JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education)
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) has e ISSN 25992759 (online) and p ISSN 26144387 (print) is a national scientific journal of Early Childhood Education (PAUD) that aims to communicate the research results of lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of Early Childhood Education (PAUD). The JECIE is published twice a year in July and December. The field of study in the JECIE covers the field of education and teaching in Early Childhood Education (PAUD), including the study of physical motor development, socio emotional development, cognitive development, language development, development of moral and religious values, art development, childrens inclusive education, and various other fields related to Early Childhood Education.
Articles
278 Documents
Permainan Gobak Sodor Sebagai Media Perkembangan Keterampilan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun
Heryanto, Dhita Amelia Putri;
Mulyadi, Sima;
Sianturi, Risbon
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1307
Indonesia merupakan negara yang mempunyai budaya yang beragam. Salah satunya adalah dalam permainan tradisionalnya. Permainan tradisional ada hampir di seluruh wilayah Indoneisa, permainan tersebut juga sangat beragam dan mempunyai karakteristik tersendiri. Permainan ini biasanya sering dimainkan oleh anak. Banyak manfaat yang di dapat dalam permainan dalam permainan tradisional ini. Dalam permainan ini jika diterapkan dalam pembelajaran anak usia dini, banyak aspek yang akan didapat. Salah satunya adalah aspek perkembangan sosial anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana cara permainan tradisional dapat melatih aspek perkembangan anak usia 5-6 tahun. Khusunya pada permainan gobak sodor. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan datanya dengan cara membaca dan menulis dari sumber buku, literatur dan laporan dari suatu studi kasus yang terkait. Hasil yang diperoleh adalah permainan tradisional gobak sodor dapat meningkatkan perkembangan sosial anak. Permainan tradisional pun dinilai cukup baik diterapkan dalam suatu metode pembelajaran khusunya di Pendidikan Anak Usia Dini untuk dapat mengembangkan perkembangan sosial anak. Maka dari itu, permainan tradisional harus terus dilestarikan agar dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Pada Anak Usia Dini Melalui Media Pembelajaran Busy Book
Aulia, Lina;
Lidinillah, Dindin Abdul Muiz;
Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1308
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan upaya dalam membantu meningkatkan perkembangan kemampuan anak. Hal ini dilakukan sebab peneliti menemukan hal yang menarik perhatian peneliti yaitu di sekolah PAUD Kober Bias Al-Badriyah yang berada di kabupaten Tasikmalaya terdapat 41,6% dari 100% anak yang kurang maksimal dalam mengenal angka, sehingga anak mengalami kesulitan dalam menggunakan angka untuk menjumlahkan dan menghitung. Sehingga peneliti memberikan upaya pembelajaran dengan menggunakan media busy book dengan tujuan dapat membantu anak dalam perkembangan kemampuan mengenal angka dengan baik dan benar serta untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan mengenal angka anak setelah diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan media busy book. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan pre-eksperimen dengan jenis desain one group pre posttest design. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelompok B berjumlah 12 anak yang berusia 5-6. Teknik pengambilan data menggunakan tes kemampuan mengenal angka anak dari hasil kegiatan pembelajaran menggunakan media busy book. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknis analisis statistik deskriptif untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan mengenal angka setelah anak diberikan perlakuan dengan bantuan program SPSS versi 21.
Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Seksual Untuk Anak Usia Dini
Elan, Elan;
Loita, Aini;
Wijayanti, Ira
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1311
Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan pemahaman orang tua terhadap Pendidikan seks untuk anak usia dini serta peran orang tua terhadap penerapan pendidikan seks. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara untuk mengungkap pemahaman orang tua dalam pendidikan seks untuk anak usia dini. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian : (1) Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Orang Tua terhadap Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini (3) Peran Orang tua dalam penerapan pendidikan seks pada anak usia dini yaitu (a) Memberikan pemahaman tentang seks kepada anak berdasarkan nilai agama serta nilai moral. (b) Beri rasa aman terhadap anak dengan adanya komunikasi yang hangat antar anggota keluarga, (c) Sesuaikan penjelasan mengenai seks dengan usia dan tingkatan pemahaman anak.
Pendidikan Moral Pada Anak Usia Dini
Tamimy, Maghfira Haniefaty
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1314
Pelaksanaan pendidikan diharapkan bukan hanya untuk mencerdaskan anak dari aspek intelektual atau kognitif saja tetapi dapat mencerdaskan anak secara moral, sehingga anak memiliki perilaku dan tutur kata yang baik. Anak yang memiliki moral yang baik tidak dibentuk secara instan, akan tetapi perlu proses atau pembiasaan sehingga, pentingnya peran orangtua, guru dan lingkungan masyarakat membimbing dan memberikan contoh moral yang baik. Pendidikan moral anak usia dini untuk memberikan pengetahuan kepada anak untuk menanamkan ketuhanan, mengetahui perbuatan yang baik dan buruk, benar dan salah, budi pekerti luhur yang baik agar mencapai kedewasaan dan bertanggung jawab. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Data yang diperlukan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini berasal dari berbagai literatur kepustakaan yang berkaitan dengan pembahasan yang dikaji. Adapun beberapa referensi yang digunakan adalah buku online, jurnal ilmiah edisi online, hasil penelitian dan artikel-artikel ilmiah yang bersumber dari internet. Jenis data yang diperoleh bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pendidikan moral anak usia dini sangat penting untuk memberikan kesadaran tentang moral sejak dini dan menjadi bekal sepanjang hidup anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, perlunya pengawasan dari orang dewasa sekitar anak, supaya apa yang anak lakukan baik atau buruknya dapat terkontrol dengan optimal.
Permainan Mononilala untuk Memfasilitasi Nilai Islami pada Anak Usia Dini
Putriani, Tasya
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1320
Pendidikan awal yang penting dalam perkembangan manusia dapat dilakukan dengan pendidikan anak usia dini, karena menandai periode luar biasa yang dikenal sebagai usia keemasan. Pada tahap ini, anak memiliki potensi perkembangan yang optimal dalam berbagai aspek, termasuk nilai moral dan agama. Sayangnya, di zaman modern ini, banyak anak yang mengalami kemerosotan nilai-nilai Islam, antara lain karena mereka tidak diajarkan nilai-nilai Islam sedini mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media permainan Mononilala sebagai sarana dalam memfasilitasi nilai-nilai Islami pada anak dengan menerapkan model pengembangan EDR. Subyek penelitian meliputi dua orang ahli, terdiri dari ahli media dan ahli materi. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan validasi. Adapun analisis dilakukan secara kombinasi, dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil validitas media pengembangan adalah baik atau layak digunakan, sedangkan hasil validitas materi sangat baik. Secara khusus media permainan Mononilala layak untuk disampaikan dalam suatu pembelajaran, khususnya untuk mengajarkan nilai-nilai Islam pada anak usia dini.
Analisis Buku Alfabet Fonik Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun
Regina, Silvia;
Gandana, Gilar;
Sianturi, Risbon
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1324
Membaca permulaan merupakan hal yang penting dikenalkan sejak usia dini untuk kemampuan membaca lebih lanjut. Pada masa ini perkembangan otak anak berkembang begitu pesat. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun di Kober Nurul Falah karena kurang variatifnya media yang digunakan. Salah satu media yang bisa digunakan untuk membantu membaca membaca permulaan anak yaitu dengan menggunakan media buku alfabet fonik. Buku alfabet fonik dapat memudahkan anak mengenal huruf dengan cara melihat gambar yang sesuai dengan nama awal huruf dan menyuarakan huruf dengan menirukan gambar bentuk mulut cara pengucapan huruf . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku alfabet fonik terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun di Kober Nurul Falah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa anak-anak sangat senang bermain buku alfabet fonik dan buku ini efektif dalam membantu meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun.
Peranan Orang Tua Terhadap Perkembangan Motorik pada Anak Usia Dini: Indonesia
Kusmiati, Dini;
Sianturi, Risbon;
Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1325
Aspek perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Salah satu aspek penting untuk anak usia dini adalah aspek perkembangan motorik. Dalam perkembangan motorik, orang tua memiliki peranan penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan orang tua terhadap perkembangan motorik pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif melalui Studi Pustaka, yakni metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, foto-foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Hasil penelitian peran orang tua dapat membentuk pola sikap dan pribadi anak, juga dapat menentukan proses pendidikan yang diperoleh anak. Orang tua mempunyai peranan dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia perkembangan anak yakni melalui proses penalaran untuk mengatahui bakat yang di miliki oleh anaknya.
Pengaruh Penggunaan Media Hidroponik dalam Kegiatan Bercocok Tanam Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia 5-6 Tahun
Noviyanti, Noviyanti;
Mulyadi, Sima;
Mulyana, Edi Hendri
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1326
Kecerdasan naturalis merupakan salah satu bagian dari kesembilan kecerdasan jamak. Kecerdasan naturalis adalah keahlian mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora dan fauna dan lingkungan sekitar. Kecerdasan naturalis anak dapat dilihat dari seberapa jauh anak mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora, fauna, dan lingkungan di sekitarnya. Hidroponik merupakan salah satu sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanam tanah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test post-test. Berdasarkan penelitan yang dilakukan, untuk mengukur kecerdasan naturalis anak dengan melakukan test sebelum dan sesudah diberikan perlakukan. Sehingga didapatkan hasil pre-test dengan nilai %rata-rata 12,92 atau sebesar 32% dengan kategori belum berkembang (BB). Sementara dari hasil post-test didapatkan niilai %rata-rata 37,84 atau sebesar 93% dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Dari hasil pre-test dan post-test tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun meningkat dari belum berkembang menjadi berkembang sangat baik. Sehingga penggunaan media hidroponik dalam kegiatan bercocok tanam memiliki pengaruh terhadap kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun.
Fatherless, Fatalkah?
Astagini, Virda Anggi;
Gandana, Gilar;
Purwati, Purwati
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1327
Anak merupakan investasi terbesar orang tua di masa depan. Di masa depan anak akan menjadi bukti dari keberhasilan atau kegagalan orang tua dalam mendidik. Selain itu, titik tumpu pada pembentukan masyarakat yang damai dan sejahtera ditentukan oleh keluarga. Karena dalam keluarga terjalin hubungan yang paling dekat dan terus menerus. Masing-masing orang menempuh berbagai cara dalam mencari kebahagiaan dan ketentraman itu. Namun keluarga tak selamanya baik-baik saja. Kematian, perceraian atau apapun yang menyebabkan terjadinya kehilangan yang tentu saja tak diinginkan termasuk hilangnya sososk ayah dalam pengasuhan. Fatherless diartikan sebagai hilangnya sosok ayah dalam pengasuhan baik secara fisik maupun psikis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini mengupas banyak dampak dari kehilangan sosok ayah dalam pengasuhan. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dari kehilangan sosok ayah dalam pengasuhan ini, mulai dari dampak pada prestasi belajar anak yang memang berhubungan dengan dampak pada psikologis, dan kemungkinan terburuk yaitu berdampak pada cyberporn.
Peran Guru dalam Mengoptimalkan Interaksi Sosial Anak Usia Dini
Rosidah, Hani Kholifatur;
Mulyana, Edi Hendri;
Aprily, Nuraly Masum
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1329
Interaksi sosial penting untuk dikembangkan pada anak sejak usia dini. Interaksi sosial pada anak usia dini berlangsung secara beriringan dengan perkembangan sosialnya. Interaksi sosial dapat menjadi dasar anak untuk dapat diterima di lingkungan sosial. Apabila anak dapat berbaur bersama lingkungan sosialnya, disitulah anak diakui keberadaan dirinya. Ketika anak di sekolah lingkup sosial yang dimiliki menjadi lebih luas. Maka guru hendaknya dapat mengoptimalkan interaksi sosial anak dengan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Guru mendorong anak untuk mandiri dan berhubungan dengan teman sebaya agar dapat berbaur dan diterima lingkungan sosialnya. Guru mendampingi dan memantau anak saat belajar dan membantu anak ketika menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengoptimalkan interaksi sosial anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian dinyakan bahwa keterampilan sosial guru menjadi dasar yang perlu dimiliki guru dalam mengoptimalkan interaksi sosial anak usia dini.