cover
Contact Name
Ari Septianingtyas P
Contact Email
jurnalkubis2021@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arisepti2987@gmail.com
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Islam Jember Jl. Kyai Mojo No. 101 Kab. Jember, Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Kubis
ISSN : 28085434     EISSN : 28084799     DOI : https://doi.org/10.56013/kub.v2i02.
Kubis is a journal published regularly by the Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture, Islamic University of Jember. Kubis is published twice a year, namely in May and November. Kubis is a journal that contains the results of thoughts or ideas, models, and research in social, economic, sharia, and agricultural policies. This journal includes original research articles, review articles, and brief communications about studies such as: Sharia Agribusiness; Agricultural economy; Agribusiness Management; Marketing of Agricultural Products; Rural Development; Agribusiness Planning; Agricultural/Agribusiness Feasibility; Rural Sociology; Agricultural Development; Marketing Management; Agribusiness Development Strategy; Agribusiness Entrepreneurship.
Articles 71 Documents
Analisis Kelayakan dan Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Arabika sebagai Komoditas Unggulan di Agropolitan Selingkar Ijen Maharani, Ariq Dewi; Soetriono, Soetriono; Soejono, Djoko; Sari, Sasmita
KUBIS Vol 5 No 01 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v8i01.4217

Abstract

Agropolitan Selingkar Ijen merupakan wilayah sentra pengembangan agribisnis kopi arabika yang terletak dikaki Gunung Ijen. Usahatani kopi arabika ini menjadi potensi unggulan untuk pengembangan berbagai upaya telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, Pengembangan agribisnis perlu dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Pada sektor hilir, agroindustri olahan kopi arabika masih lemah dari aspek manajemen manajemen produksi, dan manajemen pemasaran. Alternatif strategi mengembangkan agroindustri kopi arabika diperlukan sebagai sumber mata pencaharian utama, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengusahaan dan keuntungan usahatani kopi arabika, kelayakan usaha dalam agribisnis kopi arabika dan strategi pengembangan agribisnis kopi arabika di Agropolitan Selingkar Ijen. Metode yang dilakukan dengan memilih daerah di wilayah sentra produksi kopi arabika di Agropolitas Selingkar Ijen, Kabupaten Situbondo. Penelitian bersifat deskriptif, jenisnya adalah penelitian gabungan (mixed methods) dan merupakan penelaahan secara empiris tentang fakta di lokasi penelitian yang telah ditetapkan serta menggunakan bukti yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Metode pengumpulan data dengan cara data primer dan sekunder, dan cara pengambilan data menggunakan Purposive sampling dan Insedental Sampling dengan observasi serta wawancara. Alat analisis menggunakan analisis usahatani, kelayakan usaha secara finansial, dan FFA (Force Field Analysis).
Skema Saluran Pemasaran Pisang Mas Kirana: Kendala Utama dan Solusi Strategis Rohmandani, Ade Yoga; Nisa, Khoirotun; Hermawan, Fariz Yudha
KUBIS Vol 5 No 01 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bananas are a commodity that continues to experience growth in East Java Province, one of the regions with diverse germplasm in the form of bananas is Lumajang Regency. The marketing aspect is a very important aspect, if the marketing mechanism runs well then all parties involved will benefit. The marketing channel functions as a distributor of producers to consumers, while a good and efficient marketing channel is a marketing channel that has the lowest marketing margin. Mas Kirana bananas have advantages that have been recognized by the government by obtaining a Global GAP (Good Agriculture Practice) certificate from the Dutch Control Union institution in March 2013. This is a special concern so that a marketing channel approach is needed by optimizing added value. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) technique. There are four marketing channels for Mas Kirana bananas in Lumajang Regency, consisting of traditional marketing channels, modern marketing channels, e-commerce marketing channels, and export marketing channels. The shortest marketing channel is the e-commerce marketing channel which is the most efficient channel of the three other channels.
Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Batu 55 Secara Monokultur di Wilayah Kabupaten Banyuwangi Supriono, Agus; Atrianto, Jovi Lutvi; Faidah, Ainun; Kuntadi, Ebban Bagus; Hasanah, Julita
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4851

Abstract

The demand for imported tangerines, especially Mandarin tangerines, has continued to increase domestically over the years. However, there is also a local variety of tangerine whose appearance, flavor, and aroma are relatively similar to those of the Mandarin tangerine, and it is said to have great potential to become a strong competitor in the domestic market — the Batu 55 tangerine. The ideal environmental conditions for cultivating Batu 55 tangerines are in highland areas with altitudes ranging from 700 to 1,200 meters above sea level. Nevertheless, due to its promising market prospects, several farmers in lowland areas (below 700 meters above sea level), such as in Sembulung Village – Cluring District – Banyuwangi Regency – East Java Province, have begun to show interest in cultivating it as a monoculture crop. Since the cultivation is being developed in lowland areas, it is important to question its financial feasibility. Research results show that: (a) a monoculture Batu 55 tangerine plantation investment project per hectare in Banyuwangi Regency, with a planting distance of 5 x 5 meters, using seedlings propagated vegetatively (cuttings), an estimated economic lifespan of 16 years, base year set in 2011, and a discount rate/discount factor (df) of 9% per year, is considered financially feasible; (b) if there is a decrease in production quantity and average selling price by up to 30%, the investment project becomes financially infeasible; and (c) if operational variable costs increase by up to 30%, the investment project remains financially feasible.. Keywords: Banyuwangi, Batu 55, Feasible, Financial, Monoculture, Orange, Tangerines
Peran Kelembagaan Petani dalam Meningkatkan Daya Saing Rantai Pasok Beras di Era Digitalisasi Pertanian Suwali, Suwali
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4866

Abstract

Transformasi digital dalam sektor pertanian menuntut adanya penguatan kelembagaan petani agar mampu beradaptasi dengan perubahan sistem produksi dan distribusi yang semakin berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran kelembagaan petani dalam meningkatkan daya saing rantai pasok beras di era digitalisasi pertanian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif pendekatan studi literatur, yang bersumber dari publikasi ilimiah dan penelitian terdahulu mengenai digitalisasi pertanian, rantai pasok beras, serta penguatan kelembagaan petani di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan petani memiliki peran strategis dalam memperkuat koordinasi, efisiensi produksi, distribusi, dan pemasaran hasil pertanian. Pemanfaatan teknologi digital memberi peluang bagi petani untuk mengakses informasi pasar secara cepat dan akurat, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih efektif. Meskipun penerapan digitalisasi masih menghadapi kendala seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas kelembagaan petani melalui dukungan pemerintah dan lembaga terkait menjadi langkah penting agar kelembagaan petani mampu bertransformasi menjadi organisasi agribisnis modern yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Determinasi Produktivitas Padi Nasional dengan Analisis Data Panel Provinsi di Indonesia 2020–2024 Zaki, Abdul Ghaffar Amiruddin; Setyawan, Yosua Yoga
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4873

Abstract

Pertanian merupakan sektor penting yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, khususnya curah hujan, serta faktor teknis seperti luas lahan yang tersedia. Dalam konteks ini, penelitian dilakukan untuk menganalisis sejauh mana curah hujan dan luas lahan berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan serta kontribusi kedua variabel tersebut dalam menentukan produktivitas pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan variabel dependen hasil produksi pertanian, sedangkan variabel independen terdiri dari curah hujan dan luas lahan. Data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, uji F, uji t, serta uji koefisien determinasi untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi, baik secara simultan maupun parsial. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 mengindikasikan bahwa 99,6% variasi hasil produksi dapat dijelaskan oleh curah hujan dan luas lahan, sementara 0,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Kesimpulannya, semakin optimal kondisi curah hujan dan semakin luas lahan yang dikelola, maka semakin tinggi pula hasil produksi pertanian. Penelitian ini merekomendasikan strategi manajemen lahan dan pengelolaan air yang lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Analisis Kelayakan Pembuatan Instalasi Biogas Sebagai Energi Alternatif di Ranjok Lombok Barat Mawardi, Haris; Sahbudin, Muhammad; Lestari, Rina Puji
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4930

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat, terutama di pedesaan, mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti biogas, yang dihasilkan dari kotoran hewan ternak. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan finansial instalasi biogas skala kelompok peternak, meliputi investasi, biaya operasional, dan manfaat ekonomi. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa meskipun investasi awal proyek sebesar Rp 27.165.000,00, proyek ini terbukti sangat menguntungkan. Nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 19.635.000,00 dan Waktu Pengembalian Investasi (Payback Period) yang cepat pada Tahun ke-3 mengindikasikan kelayakan investasi yang kuat. Kelayakan ini diperkuat oleh nilai Net B/C Ratio sebesar 1,09 dan Internal Rate of Return (IRR) yang sangat tinggi, yaitu 21%. Nilai IRR ini jauh melampaui tingkat diskonto yang digunakan, menunjukkan tingkat profitabilitas yang unggul. Selain kelayakan finansial, biogas juga memberikan dampak positif lingkungan, yaitu berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung pengelolaan limbah organik secara efisien. Proyek instalasi biogas ini direkomendasikan karena menawarkan manfaat ekonomi yang kuat dan kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Analisis Keunggulan Komparatif dan Posisi Pasar Teh Hijau dan Teh Hitam Indonesia di Tingkat Internasional Hariri, Rifan
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4929

Abstract

Pada saat ini baik teh hitam dan teh hijau mengalami berbagai tantangan. Tantangan ini berdampak pada eksistensi teh hitam dan teh hijau Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisa keunggulan komparatif dan posisi teh hitam dan teh hijau di pasar internasional. Metode yang digunakan terdiri dari Revealed Comparative Advantage (RCA), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) dan Export Products Dynamics (EPD). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teh hitam cenderung mempunyai keunggulan komparatif yang lebih kuat dibandingkan teh hijau. Posisi teh hitam di pasar internasional lebih menguntungkan dibandingkan dengan teh hijau.
Faktor Penentu Minat Pemuda dalam Berwirausaha Ternak Domba di Kabupaten Jember Wiranata, Muhammad Ardi; Yasin, Moch.; Anam, Khoirul
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda dalam memulai usaha ternak domba di Kabupaten Jember, mengingat rendahnya regenerasi peternak muda yang menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor peternakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling sebanyak 65 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner untuk menguji pengaruh pengalaman, motivasi, dukungan keluarga, modal, dan media sosial terhadap minat berwirausaha ternak domba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat pemuda. Sementara itu, pengalaman, dukungan keluarga, modal, dan media sosial tidak memberikan pengaruh signifikan, bahkan beberapa menunjukkan kecenderungan negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa tantangan praktis di lapangan, preferensi keluarga terhadap pekerjaan non-agraris, serta paparan media sosial yang kurang mendukung dapat menurunkan minat berwirausaha di sektor peternakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi internal generasi muda melalui pembelajaran yang relevan, pengalaman praktik yang lebih konstruktif, serta peningkatan akses informasi dan dukungan permodalan agar minat berwirausaha ternak domba dapat berkembang.
Identifikasi Sumber-Sumber Risiko Usaha Susu Perah CV. Indo Dairy Fresh Kabupaten Banyuwangi Zahrosa, Dimas Bastara; Wardana, Azizah Mulia; Hani, Evita Soliha; Ibanah, Indah; Sari, Sasmita
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda dalam memulai usaha ternak domba di Kabupaten Jember, mengingat rendahnya regenerasi peternak muda yang menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor peternakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner untuk menguji pengaruh pengalaman, motivasi, dukungan keluarga, modal, dan media sosial terhadap minat berwirausaha ternak domba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat pemuda. Sementara itu, pengalaman, dukungan keluarga, modal, dan media sosial tidak memberikan pengaruh signifikan, bahkan beberapa menunjukkan kecenderungan negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa tantangan praktis di lapangan, preferensi keluarga terhadap pekerjaan non-agraris, serta paparan media sosial yang kurang mendukung dapat menurunkan minat berwirausaha di sektor peternakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi internal generasi muda melalui pembelajaran yang relevan, pengalaman praktik yang lebih konstruktif, serta peningkatan akses informasi dan dukungan permodalan agar minat berwirausaha ternak domba dapat berkembang.
Restorasi Bisnis Olahan Komoditas Bambu melalui Teknologi Tepat Guna Pirolisis Anaerob dan Teknik Kondensasi Berwawasan Agrosociopreneur Prabowo, Rachmat; Saleh, Chairul
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.5014

Abstract

The development of bamboo as an alternative biomass source holds strong potential to address the shortages of charcoal raw materials while enhancing village-level economic productivity. However, charcoal production in Mengok Village is still dominated by traditional open-burning methods that are inefficient, produce inconsistent charcoal quality, require long processing times, and generate high emissions. This study aims to identify the technical and managerial needs of KUB Kartika Jaya and KUB Mengok Jaya through a needs assessment, develop an anaerobic pyrolysis prototype equipped with a condensation system, and formulate a business development model using the Social Business Model Canvas. The research applied a descriptive–analytic approach supported by interviews, observation, and focus group discussions. Findings indicate that the primary technical needs include temperature control, standardized raw-material preparation, and closed-system combustion. Managerial needs encompass formal organizational structure, production bookkeeping, and operational SOPs. The anaerobic pyrolysis prototype demonstrated improved combustion efficiency and more consistent charcoal quality. The resulting social business model illustrates that the technology enhances income, strengthens institutional capacity, and contributes positively to environmental sustainability. This study highlights the importance of integrating technological innovation with social empowerment in developing rural biomass enterprises.