cover
Contact Name
I Putu Yoga Purandina
Contact Email
jurnalwidyakumara@gmail.com
Phone
+6281246644884
Journal Mail Official
jurnalwidyakumara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pulau Menjangan No 27, Banyuning, Singaraja, Bali
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 27215075     EISSN : 27460819     DOI : https://doi.org/10.55115/widyakumara.v1i1
Focus and Scope of Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020)" : 9 Documents clear
PENANAMAN NILAI MORAL DAN ETIKA PADA ANAK USIA DINI MELALUI KONSEP SORGA NERAKA IG. Agung Jaya Suryawan
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.567

Abstract

PENANAMAN NILAI MORAL DAN ETIKA PADA ANAK USIA DINI MELALUI KONSEP SORGA NERAKA  IG. Agung Jaya SuryawanSTAH Negeri Mpu Kuturan SingarajaJayasuryawan1@gmail.com  ABSTRAKMasa kanak-kanak adalah masa yang sangat rentan, di mana masa ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Ketika anak-anak berada di usia dini, orang tua harus mendidik dan mengajarkan nilai-nilai moral dan etika kepada anak-anak untuk membantu mendukung kehidupan anak-anak di masa depan. Begitu banyak hal yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak-anak mereka seperti mengajarkan pendidikan moral dan etika.Perilaku doktrinal akan terukir jika ditanamkan lebih awal. Setiap anak akan selalu berusaha untuk berbuat baik dan akan takut untuk melakukan yang buruk. Peran semua elemen sangat mempengaruhi keberhasilan penanaman konsep surga dan neraka untuk berhasil menanamkan nilai-nilai moral dan etika untuk anak usia dini. Ini tidak terlepas dari konsep hukuman dan ganjaran, siapa pun yang berbuat baik akan mendapat ganjaran dan siapa yang berbuat jahat akan menerima hukuman.Kata kunci: Moral dan etika, surga neraka ABSTRACTChildhood is a time that is very vulnerable, where this time is very influential on the growth and development of a child. When children are at an early age, parents must educate and teach moral and ethical values to children to help support the lives of children in the future. So many things that must be taught by parents to their children such as teaching moral and ethical education.Doctrinal behavior will be etched if implanted early. Every child will always try to do good and will be afraid to do bad. The role of all elements greatly influences the success of planting the concepts of heaven and hell in order to successfully plant moral and ethical values for early childhood. This is inseparable from the concept of punishment and reward, whoever does good will get a reward and who does bad will receive punishment.Keywords: Moral and ethics, heaven hell
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA DAN KEMAMPUAN DASAR KOGNITIF ANAK KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA RENDANG Ni Nyoman Lisna Handayani
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.582

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA DAN KEMAMPUAN DASAR KOGNITIF ANAK KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA RENDANG Ni Nyoman Lisna HandayaniSTAHN MPU Kuturan Singarajalisna.handayani@gmail.com  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar berseri terhadap kemampuan bahasa dan kemampuan dasar kognitif. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh anak kelompok B TK Negeri Pembina Rendang yang terdiri 251 anak. Sebanyak 60 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan bahasa dan kemampuan dasar kognitif dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA (Multivariat Analysis of Variance) berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemampuan kemampuan bahasa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar berseri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kedua, kemampuan dasar kognitif antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar berseri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Ketiga, secara simultan kemampuan bahasa dan kemampuan dasar kognitif antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar berseri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar berseri, kemampuan bahasa, dan kemampuan dasar kognitif ABSTRACT            This study aims to determine the influence of the media-assisted cooperative learning model images beamed to the basic language skills and cognitive abilities. This study was a quasi-experimental research with The Posttest-Only Control-Group Design. The population is all children in group B TK Negeri Pembina Rendang district comprising 251 children. A total of 60 students selected as the sample is determined by random sampling technique. Data basic language skills and cognitive abilities were collected by using observation sheet. Data were analyzed using MANOVA (Multivariate Analysis of Variance) aided 17:00 SPSS for windows. Results showed that: First, the ability of language skills among the students who follow the media-assisted cooperative learning model radiant picture is significantly better than students who take the conventional learning (F amounted to 15.38 and p <0.05). Second, the basic cognitive abilities among students who take the learning cooperative learning model of media images beamed aided significantly better than students who take the conventional learning (F amounted to 43.86 and p <0.05). Third, simultaneously basic language skills and cognitive abilities among students who follow the media-assisted cooperative learning model radiant image significantly better than students who take the conventional learning (F 36.71 and p <0.05).Keywords: media-assisted cooperative learning model beamed images, language skills, and basic cognitive abilities
PENGARUH METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DI TK I Ketut Dibia
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.578

Abstract

PENGARUH METODE  BERCERITA BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DI TK   I Ketut DibiaUniversitas Pendidikan Ganesha Singarajaketutdibia@yahoo.com  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan berbahasa anak yang tidak dibelajarkan dengan metode bercerita berbantuan media gambar, (2) kemampuan berbahasa anak yangdibelajarkan dengan metode bercerita berbantuan media gambar, dan (3) perbedaan yang signifikan kemampuan berbahasaantara kelompok anak yang tidak dibelajarkan dengan metode bercerita berbantuan media gambar dan kelompok anak yang dibelajarkan metode bercerita berbantuan media gambar. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain  non equivalent post test only with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak di TK Kelurahan Banjar Tegal. Sampel penelitian ini adalah anak di TK Eka Dharma sebagai kelompok eksperimen dan anak di TK Negeri Banjar Tegal sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem clusterrandom sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) kemampuan berbahasa kelompok anak yang tidak dibelajarkan dengan metode bercerita berbantuan media gambar cenderung rendah, (2) kemampuan berbahasa kelompok anak yang dibelajarkan dengan metode bercerita berbantuan media gambarcenderung tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berbahasaantara kelompok anak yang tidak dibelajarkan dengan metode bercerita berbantuan media gambar dan kelompok anak yang dibelajarkan metode bercerita berbantuan media gambar.Kata kunci: kemampuan berbahasa, metode bercerita, media gambar.  ABSTRACT This study aims to determine: (1) children's language skills that are not taught by the method of storytelling assisted by media images, (2) the language abilities of children who are taught by the method of storytelling assisted by media images, and (3) a significant difference in the the language abilities between groups of children who are not taught with the method of storytelling assisted by media images and the group of children who are taught the method of storytelling assisted by media images. This type of research is a quasi-experimental design using non equivalent post test only with control group design. The population in this study were children in kindergarten Banjar Tegal Village. The sample of this study were children in Eka Dharma Kindergarten as an experimental group and children in the Banjar Tegal kindergerten as a control group selected by the cluster random sampling system. Data collected using the test method. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The results of this study found that: (1) the language skills of groups of children who were not taught by the method of media-assisted storytelling tend to be low, (2) the language skills of groups of children who were taught by the method of media-assisted storytelling tend to be high, (3) there were significant differences the ability between groups of children who are not taught by the method of storytelling assisted by media images and groups of children who are taught the method of storytelling assisted by the media of images.Keywords:language ability, storytelling method, image media.
PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Kadek Ari Wisudayanti
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.583

Abstract

ABSTRAKSumber daya manusia merupakan kekayaan terbesar yang dimiliki oleh suatu bangsa. Sumber daya manusia yang berkualitas tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan negaranya. Pendidikan merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Permainan yang sederhana seperti plastisin, gunning dan temple kertas ini bisa membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Saat si kecil memegang pelastisin, ia akan menggerakan tangannya dengan lincah, seperti meremas, meregangkan, menggulung, dan menekan. Pilih karakter atau benda di sekitar anak yang mudah dibentuk, seperti membentuk bola yang bulat, wadah kue yang segitiga, atau televisi yang persegi panjang. Permainan bisa dilanjutkan dengan alat  dan bahan yang mudah, seperti kertas dan gunting.Kata Kunci: Motorik Halus, Anak Usia Dini, Revolusi Industri 4.0  ABSTRACT                Human resources are the greatest wealth owned by a nation. Quality human resources will certainly improve the welfare of society and advance the country. Education is one of the efforts that can be done to improve quality human resources. Simple games such as plasticine, gunning and temple paper can help improve the fine motor skills of children. When your child holds the plasticizer, he will move his hands swiftly, such as squeezing, stretching, rolling and pressing. Choose characters or objects around children that are easily shaped, such as forming a round ball, a triangular cake container, or a rectangular television. The game can be continued with easy tools and materials, such as paper and scissors.Keywords: Fine Motor, Early Childhood, Industrial Revolution 4.0  
PEMBELAJARAN KONSEP POLA UNTUK ANAK USIA DINI DALAM KAITANNYA DENGAN PROBLEM SOLVING I Komang Sesara Ariyana
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.579

Abstract

PEMBELAJARAN KONSEP POLA UNTUK ANAK USIA DINI DALAM KAITANNYA DENGAN PROBLEM SOLVING I Komang Sesara AriyanaSTAH Negeri Mpu Kuturan Singarajakomangsesara.ariyana@yahoo.com ABSTRAKTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pembelajaran konsep pola untuk anak usia dini dalam kaitannya dengan kemampuan problem solving (pemecahan masalah). Metode penulisan yaitu kajian literatur terhadap kaitan antara pembelajaran konsep pola dengan kemampuan problem solving di PAUD. Konsep pola merupakan salah satu pembelajaran matematika untuk anak usia dini yang sangat penting sebagai dasar mempelajari konsep matematika dan kehidupan sehari-hari anak. Pembelajaran pola sangat beragam mulai dari menggunakan benda-benda konkret, gambar, maupun atau sesuatu yang abstrak seperti pola peristiwa sehari-hari anak. Anak usia dini dapat mempelajari konsep pola melalui kegiatan meronce ataupun menyusun balok mainan berwarna secara mendatar atau membuat konstruksi menara. Instruksi yang dapat diberikan berupa meminta anak untuk menduplikasi, memperluas, mentransfer, dan mengisolasi unit dari suatu pola. Instruksi seperti ini akan membiasakan anak untuk mengidentifikasi, menemukan, dan menunjukkan solusi dari masalah pola. Melalui tulisan ini, guru PAUD diharapkan memahami dan memperoleh inspirasi mengenai kemampuan problem solving anak usia dini dalam pembelajaran pola.Kata kunci: anak usia dini, konsep pola, problem solving. ABSTRACTThis paper aims to describe the importance of learning the concept of patterns for early childhood in relation to the ability of problem solving. The writing method is the study of literature on the link between learning the concept of patterns concept with the ability of problem solving in Early Childhood Education. The concept of pattern is one of mathematics learning for early childhood which is very important as a basis for learning mathematical concepts and children's daily lives. Learning patterns are very diverse ranging from using concrete objects, images, or something abstract like patterns of children's daily events. Early childhood can learn the concept of patterns through meronce (making a string of beads) activities or arranging colored toy blocks horizontally or making towers construction. Instructions that can be given in the form of asking children to duplicate, expand, transfer, and isolate the unit from a pattern. Instructions like this will accustom children to identify, find, and show solutions to pattern problems. Through this paper, Early Childhood Education teachers are expected to understand and get inspiration about early childhood problem solving skills in learning patterns.Keywords: concept of pattern, early childhood, problem solving.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL DAN KETERAMPILAN MOTORIK PADA ANAK DI TK EKA DHARMA SINGARAJA Komang Agus Budhi Arya Pramana
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.584

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan interpersonal dan keterampilan motorik melalui permainan tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kecerdasan interpersonal dan keterampilan motorik melalui permainan tradisional pada anak mengalami peningkatan, pada pra PTK kondisi kecerdasan interpersonal dan keterampilan motorik anak berada pada kondisi: 24% diklasifikasi baik, 29% diklasifikasi cukup, dan 47% diklasifikasi kurang. Pada siklus I untuk kecerdasan interpersonal 35% diklasifikasi baik, 47% diklasifikasi cukup dan 18% diklasifikasi kurang. Sedangkan untuk keterampilan motorik 29% diklasifikasi baik, 53% diklasifikasi cukup dan 18% diklasifikasi kurang. Pada siklus II terjadi peningkatan kecerdasan interpersonal dimana 59% diklasifikasi baik, 41% diklasifikasi cukup dan tidak ada anak diklasifikasi kurang. Untuk keterampilan motorik, dimana 53%  diklasifikasi baik, 47% diklsifikasi cukup, dan tidak ada anak diklasifikasi kurang. Bahkan pada siklus  III peningkatan kecerdasan interpersonal diperoleh hasil 88% diklasifikasi baik, 12% diklasifikasi cukup dan tidak ada anak diklasifikasi kurang. Pada keterampilan motorik diperoleh bahwa 88% diklasifikasikan baik, 12%diklasifikasi cukup dan tidak ada anak diklasifikasi kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal dan keterampilan motorik mengalami peningkatan, dari tahap awal (Pra PTK) sebesar 24% meningkat menjadi 88% pada akhir siklus III.Kata kunci: permainan tradisional, kecerdasasan interpersonal, keterampilan motorik  
STUDI PENINGKATAN KESIAPAN GURU PAUD TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (META–ANALISIS) I Ketut Ngurah Ardiawan
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.580

Abstract

STUDI PENINGKATAN KESIAPAN GURU PAUDTERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013(META–ANALISIS)  I Ketut Ngurah ArdiawanSTAH Negeri Mpu Kuturan Singarajangurahardiawan90@gmail.com ABSTRAKPenelitian ini terdiri dari pengumpulan informasi dari literatur dan penelitian tentang kesiapan guru PAUD terhadap implementasi kurikulum 2013. Metode ini disebut "Meta-Analysis". Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah serangkaian teknik analisis kuantitatif yang memungkinkan sintesis berbagai penelitian dalam satu topik. Berdasarkan temuan di atas, beberapa kebijakan alternatif dapat diberikan sebagai berikut: optimalisasi kurikulum pendidikan dan pelatihan (pelatihan) 2013, sosialisasi berkelanjutan dengan menyediakan tutor dan fasilitas profesional, mengoptimalkan lokakarya / lokakarya / peningkatan kurikulum 2013, melakukan pemecahan masalah dan mandiri evaluasi (Evaluasi Diri) mengenai proses pembelajaran kurikulum 2013, mengoptimalkan peran kepala sekolah dan pengawas dalam meninjau kurikulum, memfasilitasi pengayaan / kontekstualisasi pengembangan kurikulum 2013 dan memperkuat implementasi kurikulum 2013 berdasarkan kearifan lokal , memperkuat substansi sistem pembelajaran dalam kurikulum 2013, memperkuat sistem penilaian hasil pembelajaran oleh pendidik pada kurikulum 2013. Dengan demikian, kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dapat dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan rencana, pedoman dan tuntutan dalam proses standar.Kata kunci: kurikulum 2013, kearifan lokal, kesiapan guru ABSTRACTThis research consists of compiling information from the literature and research on the readiness of PAUD teachers towards the implementation of the 2013 curriculum. This method is called "Meta-Analysis". The analysis used in this study is a series of quantitative analysis techniques that enable the synthesis of various studies in one topic. Based on the above findings, several alternative policies can be given as follows:optimization of education and training (training) 2013 curriculum, ongoing socialization by providing professional tutors and facilities, optimizing workshops/workshops/upgrading curriculum 2013, conducting problem solving and self-evaluation (Self Evaluation) regarding the learning process of the 2013 curriculum, optimizing the role of school principals and supervisors in reviewing the curriculum, facilitating enrichment/contextualization of the development of the 2013 curriculum and strengthening the implementation of the 2013 curriculum based on local wisdom, strengthening the substance of the learning system in the 2013 curriculum, strengthening the learning outcomes assessment system by educators on the 2013 curriculum. Thus, the readiness of teachers in implementing the 2013 curriculum can be designed and implemented in accordance with plans, guidelines and demands in the standard process.Keywords: curriculum 2013, local wisdom, teacher readiness
REPRESENTATIF PENDIDIKAN TERUNA NYOMAN TERHADAP KARAKTER ANAK DI DESA ADAT TENGANAN PEGRINGSINGAN I Nengah Juliawan
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.585

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan formal maupun informal, adalah sarana untuk pewarisan kebudayaan kepada generasi yang lebih muda agar tradisi kebudayaannya tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Salah satu tradisi yang hidup di Bali dengan memiliki sistem pendidikan di dalamnya adalah Tradisi Materuna Nyoman. Tradisi Materuna Nyoman merupakan rangkaian upacara yang memiliki tujuan merubah status anak remaja menjadi dewasa secara sah menurut adat, dalam prosesi rangkaian upacaranya terdapat makna pendidikan yang membentuk karakter remaja menjadi pribadi yang berkarater dan bertanggung jawab. Sehingga Tradisi Materuna Nyoman perlu untuk dikaji dalam sebuah penelitian untuk mengetahui perubahan karakter anak remaja dalam pendidikan Materuna Nyoman. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif serta pendekatan penelitian etnografi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan hasil sebagai berikut: (1) proses rangkaian Materuna Nyoman yaitu Maajak-ajakan, Melali, Basen Pamit, Padewasaan atau kagedong, Matamiang, Malegar, Ngintarang Katekung, Katinggal. (2) Representatif pendidikan teruna nyoman terhadap karakter anak atau teruna diantaranya bertanggung jawab akan diri sendiri maupun lingkungan desa. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah pentingnya sebuah pendidikan baik yang bersifat formal maupun informal yang intinya mampu membentuk karakter manusia menjadi yang lebih baik adi luhur.Kata kunci : Materuna Nyoman, Pendidikan, karakter.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MIND MAP UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA PG PAUD Ni Luh Ika Windayani
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i1.581

Abstract

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MIND MAP UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA PG PAUD Ni Luh Ika WindayaniSTAHN MPU Kuturan Singarajaikawinda@stahnmpukuturan.ac.id ABSTRAK            Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif mahasiswa mata kuliah strategi pengembangan 3 (sosial, emosi, moral, agama) prodi PGPAUD semester V STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 melalui penerapan model pembelajaran mind map.Tujuan utama dari PTK adalah untuk memperbaiki/meningkatkan praktek pembelajaran secara berkesinambungan.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi.Observasi dilakukan dengan melakukan penilaian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis terhadap hasil mind map yang dibuat oleh mahasiswa prodi PGPAUD semester V STAHN Mpu Kuturan Singaraja mata kuliah strategi pengembangan 3.Rubrik penilaian yang digunakan untuk melatih berpikir kreatif mahasiswa PGPAUD meliputi (1) berpikir lancar (fluency); (2) berpikir luwes (flexibility); (3) berpikir orisinal (originality);  dan (4) keterampilan mengelaborasi (elaboration). Hasil PTK menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PGPAUD terlatih dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil observasi siklus I dan siklus II, peningkatan rata-rata siklus I sebesar 30,90 menjadi 38,91 pada siklus II. Ketuntasan klasikal mahasiswa mengalami peningkatan dari 54% pada siklus I menjadi 82% pada siklus II.Kata Kunci: Berpikir Kreatif dan Model Pembelajaran Mind Map 

Page 1 of 1 | Total Record : 9