Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan
The journal Garasi Buku and Obrolan Keilmuan (Journal Sibook) covers a wide range of topics within the fields of education, social issues, and religion. Its scope includes, but is not limited to, the following areas: Education: The journal welcomes research articles, theoretical papers, and empirical studies on various aspects of education, including educational policies, curriculum development, teaching methods, assessment and evaluation, educational psychology, educational technology, and the role of education in promoting social change. Social Issues: The journal encourages submissions that address pressing social issues, such as poverty, inequality, discrimination, human rights, social justice, sustainability, and global challenges. It welcomes interdisciplinary approaches and research that examines the social, economic, political, and cultural dimensions of these issues. Religion: The journal invites papers that explore the role of religion in society, religious beliefs and practices, religious education, interfaith dialogue, religious diversity, religious extremism, and the impact of religion on social and political issues. It seeks to foster dialogue and understanding among scholars from different religious traditions and promote the study of religion in a global context.
Articles
57 Documents
Fungsi Pembinaan untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Madrasah di Lingkungan Kementrian Agama Kabupaten Ciamis
Yasiman;
Falah, Darul
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/20ymat71
Fungsi pembinaan kepada guru menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No 2 Tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam di Madrasah pasal 5 ayat 3d dilakukan oleh pengawas madrasah baik langsung kepada guru maupun melalui Kepala Madrasah. Pada peraturan tersebut dijelaskan pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, fungsi pembinaan pengawas sangat diperlukan. Pendekatan penulisan karya tulis ini disusun menggunakan pendekatan deskrptif kualitatif. Karya tulis ini berisi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pengawas madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Sumber data yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini berdasarkan observasi lapangan. Data yang didapatkan lalu dikaji dan diolah. Pengolahan data didukung dengan hasil studi literasi. Kombinasi data keduanya lalu digunakan sebagai dasar pembuatan karya tulis. Langkah pembinaan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar kegiatan pembelajaran di madrasah. Taraf Keberhasilan Fungsi Pembinaan Kegiatan pembinaan dikatakan berhasil apabila sebagai berikut. 1) Guru membuat sendiri RPP yang akan dipakai; 2) Guru mengadakan pembelajaran variative; 3) Guru melaksanan penilaian yang sesuai dengan tujuan dan vaiatif. Langkah pelaksanaan fungsi pembinaan untuk meningkatkan mutu pembelajaran madrasah di lingkungan Kementrian Agama Kabupaten Ciamis adalah sebagai berikut. 1) Pembinaan terhadap perencanaan Pembelajaran; 2) Pembinaan terhadap proses pembelajaran; 3) Pembinaan terhadap penilaian hasil pembelajaran Saran penulis Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui taraf keberhasilan fungsi pembinaan.
Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp sebagai Sarana Diskusi Antara Pengawas dan Guru Di Madrasah Binaan
Somantri, Tata
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/wdzyy562
Kemajuan teknologi yang pesat di bidang komunikasi telah melahirkan banyak inovasi dan gagasan baru, ide yang bertujuan untuk memudahkan proses komunikasi manusia menjadi lebih efektif. Dalam kemajuan teknolog informasi juga kita dapat berhubungan dengan orang lain tanpa ada batasan jarak dan waktu. Salah satu inovasi yang mempermudah proses komunikasi adalah telepon selular atau yang biasa disingkat dengan kata ponsel. Ponsel yang digunakan saat ini sudah sangat canggih, apalagi ponsel sekarang sudah memiliki bermacam-macam platform seperti Windows dan Android. Ponsel biasanya juga digunakan sebagai sarana berhungan dengan orang lain dengan memanfaatkan aplikasi media sosial berupa WhatsApp, Facebook, twitter dan banyak yang lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sugiyono (2014) mendefinisikan metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana diskusi antara pengawas dan guru madrasah dapat dilakukan dengan cara membuat akun WhatsApp terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan membuat grup chating WhatsApp, dan selanjutnya dengan menggunakan grup chating WhatsApp tersebut digunakan sebagai sarana diskusi antara pengawas dan guru madrasah, baik itu berupa diskusi pemecahan masalah di sekolah maupun pertukaran informasi. Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp sebagai sarana diskusi antara pengawas dan guru madrasah secara keseluruhan berdasarkan kuisioner yang telah diisi oleh guru madrasah adalah efektif. Untuk mempermudah pertukaran informasi antara pengawas dan guru dibawah bimbingannya, ada baiknya menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai sarana diskusi. Penggunaan aplikasi WhatsApp ini baiknya dapat dikembangkan lagi untuk menyempurnakannya.
Analisis Surah Al-Hujurat dan Pemaknaan Menuju Aktualitas Pengamalan
Al Haq, Mursyid
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/3zmpt398
Manners include the main part discussed in surah Al-Hujurat, how to get along with Allah, the Messenger and fellow human beings. Interaction with humans has its own difficulties, it also causes many problems. So that Allah guides people through His Messenger to organize a good and prosperous life. Through a good relationship with Allah and His Messenger we get instructions towards a happy life. Surah Al-Hujurat verses 6-8 discusses Tabayyun checking news to prove its validity, obedience to the apostle, love for faith and hatred for its opponents and obstacles, and gifts given to those who are on the straight path and achieve true love of faith. Meanwhile, Tabayyun is a solution that the Qur'an offers in an increasingly sophisticated era of information and technology.
Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah
Dodo, Dodo
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/0skycm34
Di dunia yang berkembang pesat saat ini, literasi telah menjadi keterampilan penting bagi individu untuk menavigasi dan berhasil dalam berbagai aspek kehidupan. Literasi tidak terbatas pada membaca dan menulis tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, pemahaman, dan komunikasi. Menyadari pentingnya literasi, banyak lembaga dan organisasi pendidikan telah memulai program dan gerakan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Salah satu gerakan tersebut adalah Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gerakan literasi sekolah dan dampaknya terhadap pertumbuhan kemampuan literasi siswa.
Poligami dalam Perspektif Al-Qur’an
Al Haq, Mursyid
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/cfkhfg79
Poligami merupakan fenomena dalam kehidupan manusia yang sudah terjadi sejak zaman terdahulu. Hadirnya Islam di tengah-tengah umat membuatnya juga ikut mengatur dan menawarkan hukum sebagai upaya pengendalian sosial yang agama sumbangkan, selain juga sebagai jawaban dari masalah yang terjadi pada individu manusia. Sehingga poligami lebih tepat dikatakan tanggung jawab, beban, atau solusi yang menjadi jalan keluar dari suatu masalah pada situasi dan kondisi tertentu. Pernyataan poligami merupakan sunnah atau anjuran agama jelas tak mendasar, karena tidak ditemukan dalil yang menyatakannya. Upaya menghiasi kecenderungan dan keinginan diri pribadi dengan balutan syariat atau hukum agama, sejatinya telah merendahkan ajaran agama yang begitu luhur dan agung, bersumber dari Allah guna mengatur manusia menuju kemaslahatan dan kebahagiaan yang paripurna.
Analisis Tawasul dan Kebutuhan Manusia Terhadap Ritual Keagamaan
Al Haq, Mursyid
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/afqd1383
Sebuah ritual dikatakan sarat spiritual adalah karena pengaruh yang didapatkan para pengamalnya. Tawasul pada sebagian kalangan muslim menjadi bagian penting dari sebuah doa dalam permohonan dan munajat yang disenandungkan kepada Allah. Menjadi jembatan penyambung atas pemenuhan hajat. Tawasul lebih tepat dinilai sebagai anugerah untuk manusia guna berjalan menuju keharibaan Tuhannya. Kontroversi yang kemudian lahir dari persoalan tawasul tidak substansial. Rupa dari sebuah ritual tidak semestinya menimbulkan perselisihan. Tauhid yang lurus dan sejalan dengan tuntunan agama menjadi penting untuk diperhatikan. Musyrik atau tidaknya seseorang terletak pada keyakinan akan wasilah yang menjadi perantara dirinya dan Allah. Melestarikan ritual agama adalah juga dengan menjaga makna dari keringnya serangkaian ibadah tanpa ruhaniah.
Menumbuhkan Sinergitas Pengawas dengan Tenaga Pendidik di Madrasah Binaan
Dodo, Dodo
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/c3236m72
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran supervisi pengawas madrasah dalam memahami kompetensi supervisor dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dilakukan di 12 madrasah binaan di Kecamatan Lakbok hingga bulan Juni 2022. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma guru terhadap pengawas awalnya negatif, tetapi mengalami perubahan positif setelah dilakukan intervensi berupa pendekatan yang lebih kolaboratif, bimbingan, dan komunikasi yang lebih baik. Hasil ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif antara guru dan pengawas dalam menciptakan sinergi yang mendukung proses pembelajaran.
Ayat-Ayat Tentang Dakwah Nabi Muhammad SAW dalam Alqur’an: Aktualisasi dan Ideologi yang Berusaha Ditanamkan
Amalia, Ilma;
Fitriyani, Fitriyani;
Nurbayti, Nissa
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/t24ft067
Artikel ini membahas salah satu tata cara Nabi Muhammad SAW dalam mengembangkan agama Islam atau yang biasa disebut Dakwah. Pengetahuan tentang dakwah ini dapat mengantarkan manusia menjadi manusia yang mengajak masyarakat menuju Sang Pencipta. Banyaknya orang yang ingin menunjukkan jalan Islam yang sebenarnya justru membuat masyarakat menjauhinya, hal ini tidak lepas dari tingkat pemahaman mereka terhadap dakwah Islam yang disabdakan Nabi. Tujuan artikel ini adalah untuk mengungkap ayat-ayat Al-Qur'an tentang dakwah Nabi Muhammad SAW, bagaimana realisasinya saat ini, dan ideologi apa yang sebenarnya ingin ditanamkan oleh ayat-ayat tersebut. Metode penelitian yang diterapkan penulis dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil yang penulis peroleh dari penelitian yang telah dilakukan adalah adanya aktualisasi dakwah Nabi Muhammad SAW yang mengarah pada dakwah cinta atau dakwah dengan pendekatan cinta kasih dan ideologi dakwah yang coba ditanamkan pada diri kita. ayat-ayat dakwah ini adalah ideologi dakwah.
Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kemampuan Guru di Madrasah Ibtidaiyah
Dodo, Dodo
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/sxwkq608
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya pengawas dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui supervisi klinis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Supervisi klinis merupakan bentuk pelayanan yang diberikan oleh pengawas sekolah/madrasah kepada guru yang menghadapi kesulitan atau masalah dalam pembelajaran, dengan prinsip bantuan operasional pengawas terhadap guru dalam pembelajaran, bukan perintah atau instruksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada enam guru MI yang dipilih secara sengaja menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan untuk menganalisis pengalaman dan persepsi guru terkait supervisi klinis dan dampaknya terhadap kemampuan profesional mereka dalam mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas yang profesional memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kepada guru. Dengan bantuan pengawas, para guru dapat mengatasi masalah yang dihadapi, menjadi lebih mandiri, kreatif, termotivasi, dan inovatif dalam tugas mengajar mereka. Dengan demikian, pengawas yang profesional berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah. Beberapa rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas supervisi klinis termasuk melakukan kajian terhadap kebutuhan dan permasalahan guru, melibatkan guru dalam analisis materi supervisi, menyusun petunjuk teknis supervisi klinis, menggunakan pendekatan kolaboratif, dan menerapkan konsep Quality Assurance (QA) dalam tugas kepengawasan. Diharapkan rekomendasi ini dapat meningkatkan efektivitas supervisi klinis dalam meningkatkan kemampuan profesional guru di madrasah-madrasah lainnya.
Agama Sebagai Kebutuhan Manusia Modern
Amalia, Ilma
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Insanulhaq
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62475/sibook.v2i1.18
Pertanyaan tentang agama selalu meliputi dan memenuhi benak kita. Dewasa ini muncul berbagai persoalan yang melahirkan faham-faham baru hampir pada setiap agama. Seiring dengan perkembangan zaman manusia banyak berfikir ulang tentang kebutuhan dan fungsi agama dalam kehidupannya. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengemukakan mengenai agama sebagai kebutuhan dasar bagi setiap manusia termasuk manusia pada abad modern ini. Artikel ini juga membahas tentang definisi agama, faktor-faktor yang mendorong manusia untuk mengetahui agama, serta fungsi, dan eksistensi agama di era modern. Adapun metode penelitian yang penulis gunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan data yang bersumber dari data kepustakaan. Temuan yang didapat oleh penulis melalui penelitian yang dituangkan dalam artikel ini ialah adanya faktor kejiwaan yang mendorong manusia untuk mencari agama meskipun dalam kesehariannya manusia modern mungkin saja menjauhi praktik-praktik agama.