cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Dinamika Perilaku Organisasi Dalam Perubahan Strategi Dan Tantangan Manajemen Hurin Faza Nabilah; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1726

Abstract

Isu strategis yang menjadi permasalahan pendidikan dewasa ini antara lain pencapaian mutu yang rendah melihat output dalam pendidikan, faktor yang berkaitan dengan issue value for money dan faktor akuntabilitas pendidikan. Perilaku Organisasi meliputi kumpulan yang kompleks mengenai ideologi, simbol, dan nilai inti yang berlaku dalam perusahaan dan mempengaruhi cara menjalankan usahanya. Mempertajam budaya organisasi merupakan tugas sentral kepemimpinan strategi yang efektif. Sedangkan dinamika kelompok mencakup bagaimana individu dalam kelompok berinteraksi, membentuk hubungan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana perilaku organisasi dan dinamika kelompok berpengaruh terhadap proses yang berpangkal dari perubahan cara berpikir (mindset). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) Sumber data primernya adalah teori perilaku organisasi dan dinamika kelompok. Sumber data sekundernya adalah teori perubahan, manajemen strategi, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan pikiran orang yang berada di dalam organisasi membentuk pikiran organisasi yang kemudian menghasilkan nilai-nilai sekolah, lalu kondisi tersebut menghasilkan tindakan yang baik. Komponen peningkatan produktivitas dalam konteks output pendidikan yaitu (1) sikap kerja; (2) tingkat keterampilan; (3) hubungan antara lingkungan; (4) manajemen produktivitas; (5) efisiensi tenaga kerja; dan (6) kewiraswastaan.
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Salah Satu Perusahan Perumahan Di Banten Urfanul Aulia; Heri Sapari Kahpi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory, dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh, melibatkan seluruh populasi sebanyak 42 karyawan sebagai responden. Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, ditemukan bahwa baik secara parsial maupun simultan, budaya organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin kuat budaya dan komitmen organisasi, maka semakin tinggi pula kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan.
Hubungan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil TM 3 Di Wilayah Kerja Puskesmas Sabrang Ika Sari Widayanti; Rifzul Maulina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1728

Abstract

Introduction: Anxiety during pregnancy poses a significant risk to both maternal and infant health. To address this, pregnant women's classes offer a group learning platform focused on various aspects of health during this period, including childbirth, postpartum care, and newborn care. These classes incorporate practical sessions utilizing the KIA Book. This study specifically aimed to determine the relationship between attending these classes and the anxiety levels of pregnant women in their third trimester as they approach labor. Research Methods: This study employed a quantitative analytic survey with a cross-sectional design. Data was collected from 30 respondents using the HARS questionnaire. For analysis, we used SPSS and performed a Chi-Square test, with a p-value of less than 0.05 indicating statistical significance. Research Results: Our research, conducted on the 30 respondents, yielded a p-value of 0.036 from the Chi-Square test, which is less than 0.05. Conclusion: Based on these findings, we conclude that there is a significant relationship between participation in pregnant women's classes and the level of anxiety experienced by third-trimester pregnant women facing labor at the Sabrang Health Center.
Hubungan Jarak Kehamilan Ibu Dengan Kejadian Anemia Di Puskesmas Kencong Kabupaten Jember Hani Pramita; Rani Safitri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1730

Abstract

Anemia in pregnant women is a national health concern that reflects the socioeconomic conditions of a population and has a significant impact on the quality of human resources. This condition poses a high risk to both maternal and fetal health, thus requiring serious attention from healthcare providers. According to the World Health Organization (WHO), anemia occurs when hemoglobin levels or the number of red blood cells fall below the normal range. At Kencong Community Health Center in Jember Regency, pregnant women with interpregnancy intervals of less than two years showed a higher tendency to experience anemia and pregnancy-related complications. This study applied a correlational design with a cross-sectional approach, involving a population of 83 pregnant women, from which 32 participants were selected using purposive sampling. Data were collected using observation sheets and checklists, then analyzed using the Chi-Square test. The results revealed that all pregnant women with interpregnancy intervals of less than two years were anemic, while no cases of anemia were found among those with spacing of more than two years. A p-value of 0.000 indicated a highly significant relationship between pregnancy spacing and the incidence of anemia. Therefore, it is recommended that women maintain a minimum two-year interval between pregnancies to allow for nutritional recovery and to prevent anemia in subsequent pregnancies.
Pemanfaatan Potensi Pesisir Melalui Ekonomi Biru Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Wilayah Pesisir Sabang & Jayapura Kevin Pramudya; Almadina Puspita Dewi; Nanda Luthfi Yani; Alvia Cahya Damar; Hilman Amri; Shahibah Yuliani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1731

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi biru, terutama di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan pengembangan ekonomi biru di wilayah pesisir Sabang, Provinsi Aceh dan Jayapura, Provinsi Papua sebagai upaya mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel akademik, data statistik, serta laporan lembaga pemerintah dari tahun 2021–2024. Hasil studi menunjukkan bahwa ekonomi biru berkontribusi terhadap sektor perikanan, akuakultur, pariwisata bahari, energi laut terbarukan, dan bioteknologi kelautan. Studi kasus di berbagai wilayah pesisir seperti Jayapura dan Sabang yang menunjukkan bahwa implementasi ekonomi biru dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika disertai dengan penguatan kelembagaan lokal, digitalisasi sistem kelautan, serta pendekatan berbasis keadilan dan hak-hak masyarakat adat. Namun demikian, implementasi ekonomi biru masih menghadapi tantangan berupa eksploitasi sumber daya, lemahnya kebijakan lintas sektor, keterbatasan teknologi, dan akses yang belum merata bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memastikan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas ekonomi biru dapat terwujud dalam pembangunan pesisir Indonesia.
Implementasi Fitur Chatroom Interaktif pada Website E-Commerce (Studi Kasus: CV XYZ) Yuna Ikbar Zaidan; Muhammad Andik Izzuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1733

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut perusahaan untuk menyediakan layanan digital yang cepat dan interaktif. Penelitian ini membahas proses pengembangan dan implementasi fitur chatroom pada website e-commerce CV XYZ menggunakan metodologi Scrum. Tujuan utama pengembangan ini adalah menciptakan sistem komunikasi yang real-time dan terintegrasi untuk mendukung efisiensi operasional tim sales dan pelayanan pelanggan. Evaluasi dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS), dengan hasil skor 70,83 yang termasuk kategori baik.
The Effectiveness of Breaststroke Training Using Slow Motion Video on Improving Basic Techniques of Physical Education Students at Pamulang University: The Effectiveness of Breaststroke Training Using Slow Motion Video on Improving Basic Techniques of Physical Education Students at Pamulang University Wendri Maryadi; Acep Rohmat Nurhidayat; Ilona Pratiwi Hutabarat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1734

Abstract

Abstract This study aims to examine the effectiveness of breaststroke swimming technique training using slow-motion video in improving the basic techniques of students in the Physical Education Program at Pamulang University. The research method employed was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The sample consisted of 40 students, divided into two groups: the experimental group received treatment using slow-motion video, while the control group underwent training using conventional demonstration methods. Assessment was conducted on five aspects of breaststroke technique: body position, arm movement, leg movement, breathing coordination, and movement rhythm.The results showed a significant improvement in technique scores in both groups, with the experimental group achieving a statistically higher improvement (p < 0.05). The average posttest score for the experimental group reached 20.15, while the control group only reached 16.85. The most notable improvements occurred in movement coordination and rhythm. The use of slow-motion video provided detailed visual feedback, allowing students to observe and correct movement errors independently. It can be concluded that slow-motion video is an effective learning medium for enhancing mastery of basic breaststroke techniques. These findings support the application of visual technology as an innovative strategy in motor skill learning, particularly in higher education physical education settings.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di Desa Kanigoro, Dusun Krajan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang Risma Andreani; Raden Maria Veronika Widiatrilupi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1735

Abstract

Dysmenorrhea is a common menstrual pain complaint experienced by adolescent girls, which can disrupt daily activities and reduce overall quality of life. One increasingly studied alternative for menstrual pain management is the use of herbal remedies, including red ginger (Zingiber officinale var. rubrum), known for its natural anti-inflammatory and analgesic properties. This study aims to evaluate the effect of red ginger extract on the intensity of dysmenorrhea among adolescent girls in Kanigoro Village, Pagelaran District, Malang Regency. Using a quasi-experimental method with a one-group pre-test post-test design, 30 participants received an oral intervention of red ginger extract. The Wilcoxon Signed Ranks Test showed a statistically significant difference in pain intensity before and after the intervention (p = 0.000), with pain levels decreasing from moderate and severe categories to mild or no pain. These findings suggest that red ginger extract is effective in alleviating menstrual pain and holds potential as a natural solution that can be widely applied within communities that embrace herbal-based traditions.
Terapi Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Ansietas pada Pasien Skizofrenia dengan Risiko Perilaku Kekerasan Efita Noverizah; Sri Padma Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1736

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang ditandai oleh gangguan pada pola pikir, emosi, dan perilaku. Salah satu gejala yang sering muncul adalah ansietas, yang jika tidak ditangani dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan. Terapi relaksasi otot progresif merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kontrol diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan perilaku kontrol diri pada pasien skizofrenia dengan risiko kekerasan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan quasi-eksperimental (one group pre-test and post-test). Tiga pasien skizofrenia di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang yang mengalami kecemasan dan berisiko kekerasan diberikan intervensi terapi relaksasi otot progresif selama tiga hari berturut-turut, masing-masing 10–15 menit per sesi. Instrumen GAD-7 digunakan untuk mengukur ansietas dan SLKI untuk menilai kontrol diri. Hasil penelitian menunjukkan Seluruh pasien mengalami penurunan skor GAD-7 dari tingkat kecemasan sedang menjadi ringan, dengan rata-rata penurunan 54,2%. Peningkatan skor kontrol diri juga terjadi pada ketiga pasien, dengan rata-rata peningkatan 25,6%. Secara subjektif, pasien melaporkan rasa lebih tenang, kualitas tidur membaik, dan kemampuan mengendalikan emosi meningkat. Terapi relaksasi otot progresif terbukti efektif dalam menurunkan ansietas dan meningkatkan kontrol diri pada pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan, serta layak dijadikan intervensi rutin dalam praktik keperawatan jiwa. Kata Kunci: Skizofrenia, Ansietas, Kontrol Diri, Perilaku Kekerasan, Terapi Relaksasi Otot Progresif Abstract Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by disturbances in thought patterns, emotions, and behavior. One of the symptoms that often appears is anxiety, which if left untreated can increase the risk of violent behavior. Progressive muscle relaxation therapy is an effective non-pharmacological intervention to reduce anxiety and increase self-control. The purpose of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing anxiety and increasing self-control behavior in schizophrenia patients at risk of violence. This study used a case study design with a quasi-experimental approach (one group pre-test and post-test). Three schizophrenia patients at Dr. Amino Gondohutomo Mental Hospital Semarang who experienced anxiety and were at risk of violence were given progressive muscle relaxation therapy intervention for three consecutive days, each session for 10–15 minutes. The GAD-7 instrument was used to measure anxiety and SLKI to assess self-control. The results showed that all patients experienced a decrease in GAD-7 scores from moderate to mild anxiety levels, with an average decrease of 54.2%. An increase in self-control scores also occurred in all three patients, with an average increase of 25.6%. Subjectively, patients reported feeling calmer, improved sleep quality, and increased ability to control emotions. Progressive muscle relaxation therapy has been shown to be effective in reducing anxiety and increasing self-control in schizophrenia patients at risk for violent behavior, and is worthy of being a routine intervention in psychiatric nursing practice. Keywords: Schizophrenia, Anxiety, Self-Control, Violent Behavior, Progressive Muscle Relaxation Therapy
Penerapan Terapi Hortikultura pada Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Hayuning Tyas Rahmadhani; Sri Padma Sari; Diyan Yuli Wijayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1737

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai oleh halusinasi, kecemasan, dan gangguan fungsi psikososial. Terapi hortikultura merupakan pendekatan nonfarmakologis berbasis aktivitas alam yang mampu merangsang fungsi kognitif dan emosional serta mendukung proses pemulihan klien skizofrenia. Namun, di Indonesia, bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi hortikultura individu berbasis komunitas terhadap gejala psikotik dan proses pemulihan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi hortikultura untuk menurunkan gejala halusinasi dan kecemasan serta meningkatkan proses pemulihan psikososial pada klien skizofrenia di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada tiga klien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Intervensi terapi hortikultura diberikan selama enam sesi dalam kurun waktu 10 hari. Pengukuran menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan Recovery Assessment Scale (RAS) versi Bahasa Indonesia. Setelah dilakukan intervensi, ketiga klien menunjukkan penurunan skor AHRS (25 menjadi 20; 22 menjadi 10; 22 menjadi 12) dan GAD-7 (15 menjadi11; 14 menjadi 6; 15 menjadi 9), serta peningkatan skor RAS (49 menjadi 60; 59 menjadi 70; 59 menjadi 64). Respons verbal dan perilaku klien juga menunjukkan peningkatan fokus, kestabilan emosi, dan motivasi untuk pemulihan. Terapi hortikultura efektif mengurangi tanda dan gejala halusinasi dan kecemasan serta mendukung proses pemulihan psikososial pada klien skizofrenia. Keywords: Skizofrenia; halusinasi; terapi hortikultura; kecemasan; pemulihan ABSTRACT Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by hallucinations, anxiety, and impaired psychosocial functioning. Horticultural therapy is a non-pharmacological, nature-based activity approach that can stimulate cognitive and emotional functions and support the recovery process in patients with schizophrenia. However, in Indonesia, scientific evidence on the effectiveness of community-based individual horticultural therapy on psychotic symptoms and recovery remains limited. This study aims to evaluate the effectiveness of community-based individual horticultural therapy in reducing hallucination and anxiety symptoms and improving psychosocial recovery in patients with schizophrenia. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving three schizophrenia patients with auditory hallucinations. The intervention consisted of six horticultural therapy sessions over two weeks. Measurements were conducted using the Indonesian version of the Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), and the Recovery Assessment Scale (RAS). Following the intervention, all three patients showed decreased AHRS scores (from 25 to 20; 22 to 10; 22 to 12) and GAD-7 scores (from 15 to 11; 14 to 6; 15 to 9), as well as increased RAS scores (from 49 to 60; 59 to 70; 59 to 64). Verbal and behavioral responses indicated improved focus, emotional stability, and motivation for recovery. Horticultural therapy is effective in reducing hallucinations and anxiety and supports psychosocial recovery in patients with schizophrenia. This intervention is feasible to integrate into community mental health nursing practice as an affordable, applicable, and sustainable complementary approach. Keywords: Schizophrenia; hallucinations; horticultural therapy; anxiety; recovery