cover
Contact Name
Mokhammad Miftakhul Huda
Contact Email
fenomenaj9@gmail.com
Phone
+6285649117381
Journal Mail Official
fenomenaj9@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Mluwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FENOMENA: Journal of Social Science
ISSN : 14125439     EISSN : 26567369     DOI : https://doi.org/10.35719/fenomena.v22i2
Core Subject : Social,
Aims, Focus And Scope A. Aims: FENOMENA is a leading peer-reviewed and open-access journal, which publishes scholarly works of researchers and scholars from around the world and specializes in the Social Sciences. The journal also has a strong interest in the scientific development of theory that is of global significance. B. Focus: This journal focuses on publishing the highest quality scientific articles emphasizing contemporary Asian issues with interdisciplinary and multidisciplinary approaches. C. Scope: This journal seeks to publish articles that deal with educational development, politics, law, humanities and cultural studies, and economic issues in Asia. Its scope consists of: 1. Education (Curriculums, Teaching, and Learning, Islamic Education, Educational Technology); 2. Politics (Structure and Agency in Social Dynamics, the Role of Government and Non-Governmental Organizations, Concepts and Practical Sociology, Islamic Politics, Government and Public Administration); 3. Law (Human Rights, Social Justice, Islamic Law, Criminal Law, International Relations, Civil Law, Constitutional Law, Customary Law); 4. Humanities and Cultural Studies (Cultural Studies as a Constitutive field, Religion Studies, Islamic Studies, Philosophy, Ethics, Consciousness, Cross-cultural studies, Theology, Psychology, Spirituality, Human Geography, Anthropology, Local Wisdom); 5. Economics (Business and Entrepreneurship, Management, Accounting, Public Finance, Economic Development, and Islamic Economics).
Articles 444 Documents
Transformasi Sistem Pendidikan Pesantren (Studi Perubahan Model Pesantren di Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Bangsalsari Jember: Transformation of the Islamic Boarding School Education System (A Study of Model Change at Bustanul Ulum Islamic Boarding School, Bulugading Bangsalsari, Jember) Nuruddin, Nuruddin
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.560

Abstract

This research tries to analyze the transformation of the Islamic boarding school education system (a study of the Islamic boarding school model change at Bustanul Ulum Islamic Boarding School, Bulugading Bangsalsari, Jember). In analyzing this study, the researcher uses a descriptive qualitative approach with a repeating and continuing analysis technique between collecting and analyzing data, both during and after data collection. From the research results at Bustanul Ulum Islamic Boarding School, it was found that the transformation of Islamic boarding school education at Bustanul Ulum Islamic Boarding School, Bangsalsari Jember, began in 1970 by establishing an Islamic elementary school (Madrasah Ibtidaiyah), in 1978 an Islamic junior high school (Madrasah Tsanawiyyah) was built, while an Islamic senior high school (Madrasah Aliyah) was built in 1981, and the last one in 2010 was a vocational school (SMK). It was the process of transforming the pure salaf Islamic boarding school education system into a model of Islamic boarding school that includes formal institutions within it. The process of transforming the Islamic boarding school education system is driven by societal demands and needs, the era of development, and the Islamic students' need for life skills. Penelitian ini mencoba menganalisis transformasi sistem pendidikan pesantren (studi perubahan model pesantren di Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Bangsalsari Jember). Dalam menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis berulang dan berkelanjutan antara pengumpulan dan analisis data, baik selama maupun setelah pengumpulan data. Hasil penelitian di Pesantren Bustanul Ulum menunjukkan bahwa transformasi pendidikan pesantren di Pesantren Bustanul Ulum Bangsalsari Jember dimulai pada tahun 1970 dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah, pada tahun 1978 mendirikan Madrasah Tsanawiyyah, sedangkan Madrasah Aliyah didirikan pada tahun 1981, dan terakhir pada tahun 2010 mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ini adalah proses transformasi sistem pendidikan pesantren salaf murni menjadi model pesantren yang memiliki lembaga formal di dalamnya. Proses transformasi sistem pendidikan pesantren ini disebabkan oleh tuntutan dan kebutuhan masyarakat, perkembangan zaman, serta kebutuhan santri akan keterampilan hidup (Life Skill).
Pengembangan Kurikulum PAI di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso Tahun 2013: Development of Islamic Religious Education Curriculum at Al-Ishlah Islamic Boarding School, Bondowoso in 2013 Baya’gub, Rusydi
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.561

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) is a series of Islamic subject materials whose curriculum standards are outlined in Permendiknas No. 22 of 2006 and Permenag No. 2 of 2008. PAI is a compulsory subject taught in formal schools from elementary to high levels. This research employs a qualitative approach. The use of a qualitative approach in this study aims to obtain original and natural data, meaning the data reflects the actual conditions and holds deep significance, so that every phenomenon in the field related to the research objectives can be thoroughly understood as facts through a qualitative approach. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan rangkaian materi pembelajaran Islam yang standar kurikulumnya tercantum dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Permenag No. 2 Tahun 2008. PAI adalah mata pelajaran wajib yang diberikan di sekolah formal mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang asli dan alami, artinya data tersebut sesuai dengan kondisi sesungguhnya dan memiliki makna mendalam, sehingga setiap fenomena di lapangan yang terkait dengan tujuan penelitian dapat dipahami secara mendalam sebagai fakta melalui pendekatan kualitatif.
Peranan Kyai dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sertifikasi di Pondok Pesantren Muadalah Bairul Aroom Balung Jember: The Role of Kyai in Improving the Performance of Certified Teachers at Muadalah Bairul Aroom Islamic Boarding School, Balung Jember Zaini, Zaenuddin Al Haj
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.562

Abstract

This article discusses the role of kyai in improving the performance of certified teachers at Muadalah Bairul Aroom Islamic Boarding School, Balung Jember. As the leader of the boarding school, the kyai plays a vital role as a motivator and evaluator for certified teachers. Motivation is provided through the arrangement of a conducive physical environment, harmonious work atmosphere, and the instillation of discipline. Meanwhile, evaluations are conducted continuously and comprehensively to ensure teachers' success in achieving learning objectives. Additionally, this article examines the challenges faced by kyai in maintaining the values of the boarding school amid government policies such as certification and professional allowances. In conclusion, the role of the kyai is crucial in enhancing the productivity and discipline of certified teachers. Artikel ini membahas peran kyai dalam meningkatkan kinerja guru sertifikasi di Pondok Pesantren Muadalah Bairul Aroom Balung Jember. Kyai sebagai pemimpin pesantren memiliki peran penting sebagai motivator dan evaluator bagi guru-guru sertifikasi. Motivasi diberikan melalui pengaturan lingkungan fisik, suasana kerja yang harmonis, dan penanaman disiplin. Sementara itu, evaluasi dilakukan secara terus-menerus dan menyeluruh untuk memastikan keberhasilan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, artikel ini juga mengkaji tantangan yang dihadapi kyai dalam mempertahankan nilai-nilai pesantren di tengah kebijakan pemerintah seperti sertifikasi dan tunjangan profesi. Kesimpulannya, peran kyai sangat krusial dalam meningkatkan produktivitas dan kedisiplinan guru sertifikasi.
Genealogi Paradigma Fiqh Progresif di Pesantren (Studi Atas Cikal-Bakal Berdirinya Ma'had Aly Al-Qism al-Fiqh di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo): Genealogy of the Progressive Fiqh Paradigm in Islamic Boarding Schools (A Study on the Origins of Ma'had Aly Al-Qism al-Fiqh at Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Islamic Boarding School, Situbondo) Hamid, Pujiono Abd.
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.563

Abstract

Due to the strong tendency toward orthodoxy and orthopraxy, the fiqh tradition in Islamic boarding schools generally moves toward a conservative character and paradigm. Ma'had Aly al-Qism al-Fiqh exhibits a different tendency, showcasing a progressive face and paradigm in the study of Islamic law. This research employs an "intertextual" approach based on both diachronic and synchronic methods. The findings reveal that the genealogy of progressive fiqh at Ma'had Aly can be traced back to the intellectual tradition of Sunni fiqh school leaders (Imams). The paradigm of Sunni Imams, characterized by humility, absence of a priori truth claims, leniency, and flexibility, persists through Sunni educational institutions and traditional teachings conducted by Sunni scholars. Karena kecenderungan yang kuat terhadap ortodoksi dan ortopraksi, tradisi fiqh di pesantren pada umumnya bergerak menuju watak dan paradigma yang konservatif. Ma'had Aly al-Qism al-Fiqh menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Ma'had Aly menampilkan wajah dan paradigma yang progresif dalam kajian hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan "intertekstual" berbasis pendekatan diakronik dan sinkronik. Hasilnya menunjukkan bahwa genealogi fiqh progresif di Ma'had Aly dapat ditelusuri hingga tradisi intelektual para Imam mazhab fiqh Sunni. Karakter paradigma Imam Mazhab Sunni yang rendah hati, jauh dari klaim kebenaran a priori, luwes, dan fleksibel, bertahan melalui lembaga-lembaga pendidikan Sunni dan pengajaran tradisional yang dilakukan oleh para ulama Sunni.
Akseptabilitas Tafsir Indonesia di Pesantren: Studi Multi Kasus di Jember: The Acceptability of Indonesian Qur'anic Exegesis in Islamic Boarding Schools: A Multi-Case Study in Jember Yusufa, Uun
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.564

Abstract

The curriculum of Islamic boarding schools (pesantren) has only accepted a few Indonesian translations of Qur'anic exegesis (tafsir), such as Marah Labid by Muhammad Nawawi al-Bantani and al-Ibriz by Bisri Mustofa. The acceptance of Indonesian tafsir does not align with its development in Indonesia. Technically, the pesantren community views Indonesian tafsir merely as translations into Indonesian. However, pragmatically, pesantren still acknowledge and accept Indonesian tafsir as mu'tabar (authoritative) works based on the chain of teachers (sanad), translation quality, and the exegete's competence. On the other hand, the pesantren community also rejects or remains cautious about the emergence of non-mu'tabar tafsir, the increasing number of Qur'anic translations driven by personal desires, and similar issues. Kurikulum pesantren hanya menerima sedikit karya tafsir Al-Qur'an berbahasa Indonesia, seperti Marah Labid karya Muhammad Nawawi al-Bantani dan al-Ibriz karya Bisri Mustofa. Penerimaan tafsir Indonesia ini tidak sebanding dengan perkembangan tafsir di Indonesia. Secara teknis, masyarakat pesantren memandang tafsir Indonesia sekadar terjemahan ke dalam bahasa Indonesia. Namun secara pragmatis, pesantren tetap mengakui dan menerima tafsir Indonesia sebagai karya yang mu'tabar (disepakati) berdasarkan sanad (mata rantai guru), kualitas terjemahan, dan kompetensi penafsir. Di sisi lain, masyarakat pesantren juga menolak atau mewaspadai munculnya tafsir yang tidak mu'tabar, peningkatan jumlah terjemahan Al-Qur'an yang dipengaruhi nafsu, dan sebagainya.
Ajaran Jihad dalam Kurikulum Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso: The Teachings of Jihad in the Pesantren Curriculum: A Case Study at Al-Islah Islamic Boarding School, Bondowoso Wibowo, Safrudin Edi
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.565

Abstract

As an Islamic educational institution, the role of Islamic boarding schools (pesantren) has been re-questioned following the emergence of numerous acts of terrorist violence in Indonesia, some of which were perpetrated by individuals who admitted to being graduates of such schools. These institutions are labeled as breeding grounds for terrorism due to their curriculum, which allegedly teaches jihad ideology that legitimizes violence. This stigmatization requires further analysis to objectively present the understanding of jihad within the pesantren world. This article is the result of research conducted at Al-Islah Islamic Boarding School in Dadapan Village, Grujugan District, Bondowoso Regency. Sebagai lembaga pendidikan Islam, peran pesantren mulai dipertanyakan kembali sejak munculnya berbagai aksi kekerasan terorisme di Indonesia, di mana sebagian pelakunya mengaku sebagai lulusan pesantren. Lembaga ini ditandai sebagai tempat berkembangnya terorisme karena kurikulumnya mengajarkan ideologi jihad yang melegalkan kekerasan. Stigmatisasi tersebut perlu dianalisis lebih lanjut agar paham jihad dalam dunia pesantren dapat ditampilkan secara objektif. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.
Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Multikultural (Studi pada Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Al-Ghazali Jember): Development of Multicultural-Based Islamic Education (A Study at Al-Qodiri and Al-Ghazali Islamic Boarding Schools in Jember) Zain, Hefni
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.567

Abstract

Amidst societal awareness of plurality, the development of multicultural education continues to expand to various places, including several Islamic boarding schools in the Jember region, particularly Al-Qodiri and Al-Ghazali Islamic boarding schools. Over the past five years, these two boarding schools have developed multicultural education, which emphasizes the importance of respecting plurality and acknowledging pedagogical equality for all individuals who have the same right to receive educational services, regardless of their ethnicity, social status, religion, or gender. This research is based on the general question: What is the strategy for developing multicultural-based Islamic education at Al-Qodiri and Al-Ghazali Islamic boarding schools in Jember? To address this general question, the research aims to answer three specific questions: (1) How is the implementation of multicultural-based Islamic education development at these two institutions? (2) What steps have the leaders of these institutions taken to develop multicultural-based Islamic education? (3) What are the opportunities and obstacles in developing multicultural-based Islamic education at these two institutions? Dalam kesadaran masyarakat akan pluralitas, pengembangan pendidikan multikultural terus merambah ke berbagai tempat, termasuk beberapa pondok pesantren di wilayah Jember, khususnya Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Al-Ghazali Jember. Selama lima tahun terakhir, kedua pondok pesantren tersebut telah mengembangkan pendidikan multikultural, yaitu pendidikan yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap pluralitas dan pengakuan kesetaraan pedagogis terhadap semua orang yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan, apa pun etnis, status sosial, agama, dan jenis kelaminnya. Penelitian ini didasarkan pada pertanyaan umum: Bagaimana strategi pengembangan pendidikan Islam berbasis multikultural di Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Al-Ghazali Jember? Untuk memahami pertanyaan umum tersebut, penelitian ini berusaha menjawab tiga pertanyaan spesifik: (1) Bagaimana implementasi pengembangan pendidikan Islam berbasis multikultural di kedua lembaga tersebut? (2) Bagaimana langkah-langkah pimpinan kedua lembaga dalam mengembangkan pendidikan Islam berbasis multikultural? (3) Apa saja peluang dan hambatan dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis multikultural di kedua lembaga tersebut?
Peran Lembaga Pendidikan Islam dalam Membentuk Pendidikan Karakter: Solusi Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional (Studi Kasus Pondok Pesantren Mabda’ul Ma’arif Jombang Jember): The Role of Islamic Educational Institutions in Shaping Character Education: A Solution to Address Multidimensional Crisis Challenges (Case Study of Mabda’ul Ma’arif Islamic Boarding School, Jombang Jember) Umam, Khotibul
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.569

Abstract

Character education holds a higher value than moral education because it is not merely about right or wrong issues but focuses on instilling good habits in life. This ensures that students develop high awareness, understanding, attention, and commitment to practicing goodness in daily life. In conclusion, character can be defined as a person's natural personality in responding to moral situations, manifested through real actions such as good behavior, honesty, responsibility, respect for others, and other noble character values. In the context of Islamic thought, character is linked to faith (iman) and excellence (ikhsan). Pendidikan karakter memiliki nilai lebih tinggi daripada pendidikan moral karena pendidikan karakter tidak hanya terkait dengan masalah benar-salah, tetapi bagaimana membiasakan hal-hal baik dalam kehidupan, sehingga peserta didik memiliki kesadaran, pemahaman, perhatian, dan komitmen untuk menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, karakter dapat dikatakan sebagai kepribadian alami seseorang dalam merespons situasi moral, yang diwujudkan dalam tindakan nyata melalui perilaku baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan nilai-nilai karakter mulia lainnya. Dalam konteks pemikiran Islam, karakter terkait dengan iman dan ikhsan.
Wanita Karier Perspektif Islam (Upaya Membangun Keluarga Sakinah): Career Women in Islamic Perspective (Efforts to Build a Harmonious Family) Mutohar, Ahmad
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.570

Abstract

The modernity of science and technology development and growth will surely affect women's movements and activities, which from a legal perspective can introduce new variations in considering topics related to women's issues. Emancipation demands access to certain life sectors previously viewed as "taboo," leading to more lenient relationships. This has raised new concerns, necessitating continuous and proportional analysis. Modernitas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pasti akan memengaruhi gerak dan aktivitas wanita, yang dalam perspektif hukum dapat menjadi variasi baru dalam pertimbangan topik terkait masalah wanita. Emansipasi menuntut sektor-sektor kehidupan tertentu yang dulunya dianggap "tabu" untuk dimasuki oleh wanita, yang tampaknya memiliki hubungan yang lebih longgar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru sehingga perlu dianalisis secara terus-menerus dan proporsional.
Implementasi Pengembangan Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Jember: Implementation of the 2013 Curriculum Development in Islamic Religious Education and Character Learning at SMA Negeri 4 Jember Hidayati, Hj. Titek Rohanah
Fenomena Vol 14 No 1 (2015): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v14i1.572

Abstract

This study aims to examine the implementation of the 2013 Curriculum development in Islamic Religious Education and Character learning at SMAN 4 Jember, which includes: (1) Planning of Islamic Religious Education and Character learning under the 2013 Curriculum at SMA Negeri 4 Jember, (2) Implementation of Islamic Religious Education and Character learning under the 2013 Curriculum at SMA Negeri 4 Jember, and (3) Evaluation of Islamic Religious Education and Character learning under the 2013 Curriculum at SMA Negeri 4 Jember. This research uses a qualitative approach. The conclusions of this study are: first, the implementation of planning for Islamic Religious Education and Character learning under the 2013 Curriculum includes annual programs, semester programs, weekly and daily programs, as well as remedial and enrichment programs. Second, the implementation of Islamic Religious Education and Character learning under the 2013 Curriculum involves fostering closeness and pre-tests, competency formation, and post-tests. Third, the evaluation of Islamic Religious Education and Character learning under the 2013 Curriculum includes assessments of attitude competencies, knowledge competencies, and skill competencies. However, overall, the development of the 2013 Curriculum in Islamic Religious Education and Character learning at SMAN 4 Jember is considered maximal in terms of planning and implementation, but the assessment system still needs improvement. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pengembangan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 4 Jember yang meliputi: Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 4 Jember. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 4 Jember. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 4 Jember. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah pertama, implementasi perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada kurikulum 2013 meliputi program tahunan, program semester, program mingguan dan harian, program remedial dan pengayaan. Kedua, implementasi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Kurikulum 2013 meliputi pembinaan keakraban dan pre test, pembentukan kompetensi, dan post test. Ketiga, implementasi evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Kurikulum 2013 meliputi penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, dan penilaian keterampilan. Namun secara umum pengembangan Kurikulum 2013 pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 4 Jember dipandang dari sistem perencanaan, pelaksanaan sudah maksimal namun pada sistem penilaian masih kurang maksimal.

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 24 No 2 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 24 No 1 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 23 No 2 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 23 No 1 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 2 (2023): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 22 No 1 (2023): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 21 No 1 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 20 No 2 (2021): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 20 No 1 (2021): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 19 No 2 (2020): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 19 No 1 (2020): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 18 No 2 (2019): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 18 No 1 (2019): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 17 No 1 (2018): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 16 No 2 (2017): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 15 No 2 (2016): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 15 No 1 (2016): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 14 No 2 (2015): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 14 No 1 (2015): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 13 No 1 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 12 No 2 (2013): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 12 No 1 (2013): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 11 No 2 (2012): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 11 No 1 (2012): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 10 No 2 (2011): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 10 No 1 (2011): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 9 No 2 (2010): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 9 No 1 (2010): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 8 No 2 (2009): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 8 No 1 (2009): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 7 No 1 (2008): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 6 No 2 (2007): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 5 No 2 (2006): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 4 No 2 (2005): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 4 No 1 (2005): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 3 No 2 (2004): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 3 No 1 (2004): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 2 No 2 (2003): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 2 No 1 (2003): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 1 No 2 (2002): FENOMENA: Journal of the Social Sciences Vol 1 No 1 (2002): FENOMENA: Journal of the Social Sciences More Issue