cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 83 Documents
FORMULASI DAN UJI FISIK GEL EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium poliyantum (Wight) Walp) DENGAN GELLING AGENT HPMC (Hydroxypropyl Methylcellulose) Yunita Dian Permatasari; Dwi Islamiyati; Umi Nafisah
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowdays, medical plants have been widely used for overcome health problem. One of the nutritious plants is Bay Plant (Syzygium poliyantum (Wight) Walp) which contains flavonoid active compound, saponin which contains flavonoid compounds, saponins, which are used as antibacterial. This study aims to determine the gel formulation and evaluation as well as the effect of differences in the concentration of HPMC (Hydroxypropyl Methylcellulose) on the physical properties og the gel. In this study used variations in the HPMC concentrations of 4%, 5% and 6% with bay leaf extract concentrations of 5%. Bay leaves extracted by maceration for 7 days, then will be remacerated for 2 days to find the compouds that were still left with 70% ethanol solvent. Gel evaluation includes organoleptic, spread power, adhesion, pH, homogeneity, and protection. The evaluation result showed that at a concentration of HPMC 4%, 5% and 6% each had a distinctive odor of bay leaf extract and brown colored in an organoleptic test, produced homogeneus preparations, had a pH value of 6,16; 5,82; and 5,73; spread power 6,2 cm; 5,8 cm; and 5,1 cm; Stickness 5,75 sec; 7,46 sec; and 9.35 sec; and protective power 6,57 sec; 6,87 sec; 6.89 sec. The results of pH test, spreadability, and stickness using Kruskal Wallis showed an Asymp.Sig < 0.05% that is 0.000, which indicates that there are significant difference between the concentration of HPMC with ph test, spreadability and stickness. The result of protective power test showed an Asymp.Sig > 0.05 that is 0.497 and there is no significant difference between the concentration of HPMC with the protective power. The result of testing all three formulas meet the requirements except for protective power.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT XY MANADO Randy Tampa’i; Nancy Ngala; Diah Wua
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio Caesarea is a procedure to remove a fetus through surgery on the abdomen and uterus. Sectio Caesarea is performed as an alternative if normal delivery is not possible to deliver birth on the birth canal. Sectio Caesarea can be performed both by design or emergency on high-risk pregnancies. The risk of infection in Sectio Caesarea surgery can be reduced by giving antibiotic prophylaxis therapy. The purpose of this study to evaluate the use of antibiotic prophylaxis in Sectio Caesarea patients at Central Surgical Installation XY Hospital in Manado during 2019. The study has been performed observational, the data were obtained by retrospective and study of patient's fully sampling of medical records. The study result showed that antibiotic prophylaxis in 58 patients with Caesarea surgery was used 55 patients with Ceftriaxone (94,8%) and 3 patients with Cefazolin (5,2%). This shows the selection of the type of cesarean section antibiotic prophylaxis is not appropriate with the General Guidelines for the Use of Antibiotics by the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia in 2011, because there are only 5.2% of the first generation cephalosporin class antibiotics according to the guidelines for cesarean section prophylaxis. Based on the duration of administration, the route of administration and the dose of prophylaxis antibiotics in patients with the cesarean section is by the General Guidelines for the Use of Antibiotics by the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia in 2011, which is supported by the recommendations of the ASHP Therapeutic Guideline and the Drug Information Handbook Ed.17.
PERBEDAAN TINGKAT HALITOSIS PADA PENGGUNA PARTIAL DENTURE DAN BUKAN PENGGUNA Erwin Erwin; Rahminingrum Pujirahayu; Noviatin Noviatin
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halitosis adalah masalah keadaan bau nafas yang tidak sedap yang dihembuskan oleh pasien yang dapat dirasakan oleh pasien sendiri ataupun orang lain pada jarak dekat. Halitosis dapat menjadi tanda adanya penyakit dan/atau upaya pemeliharaan kebersihan rongga mulut yang tidak baik oleh seseorang. Pasien pengguna partial denture (gigi palsu sebagian) berpotensi mengalami masalah ini karena terpasangnya alat tersebut dalam rongga mulutnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat halitosis pada pengguna partial denture dengan bukan pengguna. Jenis penelitian ini adalah komparative study dengan rancangan crossesctional study. Penelitian ini dilakukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. teknik sampling dengan cara purposive sampling. Besar sampel 62 orang terdiri atas 31 orang sampel pengguna partial denture dan 31 orang bukan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan uji analisis t-test dengan nilai
KAJIAN DAYA TERIMA, KANDUNGAN SERAT DAN PROTEIN DARI COOKIES BERBAHAN DASAR TEPUNG OAT DAN TEPUNG TEMPE Rahma Fauziyyah Widodo; Esteria Priyanti
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui daya terima dari cookies berbahan dasar tepung oat dan tepung tempe; 2) mengetahui kandungan serat dan protein yang terdapat dalam cookies berbahan dasar tepung oat dan tepung tempe. Diharapkan melalui pengembangan produk cookies ini dapat memberikan varian cookies baru bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi camilan sehat. Eksperimen pembuatan cookies berbahan dasar tepung oat dan tepung tempe dilaksanakan di laboratorium Progam Studi Seni Kuliner Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini, Semarang. Sedangkan, untuk uji laboratorium penentuan kadar serat dan protein dari produk cookies terbaik dilaksanakan di Politeknik Katolik Mangunwijaya, Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dan uji hedonik. Mofikasi resep cookies dilakukan pada jumlah tepung tempe yang digunakan. Penambahan tepung tempe sebanyak 10%, 20% dan 30% dari berat total bahan cookies. Uji hedonik diikuti oleh 25 orang Panelis tidak terlatih yang mengisi kuesioner secara lengkap. Hasil penelitian menyatakan cookies berbahan dasar tepung oat dengan penambahan tepung tempe sebanyak 10% merupakan cookies yang disukai dan dapat diterima dengan baik. Tiap takaran saji cookies dapat memenuhi %AKG serat sebesar 7,00% (2,10 g) dan %AKG protein sebesar 7,26% (4,36 g). Sebagai saran, perlu dilakukan uji kandungan energi, karbohidrat, lemak total, dan natrium pada cookies berbahan dasar tepung oat dan tepung tempe.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DAN HIV/AIDS DENGAN PERILAKU GAYA PACARAN PADA REMAJA DI SMA N 8 BATAM TAHUN 2015 Indah Mastikana
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku gaya pacaran beresiko yang terjadi di kalangan remaja ini merupakan kelompok yang rentan tertularnya Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS. Berdasarkan kejadian tersebut, tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS dengan gaya pacaran pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan menggunakan teknik Random Sampling, jumlah sampel 137 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku gaya pacaran remaja di SMA N 8 Batam umumnya tidak beresiko yaitu 66,4%, pengetahuan yang dimiliki remaja SMA N 8 mayoritas kurang baik yaitu 78,8%, sikap yang dimiliki remaja SMA N 8 tergolong positif yaitu sebanyak 51,1% dan dari hasil uji chi-square nilai p-value yang diperoleh yaitu 0,022 dan 0,035. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan antara pengetahuan tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS dengan perilaku gaya pacaran pada remaja dan ada hubungan sikap tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS dengan perilaku gaya pacaran pada remaja.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) MUDA DAN TUA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Aptika Oktaviana Trisna Dewi; Niken Wahyu Nur Hidayah; Adnan Nur Aviv
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papaya is the one of Indonesian plant which has a lot of health benefits. The part of the plant that often used is the leaves. The one of papaya’s leaves benefit is used as antioxidant for various diseases. The substance that use as antioxidant is vitamin C. This observation is order to find out the level of vitamin C in papaya’s young and old leaves extract by UV-Vis spectrophotometry. The determination of vitamin C level was done by quantitative and qualitative tests of papaya’s leaves extract that obtained by infusion. Qualitative tests was conducted by flavonoid test and alkaloid test with color reagent. While the quantitative test is determined based on the absorbance value using UV-Vis spechtrophotometry that measured at wavelength of 265 nm with comparison of ascorbic acid. The result was obtained that papaya’s leaves extract are contained flavonoids and alkaloids with an average level of vitamin C in young papaya’s leaves in amount of 0.299%, compare with old papaya’s leaves in amount of 0,421%. Statistical test result shows the assymp sign value is 0,00 < 0,05, it indicates that the age of the leaves influences the significance of vitamin C level on papaya leaves.
UJI KELARUTAN BATU GINJAL DALAM EKSTRAK ETANOL DAN AQUADES BATANG PISANG SEJATI SECARA IN VITRO Armydha Dwi Susanti; Lulu Khulyatul Janah
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit batu ginjal disebabkan oleh adanya sedimen urin dalam ginjal dan saluran kemih. Tanaman pisang mengandung beberapa jenis fitokimia, yaitu saponin, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antibiotik, penghilang rasa sakit, dan anti peradangan. Dan mengandung mineral kalium yang berfungsi sebagai diuretik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kemampuan ekstrak batang pisang kepok terhadap kelarutan batu ginjal secara in vitro dan membandingkan perasan murni, ekstrak etanol dan ekstrak aquades batang pisang kepok yang paling efektif dalam melarutkan batu ginjal. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut ethanol 96% dan aquades. Uji kelarutan batu ginjal kalsium oksalat dalam perasan murni, ekstrak ethanol dan ekstrak aquades batang pisang. Kemudian dihitung massa batu ginjal yang luruh. Hasilnya yaitu perasan murni batang pisang kepok dapat melarutkan batu ginjal dengan massa yang luruh sebanyak 420 mg sedangkan dengan ekstrak etanol batang pisang dapat meluruhkan batu ginjal sebanyak 179 mg dan ekstrak aquades meluruhkan batu ginjal sebanyak 270 mg. Batang pisang kepok mengandung flavonoid, saponin, tanin dan kalium yang berperan penting dalam melarutkan batu ginjal. Jadi dapat disimpulkan bahwa batang pisang kepok dapat melarutkan batu ginjal dan hasil peluruhan batu ginjal paling baik pada perasan murni batang pisang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GLUMPANG BARO KABUPATEN PIDIE 2020 Idawati Idawati; Yuliana Yuliana; Razali Razali
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every year, around 1.5 million women experience pregnancy difficulties and more than half a million are accepted worldwide because of problems with pregnancy and childbirth. The purpose of this study was to study the Factors Associated with the Visit of Pregnant Women in Performing Antenatal Care. This study uses analytical research methods with Croossectional, with the technique of taking samples of 30 people. Univariate research results on obtaining respondents who visited antenatal care as many as 21 respondents (70.0%), respondents who have higher education are 19 respondents (63.3%), respondents who have sufficient income of 19 respondents (63.3%), respondents who received family support were 17 respondents (56.7%). The results of the bivariate study found that there was a significant relationship between education and antenatal care visits (P value = 0.008), there was a significant relationship between income and antenatal care visits (P Value = 0.001), there was a significant relationship between family support and antenatal care visits ( P value = 0.037). Conclusion there is a relationship of education with antenatal care visits, there is a relationship of income with antenatal care visits, there is a relationship of family support with antenatal care visits.
ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI KOPI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2017 Maulina Iriyanti; Fazidah Aguslina Siregar; Destanul Aulia
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition in which one 's blood pressure is above normal rate. Among 972 million people suffering from hypertension, 333 million of them are distributed in developed countries and the other 639 million people are in developing countries, including in Indonesia. The prevalence of hypertension in 2016 reached up to 30%. The objective of the research was to analyze the determinants of hypertension prevalence in coffee growers in the area of Sp. 3 Bukit Sub-district, Bener Meriah District. It is an observational research using case control design. The case group consisted of 55 coffee growers suffering from hypertension and the control group consisted of 55 coffee growers who did not suffer from hypertension, or they were in ratio 1:1. The data were analyzed by multiple logistic regression testing. The variable with the most dominant influence on the prevalence of hypertension in the working are of Puskesmas (Public Health Center) at Sp.3 Bukit Sub-district, Bener Meriah District in 2017 was the habit of drinking coffee with (B) 8.174, 95% CI=3.253 ­20, 539, p=(0.000) which indicates that patients with hypertension had 8.065 times higher risks to get hypertension attack with frequent coffee drinking habit compared to those who did not suffer from hypertension. It is suggested that medical workers improve health promotion to the society concerning hypertension and provide counseling about the hazard of smoking and drinking coffee resulting in hypertension.
POTENSI PENGGUNAAN TANAMAN ANTING-ANTING (Acalypha indica L) SEBAGAI ZAT AKTIF PADA PEMBUATAN LIP BALM DAN SEDIAAN KOSMETIK LAINNYA Iin Suhesti; Anisa Hariyani; Aisyah Nur Hidayah; Arofah Frisca Sahara
Jurnal Farmasindo Vol 4 No 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lip balm merupakan salah satu produk kosmetik yang paling sering digunakan saat ini, terutama oleh kaum wanita. Tujuan penggunaan lip balm yaitu untuk melembabkan bibir dan mengurangi bibir pecah-pecah. Tetapi banyak sediaan lip balm yang menggunakan bahan kimia berbahaya sehingga dapat mengakibatkan bibir menjadi hitam, iritasi sampai ke kanker kulit, sehingga diperlukan lip balm yang menggunakan zat aktif dari bahan alam salah satunya adalah tanaman Anting-anting (Acalypha indica L). Penelitian ini dilakukan dengan metode narative review yang bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan tanaman anting-anting (Acalypha indica L) sebagai zat aktif pada pembuatan lip balm dan sediaan kosmetik lainnya. Hasil dari beberapa literatur diperoleh golongam flavonoid yang berhasil diidentifikasi dari tanaman anting-anting (Acalypha indica L) adalah isoflavon, flavon, flanolol, flavanon, dihidroksiflavonol, khalkon dan antosianidin. Ditemukan juga kandungan antioksidan dengan persen inhibisi (IC50) menggunakan pelarut etanol fraksi TH, HB, HA secara berturut-turut adalah 127,87 ppm; 132,97 ppm; dan 133,68 ppm dengan kategori sedang. Sedangkan dengan pelarut heksana, kloroform dan methanol diperoleh aktivitas antioksidan yang signifikan dengan nilai IC50 yaitu 6,19 ± 0,010 mg/ml; 5,70 ± 0,050 mg/ml; dan 7,79 ± 0,020 mg/ml. Kadar antioksidan pada daun dengan konsentrasi 200, 400, dan 600 μg yaitu 17,12%; 26,87%; dan 31,14%. Sedangkan pada akar dengan konsentrasi 200, 400, dan 600 μg yaitu 26,16%; 41,84%; dan 53,27%. Berdasarkan kandungan flavonoid dan antioksidan, tanaman anting-anting (Acalypha indica L) berpotensi sebagai zat aktif pada pembuatan lip balm dan sediaan kosmetik lainnya.