cover
Contact Name
Putra
Contact Email
putra@akipba.ac.id
Phone
+6281368191992
Journal Mail Official
jits@akipba.ac.id
Editorial Address
Jl. Bukit Munggu No. 1 Tanjung Enim, Kec. Lawang Kidul, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
ISSN : -     EISSN : 30258871     DOI : https://doi.org/10.62278/jits
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) adalah sebuah jurnal blind peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang Teknik dan Sains namun tak terbatas secara implisit. Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) merupakan jurnal elektronik dan cetak yang menyediakan forum untuk mempublikasikan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor, dan berita teknologi baru mencangkup bidang Teknik dan Sains namun tak terbatas secara implisit. Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) menerima artikel ilmiah dengan lingkup penelitian pada: 1) Teknik Pertambangan; 2) Teknik Geologi; 3) Teknik Survei dan Pemetaan; 4) Teknik Kimia; 5) Teknik Elektro; 6) Teknik Mesin dan Industri; 7) Komputer Sains; 8) Bidang teknik terkait lainnya.
Articles 75 Documents
Peleburan Bijih Timah menggunakan Reverberatory furnace di Unit Metalurgi Muntok Triana Prihatin; Galeh Satriando
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i1.31

Abstract

Proses peleburan bijih timah di Unit Metalurgi Muntok PT Timah Tbk menggunakan Reverberatory furnace. Meskipun teknologi ini telah mapan, masih terdapat tantangan dan area perbaikan yang perlu diidentifikasi dan diatasi. Fokus utama adalah pada efisiensi, keberlanjutan, dan kualitas produk akhir dalam proses peleburan bijih timah. Proses ini melibatkan beberapa tahapan penting seperti pencucian bijih timah, peningkatan kadar bijih, dan tahap peleburan dengan tata cara yang terperinci. Indonesia, sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, memiliki peran signifikan dalam industri ini, dengan PT Timah Tbk sebagai pemimpin utama dalam ekstraksi dan pengolahan timah. Dengan lebih dari 98% hasil produksi timah diekspor, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemasok timah untuk pasar global. Permintaan yang terus meningkat untuk logam timah menjadikannya komoditas yang sangat diperlukan dalam berbagai industri. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan efisiensi proses, mengurangi dampak lingkungan, dan memastikan kualitas produk akhir menjadi hal yang penting dalam industri peleburan bijih timah.
Studi Pengolahan Air Kolam Kampus ITK yang Tercemar Polutan Alga dengan Menggunakan Metode Lumpur Aktif Muhammad Yusuf; Asful Hariyadi; Ahmad Maulidi; Juwita Payungallo
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i1.33

Abstract

Pengolahan air limbah dilakukan sebagai upaya pencegahan pencemaran air. Limbah suatu proses dikembalikan ke sungai hendaknya dalam keadaan sesuai nilai baku mutu. Salah satu metode yang digunakan pada industri untuk mengolah  limbah cair  adalah dengan penggunaan lumpur aktif.  Bakteri aerob pada lumpur aktif berperan sebagai pengurai bahan-bahan organik di dalam limbah cair. Pada penelitian ini, bioaktivator EM4 digunakan untuk menghilangkan bau pada air limbah dan memperpendek waktu aklimatisasi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar COD, pengujian MLSS (Mixed Liquor Suspended Solid), dan NTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan air limbah masih melebihi nilai baku mutu yang telah ditetapkan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, dengan kadar COD sebesar 869.565 mg/L dan nilai MLSS sebesar 200 mg/L. Sehingga berdasarkan data tersebut air tersebut masih jauh dari kata layak untuk digunakan untuk keperluan rumah tangga. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya waktu pengendapan yang lama, kurangnya penambahan bakteri (EM4) dan volume tangki pada waktu retensi.
Pengelolaan Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun pada Water Treatment Plant PLTU 3x10 MW (PT. BEST) Muhammad Abdul Ghony; Rendy Mahessa Dwi Putra; Monica Kharisma Tama
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i1.34

Abstract

Bahan kimia berbahaya dan beracun (B3) adalah elemen yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, digunakan dalam berbagai sektor mulai dari keperluan rumah tangga hingga mendukung operasional industri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pengelolaan penyimpanan B3 yang efisien, aman, dan selamat. Kecelakaan kerja yang melibatkan B3 dapat berdampak serius pada kesehatan pekerja dan lingkungan sekitarnya, seperti keracunan, kerusakan atau pencemaran lingkungan, kerugian materi, bahkan korban jiwa. Para pekerja di industri yang memanfaatkan atau menghasilkan B3 selalu dihadapkan pada risiko dari bahan ini. Secara umum, B3 meliputi zat beracun, korosif, mudah terbakar, mudah meledak, reaktif terhadap air atau asam, dan gas bertekanan. Kecelakaan dapat terjadi akibat faktor manusia, prosedur atau metode, serta peralatan atau bahan yang digunakan. Faktor manusia, terutama kurangnya pengetahuan tentang potensi bahaya, menjadi penyebab utama kecelakaan. Dengan pengelolaan penyimpanan B3 yang baik, pekerja dapat lebih mudah mengidentifikasi B3 yang disimpan, sehingga keselamatan dan kesehatan kerja dapat dijaga, dan lingkungan tetap terlindungi.
Pembuatan Peta Lokasi Alternatif Peternakan Ayam Broiler Kabupaten Muara Enim Dengan Menggunakan Logika Fuzzy Putra Putra; Freddy Sapta Wirandha
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i1.35

Abstract

Pemilihan lokasi peternakan ayam broiler yang optimal merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan, terutama di Kabupaten Muara Enim yang memiliki potensi besar di sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan peta lokasi alternatif untuk peternakan ayam broiler di Kabupaten Muara Enim dengan menggunakan metode logika fuzzy. Pendekatan logika fuzzy dipilih karena kemampuannya dalam mengolah data yang bersifat tidak pasti dan mempertimbangkan berbagai variable yang saling berkaitan, seperti ketersediaan lahan, aksesibilitas, serta kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode logika fuzzy dapat memberikan rekomendasi lokasi yang lebih adaptif dan realistis dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Hasil akhirnya dari penilaian diperoleh 6 lokasi dengan tingkat kesesuaian “Sangat Sesuai” dengan luas total 165.631 ha yang berada di Kecamatan Tanjung Agung. Lokasi yang direkomendasikan untuk peternakan ayam broiler berada di Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim dengan luas ± 72,07 ha. Peta lokasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengembangan usaha peternakan ayam broiler yang berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim.
Pengaruh Intensitas Curah Hujan Terhadap Kualitas Batubara MT-47 di Gerbong TLS II PT. Bukit Asam, Tbk. Astrid Fadhilah; Selfi Murnia Devi; Putra Putra; Muhammad Abdul Ghony
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i1.36

Abstract

PT. Bukit Asam, Tbk. merupakan salah satu pertambangan batubara terbesar di Indonesia yang selalu memprioritaskan kualitas batubara agar sesuai dengan permintaan konsumen. Agar kesesuaian kualitas dapat terpenuhi, pengendalian mutu batubara menjadi kegiatan penting untuk penjagaan dan pemastian kualitas batubara yang dikirim ke konsumen sesuai yang tercatat dengan kontrak jual beli. Pelaksanaan penambangan dan penumpukan batubara di stockpile terdapat permasalahan yaitu berkurangnya kualitas batubara, permasalahan tersebut beberapa diantaranya adalah kurang terjaganya kebersihan jalur area gerbong dan stockpile yang kurang baik serta cuaca alam yang tidak bisa diperkirakan, salah satunya curah hujan. Kandungan air (moisture) adalah salah satu indeks yang paling penting di mana produk batubara dinilai. Penghilangan kadar air dari batubara sangat penting untuk meminimalkan kerugian ekonomi, penanganan dan masalah transportasi, dan untuk memaksimalkan nilai kalori batubara. Air yang terinfiltrasi dapat menguap, mengalir atau tetap berada di dalam timbunan. Berdasarkan analisis pengaruh curah hujan terhadap parameter Total Moisture (TM), Volatile Matter, Total Sulfur, Ash Content, Fixed Carbon, dan Gross Calorific Value terjadi kenaikan kadar tertinggi dan penurunan kadar terendah. Parameter TM kenaikan tertinggi terjadi sebesar 32,27 dan penurunan terendah yaitu 21,40. Parameter VM terjadi kenaikan kadar yaitu 36,18 dan penurunan terendah yaitu 30,95. Parameter FC terjadi kenaikan yaitu 38.09 dan penurunan terendah yaitu 32,47. Parameter ASH terjadi kenaikan kadar tertinggi yaitu 7,48 dan penurunan terendah yaitu 1,52. Parameter TS terjadi kenaikan kadar tertinggi yaitu 0,22 dan penurunan terendah yaitu 0,67. Parameter GCV terjadi kenaikan yaitu 5,517 dan penurunan terendah yaitu 4,594.
Upgrade System Control Conveyor Coal (CC) 10 Dengan Mengintegrasikan PLC LOGO! 0BA8 Dengan PLC Schneider Quantum 11302 di Tambang Air Laya PT Bukit Asam Tbk. Apriansyah Zulatama; Popy Prasasti; Sarmidi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i1.37

Abstract

Perkembangan Teknologi di Era 4.0 mengubah lanskap industri secara fundamental, mendorong perusahaan untuk mengadopsi solusi kontrol yang lebih canggih. Penelitian ini mengkaji proses upgrade sistem kontrol pada Conveyor Coal (CC) 10 di Tambang Air Laya PT. Bukit Asam Tbk. Integrasi antara PLC LOGO!0BA8 dan PLC Schneider Quantum 11302 memberikan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional dan keamanan sistem. Melalui penggunaan PLC yang lebih canggih, berbagai kendala teknis seperti kurangnya kemampuan sistem untuk memberikan indikasi masalah secara real-time berhasil diatasi. Peralihan dari PLC Twido ke PLC LOGO!0BA8 juga memberikan dampak positif yang signifikan, termasuk kemudahan dalam pemeliharaan dan pemrograman, serta ketersediaan sparepart yang memadai untuk mengurangi risiko downtime. Integrasi dengan PLC Schneider Quantum 11302 memperkuat efisiensi sistem kontrol secara keseluruhan, dengan harapan dapat mencegah terjadinya masalah di masa mendatang. Hasil penelitian ini memberikan pandangan yang mendalam tentang pentingnya adaptasi terhadap teknologi yang tepat dalam menanggapi era industri 4.0 yang terus berkembang
Analisis Kestabilan Lereng Highwall Dengan Metode Morgenstern Price Pada PIT 2 Banko Barat Di PT. Bukit Asam, Tbk Sepriadi Sepriadi; Mirza Adiwarman
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i2.38

Abstract

Kestabilan lereng merupakan faktor krusial dalam operasi penambangan terbuka. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM RI No. 1827K/ME/30/2018, nilai faktor keamanan (FK) minimum untuk mencapai lereng stabil adalah 1,3. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survei eksplorasi. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas dan software Geostudio 2023. Penelitian difokuskan pada area Pit 2 Banko Barat, yang memiliki litologi berupa tuff, batulempung, batulanau, batupasir, dan batubara. Muka air tanah diasumsikan berada di kedalaman 13 m dari permukaan lereng, dengan seismic load 0,05 dan surcharge load 533 kN/m² dari berat alat angkut HD Komatsu 785 milik PT Bukit Asam, Tbk. Desain awal lereng pada bulan April 2024 menunjukkan beberapa bagian yang berpotensi longsor. Pada section A-A”, overall slope dan intermediate slope memiliki nilai FK 1,25 (tidak stabil). Pada section B-B”, intermediate slope memiliki FK 1,25 (kritis), sedangkan pada section C-C”, overall slope berada dalam kondisi riskan (FK 1,25). Untuk meningkatkan stabilitas, dilakukan rekayasa geoteknik melalui pengupasan overburden dan batubara serta perubahan geometri lereng. Pemodelan ulang menghasilkan nilai FK yang lebih optimal dan stabil. Rekomendasi perbaikan mencakup perubahan desain pada section B-B” (overall slope) dan section C-C” (intermediate slope) untuk mencapai stabilitas lereng yang sesuai standar. Dengan rekayasa ini, diharapkan potensi longsor dapat diminimalkan dan operasi tambang berlangsung lebih aman dan efisien
Perencanaan Teknis Sequence Penambangan Pada Triwulan II Menggunakan Software Minescape 5.7 Di PT. Cahaya Riau Mandiri IUP PT. Duta Alam Sumatera Sepriadi Sepriadi; Siti Hardianti; Inka Gusmini Agustine
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i2.39

Abstract

PT. Duta Alam Sumatera adalah perusahaan tambang batubara di Desa Payo, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 357 Ha. Perusahaan ini menerapkan sistem penambangan terbuka. Penelitian ini bertujuan merancang desain sequence penambangan triwulan II 2024 serta membuat simulasi forecast kebutuhan alat untuk mendukung target produksi. Penelitian bersifat deskriptif dengan observasi lapangan dan data kuantitatif. PT. Duta Alam Sumatera menargetkan produksi 600.000 ton batubara pada triwulan II 2024. Desain pit dirancang dengan parameter yang disarankan perusahaan, yaitu tinggi bench 10 m, lebar bench 5 m, overall slope angle 45°, lebar jalan 15 m, dan grade 8%. Desain pit mencakup luas 17,2 Ha dengan volume overburden sebesar 2.143.593 BCM dan batubara 709.479 ton. Untuk memenuhi target tersebut, kebutuhan alat dihitung menggunakan 4 fleet pengupasan overburden, terdiri dari 4 unit excavator Hitachi Zaxis 870 dan 24 unit Off Highway Truck (OHT). Sedangkan untuk pengangkutan batubara, dibutuhkan 3 fleet, terdiri dari 3 unit alat gali-muat SK520 Kobelco dan 18 unit Dump Truck (DT) Iveco 682. Desain dan perencanaan kebutuhan alat ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target produksi perusahaan
Pemanfaatan Adsorben Dari Chip dan Fines Untuk Mengurangi Kontaminan Pada Air Lindi Rifqi Sufra; Endi Adriansyah; M. Syaiful; Asih Suzana
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i2.41

Abstract

Limbah cair dari proses produksi pulp and papper akan menimbulkan macam-macam dampak, sebelum dibuang ke lingkungan sungai perlu dilakukan pengolahan sesuai ketentuan yang berlaku,  Pada produksi pulp, kayu gelondongan digunakan sebagai bahan utama yang akan dipotong menjadi ukuran sehingga dapat diterima. Selanjutnya ukuran yang lebih kecil yang tidak standar disebut chip pin dan fines Lindi yang mengandung berbagai jenis kontaminan dihasilkan pada proses industri pulp dan kertas berpotensi merugikan lingkungan. Serbuk kayu  dihasilkan setiap hari dari proses pengolahan kayu. pembuatan adsorben dari chip pin dan fines diaktifvasi dengan HNO3 kemudian dikeringkan pada suhu 105oC. Adsorben dilakukan uji akhir karakterisasi air lindi, penggunaan adsorben untuk di lakukan proses adsorpsi, sehingga terjadi pengolahan air limbah yang baik, dilakukan berdasarkan jumlah adsorben dan waktu kontak yang di gunakan 30 menit dan 60 menit dengan  parameter pH, BOD, TSS, TDS, Warna, turbiditas. Penelitian ini menghasilkan persentase penurunan BOD, TSS,TDS, Turbidity, warnas  adalah 10,94%, 71,17%; 31% berturut-turut selama adsorpsi dengan massa 5 gr selama 60 menit
Prediksi Perubahan Area Pertambangan Batubara Di Kabupaten Muara Enim dan Sekitarnya Menggunakan Cellular Automata Putra Putra
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i2.42

Abstract

Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam sektor pertambangan batubara. Aktivitas pertambangan yang intensif dapat menyebabkan perubahan luas area tambang dari waktu ke waktu, yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan tata ruang wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan area pertambangan batubara di Kabupaten Muara Enim dan sekitarnya dengan menggunakan metode Cellular Automata (CA). Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam memodelkan pola spasial dan dinamika perubahan lahan secara efektif. Data spasial dan peta penggunaan lahan historis digunakan sebagai input utama untuk memprediksi ekspansi area tambang di masa mendatang. Hasil prediksi menunjukkan bahwa metode Cellular Automata mampu menggambarkan pola perubahan lahan pertambangan dengan tingkat akurasi yang baik. Hasil prediksi dari pemodelan menggunakan Cellular Automata ini adalah aera pertambangan di Kabupaten Muara Enim mengalami perubahan luasan, tetapi prediksi perubahan luasan tersebut tidak mungkin tepat 100%, karena masih perlu dilakukan kajian secara ilmiah yang didasarkan pada data lapangan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelolaan tata ruang wilayah serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan pertambangan yang berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim.