cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Pengaruh Gross Profit Margin, Current Ratio, Dan Price Earning Ratio Terhadap Harga Saham Pada PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK Periode 2015-2024 Ardi Bachtiar; Rafi Azzarqi Maulidi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6380

Abstract

This study aims to determine the effect of Gross Profit Margin on Stock Prices at PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, to determine the effect of Current Ratio on Stock Prices at PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, and to determine the effect of Price Earning Ratio on Stock Prices at PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, as well as to determine the effect of Gross Profit Margin, Current Ratio, and Price Earning Ratio simultaneously on Stock Prices at PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. The independent variables used in this study are Gross Profit Margin, Current Ratio, and Price Earning Ratio, while the dependent variable used in this study is Stock Price. The research method used is quantitative method using a descriptive approach. The population in this study is in the form of financial statements for 10 years, namely the 2015-2024 period. The results of the t test or partially this study indicate that Gross Profit Margin has a positive effect on Stock Price with tcount > ttable (2.885 > 2.447) and a significance level (0.028 < 0.05), Current Ratio has no significant effect on Stock Price with tcount < ttable (0.932 < 2.447) and significance level (0.387 > 0.05), and Price Earning Ratio has a positive effect on Stock Price with tcount > ttable (4.984 > 2.447) and significance level (0.002 < 0.05). The results of the F test or simultaneously this study indicate that Gross Profit Margin, Current Ratio, and Price Earning Ratio have a positive effect on Stock Price with Fcount > Ftabel (10.388 > 4.76) and a significance level of (0.009 < 0.05).
Pola Komunikasi Ketua Organisasi Ikatan Pemuda Pemudi Muslim Sumatera Utara di Kota Bukittinggi Romadon Syaputra; Tomi Hendra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6381

Abstract

Komunikasi merupakan sarana utama dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Penelitian ini mengkaji pola komunikasi yang diterapkan oleh Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Muslim Sumatera Utara (IPPMSU) di Kota Bukittinggi. Latar belakang penelitian didasarkan pada belum optimalnya pencapaian visi dan misi organisasi yang diduga berkaitan dengan kurang efektifnya pola komunikasi antara ketua dan anggota. Pola komunikasi memiliki peran strategis dalam membangun partisipasi, loyalitas, rasa memiliki, dan kohesi anggota dalam organisasi kepemudaan berbasis kedaerahan dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama adalah Ketua IPPMSU, sedangkan informan pendukung terdiri dari pengurus dan anggota. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi masih didominasi oleh komunikasi satu arah, di mana keputusan dan arahan berasal langsung dari ketua tanpa keterlibatan aktif anggota. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, loyalitas, dan rasa memiliki anggota. Oleh karena itu, IPPMSU perlu mengembangkan pola komunikasi bintang yang menekankan interaksi terbuka, dialogis, sejajar, dan partisipatif agar kinerja organisasi meningkat. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat hubungan internal organisasi berkelanjutan.
Strategi Komunikasi Kepemimpinann dalam Meningkatkan Motivasi Kinerja Pegawai pada Sekretariat DPRD Kota Payakumbuh Damal Saputra; Penmardianto Penmardianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6382

Abstract

Strategi komunikasi kepemimpinan sejatinya berperan penting dalam meningkatkan motivasi kinerja pegawai karena melalui komunikasi yang tepat seorang pemimpin dapat menumbuhkan semangat kerja, kedisiplinan, kepedulian, serta rasa tanggung jawab terhadap tugas. Dalam praktiknya, keberhasilan kepemimpinan juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia agar tujuan organisasi dapat tercapai secara optimal. Komunikasi kepemimpinan berfungsi sebagai pembangun, penggerak, dan pengendali yang berperan aktif dalam mengarahkan sikap, pola pikir, serta perilaku kerja pegawai. Ketika organisasi menjadi tempat pegawai mencari nafkah, maka diharapkan mereka memberikan timbal balik berupa peningkatan kualitas dan kuantitas kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi komunikasi kepemimpinan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai serta tantangan yang dihadapi pimpinan di Sekretariat DPRD Kota Payakumbuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi komunikasi instruksional melalui arahan langsung maupun WhatsApp, komunikasi organisasi formal melalui penyampaian informasi resmi, serta komunikasi berjenjang untuk memperkuat pemahaman antarbagian. Strategi tersebut diperkuat dengan penerapan aturan dan keteladanan pimpinan. Namun demikian, pimpinan masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran tanggung jawab individu, ketidaksukaan terhadap atasan, kurangnya keterbukaan pegawai, serta perbedaan latar belakang dan budaya lokal.
Analisis Strategi Digital Public Relations Komunitas GenBI Sumatera Selatan dalam Membangun Citra Bank Indonesia di Kalangan Generasi Muda Kharisma Wulandari; Muhammad Raja Bintang Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6384

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Digital Public Relations (DPR) Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sumatera Selatan dalam membangun citra positif Bank Indonesia (BI) di kalangan generasi muda. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi media sosial, dan dokumentasi aktivitas digital GenBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GenBI menerapkan tiga strategi utama, yaitu pengelolaan konten edukatif-interaktif, optimalisasi multiplatform digital (Instagram, TikTok, YouTube), serta kolaborasi program berbasis komunitas. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan awareness, engagement, dan membangun citra Bank Indonesia sebagai lembaga yang dekat dan relevan bagi generasi muda. Keberhasilan strategi didukung oleh konsistensi publikasi, kreativitas konten, serta komunikasi dua arah yang aktif.
Regulasi Hukum Perijinan Usaha Industri Terhadap Sistem Pelaporan Perusahaan Penanaman Modal Asing Di Indonesia Eka Gita sari; Cecep Suryadi; Burso Joviter Naibaho; Retno Agus Rianto; Reedy Berliant De Santos; Indra Bayu; Francis Maryane Pattynama
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6385

Abstract

Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk menaikan devisa dalam negeri salah satunya adalah menaikkan secara potensial investasi asing dalam sector industry manufaktur di Indonesia. Oleh karena itu, Perijinan Usaha Industri dan sistem pelaporan Perusahaan Penanaman Modal Asing di dalam negeri berperanan sangat vital dalam regulasi hukum di Indonesia. Pentingnya pengaturan hukum perijinan masih menjadi persoalan yang serius dalam dunia industry manufaktur. Kebutuhan pengaturan perizinan agar secara legalitas perizinan lebih prosedural dan transparan . Artikel ini membahas pertanggungjawaban hukum terhadap legalitas perizinan usaha dan sistem pelaporan perusahaan Penanaman Modal asing di PT. Muncul group. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif melalui analisis regulasi hukum (UU Penanaman Modal, peraturan menteri Perindustrian,peraturan kepala BKPM).Dengan adanya pelaporan yang tersinkronisasi dan berkesenambungan, pemerintah dapat memantau,membina dan mengawasi perijinan usaha secara legal. Tujuan artikel ini adalah menegaskan pentingnya sinkronisasi legalitas perizinan usaha industry terhadap pelaporan sistem informasi industry nasional dan laporan kegiatan penanaman modal, untuk menciptakan kepatuhan regulasi dalam sistem perizinan berusaha di Indonesia.
Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Akuntabilitas Anggaran Pembangunan Infrastruktur di Desa Simpur Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan M. Agus Riady; Taufik Arbain
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6387

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pengelolaan dana, sehingga diperlukan perbaikan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. Hal ini memicu adanya kurang efektifnya kepemimpinan Kepala Desa dalam akuntabilitas anggaran membangun desa dengan persoalan hukum yaitu praktik manipulasi dan mark-up harga demi keuntungan pribadi. Selain itu, ditemukan adanya nota pembelian barang tanpa kesesuaian dengan barang fisik serta proyek pembangunan jalan yang belum selesai meskipun anggarannya telah dinyatakan terealisasi. Padahal, Dana Desa (DD) pada dasarnya ditujukan untuk mendukung otonomi desa sekaligus memberdayakan masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif menggunakan Triangulasi teknik. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan informan penelitian dan teknik analisis data dalam penelitian melalui tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, menunjukan bahwa dalam kepemimpinan Kepala Desa Dalam akuntabilitas anggaran pembangunan infrastruktur di Desa Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dikatakan cukup baik, dalam hal ini dapat dilihat dari indikator Akuntabilitas tercermin dari koordinasi antara kepala desa, BPD, dan perangkat desa. Meski sinergi berjalan baik, partisipasi masyarakat terbatas karena forum Musdes hanya dihadiri perwakilan, sehingga aspirasi belum terjaring optimal. Akuntabilitas kebijakan tampak dari proses penyusunan RKPDes hingga penetapan APBDes. Karena keterbatasan dana, desa memprioritaskan program mendesak hasil musyawarah. TPK dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan di lapangan. Akuntabilitas program terlihat dari pelaporan keuangan bulanan melalui forum LPJ, menandakan kesadaran evaluasi rutin. Pengeluaran hanya disetujui jika sesuai rencana dan anggaran. Akuntabilitas kejujuran diwujudkan melalui evaluasi bulanan bersama tokoh masyarakat, LPM, dan BPD sebagai bentuk transparansi dan perbaikan tata kelola keuangan. Akuntabilitas hukum ditunjukkan lewat keterlibatan langsung kepala desa dalam mengawasi proyek, melalui inspeksi lapangan dan koordinasi.
Strategi Trisula Pemberantasan Korupsi (Pencegahan, Penindakan, Edukasi) Dalam Optimalisasi Peningkatan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Mohamad Riyanto; M. Nur Iman Ridwan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6388

Abstract

Tingginya risiko korupsi pada sektor pemerintahan daerah menuntut adanya strategi yang terarah dan terukur dalam upaya pengendalian serta pencegahannya. Hal ini penting mengingat praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah serta menghambat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi trisula pemberantasan korupsi (pencegahan, penindakan, edukasi) dalam optimalisasi peningkatan indeks efektivitas pengendalian korupsi (IEPK) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi terhadap beberapa informan kunci dari unsur Inspektorat, Bappelitbangda, serta BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil penelitian, diketahui bahwa dalam strategi penurunan tingkat korupsi melalui Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) Pada Pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dikatakan efektif. Dalam hal ini dapat dilihat dari 3 (tiga) indikator yaitu: sula penindakan, pencegahan dan pendidikan yang berjalan dengan optimal. Namun demikian, terdapat sejumlah faktor penghambat yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, antara lain: (1) ketergantungan pada figur kepemimpinan tertentu, di mana komitmen kepala daerah dan pimpinan birokrasi menjadi faktor dominan dalam keberlanjutan reformasi pengawasan; (2) disparitas kapasitas antar-OPD, karena sebagian masih menjalankan pengendalian internal secara formalitas; (3) beban administratif digitalisasi, akibat keterbatasan literasi digital dan kapasitas teknis aparatur; serta (4) rendahnya partisipasi publik, yang disebabkan oleh keterbatasan literasi hukum dan kepercayaan terhadap sistem pelaporan. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan strategis pengendalian korupsi yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Kontribusi Ekonomi Syariah dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia Ahrina laila; Harianto Harianto; Rinol Sumantri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6389

Abstract

Ekonomi syariah, dengan prinsip-prinsip universalnya yang berlandaskan keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan, memiliki konvergensi yang kuat dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi nyata dan potensial sektor ekonomi syariah dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, baik dari aspek keuangan, sektor riil, maupun sosial-lingkungan.Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis data sekunder dari berbagai laporan, jurnal akademis, dan publikasi resmi instansi terkait seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Ekonomi syariah berkontribusi melalui tiga pilar utama. Pertama, dari aspek keuangan, perbankan dan keuangan syariah mendukung keberlanjutan melalui pembiayaan yang selektif (_halal_ dan _thayyib_), mendorong usaha produktif, serta mengembangkan instrumen keuangan inklusif dan berdampak sosial seperti wakaf uang, obligasi syariah (sukuk) hijau, dan fintech syariah. Kedua, dalam sektor riil, industri halal (makanan, fashion, farmasi, kosmetika, pariwisata) menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Ketiga, dari dimensi sosial-lingkungan, praktik ekonomi syariah secara intrinsik melarang eksploitasi berlebihan (_israf_), menganjurkan pelestarian lingkungan (_hifzh al-bi'ah_), dan memperkuat tanggung jawab sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang efektif mengatasi kesenjangan dan memobilisasi dana untuk pembangunan berkelanjutan. Ekonomi syariah bukan hanya alternatif sistem ekonomi, melainkan kerangka kerja yang komprehensif yang secara organik selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kontribusinya terlihat dalam integrasi nilai-nilai etika dan keberlanjutan ke dalam aktivitas ekonomi, mendorong pertumbuhan yang inklusif, berkeadilan, dan ramah lingkungan. Untuk memaksimalkan potensi ini, diperlukan penguatan regulasi, harmonisasi standar halal global, peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat, serta inovasi yang berkelanjutan dalam produk dan layanan ekonomi syariah.
Penyuluhan Agama Kristen Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 178492 Pagarbatu: Bertumbuh Dalam Kristus Sebagai Tugas Anak Kristen Arifin Hutabarat; Elida Sianturi; Lisdiu Tumanggor; Tiniresa Lumbantoruan; Presman Anju Pinayungan; Melina Agustina Sipahutar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6390

Abstract

Pendidikan iman anak Kristen merupakan aspek esensial dalam pengembangan karakter dan spiritualitas mereka sejak dini. Jurnal ini menyajikan hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan di SDN 178492, dengan fokus pada siswa kelas VI yang beragama Kristen. Melalui pendekatan interaktif, materi pembelajaran “Imanku Bertumbuh seperti Pohon” diajarkan dengan menggunakan analogi yang sederhana namun bermakna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa aktif berpartisipasi dan mampu memahami nilai-nilai iman yang diajarkan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap iman Kristen, tetapi juga memperkuat komitmen spiritual mereka. Dengan demikian, PKM ini memberikan kontribusi signifikan dalam pembinaan iman anak, menegaskan perlunya pendekatan yang kreatif dan relevan dalam pendidikan agama.
The Impact of Consumer Experience on Women’s Clothing Brand Equity and Influencer Partnership on Consumer Behaviour Esa Prasanthi Candrika; Ida Nyoman Basmantra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6391

Abstract

Digital transformation has reshaped the global fashion industry through the rise of e-commerce, social media marketing, and strategic influencer partnerships. In Denpasar City, women entrepreneurs leverage digital marketing to overcome social and gender-related challenges while enhancing competitiveness and customer loyalty through personalized consumer experiences. This study examines the effects of consumer experience, brand image, brand equity, and influencer partnership on consumer behaviour among women who have purchased women’s clothing products. A total of 102 female respondents participated in this quantitative study. Data were collected via questionnaires and analyzed using SmartPLS 3, including measurement model testing (outer model), structural model evaluation (inner model), and hypothesis testing. The results show that consumer experience and brand image positively and significantly influence brand equity. Both consumer experience and brand image also positively affect consumer behaviour, while brand equity further strengthens consumer behaviour. Additionally, influencer partnership moderates the relationship between brand equity and consumer behaviour, and brand equity mediates the effects of consumer experience and brand image on consumer behaviour. These findings suggest that women entrepreneurs in the women’s fashion industry should focus on maintaining consistent visual communication, improving social media content, and delivering enjoyable offline and online shopping experiences to enhance brand equity and consumer behaviour. Future research could explore additional variables and broader contexts to gain a more comprehensive understanding of the factors shaping consumer behaviour in the women’s fashion sector.