cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Penerapan PHBS dengan Pola Hidup Sehat pada Anak di SDN 11 Pagi Ciracas Jakarta Timur Sherly Shaudy; Titik Setiyaningrum; Ira Kusumawati; Rahayu Maharani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7922

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah. Anak sekolah dasar masih rentan terhadap masalah kesehatan apabila perilaku hidup bersih dan sehat tidak diterapkan secara optimal. Pengetahuan dan penerapan PHBS diharapkan dapat membentuk pola hidup sehat sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pola hidup sehat pada anak di SDN 11 Pagi Ciracas Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V di SDN 11 Pagi Ciracas Jakarta Timur sebanyak 94 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan PHBS kategori baik sebanyak 88 siswa (93,6%)dan kategori kurang sebanyak 6 siswa (6,4%), penerapan PHBS kategori baik sebanyak 91 siswa (96,8%) dan kategori kurang sebanyak 3 siswa (3,2%), serta pola hidup sehat sebanyak 92 siswa (97,9%) dan kategori tidak sehat yaitu sebanyak 2 siswa (2,1%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat pengetahuan PHBS dengan pola hidup sehat diperoleh nilai p-value = 0,124 (p > 0,05) dengan Odds Ratio (OR) = 17,400, sedangkan hubungan antara penerapan PHBS dengan pola hidup sehat diperoleh nilai p-value = 1,000 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan maupun penerapan PHBS dengan pola hidup sehat pada anak di SDN 11 Pagi Ciracas Jakarta Timur. Meskipun demikian, secara deskriptif sebagian besar siswa telah memiliki pengetahuan, penerapan PHBS, dan pola hidup sehat yang baik, sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Literasi Pendidikan pada Keluarga Nelayan: Strategi Komunikasi Efektif dalam Mencegah Putus Sekolah di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka Yusuf Yusuf
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia merupakan salah satu tujuan negara dalam mencerdaskan bangsa yang ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam literasi pendidikan dalam keluarga nelayan serta strategi komunikasi yang diterapkan dalam mencegah terjadinya putus sekolah. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian mengenai Literasi Pendidikan pada Keluarga Nelayan: Strategi Komunikasi Efektif dalam Mencegah Putus Sekolah di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, dapat disimpulkan bahwa literasi pendidikan pada keluarga nelayan masih berada pada tingkat yang beragam. Sebagian besar orang tua telah memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan formal bagi masa depan anak, namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya diimplementasikan dalam bentuk pendampingan belajar dan keterlibatan aktif dalam proses pendidikan anak.
Efektivitas Implementasi Metode Ummi Dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur'an Wiji Lestri Lestari; Taufuq Fauzan Ginanjar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca Al-Quran dengan tartil sesuai kaidah tajwid dan makharij al-huruf merupakan kebutuhan mendasar pendidikan Islam, namun banyak siswa SMA mengalami kesulitan dalam kelancaran dan ketepatan bacaan. Penelitian ini menganalisis efektivitas implementasi Metode Ummi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran di SMA Trisula Tempursari. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menargetkan seluruh populasi siswa kelas X-XII yang mengikuti program Ummi, dengan sampel purposif meliputi 4 guru bersertifikat Ummi dan siswa terpilih berdasarkan placement test. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan selama tiga siklus pada ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran bacaan, motivasi, dan partisipasi aktif 55 siswa. Metode Ummi terbukti efektif melalui pendekatan bahasa ibu, manajemen kelas terstruktur, dan supervisi guru bersertifikat.
The Influence of Human Resources Quality and Supporting Facilities on the Quality of Health Services (A Study of PT Hasnur Riung Sinergi's COVID-19 Positive Employee Management Vendors Throughout South Kalimantan) Adhitya Chandra Setyawan; Sulastini Sulastini; Mohammad Zainul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine and analyze the influence of the quality of human resources (HR) in healthcare and supporting infrastructure on the quality of healthcare services provided by healthcare vendors to employees of PT. Hasnur Riung Sinergi in South Kalimantan, particularly during the COVID-19 response. This research is expected to provide an overview of the factors that determine the quality of healthcare services within the company. The research method used was a quantitative approach with an explanatory research design. The study sample consisted of 95 respondents, patients or employees of PT. Hasnur Riung Sinergi at the AGM Block 3 site in Hulu Sungai Selatan Regency and the AGM Block 4 site in Tapin Regency who had previously tested positive for Covid-19 and received services from a healthcare vendor. Data were collected through a questionnaire and analyzed using multiple linear regression techniques with the help of SPSS version 25. The results of the study show that the quality of health human resources and supporting infrastructure have a significant influence on the quality of health services, both partially and simultaneously. The conclusion of this study is that improving the competence of health human resources and the completeness of supporting infrastructure are key factors in improving the quality of vendor health services, thus having a direct impact on patient satisfaction and safety.
Problematika Penggunaan Gadget Terhadap Kemampuan Santri Dalam Hafalan Al-Qur'an (Studi Analisis Pada Santri Putri Kelas V Di Ma'had Tahfidz Al-Qur'an Al-Manshuroh Purbalingga) Wulidah Tisngatin; Taufiq Fauzan Ginanjar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7932

Abstract

Evolusi teknologi digital membawa tantangan baru bagi institusi Ma'had Tahfidz, di mana penggunaan gawai sering kali menjadi sumber distraksi kognitif bagi santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi dan problematika penggunaan gadget dengan prestasi hafalan Al-Qur'an pada santri putri kelas V di Ma'had Tahfidz Al-Qur'an Al-Manshuroh, Purbalingga. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal, penelitian ini melibatkan seluruh populasi santri putri kelas V (25 responden) melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dokumentasi nilai rapor hafalan resmi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,98, yang mengindikasikan hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 98,42 - 0,16 X1 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,958. Hal ini membuktikan bahwa 95,8% variasi nilai hafalan dipengaruhi oleh intensitas dan problematika penggunaan gawai. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkendali mendegradasi konsentrasi dan alokasi waktu muroja'ah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi terintegrasi dan penguatan literasi digital berbasis karakter di lingkungan pesantren untuk menjaga kualitas hafalan santri di era digital.
Analysis Of Factors Determining Supply Chain Resilience: A Study Of The Manufacturing Industry In Indonesia In The Era Of Global Volatility Andi Abrar Dirgahayu; Indra Yusba Permatasari; Suryanti Suryanti; Mahfudnurjamamuddin Mahfudnurjamamuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7933

Abstract

The study analyzes the crucial determinant factors for enhancing Supply Chain Resilience (SCR) in Indonesia's manufacturing sector amidst the unprecedented era of Global Volatility (VUCA). The national manufacturing industry, which contributes significantly to the GDP yet remains heavily dependent on imported raw materials and is vulnerable to domestic logistical complexity, faces substantial risks from geopolitical tensions, macro-economic fluctuations, and technological disruptions. Traditional lean supply chain models have proven inadequate, making SCR an urgent strategic imperative for maintaining competitiveness and profitability. The main objective of this study is to identify the most effective determinant factors contributing to SCR development to ensure optimal resource allocation for companies. This research uses an explanatory quantitative approach, with data collection through structured questionnaires. Data analysis is performed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) to test the relationships between five determinant constructs (Digital Capability/Visibility, Strategic Agility, Collaborative Relations, Redundancy & Diversification, and Government Policy Support) against Supply Chain Resilience (Y). Conceptual findings and preliminary analysis indicate that Visibility and Collaboration are fundamental proactive capabilities. Visibility, supported by technologies like IoT and big data analytics, is crucial for the Anticipation phase by providing real-time disruption signals from Tier-N suppliers. Conversely, Collaboration based on trust enables risk-sharing and rapid Adaptation, transforming fragmented supply chains into a cohesive ecosystem. Therefore, manufacturing companies are advised to prioritize investment in bridging the digital gap with lower-tier partners and strengthening relational capital to achieve sustainable resilience amidst global turbulence.
Sense of Place pada Masyarakat Tepi Sungai Berisiko Banjir: Studi Kasus Permukiman Tepi Kali Angke Kota Tangerang Aphrodita Puspateja; Roselin Vanisa Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7934

Abstract

Permukiman tepi sungai berisiko banjir sering dipersepsikan sebagai kawasan yang tidak layak huni dan menjadi prioritas relokasi, namun pada kenyataannya banyak masyarakat tetap bertahan dan membangun hubungan yang kuat dengan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep sense of place pada masyarakat yang bermukim di permukiman tepi Kali Angke, Kota Tangerang, dengan meninjau tiga dimensi utama, yaitu place identity, place attachment, dan place dependence. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan di Kelurahan Pedurenan dan Kelurahan Pinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki sense of place yang tergolong tinggi meskipun berada pada kawasan dengan tingkat kerawanan banjir yang tinggi, dengan place dependence sebagai dimensi yang paling dominan, diikuti oleh place attachment dan place identity. Ketergantungan masyarakat terhadap tempat tinggalnya dipengaruhi oleh kemudahan akses fasilitas, peluang ekonomi, keterjangkauan biaya hidup, serta kuatnya jaringan sosial. Pengalaman hidup jangka panjang dan pengalaman kolektif menghadapi banjir membentuk identitas dan keterikatan emosional yang kuat, didukung oleh berbagai bentuk adaptasi fisik dan sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa sense of place tidak selalu melemah dalam kondisi kerentanan lingkungan, tetapi justru dapat terbentuk dan menguat melalui proses adaptasi dan ketahanan sosial, sehingga memberikan implikasi penting bagi perencanaan wilayah dan tata ruang kawasan permukiman tepi sungai berisiko banjir agar lebih adaptif bencana.
GEWE Acceptance, Conjugal Moral Configuration, and the Plurality of Marital Resilience: A Comparative Analysis of Gender Role Ideology in Indonesian Couples Iwan Zaenul Fuad; Mohammad Fateh; Anindya Aryu Inayati; Abdul Hamid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7935

Abstract

This study analyzes the influence of gender role ideology on marital stability through two lenses: first, the acceptance of Gender Equality and Women's Empowerment (GEWE); and second, the structure of Conjugal Moral Judgment (CMJ) and Conjugal Moral Resiliency (CMR). The study involved three ideological groups: Egalitarian (N=84), Patriarchal (N=13), and Matriarchal (N=16). In terms of GEWE acceptance, all groups showed generally positive acceptance, with the Egalitarian group having the highest average acceptance, but all groups exhibited uniform rejection toward the Reproductive Health (RH) agenda (M=2.48), indicating a pervasive moral boundary related to the Sanctity foundation. The primary finding is the discovery of a plurality of moral strategies in maintaining marital integrity. Structurally, the Egalitarian group demonstrates a significant Institutional Gap in CMJ, prioritizing individualizing foundations (Care and Fairness) far above binding foundations (Loyalty and Authority). Crucially, this study introduces the concept of CMR and measures it using Standard Deviation (SD) as an indicator of internal moral consensus. The results show that the Patriarchal group employs a Uniform Institutional Strategy with the lowest CMR SD (SD=0.13), signifying the highest moral consensus and predictability. In contrast, the Egalitarian group utilizes a Flexible Individual Strategy with a relatively higher CMR SD (SD=0.16), indicating greater moral negotiation and adaptation. This research contributes substantively by shifting the focus from "what is believed" to "how uniform is that belief" (measured by SD), proving that gender ideology dictates not only moral configuration but also the consistency of marital resilience mechanisms. The findings recommend that family strengthening policies must accommodate the plurality of strategies—whether institution-based (Patriarchal/Matriarchal) or individual-based (Egalitarian)—rather than imposing uniformity.
Perlindungan Hukum Bagi Pasien Yang Menerima Layanan Medis Dari Dokter Dodi Mustika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7936

Abstract

Pelayanan medis yang diberikan oleh dokter merupakan bagian penting dalam memastikan hak masyarakat atas kesehatan. Namun, dalam situasi nyata, hubungan antara dokter dan pasien dapat menjadi tidak adil. Pasien seringkali memiliki pengetahuan yang lebih sedikit tentang masalah medis, yang menempatkan mereka pada posisi yang lebih lemah. Hal ini dapat mengakibatkan pelanggaran hak-hak mereka, misalnya ketika dokter melakukan kesalahan, melakukan perawatan tanpa persetujuan yang tepat, atau gagal memenuhi standar profesional. Untuk mencegah hal ini, penting untuk memiliki perlindungan hukum bagi pasien agar tercipta keadilan dalam perawatan medis. Studi ini meneliti berbagai cara pasien dapat dilindungi secara hukum ketika menerima perawatan dari dokter, serta bagaimana dokter dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum jika mereka melanggar aturan. Penelitian ini menggunakan metode hukum yang meneliti undang-undang, gagasan hukum, dan putusan pengadilan untuk memahami masalah-masalah ini. Studi ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum pasien tercakup oleh beberapa perangkat hukum, seperti undang-undang tentang perawatan medis, peraturan kesehatan, dan pedoman etika medis. Aturan-aturan ini membantu mencegah masalah dan juga menangani masalah ketika terjadi. Namun, penerapan perlindungan ini sulit dilakukan karena hal-hal seperti kasus yang sulit dibuktikan dan kurangnya pengetahuan pasien tentang hukum. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk melindungi pasien dengan lebih baik, perlu ada lebih banyak edukasi tentang hukum, informasi yang lebih jelas dari penyedia layanan medis, dan penegakan aturan yang lebih kuat. Hal ini akan membantu menciptakan hubungan yang lebih adil dan seimbang antara dokter dan pasien
Pemilihan Presiden Oleh DPR : Analisis Yuridis Terhadap Prinsip Demokrasi Konstitusional Evalina Sonya Djehamur; Sam Meldrian Althonsius Oematan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7937

Abstract

Wacana pemilihan presiden oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mengemuka dalam diskursus ketatanegaraan Indonesia dan menimbulkan perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip demokrasi konstitusional yang dianut dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasca-amandemen. Di satu sisi, mekanisme pemilihan oleh DPR dipandang berpotensi meningkatkan efisiensi politik, menekan biaya pemilu, serta mengurangi konflik elektoral. Namun di sisi lain, wacana tersebut dinilai berisiko mereduksi kedaulatan rakyat, melemahkan legitimasi presiden, serta mengganggu desain sistem presidensial yang dibangun pasca reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pengaturan pemilihan presiden dalam UUD 1945, serta menguji kesesuaian wacana pemilihan presiden oleh DPR dalam perspektif demokrasi konstitusional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis terbatas, menggunakan bahan hukum primer berupa UUD 1945, risalah amandemen, dan putusan Mahkamah Konstitusi, serta bahan hukum sekunder dan tersier yang relevan, yang dianalisis secara kualitatif melalui penalaran dan argumentasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat pasca-amandemen merupakan pilihan desain konstitusional yang sadar untuk mengembalikan kedaulatan rakyat secara nyata, memperkuat legitimasi demokratis presiden, serta membangun mekanisme checks and balances yang seimbang dalam sistem presidensial. Sebaliknya, pemilihan presiden oleh DPR secara normatif tidak memiliki dasar konstitusional tekstual dalam UUD 1945 yang berlaku saat ini. Dari perspektif demokrasi konstitusional, mekanisme tersebut berpotensi menimbulkan kelemahan dalam aspek representasi substantif, akuntabilitas demokratis, dan perlindungan hak politik rakyat, serta berimplikasi yuridis pada melemahnya pemisahan kekuasaan dan independensi presiden sebagai pemegang mandat rakyat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan presiden oleh DPR tidak sejalan dengan prinsip demokrasi konstitusional dan desain sistem presidensial UUD 1945 pasca-amandemen, kecuali dilakukan melalui perubahan konstitusi yang sah dan demokratis. Oleh karena itu, disarankan agar penguatan demokrasi di Indonesia difokuskan pada penyempurnaan mekanisme pemilihan langsung presiden, peningkatan kualitas representasi dan akuntabilitas DPR, serta penguatan pendidikan politik rakyat, guna menjaga konsistensi pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam kerangka negara hukum yang demokratis.