penggemar memborong barang memorabilia, tetapi juga aktif mendukung idola mereka di media sosial.
Pengaruh Iklan terhadap Minat Berkunjung ke Toko Ibu Sunter melalui Instagram Yonata, Fidelia Marcella; Rusdi, Farid
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33734

Abstract

Utilizing social media for advertising platform presents a significant business opportunity as it can reach a wide audience. Instagram is one of the social media platforms that has rapidly developed, making it popular for advertising activities. Toko Ibu is a coffee shop officially opened to the public on March 22, 2024. The coffee shop is located at Jalan Agung Tengah 4 Number 5, Sunter, North Jakarta. Observing the use of Instagram ads by Toko Ibu, which had not yet been running for a full year since its opening at the time of the study, the researcher conducted a study aimed at determining whether Instagram ads influence customers' interest in visiting Toko Ibu Sunter. The study is based on the AIDA theory as a foundation for the research. The quantitative approach serves as the research method in this study, complemented by the distribution of questionnaires for data collection. The population is based on the followers of the Instagram account @tokoibu.jkt, and the sample consists of 94 respondents, obtained using the Slovin formula. The findings of the study suggest that Instagram advertising have an impact on the intention to visit Toko Ibu Sunter. The research findings indicate that the influence amounts to 39.2%. Linear regression analysis shows that a 1% increase in the advertising variable contributes 0.425 to visit interest. The coefficient of determination test reveals that advertising has a 39.2% impact on visit interest. Pemanfaatan media sosial sebagai wadah beriklan menjadi peluang besar dalam berbisnis karena dapat menjangkau masyarakat secara luas. Instagram merupakansalah satu media sosial dengan perkembangan yang pesat sehingga populer digunakan untuk kegiatan iklan. Toko Ibu adalah kedai kopi yang resmi dibuka untuk umum pada tanggal 22 Maret 2024. Kedai kopi berlokasi di Jalan Agung Tengah 4 Nomor 5, Sunter, Jakarta Utara. Melihat pemanfaatan iklan Instagram oleh Toko Ibu yang belum genap berjalan setahun sejak resmi dibuka hingga waktu pelaksanaan penelitian, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mencari tahu apakah terdapat pengaruh iklan pada media sosial Instagram terhadap minat berkunjung di Toko Ibu Sunter. Penelitian ini menggunakan landasan teori AIDA sebagai penunjang penelitian. Pendekatan kuantitatif menjadi metode penelitian ini dan dilengkapi dengan distribusi kuesioner untuk pengumpulan data. Populasi berdasarkan pengikut akun Instagram @tokoibu.jkt dan sampel sebanyak 94 yang didapatkan menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini mengindikasikan adanya pengaruh iklan Instagram terhadap minat berkunjung di Toko Ibu Sunter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tersebut sebesar 39,2%. Analisis regresi linear menunjukkan bahwa peningkatan 1% pada variabel iklan memberikan kontribusi sebesar 0,425 terhadap minat berkunjung. Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa iklan memberikan pengaruh sebesar 39,2% terhadap minat berkunjung.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z dalam Mengikuti Trend Tiktok Fahsya, Nur Kholizha Putri Andini; Junaidi, Ahmad
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33735

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) is a psychological phenomenon characterized by the fear of missing out on information, experiences, activities, or the latest trends. This phenomenon can trigger feelings of anxiety, envy, worry, and restlessness. This study examines the FOMO phenomenon experienced by Generation Z in following trends on the TikTok platform as a way to fulfill their social needs. The research employs a qualitative approach with a descriptive method, drawing on several theories, including the media exposure theory, communication psychology theory, self-determination theory, and new media theory. Data was collected through in-depth interviews with Generation Z individuals who actively use TikTok and have experienced FOMO. The findings indicate that TikTok’s interactive features and continuous exposure to trending content contribute to FOMO among Generation Z. To satisfy their social needs, Generation Z tends to follow the latest trends to gain social recognition or acceptance within a particular group, a process accelerated by the viral nature of new media content. Consequently, this phenomenon leads to social anxiety, compulsive behavior in continuously checking trending content, and dependence on the TikTok platform. Fear of Missing Out (FOMO) merupakan fenomena psikologis yang ditandai dengan ketakutan akan ketinggalan informasi, pengalaman, aktivitas, atau tren terkini. Fenomena ini dapat memicu perasaan cemas, iri, khawatir, dan gelisah.Penelitian ini mengkaji fenomena FOMO yang dialami Generasi Z dalam mengikuti tren di platform TikTok sebagai upaya memenuhi kebutuhan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta didasarkan pada beberapa teori, yaitu teori terpaan media, teori psikologi komunikasi, teori self-determination, dan teori media baru. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Generasi Z yang aktif menggunakan TikTok dan memiliki pengalaman FOMO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur interaktif serta terpaan konten secara terus-menerus di platform TikTok memicu FOMO pada Generasi Z. Untuk memenuhi kebutuhan sosialnya, Generasi Z cenderung mengikuti tren terbaru guna memperoleh pengakuan sosial atau diterima dalam kelompok tertentu. Hal ini dipercepat oleh persebaran konten viral di media baru. Akibatnya, fenomena ini dapat memicu kecemasan sosial, perilaku kompulsif untuk terus melihat konten trending, serta ketergantungan pada platform TikTok.
Pemasaran Agresif pada Produk Kartu Kredit Pritama, Nilna Jostia; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33736

Abstract

The banking industry in Indonesia has now experienced quite significant development, especially in credit card products. In this era of very tight competition, the entire banking industry is required to be more aggressive and brave in making decisions and implementing strategies in business in order to be superior to competitors. One thing that banking companies must do is to design a promotional mix for more effective marketing communications. Therefore, the purpose of this study is to find out how aggressive marketing communications are on credit cards. This study uses the Cognitive Dissonance Theory. This study uses a qualitative approach with a case study method. The results of this study are. Aggressive marketing will be effective if the company is able to target market segments that really need the product. If this aggressive marketing strategy is carried out too intensely, it will be risky for consumers who can cause congnitive dissonance. To be able to increase marketing effectiveness, a data-base approach can be used to target consumers personally and relevantly. By implementing a targeted strategy, companies can increase efficiency and maintain consumer reputation and trust in their brands. Industri perbankan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat, terutama dalam produk kartu kredit. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, sektor perbankan dituntut untuk lebih agresif dan berani dalam mengambil keputusan serta menerapkan strategi bisnis yang inovatif agar dapat unggul dibandingkan pesaing. Salah satu langkah strategis yang dapat diambil oleh bank adalah merancang bauran promosi guna menciptakan komunikasi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan komunikasi pemasaran yang agresif dalam promosi kartu kredit. Menggunakan Teori Disonansi Kognitif sebagai landasan teoretis, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran agresif dapat efektif jika diterapkan pada segmen pasar yang benar-benar membutuhkan produk tersebut. Namun, ketika strategi ini dilakukan secara berlebihan, dapat terjadi disonansi kognitif pada konsumen, yang berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan terhadap produk dan merek. Untuk meningkatkan efektivitas pemasaran, perusahaan disarankan untuk menerapkan pendekatan berbasis data guna menargetkan konsumen secara lebih personal dan relevan. Dengan strategi yang terarah dan berorientasi pada kebutuhan konsumen, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi pemasaran sekaligus menjaga reputasi serta kepercayaan pelanggan terhadap merek mereka.
Analisis Strategi Komunikasi Digital Penggunaan Voice Over dalam Penyebaran Berita di Instagram Reels Kompas.com Suhertio, Maura Diquesa Silentioni; Salman, Doddy
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33737

Abstract

This research examines the digital communication strategy applied by Kompas.com in disseminating news through Instagram Reels, focusing on the use of voice-over. Changes in news consumption in the digital era are increasingly leading to social media platforms, especially among the younger generation. The research used a qualitative approach with a case study method, involving in-depth interviews and direct observation of the content production process at Kompas.com. Theories used include digital communication, communication strategy, and new media, as well as the concept of voice-over as an important element in attracting audience attention. The results show that the use of voice-over is able to increase audience understanding, engagement, and trust in the news. Instagram Reels was chosen as a platform or medium to spread the news because its algorithm supports short video content that is interactive and easily accessible. This strategy can reach a wider audience, especially the digital-savvy generation. This research contributes to understanding voice-over as an innovation in news distribution and suggests other social media feature enhancements for other news institutions. It also underscores the importance of adapting content to audience trends and preferences. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi digital yang diterapkan oleh Kompas.com dalam menyebarluaskan berita melalui Instagram Reels, dengan fokus pada penggunaan voice-over. Perubahan pola konsumsi berita di era digital semakin mengarah ke platform media sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam serta observasi langsung terhadap proses produksi konten di Kompas.com. Kerangka teori yang digunakan mencakup komunikasi digital, strategi komunikasi, dan media baru, serta konsep voice-over sebagai elemen penting dalam menarik perhatian audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan voice-over dalam Instagram Reels mampu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan kepercayaan audiens terhadap berita. Instagram Reels dipilih sebagai platform utama karena algoritmanya mendukung distribusi konten video pendek yang interaktif dan mudah diakses. Strategi ini memungkinkan Kompas.com menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi digital-savvy. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami voice-over sebagai inovasi dalam distribusi berita dan menyarankan optimalisasi fitur media sosial lainnya bagi institusi berita. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya adaptasi konten terhadap tren dan preferensi audiens untuk meningkatkan efektivitas penyebaran informasi.