cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 105 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tumbuhan Seledri (Apium Graveolens) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Pseudomonas Aeruginosa Erlin Kurniawati Sholihah; Sardjiman; Joko Santoso
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 8 (2024): JKRI - Agustus 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi adalah penyakit yang terjadi akibat mikroorganisme patogen. Patogen penginfeksi meliputi virus, bakteri, jamur dan parasit. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih (ISK). Sedangkan Stapylococcus aureus menyebabkan penyakit infeksi kulit. Bahan alam yang dapat digunakan untuk pengobatan infeksi salah satunya adalah tanaman seledri (Apium graveolens) yang mengandung flavonoid, saponin dan tannin. Berkhasiat sebagai antiradang, antijamur, antikanker dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dengan perbandingan konsentrasi ekstrak daun seledri (Apium graveolens) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Metode penelitian ini yaitu eksperimental post test only control group design. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak daun seledri terhadap bakteri Staphyloccus aureus pada KI dosis 50 mg daya hambat 11,63 mm, KII dosis 100 mg daya hambat 15,93mm, KIII dosis 150 mg daya hambat 17,50mm, KIV dosis 200 mg daya hambat sebesar 21,9 mm, KV kontrol (+) chloramphenicol daya hambat 22,13 mm dan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa KI dosis 50 mg daya hambat 10,45 mm, KII dosis 100 mg daya hambat 12,63 mm, KIII dosis 150 mg daya hambat 14,13 mm, KIV dosis 200 mg daya hambat 15,70 mm, KV (+) Ciprofloxacin daya hambat 22,13 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah dosis ekstrak daun seledri yang memiliki aktivitas menghambat bakteri Staphylococcus aureus adalah KIV 200 mg dengan daya hambat sebesar 21,9 mm dan memiliki potensi antibakteri sebesar 98,96 % lebih baik dibandingkan Pseudomonas aeruginosa adalah KIV 200 mg daya hambat 15,70 mm dan memiliki potensi antibakteri sebesar 70,94%.
Hubungan Karakteristik Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Sidomulyo Dendy Chandra Wiguna Junaedi; Rizki Nur Azmi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 8 (2024): JKRI - Agustus 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor utama yang mempengaruhi hasil pengobatan pada individu dengan diabetes mellitus tipe 2 adalah ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Ciri-ciri pasien merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana individu dengan ciri-ciri diabetes melitus tipe 2 dan kepatuhan pengobatan berhubungan satu sama lain. Pada Mei 2023, penelitian cross-sectional dilakukan di Puskesmas Sidomulyo di Samarinda. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel 23 pasien dengan diabetes melitus tipe 2 untuk penelitian ini. Kuesioner Skala Kepatuhan Pengobatan Morisky (MMAS-8) digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Skor pada skala dibagi menjadi dua kategori: kepatuhan tinggi (skor 0-3) dan kepatuhan rendah (skor 3-8). Usia, jenis kelamin, dan pencapaian pendidikan semuanya mengungkapkan ciri-ciri pasien. Tes Chi-square digunakan untuk mengevaluasi data dan menentukan apakah ada korelasi antara fitur dan kepatuhan pengobatan menggunakan SPSS versi 24. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada enam responden dengan kepatuhan tinggi (26,1%), delapan belas pasien dengan kepatuhan rendah (73,9%). Usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan pasien tidak berkorelasi secara signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p > 0,05). Jelas dari data bahwa pasien diabetes tipe 2 masih mematuhi rejimen resep mereka, meskipun pada tingkat yang rendah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi variabel yang dapat memengaruhi kepatuhan.
Gambaran Motivasi Belajar Piano Pada Middle Childhood Di Masa Transisi Endemi Covid-19 Milleny Caca; Riana Sahrani
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 8 (2024): JKRI - Agustus 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah latar belakang seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan ataupun hasil yang ingin didapatkan. Motivasi dalam kegiatan belajar dapat menumbuhkan semangat dan juga mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Pembelajaran musik pada middle childhood dapat mempengaruhi perkembangan Intelegent Quotion yaitu kecerdasan seseorang, dan juga dapat mempengaruhi Emotional Quotion yaitu kecerdasan emosional seseorang. Selain itu peranan musik bagi anak juga untuk melatih fungsi keseimbangan perkembangan otak kiri dan kanan. Musik yang dimaksud adalah musik yang memiliki irama dan nada-nada yang teratur seperti musik klasik, ataupun musik instrumental. Pentingnya motivasi sebagai penggerak untuk mencapai suatu tujuan di dalam proses belajar membuat peneliti ingin melihat secara spesifik gambaran motivasi middle childhood sewaktu belajar piano. Alat ukur yang digunakan dalam peneltian ini adalah Motivation for Learning Music (MLM) questionnaire. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 122 responden. Adapun responden dalam penelitian ini adalah anak-anak berumur 8-12 tahun yang sedang mengikuti kegiatan belajar piano di beberapa tempat les dengan masa belajar minimal enam bulan lamanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner pada responden, dan juga memberikan informed consent kepada orang tua responden. Dari hasil olah data menunjukkan dimensi yang paling menonjol sebagai motivasi pendorong middle childhood dalam mengikuti pembelajaran piano adalah dimensi Intrinsic motivation (IM) dimana sesorang melakukan sesuatu kegiatan karena memang berminat dan senang dalam melakukannya. Hasil penelitian ini menunjukkan anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar mempunyai motivasi dalam melakukan kegiatan belajar musik yang dilakukan
Efektivitas Effleurage Massage Terhadap Intensitas Pengurangan Tingkat Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala 1 Fase Aktif Di PMB Junita Am.Keb Kota Pematangsiantar Tahun 2024 Jujuren Sitepu; Ardiana Barubara; Arum Puspita Sari
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 8 (2024): JKRI - Agustus 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan adalah respons fisiologis yang dirasakan semua ibu yang melahirkan. Pemijatan dengan lembut bisa meringankan rasa sakit selama proses persalinan. Ini terjadi akibat pijatan merangsang tubuh untuk melepaskan endorfin, yang menciptakan perasaan nyaman. Effleurage adalah teknik pemijatan yang melibatkan usapan lembut, lambat, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Effleurage Massage dalam mengurangi tingkat nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PMB Junita, AM.Keb, Kota Pematangsiantar tahun 2024. Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok. Sampel penelitian terdiri dari 35 ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan alat ukur Wong Baker FACES Pain Rating Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum Effleurage Massage, rata-rata nyeri ibu bersalin kala I fase aktif adalah 6,91. Setelah Effleurage Massage, rata-rata nyeri menurun menjadi 4,34. Uji statistik yang digunakan adalah uji t-dependen, yang menghasilkan nilai p = 0,000 (<0,05), menunjukkan bahwa Effleurage Massage efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Diharapkan Effleurage Massage bisa diterapkan sebagai salah satu metode untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif
Gambaran Makna Cinta Yang Dipahami Oleh Remaja Madya Yang Sudah Terlanjur Melakukan Hubungan Seksual Pranikah Vellya
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 8 (2024): JKRI - Agustus 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa remaja, aktivitas seksual pranikah sering terjadi, dan remaja sering kali mengaitkan tindakan ini dengan konsep cinta. Riset oleh Sri Tiatri, Ph.D., Psikolog dari Program Studi S-1 Psikologi Universitas Tarumanagara, bertujuan untuk memahami bagaimana remaja memaknai cinta dalam konteks hubungan seksual pranikah. Remaja sering kali melakukan hubungan intim bukan hanya untuk mengenal karakter pasangan mereka, tetapi sebagai bentuk pelampiasan dari rasa rindu, bukti kasih sayang, dan validasi cinta terhadap pasangan. Remaja berada dalam fase transisi antara masa anak-anak dan dewasa, yang membuat mereka rentan terhadap pengaruh lingkungan dan naluri seksual. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dan melibatkan empat partisipan berusia 15 hingga 18 tahun yang masih bersekolah di SMP dan SMA dan telah melakukan hubungan seksual pranikah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil riset menunjukkan bahwa makna cinta yang dipahami oleh keempat subjek riset mencakup pengorbanan, keseriusan, kenyamanan, ketakutan akan kehilangan, dan keterbukaan dengan pasangan. Keempat subjek memiliki latar belakang keluarga yang serupa, yaitu kurangnya kelekatan dengan orang tua, yang mungkin berkontribusi terhadap keputusan mereka dalam menjalani hubungan seksual pranikah.
Pelatihan Efikasi Diri Untuk Menurunkan Kecemasan Mempelajari Bahasa Inggris Pada Mahasiswa Anugrah Eka Putra; Sri Muliati Abdullah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 8 (2024): JKRI - Agustus 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini untuk menguji pengaruh pelatihan efikasi diri terhadap penurunan kecemasan mahasiswa S1 fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta dalam mempelajari bahasa Inggris. Partisipan dalam riset ini berjumlah 8 orang yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Karakteristik partisipan dalam riset ini adalah Mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah bahasa Inggris, mengalami kecemasan dengan kategori tinggi dan sedang dalam mempelajari bahasa Inggris berdasarkan hasil screening dari skala kecemasan mempelajari bahasa Inggris, level bahasa Inggris A1 atau skor TOEFL minimal 300, bersedia mengikuti proses riset yang ditunjukkan dengan inform consent dan tidak sedang mendapatkan intervensi/psikoterapi apapun. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan menggunakan skala kecemasan mempelajari bahasa Inggris. Hasil riset uji paired sample t-test dengan nilai signifikansi 0.027, p < 0.05, sementara nilai rata-rata tingkat kecemasan mempelajari bahasa Inggris sebelum diberikan perlakuan efikasi diri (pretest) adalah 3.078 dan setelah diberikan perlakuan efikasi diri (posttest) yaitu 2.621 yang berarti pelatihan efikasi diri berhasil menurunkan tingkat kecemasan mempelajari bahasa Inggris pada kelompok eksperimen. Lebih lanjut lagi hasil analisis uji independent sample t-test dengan nilai signifikansi sebesar 0.021, p (0.021) < 0.05, yang berarti bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan mempelajari bahasa Inggris yang signifikan antara kelompok eksperimen (mean=2.621) dan kelompok kontrol kontrol (mean=2.466)
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Dan Motivasi Kerja Dengan Tingkat Kepuasan Kerja Perawat Di RSUD Sambas Amalia; Yunita Dwi Anggreini; Hendra Priyatnanto
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 9 (2024): JKRI - September 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan adalah elemen kunci yang berperan penting dalam kemudahan pelayanan di RS, karena kepemimpinan menjadi pusat dari manejemen organisasi yang salah satunya berupa kepala ruangan. Gaya kepemimpinan dapat mempengaruhi orang yang dipimpinnya terkhususnya di RS. Ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan oleh pihak RS, salah satunya adalah memperhatikan tingkat kepuasan dan motivasi kerja perawat. Riset ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dan motivasi kerja dengan tingkat kepuasan kerja perawat di RSUD Sambas. Riset ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 62 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji statistik yang digunakan adalah spearman rank test. Hasil riset menyimpulkan adanya relasi antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat kepuasan kerja perawat di RSUD Sambas, dengan nilai p=0,000. Selain itu, ada juga relasi antara motivasi kerja dengan tingkat kepuasan kerja perawat di RSUD Sambas dengan nilai p=0,000. Dari riset ini dapat disimpulkan bahwa ada relasi antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dan motivasi kerja dengan tingkat kepuasan kerja perawat di RSUD Sambas.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kedondong Bangkok (Spondias Dulcis Forts.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Pseudomonas Aeruginosa Tria Farma Meylina; Sardjiman; Joko Santoso
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 9 (2024): JKRI - September 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi adalah suatu kondisi penyakit yang diakibatkan adanya bakteri seperti virus dan patogen yang meneybabkan gangguan kesehatan. Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa meneybabkan penyakit yaitu dermatitis, folikulitis infeksi luka bakar, bisul, borok dan seulitis.Daun Kedondong Bangkok merupakan tanaman tradisional yang digunakan untuk pengobatan penyakit kulit. Prevalensi penyakit infeksi kulit sekitar 18-30 % di dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya efektivitas antibakteri ekstrak daun kedondong bangkok dalam bakteri, metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain Post- test only control grup. Hasil uji zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus pada dosis K I 0,25 g/ml (Zona Hambat 8,4 mm) potensi sebesar 40,5 %, KII dosis 0,5 g/ml ( zona hambat 9,4 mm) potensi 45,5 %, K III dosis 0,27 g/ml (zona hambat 11,2 mm ) potensi 54,2 %, K IV kontrol kloramfenikol (+) ( zona hambat 20,7 mm) potensi sebesar 100 % sedangkan pada bakteri Pseudomonas aeruginose aureus pada dosis K I 0,25 g/ml ( zona hambat 9,9 mm) potensi sebesar 45,7 %, KII dosis 0,5 g/ml ( zona hambat 8,4 mm) potensi sebesar 38,8 %, K III dosis 0,27 g/ml (zona hambat 10,2 mm) potensi sebesar 47 % , K IV kontrol kloramfenikol (+) ( zona hambat 21,7 mm) potensi 100 %. Kesimpulan pada penelitian ini ekstrak daun kedondong bangkok yang paling efektif sebagai antibakteri Staphylococcus aureus pada kelompok dosis K III 0,75 g/ml dan zona hambat 11,2 mm potensi bakteri 54 ,2% dan Pseudomonas aeruginosa zona hambat 10,2 mm dan potensi sebesar 47 %.
Studi Kasus Teknik Pemeriksaan Shoulder Joint Dengan Suspect Dislokasi Di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul Azis Abdullah; Ari Anggraeni; Ildsa Maulidya Mar'athus Nasokha
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 9 (2024): JKRI - September 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pemeriksaan shoulder joint dengan suspect dislokasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 sampai dengan bulan Mei 2024 di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara langsung dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 2 radiografer dan 1 dokter spesialis radiologi, sedangkan objek penelitian ini adalah pemeriksaan shoulder joint dengan pada pasien suspect dislokasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data. Penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan shoulder joint dengan suspect dislokasi di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul yaitu pemeriksaan radiografi shoulder joint dengan proyeksi AP dengan kedua tangan pasien memegang beban 5 kg berupa jeriken. Alasan digunakannya beban 5 kg pada pemeriksaan proyeksi AP shoulder joint yaitu untuk mengukur celah acromioclavicular joint yang sakit dengan yang tidak sakit, untuk mengurangi pergerakan yang tidak diinginkan, dan untuk agar shoulder joint simetris kanan dan kiri. Saran penulis sebaiknya di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Batul menambah SPO yang mengatur penggunaan beban pada pemeriksaan shoulder joint. Teknik pemeriksaan shoulder joint dengan suspect dislokasi di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul dilakukan proyeksi AP dengan kedua tangan diberi beban 5 kg. Alasan diberikannya beban 5 kg pada tangan pasien dengan suspect dislokasi di Instalasi PKU Muhammadiyah Bantul yaitu untuk mengukur celah acromioclavicular joint kanan dan kiri, serta untuk mengurangi pergerakan yang tidak diinginkan
Teknik Pemeriksaan Radiografi Femur Dengan Modifikasi Penyudutan Central Ray Di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Nabila Fransiska; Ari Anggraeni; Ike Ade Nur Liscyaningsih
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 9 (2024): JKRI - September 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada Januari-Mei 2024. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yaitu 2 radiografer dan 1 dokter spesialis radiologi. Objek dalam penelitian ini adalah pasien dengan pemeriksaan femur proyeksi lateral penyudutan central ray. Pengambilan data dilakukan dengan pedoman observasi, pedoman wawancara, alat perekam, kamera, buku dan pulpen. Analis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Yang didapatkan dari teknik pemeriksaan femur post orif yaitu proyeksi yang digunakan adalah proyeksi Antero-Posterior dan lateral penyudutan central ray 30 derajat. Alasan dilakukan penyudutan central ray 30 derajat karena pasien non-kooperatif dan masih dalam pengaruh obat bius sehingga dilakukan modifikasi proyeksi lateral dengan melakukan penyudutan. Diterbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan femur post orif agar para radiografer mempunyai acuan untuk melakukan modifikasi proyeksi ketika pasien dalam keadaan non-kooperatif. Diterbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan femur post orif agar para radiografer mempunyai acuan untuk melakukan modifikasi proyeksi ketika pasien dalam keadaan non-kooperatif.

Page 3 of 11 | Total Record : 105