cover
Contact Name
Chrest Thessy Tupamahu
Contact Email
jurnalmakarios@gmail.com
Phone
+6282334056053
Journal Mail Official
i3jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No.5
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual
ISSN : 28299124     EISSN : 28299132     DOI : https://doi.org/10.52157/mak
Jurnal Makarios merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi Kontekstual yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Injil Indonesia. Jurnal Makarios menerima artikel dari semua dosen, mahasiswa, dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi, maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. Focus dan Scope Jurnal Makarios, yaitu: Teologi Kontekstual, Teologi Penginjilan, Teologi Kontemporer, Kontekstualisasi Misi, Antropologi Budaya, dan Sosiologi Agama. Jurnal Makarios terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November, serta menyediakan akses terbuka langsung ke isinya (content).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2025): November" : 6 Documents clear
Okultisme Perdukunan: Kajian Praktek Okultisme Penggunaan Jeruk Purut di Batak Toba Deke, Imanuel Umbu Zawila; Takaliuang, Jammes Juneidy
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.386

Abstract

Dalam kalangan orang Batak Toba bahwa dalam praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut sebagai alat/media yang disebut dengan istilah “Marpangir atau Unte pangir”. Dalam prakteknya penggunaan jeruk purut dapat dipercayai memberikan kekuatan, membersihkan diri, dapat menyembuhkan orang sakit maupun dapat mengusir roh jahat dari manisfestasi. Praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang bertentangan dengan Alkitab. Alkitab menolak dengan tegas praktek perdukunan, karena praktek tersebut merupakan tipu daya, kejahatan dan segala musuh dari kebenaran firman Tuhan dan bertentangan dengan kehendak Allah (Kisah 13:10). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara untuk pengumpulan data. Hasil dari penelitian berdasarkan temuan adalah bahwa, okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang dipercayai sebagai media dapat menyembuhkan orang sakit, membersihkan diri dari roh jahat. Praktek demikian adalah praktek yang salah dengan konsep berpikir yang keliru dan tidak dikehendaki oleh Allah. Praktek ini sangat bertentangan dengan Alkitab yang adalah kebenaran, maka dengan demikian praktek okultisme perdukunan tidak dapat terima sebagai suatu kebenaran, yang diterima hanya Alkitab sebagai kebenaran yang berbicara bahwa Allah satu-satu sumber kesembuhan ilahi.
Pemuridan Dari Perspektif Dietrich Bonhoeffer dan integrasinya terhadap Pembinaan Iman Remaja di GMIM Musafir Kleak Mongkau, Deasy Natalia Fanesa; Tulangouw, Maria Elisa
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.391

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesinambungan pembinaan iman remaja di Jemaat GMIM Musafir Kleak, yang mengakibatkan lemahnya karakter rohani dan kurangnya keteguhan dalam menghadapi tantangan zaman. Pertanyaan utama yang diangkat ialah bagaimana pemuridan dalam perspektif Dietrich Bonhoeffer dapat menjadi strategi pembinaan iman remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan pengamatan terhadap pendeta, komisi remaja, pembina, dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep “anugerah mahal” Bonhoeffer sangat relevan dalam menegaskan pentingnya pemuridan yang menuntut komitmen, relasi pribadi dengan Kristus, serta keterlibatan aktif komunitas gereja. Pemuridan bukan hanya proses pengajaran, tetapi transformasi hidup yang nyata. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemuridan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada pertumbuhan iman serta pembentukan karakter remaja.
Mangokal Holi sebagai Tradisi Budaya dan Ekspresi Iman: Kajian Teologi Kontekstual atas Praktik Sosial Masyarakat Batak Toba Sinaga, Vera Astriyani
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.394

Abstract

Mangokal Holi merupakan salah satu praktik adat yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Batak Toba. Tradisi ini dilaksanakan dengan membongkar makam leluhur dan memindahkan tulang-belulang ke dalam tugu keluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Mangokal Holi sebagai praktik sosial dan ekspresi iman dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, khususnya konsep teologi tanpa tinta dari Izak Lattu, serta teori tindakan sosial dari Max Weber. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk menggali makna spiritual, nilai budaya, serta peran sosial dari tradisi ini dalam konteks masyarakat Batak Toba. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mangokal Holi tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga menjadi medium untuk memperkuat identitas kultural, solidaritas antar anggota marga, serta pewarisan nilai-nilai leluhur kepada generasi muda. Selain itu, tradisi ini mencerminkan bentuk spiritualitas kontekstual di mana iman Kristen tidak bertentangan, tetapi justru dihayati melalui praktik budaya lokal. Dalam konteks ini, Mangokal Holi menjadi bentuk “teologi tanpa tinta” yang hidup melalui narasi, simbol, dan ritus masyarakat. Tradisi ini membuktikan bahwa adat dan iman dapat saling menyatu dalam pengalaman keberimanan yang kontekstual dan bermakna.
Korelasi Teologi Misi Menurut Lensa Lesslie Newbigin Dengan Pemberdayaan Pertanian Nilam di GMIM Bethel Seretan Saumana, Sara Josephine; Luas, Luosje
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.397

Abstract

Gereja sebagai bagian integral masyarakat tidak bias dilepaskan dari dinamika sosial, ekonomi dan budaya sekitar. Dalam konteks ini gereja sebagai institusi yang memiliki dimensi sosial spiritual memegang peranan strategis dalam mendampingi dan memperkuat jemaat untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Salah satu betuk konkret dari kontribusi gereja adalah dengan mendorong pengembangan budidaya tanaman nilam yang memiliki nilai ekonomis tinggi melalui produksi minyak atsiri. Di titik ini teologi misi menemukan relevansinya dalam hal misi gereja yang tidak hanya terbatas pada kata-kata melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata. Artikel ini membahas tentang misi gereja yang berkontekstual menurut lensa pemahaman dari Lesslie Newbigin yang memahami bahwa misi tidak hanya dipahami sebagai penyebaran pesan keselamatan secara spiritual melainkan harus mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia secara menyeluruh termasuk dalam menempuh strategi untuk merespon pergumulan jemaat yang ada di GMIM Bethel Seretan. Fokus utama terletak pada bagaimana gereja mewujudkan misi yang kontekstual melalui pemberdayaan nilam. Tujuan tulisan ini untuk menganalisis bagaimana misi gereja dapat berfungsi sebagai agen pemberdayaan ekonomi jemaat melalui sektor pertanian berbasis nilam. Dengan menggunakan pendekatan integratif antara teologi misi dan realitas pemberdayaan nilam, maka dari penelitian ini menyajikan tentang korelasi teologi misi menurut Lesslie Newbigin dengan pemberdayaan pertanian nilam di GMIM Bethel Seretan.
Liturgi Sebagai Jantung Iman: Menghidupi Misteri Allah Di Era Kontemporer Moniaga, Reiny; Rengkung, Yansye Christine; Kawatu, Gloria Patrisia; Ponggohong, Jendy Megumi; Talumepa, Ventje Albert
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.427

Abstract

Artikel ini mengkaji liturgi sebagai jantung iman yang menjadi sumber kehidupan rohani gereja sekaligus ruang perjumpaan manusia dengan Allah di tengah dinamika perubahan era kontemporer. Dalam konteks gereja modern, liturgi sering kali kehilangan makna spiritualnya karena terjebak dalam formalitas dan rutinitas ibadah, padahal di dalamnya terkandung dimensi misteri yang memampukan umat mengalami transformasi batin. Melalui liturgi, umat beriman diajak untuk memasuki realitas kasih Allah yang hadir dan bekerja di tengah dunia, sehingga ibadah bukan hanya menjadi ekspresi religius, tetapi juga pengalaman hidup yang memperbarui iman, harapan, dan kasih. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bahwa liturgi bukan hanya tata ibadah, melainkan dinamika hidup yang menghubungkan altar dengan realitas dunia, sehingga menjadi sumber pembaruan rohani, sosial, dan misioner gereja masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang berfokus pada analisis literatur teologi liturgi klasik dan kontemporer untuk memahami fungsi liturgi dalam pembentukan iman dan spiritualitas jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa liturgi berperan sebagai sarana formasi rohani yang mendidik umat untuk mengalami kehadiran Allah secara nyata, membangun kesadaran iman, dan mewujudkan kasih dalam tindakan sosial.
Perbandingan Manfaat Membaca Alkitab Digital dan Alkitab Cetak: Analisis Bibliometrik terhadap Keunggulan dan Kekurangan dalam Era Teknologi Wahyudi, Hari; Ruslin, Ruslin
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.445

Abstract

Artikel ini bertujuan menyelidiki budaya membaca Alkitab dalam bentuk digital dan maupun cetak di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat. Hal ini dilatarbelakangi oleh diskusi terkait manfaat dari kedua bentuk Alkitab tersebut yang pada satu sisi mengandung keunggulan, tetapi pada sisi lain mengandung kekurangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berbasis studi literatur (library research) dan penelitian bibliometrik sebagai metode pelengkap untuk mengkaji literatur yang relevan secara sistematis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Alkitab cetak maupun alkitab digital bermanfaat bagi para pembaca. Meskipun demikian terdapat juga keunggulan maupun kekurangan. Keunggulan Alkitab digital yaitu, kemudahan akses kapan saja, fitur pencarian praktis, serta keberagaman versi dan bahasa dalam satu perangkat. Di sisi lain, keunggulan Alkitab cetak meliputi pengalaman membaca yang lebih fokus, keterhubungan emosional yang lebih kuat, serta kebebasan dari ketergantungan teknologi. Selai itu, kekurangan dan tantangan dari kedua bentuk Alkitab tersebut, antara lain keterbatasan baterai pada digital dan risiko kerusakan fisik pada cetak, serta pengaruh preferensi personal dalam kenyamanan membaca. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah bahwa, pemilihan antara Alkitab digital dan cetak sangat bergantung pada kebutuhan dan gaya hidup pembaca di era teknologi saat ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6