cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Memulihkan Adab Murid Terhadap Guru: Tantangan Pendidikan Islam Di Indonesia Titi Oktarina Sambadha; Erly Zahara; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6404

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi dalam memulihkan adab murid terhadap guru di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Adab yang baik antara murid dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan efektif, yang pada gilirannya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Namun, saat ini terdapat berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penurunan adab tersebut, di antaranya pengaruh media sosial, pergeseran nilai budaya, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam di kalangan siswa. Pengaruh media sosial yang membawa kebebasan berekspresi tanpa batas sering kali mengarah pada ketidaksopanan dan kurangnya penghormatan terhadap otoritas guru. Pergeseran nilai budaya yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi juga turut berperan dalam mengurangi rasa hormat terhadap guru. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya adab murid, termasuk pengaruh keluarga, masyarakat, dan teknologi. Keluarga, sebagai lembaga pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral, berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Namun, tidak semua keluarga menyadari pentingnya pendidikan adab. Masyarakat yang kurang menghargai profesi guru turut memperburuk kondisi ini, karena menganggap guru sebagai pekerjaan biasa. Teknologi dan media sosial juga berperan dalam mengubah persepsi dan sikap murid terhadap guru, dengan mengurangi rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada mereka. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan berbagai solusi untuk memperbaiki adab murid di sekolah, seperti memperkuat pendidikan karakter di sekolah, memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang menekankan nilai adab dalam kurikulum. Kerjasama antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Dengan upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat, menghasilkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan menghormati otoritas, terutama guru.
ANALISIS DAN METODE PELAKSANAAN PADA ABUTMEN FLAY OVER GELUMBANG MUARA ENIM Mayang Sari; Farlin Rosyad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6405

Abstract

Peningkatan kemacetan lalu lintas di persimpangan Gelumbang-Muara Enim, Sumatera Selatan, memerlukan pembangunan flyover, di mana pelaksanaan abutment menghadapi tantangan kondisi tanah lunak dan pengendalian mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode konstruksi abutment, termasuk alat, material, pengendalian mutu, dan K3. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian melibatkan purposive sampling 15 informan kunci dari 8-10 pekerja proyek selama 60 hari di lokasi PT Ricky Kencana Sukses Mandiri. Instrumen terdiri dari observasi langsung, wawancara semi-struktural, dokumentasi foto, dan catatan lapangan, dianalisis melalui triangulasi sumber, analisis tematik, dan member checking. Hasil menunjukkan pelaksanaan sistematis melalui pembesian tulangan (D19-150 hingga D29-150), bekisting plywood, dan pengecoran bertahap beton ready-mix Fc' 30 MPa dengan truck mixer dan vibrator, didukung manajemen HSE melalui toolbox meeting dan rambu keselamatan. Kesimpulannya, metode tersebut menjamin kestabilan struktur dan minimisasi risiko, dengan rekomendasi integrasi HSE yang lebih ketat untuk proyek serupa.
Memulihkan Adab Murid Terhadap Guru: Tantangan Pendidikan Islam Di Indonesia Titi Oktarina Sambadha; Erly Zahara; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6406

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi dalam memulihkan adab murid terhadap guru di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Adab yang baik antara murid dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan efektif, yang pada gilirannya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Namun, saat ini terdapat berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penurunan adab tersebut, di antaranya pengaruh media sosial, pergeseran nilai budaya, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam di kalangan siswa. Pengaruh media sosial yang membawa kebebasan berekspresi tanpa batas sering kali mengarah pada ketidaksopanan dan kurangnya penghormatan terhadap otoritas guru. Pergeseran nilai budaya yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi juga turut berperan dalam mengurangi rasa hormat terhadap guru. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya adab murid, termasuk pengaruh keluarga, masyarakat, dan teknologi. Keluarga, sebagai lembaga pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral, berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Namun, tidak semua keluarga menyadari pentingnya pendidikan adab. Masyarakat yang kurang menghargai profesi guru turut memperburuk kondisi ini, karena menganggap guru sebagai pekerjaan biasa. Teknologi dan media sosial juga berperan dalam mengubah persepsi dan sikap murid terhadap guru, dengan mengurangi rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada mereka. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan berbagai solusi untuk memperbaiki adab murid di sekolah, seperti memperkuat pendidikan karakter di sekolah, memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang menekankan nilai adab dalam kurikulum. Kerjasama antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Dengan upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat, menghasilkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan menghormati otoritas, terutama guru.
Analisis Kasus Guru Dituntut Orang Tua Dalam Menegakkan Disiplin (Studi Kasus Viral Di Media Sosial) Ida Fitri; Else Meina; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang fenomena Guru Dituntut Orang Tua yang viral di media sosial dalam upaya penegakkan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kasus tersebut, khususnya bagaimana persepsi masyarakat, pihak sekolah, dan orang tua terhadap tindakan guru dalam menegakkan aturan disiplin.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berita online, dan unggahan media sosial. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami pola interaksi, konflik, serta dampak sosial dari kasus yang viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus guru dituntut orang tua tidak hanya mencerminkan perbedaan persepsi tentang disiplin, tetapi juga memperlihatkan adanya perubahan relasi antara guru dan orang tua yang dipengaruhi oleh media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan, khususnya terkait komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta strategi penegakan disiplin yang lebih adaptif di era digital.
Parlay Dalam Dunia Taruhan Modern: Tren, Pola, Dan Perilaku Bettor Arin Wibowo; Indra Mukti Abam; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6408

Abstract

Artikel ini membahas fenomena parlay dalam dunia taruhan modern dengan menyoroti tren pertumbuhannya, pola penyusunan taruhan, serta perilaku bettor dalam konteks budaya digital. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan observasi daring, penelitian menemukan bahwa popularitas parlay meningkat seiring kemudahan akses platform judi online, promosi digital, serta bias psikologis yang memengaruhi pengambilan keputusan bettor. Parlay dipandang menarik karena potensi keuntungan besar, tetapi justru memiliki risiko kegagalan tinggi. Temuan ini menunjukkan perlunya literasi risiko bagi pengguna serta pentingnya regulasi yang lebih ketat terhadap praktik taruhan digital.
Efektivitas UUPD SAMSAT MARTAPURA Dalam Pembayaran Pajak Bermotor di Kabupaten Banjar. Rusidah Rusidah; Tomi Oktavianor
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6409

Abstract

Samsat merupakan singkatan dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap yang dibentuk untuk memperlancar serta mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang diselenggarakan dalam satu gedung. Kabupaten Banjar menurut data ERI Korps Lalu Lintas Polri pada bulan November 2024 jumlah sepeda motor di Kabupaten Banjar sebanyak 331,0 ribu unit. Adapun, target dan realisasi pendapatan hasil laporkan yang dalam penerimaan 5 tahun PKB di UPPD Martapura tidak banyak masyarakat yang melakukan pembayaran PKB secara langsung. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan Triangulasi teknik. Teknik analisis data dalam penelitian melalui empat alur yaitu kondensasi, penyajian data dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan belum berjalan dengan cukup baik, namun belum optimal. Adapun, berdasarkan teori Efektivitas James L. Gibson dalam Pasalong seperti yang terdapat 2 indikator yaitu, 1). Efesiensi, selama berjalannya program tersebut, masih terdapat beberapa program yang dijalankan itu belum menyebar dan merata ke semua daerah di Kabupaten Banjar sehingga program tersebut tidak dapat meraih sepenuhnya para wajib pajak yang berada di Kabupaten Banjar. 2). Fleksibilitas, Adapun, menunggu kebijakan pemutihan dikarenakan terkendala dalam masalah ekonomi sering terpakai untuk menutupi kebutuhan lain dan kesibukan dengan pekerjaan. Terkait dengan faktor penghambat dalam efektivitas peningkatan, 3). Gangguan Jaringan Internet, jaringan pada server dapat menjadi kendala apabila terjadi error yang dapat mengakibatkan terhambatnya bahkan berhentinya proses pelayanan. 4). Bank-bank yang bekerja sama pembayaran PKB baru sedikit menjadi faktor penghambat dalam layanan. Wajib Pajak yang memiliki akun rekening bank lain yang tidak bekerja sama dengan layanan Samsat.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PASIEN DENGAN POST OPERASI ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION) DI RUANG ANGGREK RSUD DR. ADHYATMA, MPH SEMARANG Suryo Rohmadhoni; M. Jamaluddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6410

Abstract

Pasien post-operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) sering mengalami nyeri akut akibat trauma jaringan yang memerlukan intervensi non-farmakologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi relaksasi Benson dalam menurunkan skala nyeri pada pasien post-ORIF. Menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian dilakukan pada dua pasien dewasa di Ruang Anggrek RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang yang dipilih purposif dengan nyeri sedang (NRS 4-6). Instrumen utama Numerical Rating Scale (NRS) dilengkapi observasi SLKI, dianalisis secara tematik deskriptif. Intervensi diberikan dua kali sehari selama tiga hari (10-20 menit). Hasil menunjukkan penurunan nyeri signifikan: Ny. E (61 tahun) dari skala 6 menjadi rata-rata 3 (penurunan 1,3 poin), Tn. S (46 tahun) penurunan 1 poin menjadi skala 3, berubah dari sedang menjadi ringan. Kesimpulan: Relaksasi Benson efektif sebagai terapi non-farmakologi pendamping analgetik untuk mempercepat pemulihan pasien ORIF.
Penerapan Siklus Perencanaan Pembangunan Sektor Publik di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Tia Monica; Nurul Azkar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6411

Abstract

Pembangunan sektor publik berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kemampuan pemerintah dalam mengelola pemerintahan sangat bergantung pada pendelegasian kewenangan, termasuk perencanaan pembangunan. Di Kecamatan Timpah yang terdiri dari sembilan desa, tersedia 15 TK dan 15 SD, namun 14 TK dikelola swasta. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang peran pemerintah dalam penyediaan pendidikan dasar dan pemerataan pembangunan. Ketimpangan juga terlihat dari lima desa yang masih blank spot sinyal komunikasi serta fasilitas ekonomi dan perbankan yang hanya terpusat di ibu kota kecamatan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji penerapan siklus perencanaan pembangunan sektor publik di wilayah tersebut. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dengan memanfaatkan model siklus perencaan Ariadi A yang menitikberatkan pada enam komponen utama, yaitu proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan tujuan pembangunan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan analisis dokumen yang melibatkan lembaga atau instansi pemerintah terkait, organisasi masyarakat dan masyarakat yang mengalami blank spot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan siklus perencanaan pembangunan sektor publik di daerah penelitian masih menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya meliputi Partisipasi masyarakat di Kecamatan Timpah cukup inklusif, namun belum efektif. Aspirasi kurang terdokumentasi, rekap usulan tidak berbasis data dan banyak usulan tak sesuai format atau prioritas kabupaten. Desa di wilayah blank spot mengalami hambatan koordinasi, sementara pemanfaatan SID dan Siskeudes masih terbatas karena dominasi sistem manual. Akuntabilitas tercermin dalam APBDes, tetapi usulan desa masih lemah secara teknokratik sehingga sering ditolak di tingkat kabupaten. Monitoring dan evaluasi telah dilakukan, namun terkendala keterbatasan SDM, anggaran dan partisipasi. Ketidaksinkronan dengan RPJMD kabupaten turut menghambat integrasi usulan ke tahap pelaksanaan. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoretis dalam pengembangan ilmu administrasi publik dan studi kebijakan publik, sekaligus memberikan rekomendasi praktis dalam rangka peningkatan partisipasi publik, serta mewujudkan pelaksanaan pembangunan publik yang efektif di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Bayi Di Klinik Pratama Manda Tahun 2025 Mariana Sinaga; Jeanika Br Pinem
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6412

Abstract

MP-ASI merupakan makanan yang di berikan bersamaan dengan ASI sampai berusia 2 tahun. Bayi usia 6 bulan sudah membutuhkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian pengganti susu ibu (PASI) pada anak yang berumur sebelum 6 bulan tidaklah dianjurkan dikarenakan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit khususnya diare. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi diatas 6 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Penelitian ini dilakukan di Klinik Manda. Hasil penelitian terhadap 30 responden terdapat mayoritas karakteriktik pengetahuan ibu baik sebanyak 17 responden (56,7%), pada karakteristik pekerjaan ibu adalah tidak bekerja sebanyak 19 responden (63,3%), pada karakteristik sosial budaya ibu kategori baik sebanyak 22 responden (73,3%). Berdasarkan hasil bivariat dengan uji chi-square didapatkan hasil bahwa ada pengaruh variabel pengetahuan dengan pemberian MP-ASI (p-value 0,029), ada pengaruh variabel pekerjaan dengan pemberian MP-ASI (p-value 0,032) dan ada pengaruh variabel sosial budaya dengan pemberian MP-ASI (p-value 0,041). Petugas kesehatan diharapkan untuk dapat memberikan edukasi atau konseling kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI pada bayi dengan menekankan beberapa hal yang penting, seperti waktu mulainya pemberian MP-ASI pada bayi usia 6 bulan, memastikan kebersihan dan sanitasi makanan bayi, memberikan makanan dengan tekstur yang bertahap sesuai usia bayi.
Analisis Framing Pemberitaan Krisis Kepercayaan Publik Terhadap PT Pertamina di Berita Online dalam Perspektif Manajemen Reputasi Korporat Briliani Duana Putri; Rifki Ardheansyah; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pemberitaan media daring mengenai isu krisis kepercayaan publik terhadap PT Pertamina. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretif untuk memahami bagaimana media membingkai isu dalam konteks sosial serta membentuk makna melalui representasi berita. Analisis dilakukan dengan menggunakan model framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data penelitian bersumber dari sejumlah artikel terkait yang dipublikasikan oleh Kompas.com serta kaitannya dengan dinamika diskusi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membingkai isu etanol sebagai persoalan teknis yang berimplikasi pada persepsi kualitas produk Pertamina dan berkontribusi terhadap munculnya krisis kepercayaan. Meskipun demikian, pemberitaan juga menghadirkan narasi penyeimbang yang menempatkan penggunaan etanol sebagai praktik yang lazim secara global dan bagian dari strategi transisi energi. Temuan ini mengindikasikan bahwa krisis kepercayaan tidak semata-mata dipicu oleh persoalan kualitas produk, tetapi juga dipengaruhi oleh ketimpangan informasi dan keterbatasan transparansi komunikasi perusahaan. Dengan demikian, media berperan penting dalam pembentukan opini publik terhadap reputasi korporasi. Oleh karena itu, PT Pertamina perlu memperkuat komunikasi strategis, edukasi publik, serta keterbukaan informasi, terutama dalam menghadapi isu-isu yang bersifat sensitif. Penelitian ini menegaskan bahwa framing media memiliki pengaruh signifikan terhadap citra perusahaan dan dapat menjadi indikator efektivitas komunikasi krisis.