cover
Contact Name
Ari Septianingtyas P
Contact Email
jurnalkubis2021@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arisepti2987@gmail.com
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Islam Jember Jl. Kyai Mojo No. 101 Kab. Jember, Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Kubis
ISSN : 28085434     EISSN : 28084799     DOI : https://doi.org/10.56013/kub.v2i02.
Kubis is a journal published regularly by the Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture, Islamic University of Jember. Kubis is published twice a year, namely in May and November. Kubis is a journal that contains the results of thoughts or ideas, models, and research in social, economic, sharia, and agricultural policies. This journal includes original research articles, review articles, and brief communications about studies such as: Sharia Agribusiness; Agricultural economy; Agribusiness Management; Marketing of Agricultural Products; Rural Development; Agribusiness Planning; Agricultural/Agribusiness Feasibility; Rural Sociology; Agricultural Development; Marketing Management; Agribusiness Development Strategy; Agribusiness Entrepreneurship.
Articles 80 Documents
Faktor Eksternal Petani terhadap Penggunaan Pupuk Ireng-Ireng di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Purwandhini, Ari Septianingtyas; Pudjiastutik, Endang Wahyu; Kurniawan, Deddy
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.5017

Abstract

This study aims to analyze external factors influencing farmers’ responses to the use of Ireng-ireng fertilizer in rice farming in Wuluhan District, Jember Regency. Three external indicators were examined: expected benefits, time required to obtain benefits, and the magnitude of sacrifices incurred. Primary data were collected from 80 farmers and analyzed using Likert-scale tabulation. The results show that 81% of farmers perceived significant benefits, 50% stated that the benefits appeared within a similar time frame as other fertilizers, and 89% considered the sacrifices incurred to be proportional or lower than the benefits gained. These findings indicate that Ireng-ireng fertilizer is perceived as efficient, feasible, and compatible with farmers’ cultivation practices, thus supporting its potential acceptance and sustainable use.
Kelembagaan Usahatani Padi di Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Istiti Purwandari; Rizki Kurniawan
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.4997

Abstract

Kelembagaan pertanian dalam usahatani padi di Kabupaten Bantul berfungsi sebagai sistem yang terdiri atas organisasi, aturan, dan hubungan antar pihak yang mendukung proses produksi, pengelolaan, serta pengambilan keputusan agar kegiatan pertanian berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji peran berbagai lembaga, seperti instansi pemerintah, koperasi, kelompok tani, gabungan kelompok tani, lembaga keuangan, dan tengkulak dalam mendukung kegiatan usahatani padi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka untuk menganalisis peran serta kendala yang dihadapi lembaga-lembaga tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani padi sangat dipengaruhi oleh dukungan kelembagaan dalam aspek produksi, distribusi, dan pemasaran. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan teknologi pertanian, pengelolaan koperasi yang kurang efektif, serta ketergantungan petani terhadap tengkulak dalam proses pemasaran hasil pertanian.
Pola Kemitraan dalam Pengembangan Usaha Ternak Burung Puyuh di Kabupaten Mojokerto Mochammad Khoirul Ma’rifat; Dimas Bastara Zahrosa; Rachmat Udhi Prabowo; Ahmad Zainuddin; Sasmita Sari
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.5139

Abstract

Usaha ternak burung puyuh memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun peternak skala kecil masih menghadapi keterbatasan akses sarana produksi, teknologi, dan pemasaran, sehingga penerapan pola kemitraan menjadi strategi penting dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan usaha ternak burung puyuh antara peternak mitra dan UD Difa Mandiri Perkasa di Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, dengan responden sebanyak 15 peternak mitra yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi bentuk kemitraan, pembagian peran, serta mekanisme kerja sama yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan merupakan pola inti–plasma, di mana perusahaan inti menyediakan sarana produksi, pendampingan teknis, dan jaminan pemasaran, sedangkan peternak bertanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan dan produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola kemitraan inti–plasma mampu mendukung keberlanjutan usaha ternak burung puyuh. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penguatan mekanisme kemitraan dan evaluasi pembagian peran diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan kerja sama antara perusahaan dan peternak.
Dampak Fluktuasi Harga Gabah terhadap Nilai Tukar Petani di Jawa Tengah 2023- 2024 Abdul Ghaffar Amiruddin Zaki; Yosua Yoga Setyawan; Haris Mawardi
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.5588

Abstract

Fluktuasi harga gabah memengaruhi tingkat kesejahteraan petani yang tercermin melalui Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak fluktuasi harga gabah terhadap NTP di Jawa Tengah periode 2023–2024. Research gap penelitian ini terletak pada terbatasnya kajian yang mengintegrasikan perubahan harga gabah, biaya produksi, dan faktor musiman terhadap NTP pada tingkat regional. Novelty penelitian ini adalah analisis empiris hubungan harga Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) dengan perkembangan NTP di Jawa Tengah pada periode pasca-pandemi dan anomali iklim 2023–2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pertanian Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga gabah umumnya diikuti peningkatan NTP, terutama pada September 2023 dan Februari 2024. Namun, hubungan tersebut tidak selalu proporsional karena dipengaruhi biaya produksi, indeks harga yang dibayar petani, dan faktor musiman. Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya stabilisasi harga gabah, pengendalian biaya input pertanian, serta penguatan rantai pasok dan kelembagaan petani guna menjaga kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Farmer’s Satisfaction in Joining Organic Rice Partnership: An Empirical Case in Ngawi, East Java, Indonesia Tiffany Rahma Abdillah; Ainun Faidah; Yogy Rasihen; Suwali Suwali
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.5677

Abstract

Rice is strategic commodity which has developed in organic and conventional farming systems. People nowadays are aware of the importance of healthy food. This can increase demand for organic rice. However, most of rice farmers still apply conventional farming with some reasons. Ngawi Organic Center Community is a partner for organic rice farmers in Ngawi, East Java since 2010. Several obstacles emerged in the implementation of the partnership. This can caused farmers don’t want to continue the partnership and finally this can affect supply of organic rice and Ngawi Organic Center Community unable to meet market demand.  This study aimed to describe the partnership pattern and analyze the level of satisfaction of farmers during the partnership. Data are processed by descriptive analysis and quantitatively by IPA and CSI approach. As a conclusion, partnership pattern is Agribusiness Operational Cooperation. The main point for improvement is the organic rice seed quality, timeline payment of harvest and an ease of transportation during harvest. The CSI value is 86,20 percent so that it can be said that the organic rice farmers are very satisfied. In the future, a complete written contract agreement will be required that includes sanctions for violators.
Peranan dan Hambatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Peningkatan Produksi Padi Sawah di Desa Slawu Kecamatan Patrang Kabupaten Jember Ahmad Awan Kurniawan; Revanda Rasya Putri W; Aulya Pertiwi; Fitrotun Nur Ainiyah; Syahidah Firlyandes Zahra; Meidiana Purnamasari; Indah Ibanah
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.5698

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran dan tantangan kelompok tani dalam memperkuat sistem pertanian padi di Desa Slawu, kawasan semi-urban yang mengalami penurunan kapasitas pertanian akibat konversi lahan, irigasi yang tidak stabil, dan akses terbatas terhadap input bersubsidi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran institusional kelompok tani dan mengidentifikasi hambatan internal dan eksternal yang menghambat kinerja mereka. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan sampling purposif untuk memilih informan kunci, sementara data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa kelompok tani memainkan peran penting dalam memfasilitasi pembelajaran, mengoordinasikan jadwal penanaman, menghubungkan petani dengan layanan penyuluhan, dan mengelola tugas administratif seperti RDKK dan alokasi pupuk bersubsidi. Namun, kinerja mereka terhambat oleh regenerasi pemuda yang rendah, partisipasi yang lemah, kepemilikan lahan yang terbatas, distribusi masukan yang tertunda, masalah irigasi, dan daya tawar yang rendah di pasar beras. Tantangan ini menyoroti kebutuhan akan kapasitas institusional yang lebih kuat, dukungan pemerintah yang lebih baik, dan layanan penyuluhan yang lebih konsisten. Secara keseluruhan, penguatan institusi kelompok tani sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pertanian padi dan meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Slawu.
Analisis Kesejahteraan Petani: Dampak Nilai Tukar Petani dan Zakat Terhadap Pendapatan Pertanian Mohamad RIfqi Fathoni; Nadiah Sabrina Himam; Eka Puspa Dewi; Nur Awali Khoirunnisa; Robby Reza Zulfikri
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.5714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Nilai Tukar Petani (NTP), jumlah petani, dan penyaluran zakat terhadap rata-rata pendapatan petani di Indonesia. Sebagian besar penelitian sebelumnya menggunakan NTP sebagai proksi kesejahteraan petani, sedangkan penelitian ini menggunakan rata-rata pendapatan petani yang dianggap lebih mampu menggambarkan kesejahteraan secara langsung. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan data makro untuk melihat kondisi petani secara agregat nasional. Penelitian menggunakan data sekunder yang dianalisis dengan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP berpengaruh positif dan signifikan terhadap rata-rata pendapatan petani. Sebaliknya, zakat berpengaruh negatif dan signifikan, yang diduga dipengaruhi oleh adanya reverse causality, di mana penurunan pendapatan petani mendorong peningkatan penyaluran zakat. Sementara itu, jumlah petani tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia petani, serta penguatan koordinasi antara pemerintah dan lembaga zakat agar penyaluran bantuan kepada petani berpendapatan rendah dapat lebih optimal.
Analisis Efisiensi Pola Saluran dan Pemasaran Pestisida pada CV. Agro Abadi Sejahtera di Kabupaten Jember Sheilla Anandyta Ramadhanty; Desi Rejeki; Luqi Khoiriyah; I Gusta Dimas Setyalowa
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.5719

Abstract

Saluran pemasaran suatu produk khususnya di bidang pertanian ada berbagai macam. CV. Agro Abadi Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertanian yang mengelola dan mengatur segala kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran, distribusi hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui saluran pemasaran pestisida pada CV. Agro Abadi Sejahtera, (2) mengetahui efisiensi pemasaran pestisida pada CV. Agro Abadi Sejahtera. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil studi kasus di CV. Agro Abadi Sejahtera Jember di provinsi Jawa Timur. Pemilihan studi kasus dilakukan secara sengaja (purposive Method). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan analitis. Sampling yang dilakukan adalah menentukan key informan (key person) dan teknik Snow Ball Sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) saluran pemasaran yang digunakan CV. Agro Abadi Sejahtera merupakan saluran pemasaran satu tingkat dan saluran pemasaran dua tingkat, (2) saluran pemasaran CV. Agro Abadi Sejahtera di Jember efisien.
Persepsi Konsumen terhadap Kualitas Beras Organik Hervila Nuranisa; Amalia Nur Milla; Ema Hilma Meilani
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.5877

Abstract

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan mendorong berkembangnya konsumsi beras organik. Persepsi konsumen terhadap kualitas produk menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing dan pengembangan pasar beras organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi konsumen terhadap kualitas beras organik berdasarkan atribut warna, kadar patahan, kebersihan dari benda asing, aroma, dan tekstur setelah dimasak, serta kualitas beras organik secara keseluruhan. Penelitian dilaksanakan di Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 33 orang konsumen beras organik merek “PEDOPISAN” yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen memiliki persepsi yang positif terhadap kualitas beras organik yang diproduksi di Desa Cibatu. Atribut warna dan kebersihan dari benda asing memperoleh penilaian paling baik, sedangkan kadar patahan, aroma, dan tekstur setelah dimasak juga dinilai telah memenuhi harapan konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa beras organik yang dipasarkan telah mampu memenuhi harapan konsumen dari aspek kualitas fisik dan sensori. Persepsi yang positif tersebut dapat menjadi dasar dalam upaya peningkatan mutu produk, penguatan daya saing, dan pengembangan usaha beras organik lokal secara bekelanjutan.
Analisis Model Bisnis Industri Tempe Menggunakan Business Model Canvas (BMC) Pada UMKM Tempe di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember Anisa Nur Aidia; Hikmatul Lutfiah; Ari Septianingtyas Purwandhini
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.6283

Abstract

Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa dalam jumlah besar dengan menggunakan kegiatan mulai dari pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi, distribusi produk, hingga pemasaran. Industri tempe di Desa Karangharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember terdapat dua industri. Industri yang pertama sudah berdiri cukup lama dan memiliki beberapa karyawan tetap sedangkan industri yang kedua baru berdiri dan belum memiliki karyawan hanya dikerjakan oleh pasangan suami istri. Namun belum tentu industri yang pertama bisa menguasai pasar dari pada industri yang kedua. Metode analisis menggunakan BMC (Business Model Canvas), kemudian untuk mengetahui kelayakan pada industri tempe tersebut adalah menggunakan perhitungan HPP, TC (Total Cost), Investasi, RC/Ratio, PP (Payback Period), BEP (Break Event Point). Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tempe yang pertama lebih unggul dari pada industri kedua, maka industri tersebut adalah layak untuk dikembangkan.