cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 83 Documents
PROFIL PENGGUNAAN OBAT PASIEN JANTUNG KORONER DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM WIRABUANA PALU Ayu Wulandari
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu bentuk penyakit kardiovaskuler yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia dan suatu penyakit degeneratif yang berkaitan dengan gaya hidup juga social ekonomi masyarakat. Penyakit ini terjadi karena adanya penyempitan arterikoroner yang biasa disebut arteriosclerosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat dan kerasionalan penggunaan obat jantung koroner pada pasien jantung koroner dibagian rawat jalan di Rumah Sakit Wirabuana Palu. Dalam penelitian ini kesesuaian terapi dilakukan dengan mengevaluasi kerasionalan terapi yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan efek samping. Jenis dan rancangan penelitian ini adalah penelitian observasional, disusun dengan metode deskriptif dan data diperoleh secara cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling dan sebanyak 42 data diambil sebagai sampel. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis rasionalitas terapi penggunaan obat jantung koroner, diperoleh hasil yaitu 100% tepat obat, 100% tepat indikasi, 100% tepat pasien, 100% tepat dosis dan 100% waspada efek samping. Hasil penggunaan obat jantung koroner yang paling banyak digunakan yaitu amlodipin sebesar 25%.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DENGAN VARIASI KONSENTASI SODIUM LAURIL SULFAT SEBAGAI EMULGATOR Tiara Kusuma Ningrum; Umi Nafisah; Ester Dwi Antari
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cherry leaves (Muntingia calabura L.) are known to have antibacterial activity. Based on previous research shows that the extract concentration of 2.5% has a inhibitory power of 16.55 mm. To increase the effectiveness of the use of cherry leaves, formulations are made in the form of cream. This study aims to determine the effect of adding sodium lauryl sulfate to the physical properties of the cream. Cream made with 3 variations of sodium lauryl sulfate concentration that is 0.5%; 1%; 2%. The three formulations were tested for different physical properties by organoleptic, homogeneity, dispersion, adhesion, pH, protection. The results showed that the cherry leaf can be formulated as a cream preparation and on organoleptic testing, homogeneity, adhesion, protective power of cherry leaf extract cream meet the requirements of a good cream. In testing the spread of cherry leaves extract cream did not meet the requirements of a good cream.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI RUANGAN ICCU RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU TAHUN 2020 Muthmainah Tuldjanah
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu mortalitas dan morbalitas di indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengobatan penggunaan obat antihipertensi di Ruang ICCU Rumah Sakit Umum Anutapura Palu dan melihat kesesuaian terapi obat antihipertensi di Ruang ICCU Rumah Sakit Umum Anutapura Palu sudah sesuai standar pengobatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan juli- agustus 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara cross sectional dengan pengambilanan data secara retrospektif pada data rekam medik pasien hipertensi periode januari 2017- desember 2019. Teknik pengambilan sampel secara total sampling dan diperoleh sampel sebanyak 50 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan hasil obat antihipertensi yang paling banyak furosemide sebanyak (23%) dan untuk obat pendamping yang paling banyak digunakan golongan antiplatelet sebayak (25%). Evaluasi kerasional penggunaan obat antihipertensi berdasarkan tepat indikasi sebanyak 100%, tepat pasien sebanyak 100%, tepat obat sebanyak 100% dan tepat dosis sebanyak 94%.
FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BASIS PEG 400 DAN PEG 4000 Selvy Adita Nurhaningrum; Umi Nafisah; Ester Dwi Antari
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cherry leaves (Muntingia calabura L.) is a medicinal plant that is rarely used by the public. Its use is still traditional so it needs to be made in more practical preparations eg ointments. The purpose of this study was to determine the ethanol extract form of cherry leaves in ointment preparations and make ointment preparations containing ethanol extract of cherry leaves. In this study using an experimental analytical method by making ointment preparations using an ointment base. The basic ointment used is a combination of PEG 400 and PEG 4000, so that 3 formulations obtained with a concentration of 5% cherry leaves. From each formula carried out, the ointment test, organoleptic test, homogeneity test, spreadability test, adhesion test, protection power test and pH test. The results showed that the ointment of cherry leaf extract ointment in F1, F2, and F3 was brownish yellow, distinctive with cherry leaves and semi-solid. Homogeneity test F1, F2 and F3 have homogeneous preparations that meet the parameters. The spread power test of F1 is 2.41 cm, F2 is 2.87 cm and F3 is 4.16 cm does not meet the spread test parameters of 5-7 cm. F1 adhesion test 18.77 seconds, F2 10.1 seconds and F3 6.15 seconds meet the adhesion test parameters not less than 4 seconds. Protection test F1> 5 minutes, F2> 5 minutes and F3> 5 minutes, the longer the red stain appears, the better the protection power, the pH test F1 6.48, F2 6.7 and F3 6.75 do not meet the pH test parameters 4.5 - 6.6. The pH test results obtained a significant value of 0.033 (p <0.05), the results of the test of dispersion and adhesion have the same significant value of 0.027 (p <0.05) which means there is a significant influence on variations in the concentration of PEG 400 and PEG 4000 as base on the physical properties of ointments.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS GEL ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Niluh Puspita Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Beluntas (Pluchea indica Less) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat obat. Tanaman beluntas memiliki kandungan senyawa flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formula gel antiseptik dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun beluntas terhadap stabilitas fisik sediaan gel serta untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun beluntas dalam gel antiseptik yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak etanol daun beluntas diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diformulasikan menjadi sediaan gel antiseptik dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun beluntas dapat diformulasikan menjadi sediaan gel antiseptik dengan konsentrasi 2%, 4% da 6%. Konsentrasi ekstrak etanol daun beluntas mempengaruhi pH, viskositas dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, tetapi tidak mempengaruhi stabilitas mutu fisik, organoleptik dan homogenitas gel. Hasil pengukuran daya hambat gel antiseptik diperoleh diameter rata-rata zona bening untuk F1 (2%), F2 (4%) dan FIII (6%) berurut-turut adalah 9,67 mm, 11,5 mm, dan 16 mm. Berdasarkan klasifikasi kekuatan antibakteri, maka kemampuan penghambatan bakteri uji oleh sediaan gel antiseptik konsentrasi 2% dan 4% dikategorikan sedang, serta 6% dikategorikan kuat yang merupakan gel antiseptik paling efektif menghambat aktivitas bakteri Staphylococcus aureus.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS JENAWI KARANGANYAR TAHUN 2018 Rahmadhani Tyas Angganawati; Esti Nafiroh; Umi Nafisah; Riyan Setiyanto
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition where systolic value >140 mmHg and diastolic blood pressure >90 mmHg. Hypertension is one of the main causes of death. This study aims to determine the profile of the use of antihypertensive drugs in Jenawi Karanganyar Health Center in 2018. The research method used is descriptive retrospective data. The research subjects were selected using a Porposive Sampling technique that met the inclusion criteria as follows patients diagnosed with hypertension, patients with health insurance, over 18 years of age and had complete medical record data. The results of a study of 300 medical records of hypertension sufferers showed 66,7% women and 33,3% men, based on age 18-25 years 0%, 26-35 years 1,7%; 36-45 years 7%, 46-55 in 21,6%; 56-65 years 26%, more than 65 years 43,7%. The drug use was most often given singly as much as 97,6%; the group of drugs most widely used was Calcium Channel Blockers (CCB) 82,4%; and the most used drug item Amlodipin was 50,5%. Research is expected to be a reference in the management of antihypertensive drugs at the Karanganyar Jenawi Health Center, namely the planning and procurement of drugs according to the National Formulary standards.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Rezky Yanuarty
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk pengobatan oleh masyarakat adalah tanaman daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Biasanya tanaman jeruk nipis digunakan sebagai penambah nafsu makan, penurun panas (antipireutik), diare, menguruskan badan, antiinflamasi, antioksidan dan antibakteri (Revilla dkk, 2013) . kandungan zat aktif yang dimilikinya. Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) diketahui mengandung flavonoid seperti Quersetin serta fenolik yang bersifat sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan menentukan total fenolik dari ekstrak daun jeruk nipis. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh ditentukan total fenolik dan uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ekstrak etanol daun jeruk nipis memiliki kandungan total fenolik sebesar 0,687% dan ektrak etanol daun jeruk nipis memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 98,58 µg/mL.
PEMBUATAN DAN VALIDASI KUESIONER EVALUASI PENERAPAN PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016 DI APOTEK SWASTA KOTA TARAKAN Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada; Tahuti Mustika
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan tolak ukur yang digunakan sebagai pedoman bagi tenaga farmasi dalam penyelenggaraan pelayanan di Apotek. Dimana kualitas pelayanan dapat dievaluasi dan dinilai berdasarkan tingkat kepuasan dari pengguna jasa layanan. Untuk mengukur tingkat kepuasan tentunya membutuhkan instrumen yang valid dan reliabel agar hasil yang diberikan konsisten dan dapat dipercaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kuesioner yang relevan dengan Permenkes nomor 73 Tahun 2016 dan tentunya telah diuji validitas dan realibilitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskritif kualitatif, dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan responden. Penilaian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 8 responden yang merupakan apoteker. Adapun metode penyebaran kuesioner yang digunakan adalah metode tes ulang atau test-retest-method. Metode tersebut merupakan metode yang dilakukan lebih dari satu kali yaitu hari ke-1, 3 dan 6, menggunakan instrumen yang sama, kemudian hasil dari tes tersebut dikorelasikan menggunakan Software SKALO V.0.4. dan Software SPSS untuk menilai validitas dan realibilitas instrument yang digunakan. Hasil dari uji validitas dan reabilitas kuesioner ini dinyatakan valid dan reliabel dimana berdasarkan pendapat dari 8 responden yang ada juga menyatakan bahwa kuesioner ini relevan dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner ini dapat menjadi alternatif pilihan untuk dijadikan alat ukur evaluasi pelayanan kefarmasian di Apotek karena telah dinyatakan valid, reliabel dan relevan dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016.
DOCKING MOLEKULAR FENOLIK DAUN K DOCKING MOLEKULAR FENOLIK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI POTENSI ANTI INFLAMASI DENGAN AUTODOCK-VINA Diyan Sakti Purwanto; Iin Suhesti
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki kandungan senyawa fenolik dan senyawa alami yang meliputi polifenol seperti flavonoid dan antosianin yang memiliki berbagai manfaat diantarnya sebagai antioksidan, antimikroba, antifungi, antitoksik, antiinflamasi dan antihiperglikemik. Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan yang melibatkan proses fisiologis aktivasi enzim cyclooxigenase (COX) yang memiliki dua isoform yaitu enzim cyclooxigenase-1 (COX-1) dan cyclooxigenase-2 (COX-2). Penggunaan obat antiinflamasi golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) dan golongan steroid mempunyai efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Dari studi in vitro fenolik menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan dengan menghalangi sintesis dan pelepasan histamin dan mediator-mediator alergis inflamator lainnya. Fenolik memiliki aktivitas antioksidan dan aksi cadangan vitamin C serta dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah terjadinya proses peroksidasi lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Fenolik yang terdapat pada daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai anti inflamasi ligan 6COX cyclooxigenase-2 (COX-2) dengan menggunakan aplikasi komputasi autodock vina.
LATINA COFFEE Swietenia mahagoni (Jacq.) MINUMAN HERBAL KEKINIAN SEBAGAI PENURUN KADAR GULA DARAH Iin Suhesti; Cici Hana Safitri; Dita Nurhaliza Kurniawati; Isnaini Putri Indriyani; Gilang Ramadhan Putra Susilo; Dicky Saputra
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang bisa mengakibatkan berbagai komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit ini disebabkan oleh ketidakstabilan kadar gula darah dalam tubuh. Ada beberapa penelitian ilmiah yang sudah membuktikan bahwa biji mahoni ini dapat mengatasi hiperglikemia dan beberapa komplikasi lainnya. Rasa pahit dan sepat dari kandungan flavonoid biji mahoni membuat banyak penderita diabetes melitus tidak lagi mengonsumsinya. Rasa tersebut serupa dengan rasa pahit pada kopi yang merupakan minuman kesukaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tujuan dari kewirausahaan ini adalah untuk membuat formulasi kopi dengan campuran simplisia biji mahoni yang tepat dan dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Metode yang digunakan dalam kewirausahaan ini adalah formulasi minuman fungsional dalam bentuk serbuk. Minuman ini memiliki odor, warna, aroma kopi, aroma asing, rasa manis dan rasa yang pas, sedangkan rasa pahit, mouthfeel, flavour dan aftertaste agak kuat. Hasil intervensi yang dilakukan pada 3 kelompok tikus menggambarkan minuman fungsional ini berpotensi untuk menurunkan kadar glukosa darah tikus hiperglikemik.