cover
Contact Name
Putra
Contact Email
putra@akipba.ac.id
Phone
+6281368191992
Journal Mail Official
jits@akipba.ac.id
Editorial Address
Jl. Bukit Munggu No. 1 Tanjung Enim, Kec. Lawang Kidul, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
ISSN : -     EISSN : 30258871     DOI : https://doi.org/10.62278/jits
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) adalah sebuah jurnal blind peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang Teknik dan Sains namun tak terbatas secara implisit. Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) merupakan jurnal elektronik dan cetak yang menyediakan forum untuk mempublikasikan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor, dan berita teknologi baru mencangkup bidang Teknik dan Sains namun tak terbatas secara implisit. Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) menerima artikel ilmiah dengan lingkup penelitian pada: 1) Teknik Pertambangan; 2) Teknik Geologi; 3) Teknik Survei dan Pemetaan; 4) Teknik Kimia; 5) Teknik Elektro; 6) Teknik Mesin dan Industri; 7) Komputer Sains; 8) Bidang teknik terkait lainnya.
Articles 75 Documents
Degradasi Lahan dan Ketahanan Pangan Rajagukguk, Jenni Ria
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.61

Abstract

Degradasi lahan adalah proses penurunan produktivitas lahan, baik yang sifatnya sementara maupun tetap. Lahan terdegradasi dalam definisi lain sering disebut lahan tidak produktif, lahan kritis, atau lahan tidur yang dibiarkan terlantar tidak digarap dan umumnya ditumbuhi semak belukar. Lahan yang telah terdegradasi berat dan menjadi lahan kritis luasnya sekitar 48,3 juta ha atau 25,1% dari luas wilayah Indonesia. Untuk lahan gambut dari sekitar 14,9 juta ha lahan gambut di Indonesia, ± 3,74 juta ha atau 25,1 % dari total luas gambut telah terdegradasi dan ditumbuhi semak belukar. Proses degradasi lahan dimulai dengan tidak terkontrolnya konversi hutan, dan usaha pertambangan kemudian diikuti dengan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan potensi dan pengelolaan lahan yang kurang tepat. Lahan terdegradasi baik di tanah mineral maupun gambut ini menjadi sumber emisi Gas Rumah Kaca (GRK) karena rentan terhadap kebakaran di musim kemarau panjang. Sesuai Perpres No. 61 tahun 2011 dan himbauan dari Kelompok Bank Dunia, bahwa “rehabilitasi lahan terdegradasi/terlantar harus memprioritaskan investasi pada sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit untuk produksi pertanian/perkebunan yang berkelanjutan”, hal tersebut perlu direalisasikan secara nasional. Dalam inisiatif “Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation Plus” (REDD+), lahan terdegradasi juga menjadi isu utama yang ditangani. Namun hingga saat ini, Indonesia belum memiliki definisi, metodologi pemetaan, dan kebijakan pengelolaan lahan terdegradasi yang terintegrasi. Oleh karena itu diperlukan kebijakan yang didasarkan pada kesepahaman tentang lahan terdegradasi yang memuat aspek definisi dan karakteristiknya, dari berbagai sektor Kementerian/Lembaga (K/L) yang berkaitan dengan degradasi lahan.
Penerapan Sensor proximity Untuk Sistem Monitoring Gate Weigh Bin Di TLS 1-02 PT. Bukit Asam, Tbk. Apriansyah Zulatama; Dilvera Putih Zahra Valencia; Sarmidi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.66

Abstract

Pemanfaatan sensor proximity induktif diterapkan pada sistem monitoring posisi gate Weigh Bin di Train Loading Station (TLS) 102 PT Bukit Asam Tbk guna meningkatkan akurasi pemantauan dan efisiensi operasional. Sistem sebelumnya yang masih bersifat manual berpotensi menimbulkan keterlambatan respons dan kesalahan pembacaan posisi gate. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi otomatis dengan memanfaatkan sensor proximity induktif untuk mengidentifikasi tiga kondisi utama posisi gate, yaitu terbuka penuh, tertutup penuh, dan terbuka sebagian. Metode penelitian meliputi observasi langsung di lapangan, analisis dokumentasi teknis, serta studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa integrasi sensor proximity dengan Human Machine Interface (HMI) dan sistem kendali Programmable Logic Controller (PLC) mampu meningkatkan akurasi deteksi, menyediakan visualisasi posisi secara real-time, dan mempercepat pengambilan keputusan operasional. Kendala teknis yang ditemukan meliputi gangguan pembacaan akibat debu batubara, getaran mekanis, serta gangguan kelistrikan pada panel kontrol. Secara keseluruhan, penerapan sensor proximity induktif terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja sistem monitoring dan mendukung efisiensi proses pemuatan batubara di TLS 102 PT Bukit Asam Tbk
Perbandingan Perbandingan Produktivitas dan Biaya Operasional Pompa Tambang Engine dan Listrik Di Tambang Air Laya PT. Bukit Asam, Tbk. Indra Nuryanneti; Putra Putra; Sarmidi Sarmidi; Randy Dinata
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i1.68

Abstract

Dewatering merupakan kegiatan penting dalam pertambangan terbuka untuk menjaga kestabilan lereng, mencegah genangan air, serta memastikan keselamatan kerja. Salah satu metode dewatering yang umum digunakan adalah penggunaan pompa untuk mengalirkan air dari sump menuju kolam pengendapan. Penelitian ini dilakukan di Tambang Air Laya PT Bukit Asam Tbk dan bertujuan untuk membandingkan produktivitas serta biaya operasional dua jenis pompa, yaitu pompa listrik (Sulzer A55-200) dan pompa engine (Wilo FD 150). Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi langsung di lapangan, dokumentasi operasional, serta analisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pompa listrik memiliki kapasitas 1.000 m³/jam atau 22.000 m³/hari, sedangkan pompa engine hanya mampu mengalirkan 600 m³/jam atau 13.200 m³/hari. Dari segi biaya operasional, pompa listrik memerlukan Rp 5.160.256 per hari, lebih hemat dibandingkan pompa engine yang mencapai Rp 6.366.800 per hari. Selain itu, pompa listrik juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penggunaan pompa listrik sebagai alat utama dalam proses dewatering, sementara pompa engine dapat dijadikan sebagai pompa cadangan.
Analisis Pengupasan Volume Overburden Menggunakan Data Joint Survey Dengan Data Truck Count Di PT. XYZ Siti Hardianti; Muchtar Arifin; Dela Denada
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.51

Abstract

Selama proses penambangan, terdapat tantangan berupa ketidaksesuaian antara beberapa sumber data produksi. Tujuan penelitian adalah menentukan volume material overburden dengan metode joint survey dan data truck count periode Februari-Maret 2024, menganalisis perbandingan volume overburden antar kedua pengukuran, dan menentukan faktor yang mempengaruhi selisih volume. Hasil penelitian didapatkan nilai volume joint survey pada bulan Februari sebesar 92.191,30 BCM dan 141.882,45 BCM pada bulan Maret sedangkan volume truck count sebesar 126.294,96 BCM pada bulan Februari dan 147.818,40 BCM pada bulan Maret. Dari hasil perbandingan terdapat selisih volume sebesar -34.103,66 BCM pada bulan Februari, dan pada bulan Maret sebesar -5.935,95 BCM. Karena adanya perbedaan antara volume data survey dengan truck count, maka dapat diambil kesimpulan dengan kondisi sebenarnya data truck count tersebut dipengaruhi oleh adanya material yang lengket pada vessel CMT 106 yang ikut terhauling menuju ke pit, terdapat elevasi akhir lebih tinggi dari elevasi awal karena material hasil clearing dan grubbing ditimbun di lokasi galian quarry ikut terukur pada saat melakukan pengukuran titik koordinat akhir, adanya timbunan yang belum diangkut ke disposal kembali terukur, dan ketika di lapangan operator excavator mengurangi pengisian bucket ke dalam vessel CMT sehingga perhitungan yang dilakukan oleh admin produksi terhadap setiap ritase sebesar 28 BCM untuk LCMG CMT 106 tidak tercapai.
Identifikasi Sensor Tekanan Pompa Error pada Panel Monitor Komatsu PC130: Penyebab, Dampak dan Solusi Pemulihan Sistem Kontrol Mustaqim, Mustaqim; Andi Nova, Muhammad; Mutiarani Mutiarani
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.52

Abstract

Kesalahan nilai pada pembacaan sensor tekanan dalam sistem ekskavator merupakan masalah yang sangat krusial dalam operasional alat berat. Kesalahan pembacaan tersebut akan berdampak terhadap nilai input pada sistem lainnya seperti pada sistem kontrol hidraulik dan menurunnya efisiensi operasional. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penyebab, dampak, dan solusi pemulihan terhadap malfungsi sensor pada alat berat Komatsu PC130 milik PT. Rimba Prima Mas. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis berbasis wiring diagram maka penelitian ini ditemukan bahwa kerusakan konektor wiring harness akibat faktor eksternal sehingga dampak yang ditimbulkan mencakup distribusi tekanan hidraulik yang tidak stabil dan penurunan performa alat berat. Solusi yang diterapkan yaitu dilakukan penyambungan sementara (temporary) untuk mendukung operasional mendesak dan terbukti efektif dalam memulihkan fungsi sensor dan sistem kontrol. Temuan ini juga menekankan pentingnya pemeliharaan preventif, perlindungan wiring harness, serta peningkatan kesadaran operator untuk mengurangi risiko kerusakan serupa di masa mendatang.
Metode Pengoperasian Excavator Liebherr 920 Dalam Proses Memuat Material (Top Soil) Ke Dump Truck Scania P360 Di Area PT Satria Bahana Sarana Sarmidi Sarmidi; Apriansyah Zulatama; Yulius Mases; Muhammad Sultan Maulana
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.53

Abstract

Penelitian ini membahas tentang metode pengoperasian Excavator Liebherr 920 dalam proses memuat material (top soil) ke Dump Truck Scania P360 di area PT SBS. Permasalahan utama yang dihadapi adalah bagaimana cara mengoperasikan unit excavator dengan aman dan efisien selama proses pemuatan material. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami prosedur pengoperasian excavator, termasuk teknik loading material secara langsung ke dump truck. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan prestart check untuk memastikan alat dalam kondisi baik, dan analisis teknik-teknik pemuatan seperti direct loading dan swing loading. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan prosedur dan teknik yang tepat, proses loading dapat dilakukan dengan lebih efisien, meminimalkan waktu siklus dan meningkatkan keselamatan kerja. Kendala utama yang ditemukan adalah posisi excavator yang tidak optimal dan kondisi medan yang sulit, yang dapat mempengaruhi waktu siklus serta mengurangi produktivitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya posisi excavator yang tepat, teknik loading yang efisien, dan perawatan berkala alat berat untuk mendukung kinerja optimal di lapangan
Perbaikan Kerusakan pada Bucket BWE (Bucket Wheel Excavator) dengan Metode Pengelasan SMAW Zulfadly Zulfadly; Muhammad Abdul Ghony; Bilan Bonaparte
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.54

Abstract

Bucket Wheel Excavator (BWE) memiliki peran penting dalam kegiatan penambangan, khususnya di tambang terbuka. BWE berfungsi untuk menggali dan memindahkan material dalam jumlah besar secara terus - menerus. Salah satu komponen kritis dari BWE adalah bucket. Bucket BWE sering mengalami keausan ataupun kerusakan pada kuku bucket akibat gesekan terus-menerus dengan material yang digali, seperti batu bara dan tanah. Keausan ini dapat mengurangi efisiensi kerja alat dan meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut pada komponen lainnya. Kerusakan pada bucket BWE harus cepat diperbaiki karena alat berat ini sangat vital. Perbaikan bucket BWE (Bucket Wheel Excavator) memerlukan pendekatan sistematis untuk memastikan kualitas dan ketahanan. Proses dimulai dengan analisis visual untuk mengidentifikasi kerusakan seperti aus, retak, atau deformasi, diikuti dengan persiapan yang mencakup pembersihan area dan pengaturan alat. Pengelasan dengan teknik SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dilakukan menggunakan parameter yang tepat, setelah itu finishing dilakukan untuk menghaluskan permukaan hasil las. Namun, tantangan utama dalam proses perbaikan adalah cacat las seperti porositas dan undercut. Pada penelitian ini ingin diketahui dampak dari pengaturan arus yang tepat dan penggunaan elektroda kering terhadap hasil pengelasan dengan metoda SMAW
Match Factor Alat Gali Muat Komatsu PC 500 dan Alat Angkut DT Mercy Arocs 4845 Di PIT 1 BANKO PT. BUKIT ASAM, Tbk Indra Nuryanneti; M. Tri Kurniawan
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.55

Abstract

Proses penambangan di PIT 1 Banko Barat dimulai dengan tahap pembersihan batubara (cleaning), kemudian dilanjutkan dengan pemberaian (ripping), penggalian, dan pemuatan batubara (digging dan loading). Setelah itu, batubara diangkut (hauling) dan ditimbun (dumping). Batubara yang telah dimuat diangkut menggunakan Dump Truck Mercy Arocs 4845 dari area front loading ke stockpile dengan jarak tempuh sekitar 3.700 meter. Target produktivitas untuk alat gali-muat ditetapkan sebesar 320 ton per jam, sedangkan untuk alat angkut sebesar 45 ton per jam. Namun, berdasarkan hasil evaluasi kombinasi kerja alat gali-muat dan alat angkut, tercatat produktivitas alat gali-muat mencapai 376 ton per jam, dan alat angkut sebesar 76 ton per jam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produksi telah melampaui target yang direncanakan. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pencapaian target ini antara lain jumlah unit Dump Truck yang memadai, keterampilan operator yang baik, serta dukungan dari peralatan penunjang.
Penerapan Standar dan Teknologi IDS untuk Tukarguna Data Geospasial dalam Perencanaan Pelebaran Jalan Utama di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Putra Putra; Freddy Sapta Wirandha
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.56

Abstract

Kabupaten Muara Enim, salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan ibu kota di Muara Enim, memiliki luas wilayah sebesar 7.300,50 km² serta penduduk melebihi 550.000 jiwa. Secara geografis, wilayah ini berada antara 4° hingga 6° Lintang Selatan dan 104° hingga 106° Bujur Timur. Penelitian ini mengkaji penerapan standar dan teknologi dalam Infrastruktur Data Spasial (IDS) untuk optimalisasi tukarguna data geospasial guna mendukung perencanaan pelebaran jalan utama di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini mengintegrasikan data spasial yang diperoleh dari berbagai instansi, yaitu Dinas PU, BAPPEDA, dan BPN, serta mengaplikasikan perangkat lunak Geoserver, QGIS, dan ArcGIS untuk melakukan analisis dampak pelebaran jalan melalui metode buffering. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan IDS mampu meningkatkan efisiensi tukarguna data antar instansi, mempercepat proses analisis spasial, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data. Temuan ini menyoroti pentingnya standarisasi data dalam mengatasi perbedaan format dan memperkuat koordinasi antar lembaga
Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu untuk Bahan Campuran Paving Block di Pabrik Briket PT. Bukit Asam,Tbk. Astrid Fadhilah; Anggi Sanjaya
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.58

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block di Pabrik Briket Batubara PT. Bukit Asam, Tbk. Limbah serbuk kayu yang dihasilkan dari proses pengolahan kayu seringkali tidak dimanfaatkan secara optimal dan dapat menimbulkan masalah lingkungan jika dibiarkan menumpuk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah tersebut dengan mengintegrasikannya ke dalam produk konstruksi berupa paving block. Selain itu, penggunaan serbuk kayu sebagai bahan campuran paving block juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku alami seperti pasir dan batu, yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan melalui kegiatan penambangan. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan komposisi serbuk kayu sebanyak 10%, 15%, dan 25% dalam campuran paving block. Selain itu, dilakukan pengujian kuat tekan pada paving block dengan umur yang berbeda, yakni 3 hari, 8 hari, dan 15 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan dan kualitas paving block. Komposisi serbuk kayu 10% menghasilkan kuat tekan tertinggi dan layak untuk diproduksi dibandingkan dengan komposisi 15% dan 25% dengan rata-rata 32,64 kg/cm². Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving block dan mengikatkan mutu paving block, asalkan digunakan dalam komposisi yang tepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah serbuk kayu memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan yang berguna dalam produksi paving block, sekaligus membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan serbuk kayu sebagai bahan campuran paving block juga dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi industri konstruksi.