cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,419 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di Desa Kanigoro, Dusun Krajan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang Risma Andreani; Raden Maria Veronika Widiatrilupi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1735

Abstract

Dysmenorrhea is a common menstrual pain complaint experienced by adolescent girls, which can disrupt daily activities and reduce overall quality of life. One increasingly studied alternative for menstrual pain management is the use of herbal remedies, including red ginger (Zingiber officinale var. rubrum), known for its natural anti-inflammatory and analgesic properties. This study aims to evaluate the effect of red ginger extract on the intensity of dysmenorrhea among adolescent girls in Kanigoro Village, Pagelaran District, Malang Regency. Using a quasi-experimental method with a one-group pre-test post-test design, 30 participants received an oral intervention of red ginger extract. The Wilcoxon Signed Ranks Test showed a statistically significant difference in pain intensity before and after the intervention (p = 0.000), with pain levels decreasing from moderate and severe categories to mild or no pain. These findings suggest that red ginger extract is effective in alleviating menstrual pain and holds potential as a natural solution that can be widely applied within communities that embrace herbal-based traditions.
Terapi Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Ansietas pada Pasien Skizofrenia dengan Risiko Perilaku Kekerasan Efita Noverizah; Sri Padma Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1736

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang ditandai oleh gangguan pada pola pikir, emosi, dan perilaku. Salah satu gejala yang sering muncul adalah ansietas, yang jika tidak ditangani dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan. Terapi relaksasi otot progresif merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kontrol diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan perilaku kontrol diri pada pasien skizofrenia dengan risiko kekerasan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan quasi-eksperimental (one group pre-test and post-test). Tiga pasien skizofrenia di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang yang mengalami kecemasan dan berisiko kekerasan diberikan intervensi terapi relaksasi otot progresif selama tiga hari berturut-turut, masing-masing 10–15 menit per sesi. Instrumen GAD-7 digunakan untuk mengukur ansietas dan SLKI untuk menilai kontrol diri. Hasil penelitian menunjukkan Seluruh pasien mengalami penurunan skor GAD-7 dari tingkat kecemasan sedang menjadi ringan, dengan rata-rata penurunan 54,2%. Peningkatan skor kontrol diri juga terjadi pada ketiga pasien, dengan rata-rata peningkatan 25,6%. Secara subjektif, pasien melaporkan rasa lebih tenang, kualitas tidur membaik, dan kemampuan mengendalikan emosi meningkat. Terapi relaksasi otot progresif terbukti efektif dalam menurunkan ansietas dan meningkatkan kontrol diri pada pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan, serta layak dijadikan intervensi rutin dalam praktik keperawatan jiwa. Kata Kunci: Skizofrenia, Ansietas, Kontrol Diri, Perilaku Kekerasan, Terapi Relaksasi Otot Progresif Abstract Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by disturbances in thought patterns, emotions, and behavior. One of the symptoms that often appears is anxiety, which if left untreated can increase the risk of violent behavior. Progressive muscle relaxation therapy is an effective non-pharmacological intervention to reduce anxiety and increase self-control. The purpose of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing anxiety and increasing self-control behavior in schizophrenia patients at risk of violence. This study used a case study design with a quasi-experimental approach (one group pre-test and post-test). Three schizophrenia patients at Dr. Amino Gondohutomo Mental Hospital Semarang who experienced anxiety and were at risk of violence were given progressive muscle relaxation therapy intervention for three consecutive days, each session for 10–15 minutes. The GAD-7 instrument was used to measure anxiety and SLKI to assess self-control. The results showed that all patients experienced a decrease in GAD-7 scores from moderate to mild anxiety levels, with an average decrease of 54.2%. An increase in self-control scores also occurred in all three patients, with an average increase of 25.6%. Subjectively, patients reported feeling calmer, improved sleep quality, and increased ability to control emotions. Progressive muscle relaxation therapy has been shown to be effective in reducing anxiety and increasing self-control in schizophrenia patients at risk for violent behavior, and is worthy of being a routine intervention in psychiatric nursing practice. Keywords: Schizophrenia, Anxiety, Self-Control, Violent Behavior, Progressive Muscle Relaxation Therapy
Penerapan Terapi Hortikultura pada Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Hayuning Tyas Rahmadhani; Sri Padma Sari; Diyan Yuli Wijayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1737

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai oleh halusinasi, kecemasan, dan gangguan fungsi psikososial. Terapi hortikultura merupakan pendekatan nonfarmakologis berbasis aktivitas alam yang mampu merangsang fungsi kognitif dan emosional serta mendukung proses pemulihan klien skizofrenia. Namun, di Indonesia, bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi hortikultura individu berbasis komunitas terhadap gejala psikotik dan proses pemulihan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi hortikultura untuk menurunkan gejala halusinasi dan kecemasan serta meningkatkan proses pemulihan psikososial pada klien skizofrenia di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada tiga klien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Intervensi terapi hortikultura diberikan selama enam sesi dalam kurun waktu 10 hari. Pengukuran menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan Recovery Assessment Scale (RAS) versi Bahasa Indonesia. Setelah dilakukan intervensi, ketiga klien menunjukkan penurunan skor AHRS (25 menjadi 20; 22 menjadi 10; 22 menjadi 12) dan GAD-7 (15 menjadi11; 14 menjadi 6; 15 menjadi 9), serta peningkatan skor RAS (49 menjadi 60; 59 menjadi 70; 59 menjadi 64). Respons verbal dan perilaku klien juga menunjukkan peningkatan fokus, kestabilan emosi, dan motivasi untuk pemulihan. Terapi hortikultura efektif mengurangi tanda dan gejala halusinasi dan kecemasan serta mendukung proses pemulihan psikososial pada klien skizofrenia. Keywords: Skizofrenia; halusinasi; terapi hortikultura; kecemasan; pemulihan ABSTRACT Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by hallucinations, anxiety, and impaired psychosocial functioning. Horticultural therapy is a non-pharmacological, nature-based activity approach that can stimulate cognitive and emotional functions and support the recovery process in patients with schizophrenia. However, in Indonesia, scientific evidence on the effectiveness of community-based individual horticultural therapy on psychotic symptoms and recovery remains limited. This study aims to evaluate the effectiveness of community-based individual horticultural therapy in reducing hallucination and anxiety symptoms and improving psychosocial recovery in patients with schizophrenia. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving three schizophrenia patients with auditory hallucinations. The intervention consisted of six horticultural therapy sessions over two weeks. Measurements were conducted using the Indonesian version of the Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), and the Recovery Assessment Scale (RAS). Following the intervention, all three patients showed decreased AHRS scores (from 25 to 20; 22 to 10; 22 to 12) and GAD-7 scores (from 15 to 11; 14 to 6; 15 to 9), as well as increased RAS scores (from 49 to 60; 59 to 70; 59 to 64). Verbal and behavioral responses indicated improved focus, emotional stability, and motivation for recovery. Horticultural therapy is effective in reducing hallucinations and anxiety and supports psychosocial recovery in patients with schizophrenia. This intervention is feasible to integrate into community mental health nursing practice as an affordable, applicable, and sustainable complementary approach. Keywords: Schizophrenia; hallucinations; horticultural therapy; anxiety; recovery
Mitologi dan Sistem Penamaan Padi Ladang pada Masyarakat Tolaki: Pendekatan Etno-Ekologi terhadap Kearifan Lokal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Zainal; Sarlan Adi Jaya; Laxmi; Erens Elvianus Koodoh; Abdul Jalil; Danial
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1738

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitologi dan sistem penamaan padi ladang di kalangan masyarakat Tolaki yang tinggal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dengan pendekatan etno-ekologi. Dengan menggunakan metode etnografi, penelitian ini mengupas bagaimana mitologi berfungsi sebagai dasar kosmologis untuk praktik pertanian dan sistem pengetahuan tradisional dalam mengklasifikasikan varietas padi lokal. Hasil penelitian mengungkapkan dua temuan utama: Pertama, ada dua narasi mitologis yang saling melengkapi, yaitu mitologi tujuh anak Adam yang menghasilkan tiga jenis padi (putih, ketan, dan hitam) melalui konsep transformasi dan pengorbanan, serta mitologi padi dari pucuk bambu muda yang menekankan pentingnya kerjasama antarspesies antara manusia dan tikus. Kedua mitologi ini berfungsi sebagai charter myth yang memberikan legitimasi pada praktik pertanian dan identitas budaya Tolaki. Kedua, sistem klasifikasi etnobiologi mencakup 71 varietas padi ladang dengan sistem penamaan yang terstruktur berdasarkan enam kategori: asal geografis, karakteristik morfologi, analogi dengan organisme lain, sifat agronomi, nilai budaya, dan nama personal. Sistem penamaan ini berperan sebagai media penyimpanan pengetahuan ekologi tradisional yang menyimpan informasi tentang karakteristik, asal-usul, dan nilai budaya dari setiap varietas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman akan pentingnya integrasi pengetahuan tradisional dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pelestarian warisan budaya lokal.
Strategi Komunikasi Pemasaran Untuk Meningkatkan Pengunjung Mahira Coffee Bandar Lampung Obed Ebenezer; Budhi Waskito Waskito; Hanindyalaila Pienrasmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1740

Abstract

Studi ini mengenai bagaimana Mahira Coffee menerapkan Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan. Mengingat banyaknya kafe yang telah didirikan di Bandar Lampung, Mahira Coffee telah berusaha untuk lebih kreatif dalam menciptakan tempat yang nyaman untuk hang out atau tempat untuk beraktivitas. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Kopi Mahira. Studi ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Meningkatkan Kunjungan ke Mahira Coffee Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Mahira Coffee dalam meningkatkan jumlah kunjungan. Penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam. Sumber yang diwawancarai termasuk Pemilik Mahira Coffee, Karyawan Mahira Coffee, dan Konsumen Mahira Coffee. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi berperan dalam menentukan keberhasilan proses peningkatan kunjungan pelanggan ke Mahira Coffee Bandar Lampung. Mahira Coffee memiliki kekuatan konsep tempat yang estetis, layanan ramah, dan fasilitas yang memadai, yang menjadi daya tarik utama bagi segmen milenial dan Gen Z. Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa strategi SO (Strength-Opportunity) seperti aktif di media sosial dan mengadakan acara komunitas sangat efektif dalam menarik perhatian konsumen yang mengikuti tren digital dan budaya berkumpul. Strategi ST (Strength-Threat) digunakan untuk menghadapi persaingan ketat dengan menonjolkan layanan unggul dan memperkuat reputasi melalui testimoni pelanggan.
Tinjauan Pembuatan Beras Analog Berbasis Jagung sebagai Alternatif Diversifikasi Pangan Muhammad Rizky Ramadhan; Heny Kusumayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1741

Abstract

Permintaan terhadap beras sebagai bahan pangan pokok di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, sementara luas lahan sawah semakin berkurang. Diversifikasi pangan menjadi strategi penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap beras, salah satunya melalui pengembangan beras analog. Kajian ini bertujuan untuk meninjau potensi jagung sebagai bahan baku pembuatan beras analog dengan metode ekstrusi. Jagung memiliki kandungan gizi yang sebanding bahkan lebih tinggi dibandingkan beras, terutama dari segi protein dan lemak. Metode ekstrusi dinilai efektif karena mampu menghasilkan produk bertekstur dan berbentuk menyerupai beras alami, meskipun memerlukan peralatan dan pengetahuan teknis. Selain itu, beras analog dari jagung juga menunjukkan tingkat kesukaan yang baik dalam uji organoleptik. Oleh karena itu, beras analog berbasis jagung berpotensi menjadi solusi alternatif dalam mendukung ketahanan pangan nasional apabila didukung dengan inovasi teknologi dan edukasi masyarakat.
Efektivitas Produk Mobile Banking Pada Nasabah Generasi X Dalam Melakukan Transaksi Keuangan (Studi Pada Nasabah BRI Cabang Watampone) Andi Farah Ainun Auliyah.A.M; Arifin Arifin; Muhammad Abdi Buhasyim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas produk mobile banking BRI, khususnya aplikasi BRImo, dalam mendukung aktivitas transaksi keuangan nasabah Generasi X di BRI Cabang Watampone serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penggunaannya. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat efektivitas fitur-fitur BRImo dan apa saja hambatan yang dialami Generasi X dalam mengadopsi teknologi perbankan digital tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap nasabah Generasi X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa aplikasi BRImo efektif dan memudahkan transaksi, namun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan literasi digital, ketidakstabilan jaringan internet, serta kekhawatiran terhadap keamanan data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa produk mobile banking BRI cukup efektif digunakan oleh Generasi X, meskipun diperlukan peningkatan edukasi dan pengembangan fitur untuk mengatasi kendala yang ada. Implikasi penelitian ini mendorong pihak bank untuk memperkuat sosialisasi, peningkatan layanan teknis, serta pengembangan aplikasi yang lebih ramah pengguna untuk kelompok usia tersebut.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Mendapatkan Sertifikasi Halal Di Kalangan Para Pelaku Usaha Mikro Di Kabupaten Bone Nurul Dzakyya Syifa; Sitti Nikmah Marzuki; Rina Novianty
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1743

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses mendapatkan sertifikasi halal di kalangan pelaku usaha mikro di Kabupaten Bone. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pengetahuan pelaku usaha, kesadaran pentingnya sertifikasi halal, dan biaya sertifikasi halal. Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana keempat faktor tersebut memengaruhi niat dan kemauan pelaku usaha mikro untuk mengajukan sertifikasi halal sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan keagamaan dan kebutuhan pasar. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: (1) Apakah pengetahuan pelaku usaha berpengaruh terhadap sertifikasi halal, (2) Apakah kesadaran pentingnya sertifikasi halal berpengaruh terhadap sertifikasi halal, dan (3) Apakah biaya sertifikasi halal berpengaruh terhadap sertifikasi halal. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 170 pelaku usaha mikro di Kabupaten Bone. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple random sampling, dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Data yang diperoleh dari responden kemudian diolah untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap sertifikasi halal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengetahuan pelaku usaha berpengaruh terhadap sertifikasi halal, (2) Kesadaran pentingnya sertifikasi halal berpengaruh terhadap sertifikasi halal, dan (3) Biaya sertifikasi halal berpengaruh terhadap sertifikasi halal. Dengan demikian, sebagian besar hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti dan dapat diterima.
Kesiapan Guru Dalam Pembuatan Media Pembelajaranberbasis Canva Di SDN 007 Pangkalan Baru Syaidatil Akila; Febrina Dafit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis Canva di SDN 007 Pangkalan Baru. Kesiapan guru menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut guru mampu merancang pembelajaran berbasis teknologi secara kreatif dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima orang guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap aplikasi Canva masih bersifat konseptual dan belum terintegrasi secara optimal dalam pembelajaran. Keterampilan teknis guru dalam menggunakan Canva juga bervariasi; sebagian mampu menggunakan fitur dasar, namun masih mengalami kesulitan dalam membuat media ajar yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, kesiapan guru dipengaruhi oleh beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan minimnya dukungan kebijakan dari sekolah. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan praktik, komunitas belajar guru, serta penyediaan fasilitas pendukung sebagai strategi untuk meningkatkan kesiapan guru dalam memanfaatkan Canva sebagai media pembelajaran.
Pengaruh Model PBL Terhadap Kemampuan Kolaborasi Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SD Negeri 138 Pekanbaru Dinda Adeliya; Dea Mustika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan kolaborasi siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri 138 Pekanbaru. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan kolaborasi siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar.