cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,145 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,145 Documents clear
Pendidikan Anti Korupsi dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa sebagai Upaya Meningkatkan Ketrampilan Antikorupsi Natal Kristiono; Rudi Salam; Hafiz Rafi Uddin; Ibnu Shodiq; Novia Wahyu Wardhani; Indri Astuti; Adelya Ainur Fatimah; Ari Rahardiansyah; Mochammad Rizal Pratama; Kallila Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4384

Abstract

Studi ini menganalisis seberapa efektif pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter dan meningkatkan keterampilan antikorupsi siswa di perguruan tinggi Indonesia. Studi literatur menunjukkan bahwa pendidikan anti korupsi masih terfokus pada pembelajaran teoritis, kurang keteladanan, dan belum terintegrasi secara efektif dalam kurikulum. Akibatnya, mahasiswa masih belum internalisasi nilai antikorupsi. Keterbatasan sumber daya, kekurangan pelatihan dan fasilitas, serta kurangnya perlindungan bagi pelapor korupsi adalah hambatan lain. Penelitian ini menekankan bahwa pembelajaran interaktif sangat penting; nilai antikorupsi harus dimasukkan ke dalam semua aspek pendidikan; dan siswa harus diajarkan keterampilan praktis seperti cara menemukan, menolak, dan melaporkan korupsi. Untuk membuat ekosistem pendidikan antikorupsi yang berhasil, keluarga, masyarakat, dan perguruan tinggi harus bekerja sama. Melalui Pendekatan ini pendidikan anti korupsi daharapkan dapat memebntuk generasi mahasiswa yang bukan memahami bahaya anti korupsi saja, melainkan juga berana dalam menjadi agen perubahan masyarakat.
Pengaruh Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Terhadap Penguatan Moderasi Beragama di Sman 22 Palembang di Era Digital Aisyah Junia Anindya Sari; Nabila Cahya; Muhammad Wahid; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti terhadap penguatan moderasi beragama siswa di SMA Negeri 22 Palembang pada era digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya arus informasi dan interaksi di media sosial yang memunculkan potensi penyebaran paham ekstrem, intoleransi, dan ujaran kebencian di kalangan remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan pengumpulan data melalui angket daring terhadap 18 siswa yang aktif mengikuti pembelajaran PAI dan menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI dan Budi Pekerti berperan signifikan dalam membentuk karakter moderat siswa, khususnya melalui integrasi nilai-nilai kejujuran, toleransi, dan tanggung jawab. Strategi yang efektif meliputi keteladanan guru, pembiasaan nilai-nilai moral, diskusi kontekstual, serta penguatan literasi digital berbasis ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendidikan agama, keteladanan pendidik, dan pembinaan digital mampu memperkuat moderasi beragama siswa dalam menghadapi tantangan era media sosial.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Elektronik dan Promosi Digital Berbasis Artificial Intelligence terhadap Keputusan Pembelian Produk Fast-Fashion Rachman Mulyandi; Marcel Valantino; Anastacia Takashi; Estherina Cansa; Timotius Hans Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4404

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari kualitas pelayanan elektronik dan promosi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap keputusan pembelian produk fast fashion secara online. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan survei kuantitatif dengan kuesioner tertutup, yang disebarkan kepada responden dengan usia 17 sampai dengan 25 tahun yang telah melakukan pembelian produk fast fashion secara online. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas pelayanan elektronik maupun promosi digital berbasis AI memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (p < 0,05). Model regresi menjelaskan 53,7 % variansi keputusan pembelian (R² = 0,537), yang menunjukkan kontribusi yang kuat dari kedua variabel independen. Temuan ini mendukung dan memperluas literatur sebelumnya. Konklusi dari penelitian ini adalah peningkatan simultan pada kualitas layanan elektronik dan strategi promosi AI dapat meningkatkan kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian fast‑fashion secara online. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel‑variabel seperti harga, kepercayaan merek, dan pengalaman omnichannel, serta menerapkan metode SEM‑PLS dan mengungkap hubungan mediasi‑moderasi yang lebih kompleks.
Implementasi Kebijakan Zonasi Wilayah Pesisir Dalam Mengendalikan Dampak Pariwisata: Studi Kasus Kawasan Wisata Bahari Mandeh, Sumatera Barat Lisa Anisa; Juni Rahmad Hasibuan; Rico Irvanda; Eni Kamal; Widya Prarikeslan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4405

Abstract

Indonesia as an archipelagic country faces complex challenges in managing coastal areas that have high economic value but are vulnerable to environmental degradation. This research analyzes the implementation of coastal zoning policies through the Coastal and Small Islands Zoning Plan (RZWP3K) based on West Sumatra Provincial Regulation Number 2 of 2018 in controlling tourism impacts in the Mandeh Marine Tourism Area. Using a normative-empirical gap analysis case study approach, this study examines the effectiveness of zoning policies in balancing economic utilization and coastal ecosystem conservation. The results show that the implementation of RZWP3K Regional Regulation in the Mandeh Area successfully created a legal framework that divides the area into five main zones: conservation zone (325 ha of mangroves), tourism zone (18,000 ha), capture fisheries zone, cultivation zone, and special mangrove zone with specific regulations in each zone. Integration with the Tourism Development Master Plan (RIPPAR) of Pesisir Selatan Regency 2026-2045 shows strong government commitment to realizing sustainable blue tourism, reflected in the 59% growth of accommodation infrastructure (56 hotels with 622 rooms in 2023) and tourism sector contribution to West Sumatra's GDP reaching 1.89%[1][2]. However, implementation faces challenges including delays due to revision of Regional Regulation Article 41(b) ratified in 2023, zoning conflicts between traditional fishing areas and tourism zones, and gaps between nagari government master plans and provincial regulatory provisions[3]. The research recommends harmonization of multi-level regulations, strengthening cross-sectoral coordination mechanisms, and optimizing technology-based monitoring systems for more effective implementation.
Optimalisasi Manajemen Alat Penunjang Tambang Terhadap Produktivitas PC 3000 Menggunakan Metode Ripping dan Blasting Di PIT 2 Swakelola PT. Bukit Asam, Tbk Nurbaiti Nurbaiti; Sarmidi Sarmidi; Putra Putra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4408

Abstract

Kegiatan penambangan terbuka membutuhkan sinergi antara alat utama dan alat penunjang di Pit 2 Swakelola, PT Bukit Asam Tbk, ditemukan beberapa kendala seperti rendahnya efektivitas kerja, downtime tinggi, dan ketidaksesuaian antara alat dan kebutuhan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode ripping dan blasting dalam mendukung produktivitas Excavator PC3000, serta mengevaluasi kontribusi optimalisasi alat penunjang seperti bulldozer, water truck, dan excavator PC210. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi langsung, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi berbasis kondisi aktual dan sistematis mampu meningkatkan produktivitas PC 3000 sebesar lebih dari 20%. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk peningkatan efisiensi operasional di sektor pertambangan batubara, alat penunjang tambang yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga mencakup efisiensi waktu, biaya operasional, Efektivitas dalam penelitian ini bertujuan untuk mendukung peningkatan efisiensi operasi tambang secara keseluruhan, dengan meminimalkan waktu henti operasional serta mempercepat pencapaian target produksi. Penelitian difokuskan pada kondisi aktual di PIT 2 Swakelola Tambang Banko Barat PT Bukit Asam, sehingga hasilnya diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis terhadap perumusan kebijakan operasional yang lebih adaptif, efektif, dan produktif.
Kurikulum Pesantren, Kurikulum Sekolah Kurikulum Madrasah Eksani Eksani; Sekar Galuh Putri Wiseno; Khuriyah Khuriyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4416

Abstract

Kajian ini membahas perkembangan dan perbedaan penerapan kurikulum di tiga satuan pendidikan Islam di Indonesia, yaitu pesantren, sekolah, dan madrasah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari ketidaksamarataan penerapan kurikulum yang berdampak pada kesenjangan kualitas pendidikan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kurikulum pesantren, kurikulum sekolah, dan kurikulum madrasah serta menganalisis perkembangan kurikulum pendidikan agama Islam di masing-masing lembaga. Kurikulum pesantren berorientasi pada pembentukan karakter religius melalui pendalaman kitab kuning dan hafalan Al-Qur’an, dengan metode tradisional seperti sorogan, bandongan, dan bahsul masail. Pesantren modern mulai mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan umum, dan teknologi digital guna menyiapkan santri yang berdaya saing di era global. Sementara itu, kurikulum sekolah dikembangkan oleh Kemendikbud RI dan terus berevolusi sejak masa pascakemerdekaan, mulai dari Kurikulum 1952, Kurikulum 1994, KBK 2004, KTSP 2006, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka (2022–sekarang), yang menekankan fleksibilitas dan pembelajaran berbasis kompetensi. Adapun kurikulum madrasah, di bawah Kementerian Agama, merupakan perpaduan antara pendidikan agama Islam dan ilmu pengetahuan umum. Madrasah bertujuan menyeimbangkan aspek spiritual, intelektual, dan sosial, serta menyiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penguatan lembaga seperti madrasah model. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum pesantren, sekolah, dan madrasah memiliki perbedaan orientasi dan metode, namun ketiganya berupaya menuju integrasi nilai-nilai keislaman, keterampilan hidup, dan kompetensi global sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Implikasi Hukum Konsep Blue Economy Terhadap Pemanfaatan Sumber Daya Laut di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia: Analisis Keseimbangan antara Konservasi dan EksploitasiLetter Badaruddin Badaruddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4426

Abstract

The study aimed to examine how legal norms can harmonize economic utilization and environmental conservation within Indonesia’s maritime governance framework while identifying the gaps between international legal frameworks—particularly the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982—and Indonesia’s national regulations governing marine resource management. This research highlights the urgency of aligning international and national legal instruments to ensure sustainable ocean resource utilization while safeguarding national sovereignty and promoting the welfare of coastal communities. Using a normative juridical approach supported by statute and conceptual analyses, the study relied on primary legal materials such as UNCLOS 1982, Law No. 32 of 2014 on Marine Affairs, and Law No. 45 of 2009 on Fisheries, complemented by secondary sources including academic journals, policy papers, and international reports. Data were analyzed qualitatively through systematic, teleological, and comparative interpretations to assess the coherence between international and national maritime legal frameworks. The findings indicate that although Indonesia has adopted Blue Economy principles in its maritime policy, implementation remains limited due to overlapping regulations, weak institutional coordination, and inadequate law enforcement, which collectively hinder sustainable and integrated marine resource management within Indonesia’s Exclusive Economic Zone (EEZ). The study concludes that strengthening legal harmonization, enhancing institutional capacity, and promoting participatory governance are essential to establish an effective Blue Economy framework, emphasizing the need for a unified maritime legal system that integrates economic, ecological, and social justice principles to achieve sustainable and equitable management of Indonesia’s marine resources.
The Relationship Of Family Support And Elderly Activities In Posyandu With The Quality Of Life Of Elderly In The Working Area Of Pal Tiga Pontianak City Health Center Fatya Rahmah; Yoga Pramana; Yuyun Tafwidhah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4428

Abstract

Background: The rapidly growing elderly population faces multiple challenges affecting quality of life, including physical, cognitive, social, and mental decline. Family support and participation in Elderly Posyandu (Integrated Health Post) are considered important factors influencing elderly quality of life, yet their specific relationships in Indonesian urban settings remain underexplored. Objective: This study aimed to analyze the relationships between family support, elderly activity levels in Posyandu, and quality of life among elderly individuals in the working area of Puskesmas Pal Tiga, Pontianak City. Method: A correlational study with a cross-sectional design was conducted using a purposive sampling technique. The sample consisted of 84 elderly individuals aged 60 years and above registered at Posyandu Lansia Asoka. Data were collected using validated questionnaires measuring demographic characteristics, family support, and quality of life, along with attendance records. Data analysis employed the Spearman rank correlation test with a significance level set at p < 0.05. Results: Among respondents, 98.8% received good family support, 56% were active Posyandu participants, and 97.6% reported good quality of life. Statistical analysis revealed a significant positive relationship between family support and quality of life (r = 0.703, p = 0.000), but no significant relationship between elderly activity levels in Posyandu and quality of life (r = 0.019, p = 0.866). Conclusion: Family support significantly influences elderly quality of life, while Posyandu attendance frequency alone does not directly correlate with quality of life outcomes, suggesting the need for enhanced service quality and family-centered interventions.
Restrukturisasi Kredit Sebagai Strategi Preventif Bank Dalam Menghindari Pengambilalihan Aset Debitur (AYDA) : Studi Kasus pada BPR Lawu Artha Purwodadi Saputra Hadiwinarto; Hwihanus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4429

Abstract

Restrukturisasi kredit merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga stabilitas keuangan bank sekaligus membantu nasabah menghadapi kesulitan pembayaran. Artikel ini mengulas bagaimana BPR Lawu Artha menerapkan kebijakan restrukturisasi sebagai langkah awal sebelum melakukan eksekusi terhadap Agunan yang Diambil Alih (AYDA). Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada penyelamatan aset bank, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial lembaga keuangan terhadap nasabah. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan metode deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi mampu menjaga hubungan baik antara bank dan debitur serta menekan potensi kerugian akibat kredit macet.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS di RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2024 Heppy Kristina Silalahi; Samfriati Sinurat; Jagentar Pane
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4431

Abstract

Penderita HIV/AIDS selalu dihadapkan pada masalah psikologis, kondisi fisik yang buruk, memperoleh stigma masyarakat sekitar dan bahkan ancaman kematian. Dalam hal ini perlu Self efficacy untuk menumbuhkan keyakinan dan kemampuan mereka untuk dapat mellakukan aktivitas yang melndukung kelselhatan melrelka selcara optimal sehingga kualitas hidup lebih baik sesuai dengan harapan, kepuasan, dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUP. H. Adam Malik Medan. Metode penelitian yang digunakan peneliti kuantitatif analitik desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 67 orang. Alat pengukuran menggunakan kuesioner HIV-Self Efficacy (HIV-SE) dan WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan self efficacy pada responden lebih banyak kategori sedang sejumlah 60 responden (89,6%), dan kualitas hidup responden lebih banyak kategori sedang sejumlah 61 responden (91,0%). Uji statistik hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2024 menggunakan uji spearman rank diperoleh p Value = (0,001) artinya ada hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2024 dengan nilai correlation coeficient 0,406, hubungan pola positif dengan kekuatan cukup. Peneliti mengharapkan, responden aktif dalam mengikuti program pendampingan konseling dalam menumbuhkan self efficacy dan kualitas hidup yang baik.