cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 105 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Terhadap Kejadian Anemia Pada Trimester III Kehamilan Di Puskesmas Singkawang Barat II Kota Singkawang Kalimantan Barat Lydia Fulansari; Emika Prastyan; Desriani Lestari
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 1 (2024): JKRI - Desember 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kematian pada ibu hamil adalah anemia. Asupan gizi yang rendah dan tidak tercukupi serta ketidaktahuan mengenai gizi yang tepat merupakan penyebab utama terjadinya anemia pada ibu hamil.. Di Puskesmas Singkawang Barat II Kota Singkawang Kalimantan Barat, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian anemia pada kehamilan trimester III dengan tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap anemia tersebut. Penelitian ini menggunakan 54 sampel yang menggunakan pendekatan analitik cross-sectional. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Spearman Rank), dan multivariat (uji regresi logistik).Hasil analisis univariat terkait tingkat pengetahuan responden mengenai kejadian anemia, yaitu 11 (20%) baik, 35 (65%) cukup, dan 8 (15%) kurang. Ditemukan 37 (69%) responden patuh mengonsumsi tablet Fe dan 17 (31%) tidak patuh. Data paritas tidak berisiko ditemukan pada 48 (89%) responden dan sisanya, yaitu 6 (11%) responden berisiko. Jarak kehamilan tidak berisiko ditemukan pada 54 (100%) responden. Kejadian anemia ringan ditemukan pada 33 (61%) responden, 21 (39%) tidak mengalami anemia, dan tidak ada yang mengalami anemia berat. Hasil uji Spearman Rank terhadap kejadian anemia, meliputi tingkat pengetahuan (0,598), kepatuhan konsumsi tablet Fe (0,000), paritas (0,772), dan jarak kehamilan (invalid). Mayoritas responden berpengetahuan baik dan cukup terhadap anemia, serta patuh mengonsumsi tablet Fe. Jarak kehamilan dan paritas responden umumnya tidak berisiko, serta ditemukan angka kejadian anemia ringan yang mendominasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya kepatuhan konsumsi tablet Fe yang berhubungan signifikan dengan kejadian anemia sehingga analisis tidak dapat dilanjutkan ke tahap multivariat
Pengaruh Penyuluhan Anemia Terhadap Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri Di MA Jamilurrahman Bantul Nova Fitria Salzabila; Herlin Fitriani Kurniawati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 1 (2024): JKRI - Desember 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktahuan remaja putri tentang anemia akan memengaruhi kemampuan mereka untuk mencegah anemia, yang pada gilirannya dapat menyebabkan anemia. Perkembangan motorik, mental, dan intelektual yang terhambat, hasil belajar yang lebih buruk, tingkat kebugaran yang lebih rendah, bentuk tubuh yang tidak ideal, dan kegagalan mencapai tinggi badan yang optimal merupakan konsekuensi dari anemia. Anemia masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama pada anak sekolah, khususnya remaja. Karena kebutuhan gizi mereka yang meningkat pada masa pertumbuhan, remaja putri sangat rentan terhadap anemia. Remaja putri lebih rentan terhadap anemia karena sejumlah variabel, termasuk pendidikan, latar belakang sosial budaya, usia, lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman. Karena tingkat ingatannya 75-87%, video anemia dan presentasi PowerPoint akan mudah disampaikan. Penelitian ini berupaya untuk memastikan bagaimana konseling anemia memengaruhi pemahaman remaja putri di MA tentang anemia. Bantul Jamilurrahman. Desain pra-eksperimen penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest. Untuk penelitian ini, 67 responden dijadikan sebagai ukuran sampel. Nilai rata-rata peringkat pra-tes adalah 19,88, sedangkan nilai rata-rata peringkat pasca-tes adalah 30,49, menurut temuan uji statistik. Dengan nilai signifikan 0,000 (p <0,05) dan nilai Z_Wilcoxon -5,315, terdapat pengaruh substansial antara temuan pra-tes dan pasca-tes. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konseling anemia melalui PowerPoint dan konten video dapat meningkatkan kesadaran remaja putri tentang anemia. Rekomendasi Remaja putri harus mampu mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kipi (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Setelah Vaksin Dengan Kesediaan Melakukan Vaksin Dosis Ketiga Pada Mahasiswa-Mahasiswi Fakultas Kedokteran UISU Tahun 2022 Roudoh Faliha; Tiffani Tantina Lubis
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat memberikan vaksin, penting untuk menyadari potensi efek samping, yang sering dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Menahan pandemi COVID-19 akan menjadi tantangan jika kesiapan vaksinasi buruk. Kesediaan seseorang untuk mendapatkan vaksin bergantung pada banyak hal; ini termasuk keyakinan mereka pada vaksin, tingkat kepercayaan mereka pada penyedia layanan kesehatan, persepsi mereka tentang kemanjuran vaksin COVID-19, dan tingkat pengetahuan mereka tentang risiko dan manfaat vaksin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah siswa bersedia menjalani dosis ketiga/booster imunisasi sehubungan dengan tingkat kesadaran mereka mengenai gejala KIPI. Seratus dua puluh lima siswa, yang berusia antara sembilan belas hingga dua puluh dua tahun, menjadi sampel untuk penelitian analitik observasional cross-sectional ini. Uji Eta mengungkap adanya korelasi lemah namun signifikan antara pengetahuan tentang KIPI dan kemauan untuk mendapatkan suntikan penguat (F hitung > F tabel; η=0,227), dengan peningkatan kemauan untuk mendapatkan suntikan penguat sebesar 22,7% untuk setiap peningkatan 1 poin persentase dalam pengetahuan KIPI. Pada tahun 2022, keinginan mahasiswa FK UISU untuk mendapatkan suntikan penguat berkorelasi dengan tingkat pemahaman mereka tentang gejala KIPI
Perbedaan Tingkat Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan Metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery dan Konvensional: A Systematic Review Andra Mahar Fadillah; Rizki Ramadhana; Budi Pratama
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) bertujuan untuk mengurangi nyeri dan mempercepat pemulihan dibandingkan dengan pendekatan non-ERACS yang lebih konvensional. Penelitian ini melakukan systematic review untuk mengevaluasi efektivitas kedua metode dalam manajemen nyeri pasca-operasi. Metode: Systematic review ini melibatkan pencarian literatur menggunakan database Google Scholar dan Pubmed. Artikel yang relevan diidentifikasi berdasarkan perbandingan tingkat nyeri antara pasien yang menjalani sectio caesarea dengan metode ERACS dan non-ERACS. Penilaian kualitas artikel dilakukan menggunakan STROBE. Hasil dan Pembahasan: Hasil review 8 jurnal yang telah dinilai masuk kriteria inklusi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan protokol ERACS secara signifikan mengurangi tingkat nyeri pasca-operasi dibandingkan dengan metode non-ERACS. Kesimpulan: Metode ERACS terbukti lebih efektif dalam mengelola nyeri pasca-sectio caesarea dibandingkan dengan pendekatan konvensional.
Rancangan Kursi Kerja Ergonomis Untuk Meningkatkan Kepuasan Kerja Pada Pekerja Divisi Tenun di PT. X Ahmad Hilman Maulana
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan pada saat bekerja memegang peran penting dalam mendukung produktivitas dan kepuasan kerja karyawan, terutama dalam industri dengan intensitas kerja tinggi seperti divisi tenun. Posisi duduk yang dipertahankan dalam waktu lama selama proses menenun, yang berlangsung hingga 8 jam per hari, sering kali menyebabkan ketidaknyamanan. Hal ini dapat memicu keluhan seperti nyeri pada punggung atau tulang belakang. Kondisi ini juga memengaruhi kesehatan mental penenun, karena duduk dalam posisi yang tidak nyaman cenderung mengurangi fokus dan meningkatkan stres kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan kursi kerja yang ergonomi dengan pendekatan antropometri untuk mengurangi resiko pada kesehatan pekerja yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja akibat kursi kerja sebelumnya yang kurang nyaman, dengan memfokuskan rancangan kursi kerja pada ukuran tubuh manusia. Pengukuran secara anthropometri menggunakan persentil ke-95 maka diperoleh rancangan dimensi kursi kerja: 1) Tinggi kursi dari lantai 110 cm, 2) Tinggi alas duduk dari lantai 46 cm, 3) Lebar alas kursi 37 cm, 4) Lebar sandaran 37 cm, 5) Tinggi sandaran 64 cm.
Hemorrhagic Stroke Misae Fattah Rizki; Nurita Hidayati; Edi Prasetyo
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke hemoragik merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan hipertensi sebagai faktor risiko utama. Studi kasus ini menganalisis pendekatan diagnostik dan terapeutik pada pasien stroke hemoragik intracerebral hemorrhage (ICH) untuk meningkatkan pemahaman tentang prognosis dan outcome klinis. Penelitian ini melibatkan analisis kasus pasien laki-laki berusia 62 tahun yang mengalami kelemahan anggota gerak sisi kiri secara tiba-tiba, nyeri kepala, dan bicara pelo. Pasien menjalani pemeriksaan klinis, laboratorium, pencitraan CT-Scan, serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Intervensi meliputi pemberian manitol, citicolin, candesartan, serta mobilisasi pasif. CT-Scan menunjukkan perdarahan sebesar 6,57 cc di basal ganglia kanan. Pasien mendapatkan manajemen terpadu yang menghasilkan perbaikan klinis signifikan, ditandai dengan peningkatan kekuatan motorik dan artikulasi bicara. Prognosis pasien dinilai baik berdasarkan skor NIHSS dan pemantauan klinis. Penanganan stroke hemoragik memerlukan pengelolaan hipertensi yang efektif dan pendekatan multidisiplin. Terapi yang tepat dapat memperbaiki outcome neurologis dan mengurangi risiko komplikasi. Edukasi mengenai gaya hidup sehat penting untuk mencegah serangan stroke berulang
Peranan Radioterapi Dalam Tatalaksana Kanker Serviks Data Erdian Mahendra; Tia Bonita; Amelia Kresna
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi keempat di kalangan perempuan di berbagai belahan dunia, setelah kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru. Salah satu modalitas terapi kanker serviks adalah radioterapi. Penelitian ini melakukan literature review untuk mengetahui peranan radioterapi dalam tatalaksana kanker serviks. Literature Review dilakukan dengan memanfaatkan teori-teori dan data-data penelitian melalui mesin pencari internet dengan mengakses sumber-sumber penelitian atau artikel ilmiah pada Google Scholar dan PubMed. Prinsip radioterapi melibatkan pemberian dosis radiasi yang cukup untuk mematikan tumor di area yang ditentukan. Radioterapi dapat diberikan dengan dua metode yaitu radiasi eksterna dan radiasi interna (Brakiterapi). Radioterapi menjadi pilihan utama dalam penatalaksanaan kanker serviks pada stadium awal dan lanjut. Kesimpulan: Selain sebagai pemeriksaan penunjang, ilmu radiologi memiliki peranan penting dalam tatalaksana kanker serviks. Namun, dalam pelaksanaannya, radioterapi tidak meningkatkan prognosis atau harapan hidup pasien kanker serviks, melainkan ditentukan berdasarkan stadium yang dialami. Oleh karena itu, deteksi dini kanker serviks dan pemberian terapi segera pada stadium awal sangat penting
Eksplorasi Pengalaman Perawat IGD dalam Proses Transfer Pasien Kritis di Rumah Sakit: Pendekatan Fenomenologi Fansha Tio Anugrah; Yuliani Budiarti; Yati Afiyanti
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi keempat di kalangan perempuan di berbagai belahan dunia, setelah kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru. Salah satu modalitas terapi kanker serviks adalah radioterapi. Penelitian ini melakukan literature review untuk mengetahui peranan radioterapi dalam tatalaksana kanker serviks. Literature Review dilakukan dengan memanfaatkan teori-teori dan data-data penelitian melalui mesin pencari internet dengan mengakses sumber-sumber penelitian atau artikel ilmiah pada Google Scholar dan PubMed. Prinsip radioterapi melibatkan pemberian dosis radiasi yang cukup untuk mematikan tumor di area yang ditentukan. Radioterapi dapat diberikan dengan dua metode yaitu radiasi eksterna dan radiasi interna (Brakiterapi). Radioterapi menjadi pilihan utama dalam penatalaksanaan kanker serviks pada stadium awal dan lanjut. Kesimpulan: Selain sebagai pemeriksaan penunjang, ilmu radiologi memiliki peranan penting dalam tatalaksana kanker serviks. Namun, dalam pelaksanaannya, radioterapi tidak meningkatkan prognosis atau harapan hidup pasien kanker serviks, melainkan ditentukan berdasarkan stadium yang dialami. Oleh karena itu, deteksi dini kanker serviks dan pemberian terapi segera pada stadium awal sangat penting
Analisis Kadar Imunoglobulin Gamma (IgG) Pada Penderita TB Paru Menggunakan Metode Enzym Linked Immunosorbent Assay (Elisa) Nurhilaliyah; Meryam Susanti; Eka Wahyuningsih Kahar
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, dengan paru-paru sebagai lokasi utama serangannya, menyebabkan penurunan berat badan, demam, batuk, rasa nyeri di dada, kesulitan bernapas; berkurangnya nafsu makan, kelelahan, berkeringat dan dahak yang mengandung darah. Ketika tubuh terpapar Mycobacterium tuberculosis, sistem kekebalan memproduksi antibodi IgG yang berikatan dengan antigen bakteri, membentuk kompleks antigen-antibodi. Maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar Imunoglobulin Gamma (IgG) pada Penderita TB Paru menggunakan Metode Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Metode penelitian ini menggunakan jenis observasi laboratorik dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel yang digunakan yaitu sampel darah penderita TB paru yang menjalani pengobatan dengan teknik purposive sampling. Hasil dari pengujian akan dipresentasikan melalui tabel dan gambar dengan pendekatan deskriptif dan juga menggunakan analisis bivariate dengan uji statistik berbantuan aplikasi SPSS 25. Hasil yang diperoleh yaitu tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar Imunoglobulin Gamma (IgG) antara pasien Tuberkulosis Paru yang positif dan negatif, menggunakan metode ELISA dengan nilai signifikansi p=0,311. Sehingga kadar Imunoglobulin Gamma (IgG) pada pasien Tuberkulosis Paru tidak menunjukkan perubahan yang signifikan antara kelompok yang positif dan negatif berdasarkan analisis menggunakan metode ELISA.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Bundle VAP di Ruang ICU RSD Idaman Banjarbaru Citra Septiani Triaditaria; Akhmad Rizani; Ferry Fadli Fratama
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 3 (2025): JKRI - Februari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VAP adalah infeksi pneumonia yang muncul lebih dari 48 jam setelah intubasi. Menurut INICC, VAP menempati urutan pertama penyebab kematian akibat infeksi nosokomial di ICU. VAP dapat dicegah dengan menerapkan bundle VAP dimana dalam penerapannya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan bundle VAP. Penelitian ini menggunakan metode faktor korelatif dengan rancangan cross sectional dan total sampling sebanyak 21 responden. Variabel independennya faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan bundle VAP dan variabel dependennya penerapan bundle VAP. Data dikumpulkan dari lembar kuesioner dan observasi lalu diuji menggunakan Spearman Rank. Penelitian dilakukan di ruang ICU RSD Idaman Banjarbaru. Hasil uji spearman rank menunjukkan faktor usia dengan penerapan bundle VAP tidak memiliki hubungan (p=0,691). Faktor jenis kelamin memiliki hubungan dengan penerapan bundle VAP (p=0,003). Faktor pendidikan dengan penerapan bundle VAP tidak memiliki hubungan (p=0,214). Faktor pelatihan memiliki hubungan dengan penerapan bundle VAP (p=0,001). Faktor masa kerja dengan penerapan bundle VAP tidak memiliki hubungan (p=0,875). Dua dari lima faktor yang diteliti memiliki hubungan dengan penerapan bundle VAP, yaitu jenis kelamin dan pelatihan. Diharapkan agar terus meningkatkan kesadaran bagi perawat untuk selalu menerapkan bundle VAP.

Page 5 of 11 | Total Record : 105