cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Penyelenggaraan Event Premium Music Experience sebagai Kunci Kepuasan Nasabah Bank OCBC Chang, Keith Prasethio; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34979

Abstract

This study examines marketing communication through events that aim to associate products with popular activities such as sports, concerts, bazaars, or festivals. Premium Music Experience (PME) is an exclusive music concert event held by OCBC for its customers as part of its marketing communication strategy. This study aims to measure the influence of PME event marketing communication and event quality on OCBC Bank customer satisfaction. The study uses the theory of marketing communication, event marketing, event quality, and customer satisfaction. A quantitative approach with a correlational method was applied through a questionnaire survey to 100 OCBC customers who had participated in PME. The results of the study indicate that PME event marketing communication has a positive and significant influence on customer satisfaction. In addition, event quality also has a positive and significant influence. These findings confirm that organizing quality events, with effective communication, can meet customer expectations, increase satisfaction, create memorable experiences, and encourage customer loyalty. Such events allow companies to build emotional relationships with customers, improve brand image, and encourage recommendations from customers to other parties. This study provides practical insights for companies in designing event-based marketing communication strategies. Penelitian ini mengkaji komunikasi pemasaran melalui event yang bertujuan mengasosiasikan produk dengan aktivitas populer seperti olahraga, konser, bazar, atau festival. Premium Music Experience (PME) adalah acara konser musik eksklusif yang diadakan OCBC bagi nasabah sebagai bagian dari strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh event marketing komunikasi PME dan kualitas acara (event quality) terhadap kepuasan nasabah Bank OCBC. Penelitian menggunakan teori komunikasi pemasaran, event marketing, event quality, dan kepuasan pelanggan. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional diterapkan melalui survei kuesioner kepada 100 nasabah OCBC yang pernah mengikuti PME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa event marketing komunikasi PME memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Selain itu, event quality juga berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penyelenggaraan acara yang berkualitas, dengan komunikasi yang efektif, dapat memenuhi harapan pelanggan, meningkatkan kepuasan, menciptakan pengalaman berkesan, serta mendorong loyalitas pelanggan. Acara semacam ini memungkinkan perusahaan untuk membangun hubungan emosional dengan nasabah, meningkatkan citra merek, serta mendorong rekomendasi dari pelanggan kepada pihak lain. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi komunikasi pemasaran berbasis event.
Interaksi Komponen Komunikasi Interpersonal oleh Pramusapa di Layanan Transjakarta Surya, Elizabeth; Aulia, Sisca
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34980

Abstract

This research discusses the interpersonal communication interactions of waiters on Transjakarta services. Transjakarta is a public transportation company that is part of a Regional Owned Enterprise (BUMD) with the first Bus Rapid Trans Jakarta transportation system in the Southeast and South Asia region. After operating for 11 years, Transjakarta is actively developing performance, coverage, service quality and sustainability of services. Communication is an important factor in determining the success of a company's services. Therefore, this research aims to find out how the interpersonal communication interactions of waiters in Transjakarta services work. This research uses Interpersonal Communication Theory and uses a qualitative approach with an interview method. The results of the research show that the interpersonal communication interactions of waiters in Transjakarta Services include interpersonal communication components, namely sender-receiver, encodingdecoding, messages, channels, interference, feedback, areas of experience, and effects. Apart from that, equal collaboration between interpersonal communication and consistency in carrying out the company's vision, mission and values is able to create effective interpersonal communication interactions through service by Transjakarta attendants. This is what makes customers feel respected and appreciated. Penelitian ini membahas interaksi komunikasi interpersonal pramusapa di layanan Transjakarta. Transjakarta merupakan perusahaan transportasi umum yang menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan sistem transportasi Bus Rapid Trans Jakarta pertama di kawasan Asia Tenggara dan Selatan. Setelah beroperasi selama 11 tahun Transjakarta giat mengembangkan kecakapan, lingkup, taraf pelayanan, dan persisten dari layanan. Komunikasi menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan sebuah perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pramusapa Transjakarta. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya interaksi komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pramusapa Transjakarta meliputi komponen-komponen komunikasi interpersonal, yaitu pengirim-penerima, encoding-decoding, pesan-pesan, saluran, gangguan, umpan balik, bidang pengalaman, dan efek. Selain itu, kolaborasi sepadan antara komunikasi interpersonal dan konsistensi untuk menjalankan visi misi serta nilai perusahaan mampu menciptakan interaksi komunikasi interpersonal yang efektif melalui pelayanan oleh pramusapa Transjakarta. Hal ini lah yang membuat pelanggan merasa dihormati dan dihargai.
Menciptakan Brand Awareness Dalam Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Platform Media Sosial Yolanda, Vania; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34981

Abstract

This research discusses communication strategies in building brand awareness through company social media in the digital era. With a qualitative approach, this research analyzes the role of social media as a platform for company interaction with consumers, especially in promoting products and strengthening brand image. Data collected through in-depth interviews with sources from companies and consumers. A case study at company x shows that the use of creative communication strategies, such as interesting content, two-way interactions, and the use of social media features, succeeded in increasing brand awareness. The research results reveal that brand awareness elements, such as brand recall and brand recognition, play an important role in creating a close relationship between consumers and brands. In addition, test validity and reliability to show that the data collected is valid and consistent. The conclusions of this research emphasize how important continuous innovation is in social media strategy to maintain brand awareness amidst very tight market competition. The advice given is for companies to be more active on social media and follow digital trends to remain competitive in the market. Penelitian ini membahas strategi komunikasi dalam membangun brand awareness melalui media sosial perusahaan di era digital. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis peran media sosial sebagai platform interaksi perusahaan dengan konsumen, terutama dalam mempromosikan produk dan memperkuat citra merek. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan narasumber dari perusahaan dan konsumen. Studi kasus pada brand X menunjukkan bahwa penggunaan strategi komunikasi kreatif, seperti konten yang menarik, interaksi dua arah, dan pemanfaatan fitur media sosial berhasil meningkatkan kesadaran merek. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa elemen brand awareness, seperti brand recall, dan brand recognition memainkan peran penting dalam menciptakan hubungan yang erat antara konsumen dan merek. Selain itu, uji validitas dan reliabilitas untuk menunjukkan bahwa data yang dikumpulkan valid dan konsisten. Kesimpulan penelitian ini menegaskan seberapa pentingnya inovasi yang berkelanjutan dalam strategi media sosial untuk mempertahankan kesadaran merek di tengah persaingan pasar yang sangat ketat. Saran yang diberikan adalah agar perusahaan dapat lebih aktif di media sosial dan mengikuti tren digital untuk tetap kompetitif di pasar.
Efektivitas Penyampaian Pesan Moral dalam Film Siksa Neraka pada Penonton Remaja Setiawan, Laurencia Michelle; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34983

Abstract

This research examines the role of mass communication in shaping the psychological responses of teenagers to the moral messages in the film Siksa Neraka. Using a qualitative approach, data were collected through interviews and film text analysis to understand the emotional experiences of the audience. The results show that this film not only serves as entertainment but also as an educational tool that conveys a strong moral message. Teen viewers showed significant emotional responses, with many of them reflecting on their actions and behavior after watching. The theories used in the research include the Uses and Gratifications Theory, which explains the audience’s selection of media to meet emotional needs; the Mass Communication Theory, which emphasizes the power of films in conveying moral messages; and the Audience Psychology Theory, which analyzes how films trigger the audience’s emotional responses. Additionally, Piaget’s Cognitive Development Theory describes how adolescents’ understanding of films is influenced by their cognitive development stage. In conclusion, Siksa Neraka serves as an effective educational tool and can provoke reflection on the audience’s actions. This research is expected to contribute to communication studies and serve as a guide for filmmakers to create more responsible works. Penelitian ini mengkaji peran komunikasi massa dalam membentuk respons psikologis remaja terhadap pesan moral dalam film Siksa Neraka. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan analisis teks film untuk memahami pengalaman emosional penonton. Hasilnya menunjukkan bahwa film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat edukasi yang menyampaikan pesan moral yang kuat. Penonton remaja menunjukkan respons emosional yang signifikan, dengan banyak dari mereka merenungkan tindakan dan perilaku mereka setelah menonton. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Teori Uses and Gratifications yang menjelaskan pemilihan media oleh penonton untuk memenuhi kebutuhan emosional; Teori Komunikasi Massa, yang menekankan kekuatan film dalam menyampaikan pesan moral; dan Teori Psikologi Penonton, yang menganalisis bagaimana film memicu respon emosional penonton. Selain itu, Teori Perkembangan Kognitif Piaget menggambarkan bagaimana pemahaman remaja terhadap film dipengaruhi oleh tahap perkembangan kognitif mereka. Kesimpulannya, Siksa Neraka berfungsi sebagai alat edukasi yang efektif dan dapat memicu refleksi tentang tindakan penonton. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi studi komunikasi dan panduan bagi pembuat film untuk menciptakan karya yang lebih tanggung jawab.
Peralihan Pencarian Informasi ke Media Sosial oleh Generasi Z Nurhabibah, Nola; Farid, Farid
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34985

Abstract

The rapid development of technology has given rise to various social media platforms that make it easy for individuals to connect with each other and share information quickly. Generation Z, who grew up in the digital era, is now experiencing a shift in how they seek information. If previously relying on search engines like Google, now they prefer social media platforms. This research aims to analyze the motivations behind this shift using a descriptive qualitative approach with thematic analysis. The subjects of the research are Gen Z, focusing on their reasons for using social media to seek information. Based on the interview results, it was found that attractive visualization, ease of access through applications, and information relevant to their needs are the main reasons for this shift. This research uses the theory of new media and innovation diffusion to explain how social media, as a new innovation in digital technology, influences information-seeking behavior. The conclusion shows that the speed, practicality, and entertainment offered by social media influence the information-seeking patterns of Gen Z in the digital era. Pesatnya perkembangan teknologi melahirkan berbagai platform media sosial yang memudahkan individu untuk saling terhubung dan berbagi informasi secara cepat. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, kini mengalami peralihan dalam mencari informasi. Jika sebelumnya menelusuri informasi mengandalkan mesin pencari seperti Google, kini lebih memilih platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi di balik peralihan tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tematik. Subyek penelitian adalah Generasi Z dengan fokus pada alasan mereka menggunakan media sosial untuk mencari informasi. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa visualisasi yang menarik, kemudahan akses melalui aplikasi, dan informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka menjadi alasan utama peralihan ini. Penelitian ini menggunakan teori media baru dan difusi inovasi untuk menjelaskan bagaimana media sosial sebagai inovasi baru dalam teknologi digital memengaruhi perilaku pencarian informasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan, kepraktisan, dan hiburan yang ditawarkan oleh media sosial memengaruhi pola pencarian informasi Generasi Z di era digital.
Dinamika Hubungan Parasosial Penggemar Karakter Anime: Studi pada Penggemar Karakter Naruto Chandra, Surya; Winduwati, Septia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34986

Abstract

Naruto anime is one of the most popular anime in the world including in Indonesia. This anime has many fans ranging from teenagers to adults. Naruto anime tells the story of a young ninja from Konoha who aspires to become Hokage, the leader of Konoha Village. This study aims to determine the behavior of Naruto anime fans from the age group of 20 years and over. The theories used in this research are mass communication theory and parasocial interaction. Data collection was carried out by in-depth interviews and documentation studies. The research subjects are fans of Naruto characters in Indonesia. The results show that informants have parasocial behavior in their own ways, such as: feeling an imaginary friendship with Naruto; showing empathy for Naruto's emotions both in sadness and happiness; involvement in fan communities; and consuming Naruto content in depth, including watching anime and reading manga. Anime Naruto adalah salah satu anime populer di dunia termasuk di Indonesia. Anime ini memiliki banyak penggemar mulai dari usia remaja hingga dewasa. Anime Naruto menceritakan tentang seorang ninja muda dari Konoha yang bercita-cita menjadi Hokage, pemimpin Desa Konoha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggemar anime Naruto dari kelompok usia 20 tahun ke atas. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori komunikasi massa dan interaksi parasosial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Subjek penelitian merupakan para penggemar karakter Naruto di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memiliki perilaku parasosial dengan caranya masing-masing, seperti: merasakan pertemanan khayalan dengan Naruto; menunjukkan empati terhadap emosi Naruto baik dalam kesedihan maupun kebahagiaan; keterlibatan dalam komunitas penggemar; dan mengkonsumsi konten Naruto secara mendalam, termasuk menonton anime dan membaca manga.
Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Belajar Mahasiswa Gabriel, Patrick; Erdiansyah, Rezi
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the field of education, interpersonal communication between parents and children, lecturers and students, between students has the aim of building a supportive learning environment. Learning motivation consists of intrinsic and extrinsic motives that encourage a person to participate in learning activities. This study aims to determine the effect of interpersonal communication on student learning motivation at Tarumanagara University. The results of respondents' answers were obtained with an online questionnaire and processed using IBM SPSS version 23. The partial results showed that interpersonal communication between students and their parents had no significant effect on learning motivation. However, interpersonal communication between students and lecturers, and with fellow students, has a significant influence on student learning motivation. Dalam bidang pendidikan, komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak, dosen dan mahasiswa, antar mahasiswa mempunyai tujuan untuk membangun lingkungan belajar yang mendukung. Motivasi belajar terdiri dari motif intrinsik dan ekstrinsik yang mendorong seseorang untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal terhadap motivasi belajar mahasiswa di Universitas Tarumanagara. Hasil jawaban responden diperoleh dengan angket online dan diolah menggunakan IBM SPSS versi 23. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan orang tuanya tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar. Namun komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan dosen, dan dengan sesama mahasiswa, mempunyai pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa.
Penyampaian Informasi Kebudayaan Indonesia di Akun Instagram @kemenparekraf.ri Kholifah, Setya; Paramita, Sinta; Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34988

Abstract

This research aims to analyse the public communication conducted by the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) through the Instagram account @kemenparekraf.ri in conveying Indonesian cultural information to the public. Using a descriptive qualitative approach and case study method, this research identifies how the ministry utilises Instagram in public communication to promote Indonesian culture. The researcher analysed the four pillars of public communication applied in the Instagram account, namely informative, educative, entertainment, and interactive content. The results showed that the Instagram account @kemenparekraf.ri succeeded in attracting audience attention with relevant, interesting, and easy-to-understand content. Professional content and visual quality as well as simple language make Indonesian cultural information well received. Evaluation through social media metrics shows high audience interaction with the content presented. However, some content needs to be strengthened in its narrative to increase the impact of cultural messages. This research provides insights for public communication strategies in cultural promotion through social media. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi publik yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui akun Instagram @kemenparekraf.ri dalam menyampaikan informasi kebudayaan Indonesia kepada masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Kemenparekraf memanfaatkan Instagram dalam komunikasi publik untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Peneliti menganalisis empat pilar komunikasi publik yang diterapkan dalam akun Instagram tersebut, yaitu konten informatif, edukatif, hiburan, dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @kemenparekraf.ri berhasil menarik perhatian audiens dengan konten yang relevan, menarik, dan mudah dipahami. Isi konten dan kualitas visual yang profesional serta bahasa yang sederhana membuat informasi kebudayaan Indonesia diterima dengan baik. Evaluasi melalui metrik media sosial menunjukkan tingginya interaksi audiens dengan konten yang disajikan. Namun, beberapa konten perlu diperkuat narasinya untuk meningkatkan dampak pesan kebudayaan. Penelitian ini memberikan wawasan untuk strategi komunikasi publik dalam promosi kebudayaan melalui media sosial.
Studi Persepsi Terhadap Tren Standarisasi Berpacaran di TikTok Andrea, Dika; Sari, Wulan Purnama
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34989

Abstract

TikTok allows users to share life moments, including the dynamics of friendships, romance, and family relationships through videos or photos that quickly spread widely through the For You Page (FYP). One phenomenon that has emerged from TikTok users is the standardization of romantic relationships, where certain trends on the platform indirectly shape expectations in romantic relationships. This study aims to determine and analyze adolescents' perceptions of the standardization of dating on TikTok. This study uses a quantitative approach with descriptive statistical data processing to see the audience's perception of the standardization of dating on TikTok. The sampling technique used purposive sampling of 100 respondents calculated using the Lemeshow formula. The results of the study showed that the highest average value was in the stimulus dimension and the lowest average value was in the registration dimension. It can be concluded that TikTok users feel or respond to elements related to stimuli (for example, external stimuli or influences) more strongly. This indicates that external or more visible factors, such as content or visual influences, play a greater role in influencing respondents. TikTok memungkinkan pengguna untuk membagikan momen kehidupan, termasuk dinamika hubungan persahabatan, asmara, dan hubungan keluarga melalui video atau foto yang cepat tersebar luas melalui For You Page (FYP). Salah satu fenomena yang muncul dari pengguna tiktok adalah standarisasi hubungan asmara, di mana tren tertentu di platform tersebut secara tidak langsung membentuk ekspektasi dalam hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi remaja mengenai standarisasi berpacaran yang ada di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data statistik deskriptif untuk melihat persepsi audiens terhadap standarisasi berpacaran yang ada di TikTok. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 100 responden yang dihitung menggunakan rumus Lemeshow. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi stimulus dan nilai rata-rata terendah terdapat pada dimensi registrasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna TikTok merasakan atau merespons elemen-elemen yang berkaitan dengan stimulus (misalnya, rangsangan atau pengaruh luar) lebih kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor eksternal atau yang lebih terlihat, seperti konten atau pengaruh visual, lebih berperan dalam memengaruhi responden.
Peran Komunikasi Artifaktual dalam Membangun Identitas Visual dan Budaya Mahasiswa Fashion di Burgo Indonesia Yessica, Yessica; Utami, Lusia Savitri Setyo
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34990

Abstract

With cultural diversity, fashion goes beyond aesthetics and becomes a non-verbal communication tool that reflects an individual's identity, social status and values. It is able to shape perceptions and self-image that reflect the visuals and culture that characterise a person. This research wants to know and describe artifactual communication as a visual and cultural identity of fashion students in Burgo Indonesia. This research uses symbolic interaction theory by George Herbert Mead, which explains social symbols and meanings influence human interaction. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews and direct observation of fashion students at Burgo Indonesia. The results showed that the work of fashion students in Burgo Indonesia is aesthetic but also has meaning, reflecting a distinctive visual and cultural identity. The findings contribute to the development of artifactual communication theory as well as providing practical guidance for fashion students in creating design works that combine aesthetics and culture as individual characteristics.   Dengan keberagaman budaya, fashion tidak hanya berbicara estetika, melainkan menjadi alat komunikasi non-verbal yang mencerminkan identitas, status sosial, dan nilai individu. Hal ini mampu membentuk persepsi dan citra diri yang mencerminkan visual dan budaya yang menjadi ciri khas seseorang. Penelitian ini ingin mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi artifaktual sebagai identitas visual dan budaya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead, yang menjelaskan simbol dan makna sosial mempengaruhi interaksi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia estetis tetapi juga memiliki makna, mencerminkan identitas visual dan budaya yang khas. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori komunikasi artifaktual serta memberikan panduan praktis bagi mahasiswa fashion dalam menciptakan karya desain yang memadukan estetika dan budaya sebagai ciri khas individu.