cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,419 Documents
Pengaruh Brand Ambassador Raffi Ahmad dan Brand Image Terhadap Minat Beli Brand Erigo Ahmad Ahmad; Triana Setiyarini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4775

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Brand Ambassador Raffi Ahmad Dan Brand Image berpengaruh terhadap minat beli pada Brand Erigo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan populasinya yaitu Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura, yang mengetahhui Brand Erigo dan di ambil sampel sebanyak 68 responden mengggunakan accidental sampling.uji kualitas data menggunakan uji validitas dan uji reabilitas. Teknik analisis dengan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda. Pengujian dalam penelitian ini mencakup uji f dan uji t koofisien determinasi. alat analisis IBM SPSS 25 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand ambassador Raffi Ahmad berpengaruh terhadap minat beli dan brand image juga berpengaruh terhadap minat beli brand erigo Kesimpulannya brand band ambassador dan bran image secara simultan Berpengaruh terhadap minat beli pada brand erigo sebesar 67% dan sisanya 33% di pengaruhi oleh variabel lain
Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Penanganan Emesis Gravidarum Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Ferawati Ui; Zuriati Muhamad; Levana Sondakh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4778

Abstract

Emesis gravidarum atau mual dan muntah merupakan interaksi yang kompleks dari pengaruh endokrin, pencernaan, factor festibular, penciuman, genetic, psikologi. Adapun penatalaksanaan emesis gravidarum dengan memberikan informasi dan edukasi tentang kehamilan, dengan tujuan mengurangi factor psikologi terhadap rasa takut dan mengubah pola makan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan tentang penanganan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu yang termasuk dalam metode kuantitatif. Penelitian eksperimen semu (quasi ekperimen) dengan pendekatan desain kelompok tunggal dengan rangkaian waktu (one group pretest – posttest). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah 40 sampel ibu hamil trimester I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan perlakuan yaitu pada kategori cukup dan kategori kurang. Pengetahuan yang diukur setelah diberikan perlakuan meningkat pada rata-rata kategori baik dan kategori cukup. Adanya pengaruh pemberian edukasi kesehatan tentang penanganan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di wilayah kerja puskesmas Telaga Biru berdasarkan nilai uji statistic Ρ Value 0.001 < α 0.05 dimana intervensi yang diberikan dapat mempengaruhi perubahan pengetahuan. 
Literature Review “Manfaat Tatalaksana Predialitik Untuk Memperlambat Progresivitas Penyakit Ginjal Kronis Dan Tatalaksana Intradialitik Untuk Memperbaiki Kualitas Hidup” Hade Irhas Alqudsi; Ariadi Humardhani; Linda Armelia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4781

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan menempati posisi penting dalam beban penyakit tidak menular di dunia. Data global menunjukkan sekitar 850 juta orang hidup dengan PGK, dan jutaan di antaranya membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis atau transplantasi. Di Indonesia, tren serupa terjadi dengan peningkatan signifikan jumlah pasien aktif hemodialisis setiap tahunnya, terutama akibat diabetes melitus dan hipertensi. Kondisi ini menuntut penerapan tatalaksana yang komprehensif, meliputi fase predialitik dan intradialitik, sebagai upaya mempertahankan fungsi ginjal serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) yang bersumber dari berbagai publikasi ilmiah dan pedoman nefrologi terkini, termasuk KDIGO 2024, The Lancet, dan New England Journal of Medicine periode 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi predialitik berfokus pada pengendalian tekanan darah, perbaikan metabolik, koreksi anemia, serta edukasi dan dukungan psikososial untuk menunda progresivitas penyakit. Intervensi seperti penggunaan ACE inhibitor, ARB, dan SGLT2 inhibitor terbukti menurunkan albuminuria serta memperlambat penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Sementara itu, terapi intradialitik bertujuan meningkatkan efisiensi dialisis dan stabilitas hemodinamik melalui latihan fisik selama dialisis (intradialytic exercise), pemberian nutrisi intradialitik, pendinginan dialisat, serta penerapan hemodiafiltrasi volume tinggi. Integrasi kedua fase terapi ini membentuk sistem penatalaksanaan berkelanjutan yang tidak hanya memperlambat progresivitas PGK tetapi juga meningkatkan outcome klinis, status fungsional, dan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Pendekatan Klinis, Patofisiologi, Dan Tatalaksana Komprehensif Pasien Anemia Aplastik Dengan Trombositopenia: Suatu Laporan Kasus Dan Tinjauan Literatur Wynand Mujahid; Andi Alfian; Vidhia Umami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4782

Abstract

Anemia aplastik merupakan salah satu sindrom kegagalan sumsum tulang yang jarang tetapi berpotensi fatal, ditandai dengan penurunan seluruh lini sel darah akibat hiposelularitas sumsum tulang. Kondisi ini menyebabkan anemia, leukopenia, dan trombositopenia yang menimbulkan risiko perdarahan dan infeksi berat. Di Indonesia, kasus sering terdiagnosis pada fase lanjut karena keterbatasan fasilitas diagnostik dan terapi definitif seperti transplantasi sel punca hematopoietik (HSCT). Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang dengan keluhan lemas progresif, pucat, perdarahan gusi, epistaksis, serta munculnya petekie. Pemeriksaan darah menunjukkan pansitopenia dengan hemoglobin 6,8 g/dL, leukosit 2,7×10³/µL, dan trombosit 13×10³/µL. Gambaran anemia normositik normokromik dan tidak adanya hepatosplenomegali mendukung diagnosis anemia aplastik berat. Pasien mendapatkan terapi suportif berupa transfusi PRC, trombosit, vitamin B12, asam folat, kortikosteroid, serta asam traneksamat untuk mencegah perdarahan mukokutan. Selama tiga hari perawatan, kadar hemoglobin meningkat menjadi 9,1 g/dL dan trombosit mencapai 19×10³/µL, menandakan perbaikan sementara. Kasus ini menyoroti pentingnya deteksi dini, diagnosis menyeluruh, dan tata laksana terpadu pada pasien dengan gejala pansitopenia. Anemia aplastik perlu dikenali sejak awal karena keterlambatan diagnosis dapat berujung pada komplikasi berat dan mortalitas tinggi. Terapi suportif berperan penting dalam stabilisasi awal, sementara terapi imunosupresif dan transplantasi sel punca hematopoietik tetap menjadi pilihan definitif untuk jangka panjang. Peningkatan kesadaran klinisi, ketersediaan fasilitas hematologi yang memadai, serta akses terhadap terapi kuratif diharapkan dapat memperbaiki prognosis dan kualitas hidup pasien di Indonesia.
Tatalaksana Dan Strategi Pencegahan Readmisi Pada Pasien Dengan Sindrom Gitellman Ryan Firmansyah; Andi Arfian; Linda Armelia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4783

Abstract

Sindrom Gitelman merupakan kelainan tubulus ginjal herediter yang diturunkan secara autosomal resesif akibat mutasi gen SLC12A3, menyebabkan disfungsi cotransporter natrium-klorida (NCC) di tubulus distal. Kondisi ini menimbulkan hipokalemia, hipomagnesemia, dan alkalosis metabolik kronik. Hipokalemia berat yang berulang dapat menyebabkan kelemahan otot hingga paralisis periodik dan meningkatkan risiko readmisi rumah sakit apabila tidak ditangani secara komprehensif. Melaporkan kasus pasien remaja dengan hipokalemia rekuren akibat sindrom Gitelman serta meninjau tatalaksana dan strategi pencegahan readmisi berdasarkan pedoman dan literatur terkini. Laporan kasus ini disusun melalui observasi klinis pasien perempuan 18 tahun dengan keluhan kelemahan otot generalisata dan kadar kalium serum 1,8 mmol/L. Analisis mencakup pemeriksaan klinis, laboratorium, EKG, serta evaluasi tatalaksana farmakologis dan non-farmakologis berdasarkan guideline KDIGO 2023 dan literatur terkini. Pemeriksaan menunjukkan hipokalemia berat, alkalosis metabolik, dan hipomagnesemia konsisten dengan sindrom Gitelman. Pasien mendapat terapi KCl intravena 50 mEq/6 jam melalui CVC, suplementasi KSR oral, serta spironolakton 25 mg dua kali sehari. Selain itu, diberikan edukasi diet tinggi kalium dan magnesium, pembatasan natrium, serta modifikasi gaya hidup. Perbaikan klinis dan biokimia terjadi dalam tiga hari dengan peningkatan kadar kalium menjadi 5,4 mmol/L. Tidak ditemukan aritmia atau komplikasi jantung selama perawatan.Tatalaksana sindrom Gitelman memerlukan pendekatan multidisipliner yang mencakup koreksi elektrolit, kontrol hormonal, serta edukasi pasien untuk mencegah kekambuhan. Kepatuhan terhadap terapi oral dan pemantauan elektrolit berkala menjadi strategi utama dalam menurunkan angka readmisi. Deteksi dini dan pengelolaan berbasis bukti dapat memperbaiki prognosis jangka panjang pada pasien dengan hipokalemia rekuren.
Scabies with Predilection Athypical in Elderly Patients : A Case Report Zulfan Zulfan; Nanda Earlia; Fitria Fitria; Wahyu Lestari; Sri Rezeki Zakaria
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4785

Abstract

Scabies is an infectious skin disease caused by Sarcoptes scabiei infestation that is often found in vulnerable populations such as the elderly. In the elderly, clinical manifestations are often atypical and do not follow classic predilection patterns, which can cause delays in diagnosis and therapy. A 69-year-old woman presented with chronic itching of the perianal area since the last two months accompanied by skin thickening and rough surface. Physical examination showed papules confluent into erythematous plaques with lichenification in the perianal region. KOH skin scraping examination confirmed the presence of Sarcoptes scabiei mites. The patient was diagnosed with scabies with chronic lichen simplex due to repeated scratching. Therapy was given in the form of 5% permethrin cream, oral antihistamines (cetirizine), and topical corticosteroids to reduce inflammation, along with hygiene education and simultaneous treatment of family members. Scabies in the elderly may show atypical predilections, including the buttocks, face, or scalp areas. Decreased cellular immunity, physiological skin changes and comorbid factors influence susceptibility and clinical manifestations. Late diagnosis risks increasing the parasite burden and triggering complications. This case emphasizes the importance of clinical vigilance against atypical manifestations of scabies in the elderly. Early diagnosis, laboratory confirmation, and comprehensive management including patient and family education play an important role in preventing complications and recurrences
Exploring and Identifying Postmodern Features in Demon Slayer’s Infinity Castle Clairine Valerie; Fasya Ayudhea; Qazka Tabita Ritonga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4788

Abstract

The purpose of this study was to explore the postmodern elements in Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, focusing on the Infinity Castle Arc as a representation of fragmented narrative and visual excess in contemporary anime. Using a qualitative descriptive method within the framework of postmodern theory, the research analyzes the arc’s narrative structure, spatial design, and symbolic motifs to identify the features of postmodernism, including fragmentation, hyperreality, metafiction, and pastiche. The analysis reveals that the Infinity Castle functions not merely as a setting but as a reflection of postmodern instability, its constantly shifting architecture disrupts linear storytelling and challenges conventional narrative logic. Moreover, the arc’s use of visual exaggeration and emotionally charged imagery creates a sense of hyperreality, where spectacle and feeling become inseparable from meaning. The presence of metafiction and intertextuality further demonstrates how the series blurs the boundaries between reality and fiction, tradition and innovation, and local and global cultural influences. Through these aspects, Demon Slayer constructs a layered narrative world that mirrors the complexity and uncertainty of postmodern experience. Ultimately, this study argues that the Infinity Castle Arc transforms the series into a postmodern text that reflects the fluid nature of identity, truth, and perception in today’s media landscape.
Digital Responsibility : Membangun Kesadaran Hukum Siber Di Lingkungan Sekolah SMP Negeri 14 Samarinda Cahya Febri Hasanah; Tasya Urmila; Sumiati Anggraini; Mannissa Sannia Asyisytri; Adiesti Raisa; Sunariyo Sunariyo; Muhammad Irwansyah I; Abdul Syahib
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4789

Abstract

Hampir semua aspek kehidupan manusia telah diubah oleh kemajuan teknologi digital, termasuk komunikasi, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Dunia digital saat ini menjadi ruang baru di mana masyarakat, terutama generasi muda, dapat belajar, berinteraksi, dan berkomunikasi. Namun, meskipun dunia digital menawarkan banyak kemudahan dan kebebasan, juga penuh dengan risiko dan ancaman. Ini termasuk penyebaran informasi palsu (hoaks), perundungan daring (cyberbullying), pencurian data pribadi, dan tindak kejahatan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, memahami dan memahami hukum siber sangat penting untuk ditanamkan sejak dini, terutama di sekolah. Dengan menekankan pentingnya tanggung jawab digital dan etika dalam penggunaan teknologi informasi, pengabdian atau kajian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum siber di kalangan pelajar. Kesadaran hukum siber tidak hanya mencakup pemahaman tentang undang-undang dan sanksi; itu juga mencakup sikap dan perilaku bijak saat menggunakan internet. Dengan memahami hukum siber, siswa diharapkan dapat melindungi diri dari potensi kejahatan digital dan membantu menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan positif. Selain itu, memahami hukum siber membentuk karakter peserta didik sehingga mereka dapat menjadi "jagoan digital" yang bertanggung jawab orang yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi tetapi juga adil, empati, dan peduli dengan konsekuensi sosial dari tindakan digital mereka. Siswa dapat menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara etis dengan mengikuti prinsip "saring sebelum sharing", menjaga privasi, menghargai hak orang lain di internet, dan menghindari perilaku negatif seperti perundungan atau plagiarisme. Diharapkan bahwa peningkatan kesadaran hukum siber di sekolah akan membantu membangun budaya digital yang etis dan beradab serta mendukung pembentukan masyarakat yang cerdas digital (digital literacy society). Oleh karena itu, pendidikan hukum siber bukan hanya upaya untuk mencegah pelanggaran, tetapi juga strategi untuk membangun generasi muda yang tangguh, bertanggung jawab, dan moral yang siap menghadapi tantangan dunia digital.
Digital Responsibility : Membangun Kesadaran Hukum Siber Di Lingkungan Sekolah SMP Negeri 14 Samarinda Cahya Febri Hasanah; Tasya Urmila; Sumiati Anggraini; Mannissa Sannia Asyisytri; Adiesti Raisa; Sunariyo Sunariyo; Muhammad Irwansyah I; Abdul Syahib
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4790

Abstract

Hampir semua aspek kehidupan manusia telah diubah oleh kemajuan teknologi digital, termasuk komunikasi, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Dunia digital saat ini menjadi ruang baru di mana masyarakat, terutama generasi muda, dapat belajar, berinteraksi, dan berkomunikasi. Namun, meskipun dunia digital menawarkan banyak kemudahan dan kebebasan, juga penuh dengan risiko dan ancaman. Ini termasuk penyebaran informasi palsu (hoaks), perundungan daring (cyberbullying), pencurian data pribadi, dan tindak kejahatan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, memahami dan memahami hukum siber sangat penting untuk ditanamkan sejak dini, terutama di sekolah. Dengan menekankan pentingnya tanggung jawab digital dan etika dalam penggunaan teknologi informasi, pengabdian atau kajian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum siber di kalangan pelajar. Kesadaran hukum siber tidak hanya mencakup pemahaman tentang undang-undang dan sanksi; itu juga mencakup sikap dan perilaku bijak saat menggunakan internet. Dengan memahami hukum siber, siswa diharapkan dapat melindungi diri dari potensi kejahatan digital dan membantu menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan positif. Selain itu, memahami hukum siber membentuk karakter peserta didik sehingga mereka dapat menjadi "jagoan digital" yang bertanggung jawab orang yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi tetapi juga adil, empati, dan peduli dengan konsekuensi sosial dari tindakan digital mereka. Siswa dapat menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara etis dengan mengikuti prinsip "saring sebelum sharing", menjaga privasi, menghargai hak orang lain di internet, dan menghindari perilaku negatif seperti perundungan atau plagiarisme. Diharapkan bahwa peningkatan kesadaran hukum siber di sekolah akan membantu membangun budaya digital yang etis dan beradab serta mendukung pembentukan masyarakat yang cerdas digital (digital literacy society). Oleh karena itu, pendidikan hukum siber bukan hanya upaya untuk mencegah pelanggaran, tetapi juga strategi untuk membangun generasi muda yang tangguh, bertanggung jawab, dan moral yang siap menghadapi tantangan dunia digital.
Sosialisasi Peran Mahasiswa dalam Mendorong Kesadaran Hukum dan HAM Pada Generasi Muda Ruang Lingkup Pelajar Erza Ahnaf Hakim; Riyan Riyan; Adiesti Raisa; Mannissa Sannia Asyisytri; Cahya Febri Hasanah; Olga Luthfia; Najwa Rofifah; Sunariyo sunariyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4791

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada peningkatan pemahaman siswa terhadap Hukum Hak Asasi Manusia (HAM). Latar belakang kegiatan ini berangkat dari permasalahan rendahnya kesadaran hukum di kalangan siswa, khususnya dalam memahami prinsip-prinsip dasar HAM yang sering kali diabaikan dalam interaksi sosial di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan masih maraknya perilaku bullying, diskriminasi, dan pelanggaran hak antarindividu. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pelaksana melaksanakan kegiatan sosialisasi di MAN 2 Samarinda yang diikuti oleh 40 siswa dengan pendekatan metode ceramah normatif-yuridis, diskusi interaktif, serta studi kasus. Metode ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan HAM dalam konteks kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar HAM, kesadaran akan pentingnya penegakan HAM di sekolah, serta munculnya sikap kritis terhadap tindakan yang berpotensi melanggar hak individu. Selain itu, diskusi juga menekankan peran strategis guru dan bagian bimbingan konseling dalam membangun budaya sekolah yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya penguatan kesadaran hukum dan pembentukan karakter peserta didik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia, sekaligus memperluas peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan beradab.