cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 132 Documents
Uji Analgetik Ekstrak Etanol Daun Pisang (Musa textilia) Pada Hewan Uji Mencit Yang Di Induksi Secara Termik Veni, Veniartin; Safii, Laode; Siharis, Fatma Sari
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i4.116

Abstract

Daun pisang raja (Musa textilia) telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan luka, sehingga dijadikan salah satu tanaman obat keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas analgetik ekstrak etanol daun pisang raja (Musa Paradisiaca L) pada hewan uji mencit yang diinduksi secara termik.  Penelitian ini merupakan penelitian  kualitatif pendekatan presenter sampel yang diambil dari kabupaten buton utara,provinsi sulawesi tenggara . Pengujian analgetik ini menggunakan Metode jentik ekor pada hewan uji coba mencit (Mus musculus) sebanyak 25 ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok 1 kontrol negatif (Na.CMC 0,5%), kelompok II kontrol positif  (asam mefenamat 500 mg), kelompok III (Dosis ekstrak 600 mg/kgBB), kelompok IV (Dosis ekstrak 1200 mg/kgBB), dan kelompok V (Dosis ekstrak 2400 mg/kgBB). Analisis data yang digunakan uji ANOVA dan HSD untuk mengetahui perbedaan tiap kelompok mencit.  Adanya perbedaan aktivitas analgetik ditiap kelompok dapat ditentukan  setelah dilakukan uji statistik. Ekstrak etanol daun pisang raja tidak memiiki aktivitas analgetik yang signifikan. Daun pisang raja (Musa textilia) telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan luka, sehingga dijadikan salah satu tanaman obat keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas analgetik ekstrak etanol daun pisang raja (Musa Paradisiaca L) pada hewan uji mencit yang diinduksi secara termik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pendekatan presenter sampel yang diambil dari kabupaten buton utara,provinsi sulawesi tenggara . Pengujian analgetik ini menggunakan Metode jentik ekor pada hewan uji coba mencit (Mus musculus) sebanyak 25 ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok 1 kontrol negatif (Na.CMC 0,5%), kelompok II kontrol positif (asam mefenamat 500 mg), kelompok III (Dosis ekstrak 600 mg/kgBB), kelompok IV (Dosis ekstrak 1200 mg/kgBB), dan kelompok V (Dosis ekstrak 2400 mg/kgBB). Analisis data yang digunakan uji ANOVA dan HSD untuk mengetahui perbedaan tiap kelompok mencit. Adanya perbedaan aktivitas analgetik ditiap kelompok dapat ditentukan setelah dilakukan uji statistik. Ekstrak etanol daun pisang raja tidak memiiki aktivitas analgetik yang signifikan. 
Ekstraksi Tulang Ikan Layang (Decapterus Sp.) Menjadi Gelatin Dengan Variasi Konsentrasi Asam Fosfat Selin, Arta; Saranani, Selpirahmawati; Purnama, Titi
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i4.119

Abstract

Gelatin adalah derivat protein dari serat kolagen yang ada pada kulit, tulang,dan tulang rawan. Susunan asam aminonya hampir mirip dengan kolagen. Setiap tahun jumlah impor gelatin dari beberapa negara semakin meningkat. Gelatin dari tulang ikan layang menjadi alternatif untuk memperoleh produk gelatin yang halal. Dengan adanya produksi gelatin dari tulang ikan layang yang besar diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian di indonesia dan mengurangi jumlah impor gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah yang terbaik untuk ekstraksi gelatin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode ekstraksi tulang ikan.Sampel dalam penelitian ini adalah tulang ikan layang yang diekstraksi dengan konsentrasi asam fosfat yang berbeda yaitu 2% dan 6%. Kemudian dilakukan uji kualitas gelatin yang meliputi uji ph,organoleptik dan kadar air. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari pembuatan atau ekstraksi gelatin dari tulang ikan rendemen yang dihasilkan berkisar 1,33-1,93% gelatin yang dihasilkan berwarna kuning pucat sampai kuning kecoklatan sedangkan kadar air berkisar antara 9,7%-12,9% dan pH berkisar antara 4-5 secara keseluruhan kualitas gelatin yang didapatkan telah memenuhi kriteria standar mutu gelatin menurut SNI
Uji Aktivitas Antijamur Fraksi n-Heksan, Etil asetat, dan Air Herba Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Marfan, La Ode; Ida Fitriah, Wa Ode; Baco, Juliana; Trisnaputri, Dian Rahmaniar; Syafrie, Firhani Anggriani; W.Alani, Fitriani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i3.150

Abstract

Penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang mudah menyerang manusia. Salah satu infeksi yang banyak ditemukan adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terdapat pada fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari ekstrak herba rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L.), dan mengetahui konsentrasi optimal serta fraksi mana yang memilki aktivitas antijamur paling baik sebagai penghambat jamur Candida albicans. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental Laboratorium. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% hasil rendemen 16%. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antijamur dengan metode sumuran konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Data diolah menggunakan SPSS dengan menerapkan pengujian One way ANOVA. Fraksi n-heksan terindentifikasi golongan senyawa kimia flavonoid dan steroid. Fraksi etil asetat terindentifikasi flavonoid, tanin, steroid, dan saponin. Serta fraksi air terindentifikasi alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Fraksi n-heksan konsentrasi 15% optimal efektif menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dengan diameter rata-rata 13,89 mm (kuat), konsentrasi 15 % fraksi etil asetat dengan rata-rata diameter zona hambat 23,22 mm (sangat kuat), dan fraksi air 15% rata-rata diameter zona hambat 26,22 mm (sangat kuat). Fraksi herba rumput mutiara yang memilki aktivitas antijamur paling baik sebagai penghambat jamur Candida albicans adalah fraksi air dengan diameter zona hambat sebesar 26,22 mm (sangat kuat). Perlu dilakukan pengujian terhadap jamur lain maupun bakteri penyakit infeksi dan perlu dilakukan pengembangan penelitian dibidang formulasi dari fraksi herba rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L.)
Analisis Manajemen Penyimpanan Obat Beberapa Puskesmas di Kabupaten Bombana Tahun 2022 Suryani; Noviyanti, Wa Ode Nova; Rahmaniar, Dian
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i5.123

Abstract

Penyimpanan obat di pusat kesehatan masyarakat merupakan salah satu unsur utama dalam pelayanan kefarmasian di Puskesmas, namun hanya sekitar 60% Puskesmas yang manajemen penyimpanan obatnya sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian dan hingga saat ini belum pernah dilakukan penelitian terkait penyimpanan obat di wilayah Kabupaten Bombana. Obat-obatan yang terdapat di sat kesehatan masyarakat diantaranya adalah Paracetamol, Asam Mafenamat, Amoxicilin dan Ranitidin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Penyimpanan Obat di Beberapa sat kesehatan masyarakat Kabupaten Bombana Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain Cross Sectional Study. Populasi adalah semua Puskesmas yang berada di Kabupaten Bombana sebanyak 22 Puskesmas dan sampel adalah sebagian Puskesmas sebanyak 4 Puskesmas yaitu Puskesmas Poleang Timur, Poleang Utara, Puskesmas Poleang Selatan dan Puskesmas Mata Oleo. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode analisis dilakukan secara deskriptif dan data disajikan dalam tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyimpanan obat beberapa Puskesmas di Kabupaten Bombana. Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana agar menetapkan kebijakan pelayananan kefarmasian di Puskesmas dengan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penyimpanan obat di Puskesmas. Bagi peneliti lain, agar dapat menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan manajemen penyimpanan obat di Puskesmas.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Selatan Tahun 2023 Mayasari, Citra; Said, Asbath; Ilyas Yusuf, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i5.124

Abstract

Pengelolaan obat yaitu serangkain tahapan yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan obat dengan mutu yang baik, tersebar secara merata, dengan jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pengelolaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Selatan Tahun 2021 dengan indikator pengelolaan obat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data retrospektif tahun 2021 (januari-desember) dari data indikator pengelolaan obat.Data Kualitatif diperoleh dari observasi dan wawancara mendalam informasi dari kepala Instalasi dan Kepala Penanggung Jawab Gudang. Data kuantitatif di ambil dari telaah laporan surat pesanan obat (SP), kartu stok, buku Formularium Rumah Sakit dan Formularium Nasional, dan laporan obat kadaluarsa atau rusak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari lima indikator yang telah di ukur, dimana dua indikator tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Nasional (97,11%) dan persentase nilai obat kadaluarsa dan atau rusak (0,32%). Sedangkan tiga indikator telah sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu frekuensi pengadaan tiap item obat (26,94%), tingkat ketersediaan obat (15 bulan) dan persentase bobot rata - rata dari variasi persediaan (0%). Kesimpulan penelitian ini adalah dari ke lima indikator pengelolaan obat terdapat dua indikator yang tidak sesuai dengan standar. Dan terdapat tiga indikator pengelolaan obat yang telah sesuai dengan standar.
Permodelan Farmakofor Remdesivir dan Skrining Virtual dari Basisi Data Senyawa Bahan Alam Sebagai Inhibitor SARS-CoV-2 Wijayanti, Putri Mega; Muthalib, Abd.; Dewi, Citra; Isrul, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i5.126

Abstract

Corona virus disease-19 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang muncul awal Desember tahun 2019 di Wuhan, China. Sifat virus corona tersebut mudah menginfeksi manusia dan sudah menyebar hampir keseluruh penjuru dunia. Salah satu reseptor yang memiliki peran penting untuk mereplikasi virus adalah reseptor non struktural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dari senyawa bahan alam berdasarkan farmakofor remdesivir terhadap inhibitor SARS-CoV-2 sebagai obat SARS-CoV-2. Penelitian ini menggunakan metode pemodelan farmakofor, skrining virtual dan penambatan molekuler data base senyawa bahan alam. Senyawa bahan alam diperoleh dari data base coconut nature produk dan menggunakan reseptor 7qg7. Hasil pemodelan menghasilkan 1 fitur hidrofobik, 2 fitur H bond akseptor, dan 1 fitur H bond donor dengan nilai Area Under Curve rentang 0,50-1,0. Skrining terhadap database Coconut Natural Product menghasilkan sebanyak 97,214 senyawa hit yang kemudian akan dilakukan penambatan molekul untuk mengetahui energi ikatan dan interaksi terhadap reseptor SARS-CoV-2. Hasil penelitian yang didapatkan pada validasi model farmakofor dilihat dengan menggunakan parameter AUC100% di dapatkan hasil 0,53. Sedangkan untuk parameter validasi penambatan molekul dilihat berdasarkan nilai RMSD, nilai RMSD yang diperoleh antara reseptor yaitu 1,48Å. Hasil analisis penambatan molekuler menunjukkan bahwah Senyawa CNP0015469 nilai (ΔG) = -8.27 kkal/mol dan konstanta inhibisi (KI) = 866.80nM memiliki nilai afinitas lebih baik bila dibandingkan dengan ligan alami (U08). Pada interaksi asam amino ditunjukkan bahwa senyawa CNP0015469 memiliki 24 ikatan asam amino.
Evaluasi Penggunaan Obat di Puskesmas Rumbia Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara Periode Oktober – Desember 2022 Alfiyyah, Griyah Athifa; Muhammad Isrul; Noviati
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i5.130

Abstract

Kasus diare yang terjadi di puskesmas Rumbia menempati angka kejadian pada urutan ke 7, sehingga perlu dilakukan evaluasi guna melihat apakah ada pemberian antibiotik pada kasus diare non-spesifik atau tidak. Evaluasi penggunaan obat bermaksud untuk menjamin obat yang digunakan sesuai indikasi, efektif, aman dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada diare non-spesifik di Puskesmas Rumbia Kabupaten Bombana periode Oktober sampai Desember tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder berupa rekam medik pasien yang menerima resep antibiotik pada diare non-spesifik dengan total sampel 52 rekam medik yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan program microsoft excel 2013 kemudian dilakukan perhitungan pada tiap indikator. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk menggambarkan kualitas pelayanan kefarmasian yang ada di Puskesmas Rumbia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan antibiotik pada diare non-spesifik di Puskesmas Rumbia pada tahun 2022 belum memenuhi kriteria dengan standar nilai ≤8% dimana terdapat penggunaan antibiotik yang masih besar dengan nilai 21,15%.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dengan Metode Gyssens di Puskesmas Tanjung Harapan Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Periode Januari – Juni 2022 Maidi, Mulyasari; Dewi, Citra; Idrus, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i5.131

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) yang dapat menular, disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskemas Tanjung Harapan berdasarkan metode gyssens periode Januari- Juni 2022.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif yaitu mengumpulkan data sekunder berupa rekam medik pasien ISPA, dengan total sampel 80 yang telah memenuhi kriteria inklusi, kemudian data dibandingkan menggunakan literatur Pharmaceutical Care dan Basic pharmacology dan Drug Note tahun 2023 dan dikategorikan dalam metode gyssens. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis univariat dengan mengetahui karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode gyssens diperoleh beberapa kategori pada ketegori IVa, kategori V, kategori VI didapatkan 0%, Pada kategori Illb diperoleh 89,7% atau sebanyak 44 penggunaan, pada kategori Ila diperoleh 6,3% atau sebanyak 5 penggunaan antibiotik. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA dipuskesmas tanjung harapan sudah menunjukkan ketepatan berdasarkan kategori tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat tetapi belum menunjukkan ketepatan tepat dosis dan lama pemerian.
Manajemen Pengelolaan Obat di RSUD Buton Utara Panggulu, Sri Wahyuni; Hasanuddin, Silviana; Noviyanti, Wa Ode Nova
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i5.134

Abstract

Pelayanan Kefarmasian merupakan salah satu kegiatan yang ada di Rumah Sakit salah satunya yaitu kegiatan bersifat manajerial seperti pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai serta kegiatan pelayanan farmasi klinik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemilihan obat, perencanaan obat, pengadaan obat, penerimaan obat, penyimpanan obat, pendistribusian obat, pemusnahan dan penarikan obat, pengendalian obat, dan administrasi obat di RSUD Buton Utara sesuai dengan Permenkes RI No 72 Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 7 responden berasal dari pihak-pihak yang memiliki wewenang dalam manajemen pengelolaan obat di RSUD Buton Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan obat di RSUD Buton Utara pada kegiatan pemilihan obat, perencanaan obat, penerimaan obat, pendistribusian obat, pemusnahan dan penarikan obat, pengendalian obat, dan administrasi berjalan sesuai dengan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan kategori sangat baik dan presentasenya 81-100%, untuk pada kegiatan pengadaan obat di RSUD Buton Utara sesuai dengan Permenkes RI no 72 tahun 2016 dengan kategori baik dan presentasenya 71,4%, dan pada kegiatan penyimpanan obat masih belum sesuai dengan Permenkes No 72 Tahun 2016  dengan kategori kurang dan presentasenya 36,4%.
Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Buah Gambas (Luffa acutangula (L.) Roxb.) Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Dengan Kafein Marningsih, Elfi; Hasanuddin, Silviana; Ridwan, Bai Athur
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i5.135

Abstract

Hiperurisemia dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana kadar asam urat dalam darah mengalami kenaikan di atas kadar normal yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil dari riset kesehatan dasar Indonesia tahun 2018, prevalensi penderita penyakit asam urat meningkat. Namun terapi obat-obatan sintetik yang diberikan pada penderita asam urat mampu menyebabkan efek samping yang ringan hingga berat. Oleh karena itu, terapi yang dapat dialihkan yaitu penggunaan obat-obatan dari bahan alam.  Salah satu tanaman yang dipercaya menurunkan kadar asam urat yaitu buah gambas (Luffa acutangula (L) Roxb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol buah gambas (Luffa acutangula (L) Roxb) sebagai penurun kadar asam urat dan menentukan dosis optimum yang mampu menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus Musculus) yang diinduksi dengan kafein. Sampel yang digunakan yaitu buah gambas (Luffa acutangula (L) Roxb) yang dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Skrining fitokimia dilakukan untuk memastikan senyawa metabolit sekunder yang ada pada ekstrak etanol buah gambas dan dilanjutkan dengan uji aktivitas antihiperurisemia. Hasil penelitian menunjukan bahwa buah gambas (Luffa acutangula L.) Roxb) mengandung senyawa dari metabolit sekunder berupa alkaloid, tannin, flavonoid, dan saponin. Uji aktivitas antihiperurisemia menunjukan bahwa ekstrak etanol buah gambas memiliki aktivitas penurun kadar asam urat dengan dosis optimum sebesar 9,8 mg/20g BB dengan presentase penurunan sebesar 5,45%.

Page 9 of 14 | Total Record : 132