cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
GEWE Acceptance, Conjugal Moral Configuration, and the Plurality of Marital Resilience: A Comparative Analysis of Gender Role Ideology in Indonesian Couples Iwan Zaenul Fuad; Mohammad Fateh; Anindya Aryu Inayati; Abdul Hamid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7935

Abstract

This study analyzes the influence of gender role ideology on marital stability through two lenses: first, the acceptance of Gender Equality and Women's Empowerment (GEWE); and second, the structure of Conjugal Moral Judgment (CMJ) and Conjugal Moral Resiliency (CMR). The study involved three ideological groups: Egalitarian (N=84), Patriarchal (N=13), and Matriarchal (N=16). In terms of GEWE acceptance, all groups showed generally positive acceptance, with the Egalitarian group having the highest average acceptance, but all groups exhibited uniform rejection toward the Reproductive Health (RH) agenda (M=2.48), indicating a pervasive moral boundary related to the Sanctity foundation. The primary finding is the discovery of a plurality of moral strategies in maintaining marital integrity. Structurally, the Egalitarian group demonstrates a significant Institutional Gap in CMJ, prioritizing individualizing foundations (Care and Fairness) far above binding foundations (Loyalty and Authority). Crucially, this study introduces the concept of CMR and measures it using Standard Deviation (SD) as an indicator of internal moral consensus. The results show that the Patriarchal group employs a Uniform Institutional Strategy with the lowest CMR SD (SD=0.13), signifying the highest moral consensus and predictability. In contrast, the Egalitarian group utilizes a Flexible Individual Strategy with a relatively higher CMR SD (SD=0.16), indicating greater moral negotiation and adaptation. This research contributes substantively by shifting the focus from "what is believed" to "how uniform is that belief" (measured by SD), proving that gender ideology dictates not only moral configuration but also the consistency of marital resilience mechanisms. The findings recommend that family strengthening policies must accommodate the plurality of strategies—whether institution-based (Patriarchal/Matriarchal) or individual-based (Egalitarian)—rather than imposing uniformity.
Perlindungan Hukum Bagi Pasien Yang Menerima Layanan Medis Dari Dokter Dodi Mustika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7936

Abstract

Pelayanan medis yang diberikan oleh dokter merupakan bagian penting dalam memastikan hak masyarakat atas kesehatan. Namun, dalam situasi nyata, hubungan antara dokter dan pasien dapat menjadi tidak adil. Pasien seringkali memiliki pengetahuan yang lebih sedikit tentang masalah medis, yang menempatkan mereka pada posisi yang lebih lemah. Hal ini dapat mengakibatkan pelanggaran hak-hak mereka, misalnya ketika dokter melakukan kesalahan, melakukan perawatan tanpa persetujuan yang tepat, atau gagal memenuhi standar profesional. Untuk mencegah hal ini, penting untuk memiliki perlindungan hukum bagi pasien agar tercipta keadilan dalam perawatan medis. Studi ini meneliti berbagai cara pasien dapat dilindungi secara hukum ketika menerima perawatan dari dokter, serta bagaimana dokter dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum jika mereka melanggar aturan. Penelitian ini menggunakan metode hukum yang meneliti undang-undang, gagasan hukum, dan putusan pengadilan untuk memahami masalah-masalah ini. Studi ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum pasien tercakup oleh beberapa perangkat hukum, seperti undang-undang tentang perawatan medis, peraturan kesehatan, dan pedoman etika medis. Aturan-aturan ini membantu mencegah masalah dan juga menangani masalah ketika terjadi. Namun, penerapan perlindungan ini sulit dilakukan karena hal-hal seperti kasus yang sulit dibuktikan dan kurangnya pengetahuan pasien tentang hukum. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk melindungi pasien dengan lebih baik, perlu ada lebih banyak edukasi tentang hukum, informasi yang lebih jelas dari penyedia layanan medis, dan penegakan aturan yang lebih kuat. Hal ini akan membantu menciptakan hubungan yang lebih adil dan seimbang antara dokter dan pasien
Pemilihan Presiden Oleh DPR : Analisis Yuridis Terhadap Prinsip Demokrasi Konstitusional Evalina Sonya Djehamur; Sam Meldrian Althonsius Oematan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7937

Abstract

Wacana pemilihan presiden oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mengemuka dalam diskursus ketatanegaraan Indonesia dan menimbulkan perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip demokrasi konstitusional yang dianut dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasca-amandemen. Di satu sisi, mekanisme pemilihan oleh DPR dipandang berpotensi meningkatkan efisiensi politik, menekan biaya pemilu, serta mengurangi konflik elektoral. Namun di sisi lain, wacana tersebut dinilai berisiko mereduksi kedaulatan rakyat, melemahkan legitimasi presiden, serta mengganggu desain sistem presidensial yang dibangun pasca reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pengaturan pemilihan presiden dalam UUD 1945, serta menguji kesesuaian wacana pemilihan presiden oleh DPR dalam perspektif demokrasi konstitusional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis terbatas, menggunakan bahan hukum primer berupa UUD 1945, risalah amandemen, dan putusan Mahkamah Konstitusi, serta bahan hukum sekunder dan tersier yang relevan, yang dianalisis secara kualitatif melalui penalaran dan argumentasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat pasca-amandemen merupakan pilihan desain konstitusional yang sadar untuk mengembalikan kedaulatan rakyat secara nyata, memperkuat legitimasi demokratis presiden, serta membangun mekanisme checks and balances yang seimbang dalam sistem presidensial. Sebaliknya, pemilihan presiden oleh DPR secara normatif tidak memiliki dasar konstitusional tekstual dalam UUD 1945 yang berlaku saat ini. Dari perspektif demokrasi konstitusional, mekanisme tersebut berpotensi menimbulkan kelemahan dalam aspek representasi substantif, akuntabilitas demokratis, dan perlindungan hak politik rakyat, serta berimplikasi yuridis pada melemahnya pemisahan kekuasaan dan independensi presiden sebagai pemegang mandat rakyat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan presiden oleh DPR tidak sejalan dengan prinsip demokrasi konstitusional dan desain sistem presidensial UUD 1945 pasca-amandemen, kecuali dilakukan melalui perubahan konstitusi yang sah dan demokratis. Oleh karena itu, disarankan agar penguatan demokrasi di Indonesia difokuskan pada penyempurnaan mekanisme pemilihan langsung presiden, peningkatan kualitas representasi dan akuntabilitas DPR, serta penguatan pendidikan politik rakyat, guna menjaga konsistensi pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam kerangka negara hukum yang demokratis.
A Quality-Based Human Resource Performance Development Model in Private Higher Education: A Case Study at Muhammadiyah University of Tangerang Dudung Hadiwijaya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7938

Abstract

This study examines a quality-based human resource performance development model in private higher education, with a specific case study at Muhammadiyah University of Tangerang. The research is grounded in the growing need for private universities to strengthen human resource performance to enhance academic quality, institutional competitiveness, and stakeholder trust. The objective of this study is to analyze the design, implementation, and effectiveness of a quality-oriented performance development model for academic staff. A qualitative case study approach was employed, using data collection methods that included in-depth interviews, observations, and document analysis involving university leaders, human resource managers, and lecturers. The findings reveal that a quality-based performance development model is built upon competency standards, continuous professional development programs, measurable performance indicators, and integrated quality assurance mechanisms. Key supporting factors include leadership commitment, structured evaluation systems, and training aligned with institutional quality targets. The model contributes to improvements in teaching effectiveness, research productivity, and academic service. The study concludes that integrating quality assurance principles into human resource performance development provides a sustainable framework for strengthening lecturer performance in private higher education institutions.
Human Resource Management in Improving Lecturer Performance at Private Higher Education Institutions Dudung Hadiwijaya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7939

Abstract

Human Resource Management (HRM) plays a strategic role in improving lecturer performance at private higher education institutions, particularly in facing increasing competition, quality assurance demands, and rapid changes in the educational environment. This study aims to analyze HRM strategies and their impact on lecturer performance, including aspects of recruitment, training and development, performance appraisal, compensation, and motivation systems. The research uses a qualitative descriptive approach with data collected through interviews, observations, and document analysis at selected private higher education institutions. The findings indicate that effective HRM practices especially continuous professional development, transparent performance evaluation, and merit-based reward systems significantly contribute to enhancing lecturer productivity, teaching quality, research output, and community service engagement. Institutional leadership support and organizational culture are also found to be critical factors in strengthening HRM implementation. The study concludes that integrated and quality-oriented HRM systems are essential to sustainably improve lecturer performance and institutional competitiveness.
KRITIK PENGARANG TERHADAP EKSPLOITASI ALAM DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENUNGGU DI LORONG MENUJU LAUT KARYA DIAN PURNOMO: KAJIAN EKOKRITIK DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA DI SMA Ida Ayu Putu Sri Parmini Wati; I Nyoman Yasa; Gde Artawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7940

Abstract

This study aims to describe the story structure of the novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut, the author's criticism of the exploitation of nature in the novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut, and its relevance as a literary teaching material in high school. The data collection method in this study uses documentation, observation, and interviews. The analysis technique used is a qualitative descriptive analysis technique. The results of this study are three: (1) the story structure of the novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut by Dian Purnomo which consists of story facts, themes, literary devices, (2) the author's criticism of the exploitation of nature in the novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut by Dian Purnomo which is expressed through the thoughts, attitudes, and behavior of the characters, and (3) its relevance as a literary teaching material in high school which is reviewed for relevance, consistency, and adequacy in the teaching material of Writing Good Practices and Stories About the Environment (Short Stories and Novels).
PENGARUH PENGUNGKAPAN SUSTAIBLITY REPORT, EMISI KARBON, KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR INDONESIA Akmal Yuma Purwono; Kiryanto Kiryanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7942

Abstract

Perusahaan manufaktur di Indonesia menghadapi tekanan meningkat untuk memaksimalkan nilai perusahaan sambil menangani isu keberlanjutan di tengah rendahnya tingkat pelaporan ESG. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengungkapan sustainability report, emisi karbon, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur terdaftar di BEI periode 2022-2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linear berganda, populasi meliputi seluruh perusahaan manufaktur di BEI, dengan sampel purposive 33 perusahaan (99 observasi). Data sekunder dari laporan keuangan dan pengungkapan keberlanjutan dianalisis melalui SPSS 27, termasuk uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan R². Hasil menunjukkan pengungkapan sustainability report berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan (sig=0,000), sedangkan emisi karbon dan kinerja lingkungan tidak signifikan. Ukuran perusahaan memoderasi negatif hubungan sustainability report dan emisi karbon, namun tidak kinerja lingkungan. Secara simultan, variabel menjelaskan 37,4% variasi nilai perusahaan. Kesimpulannya, pengungkapan ESG substantif di luar kepatuhan diperlukan untuk hindari sinyal negatif investor.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Memperkuat Kompetensi Pedagogik Guru: Studi Kasus Di Sdn Sinarsari Dan Sdn Neglasari, Kecamatan Ciranjang, Indonesia Resna Yuanda Syarip; Ayi Najmul Hidayat; Sobari Sobari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the role of transformational leadership in strengthening the pedagogical competence of elementary school teachers within the context of Indonesia’s Merdeka Curriculum implementation. Employing a qualitative case study design, the research was conducted at two public elementary schools, namely SDN Sinarsari and SDN Neglasari, located in Ciranjang District, Cianjur Regency. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis, involving 12 participants consisting of school principals, teachers, and educational staff. The findings reveal three main themes: (1) exemplary leadership that inspires teachers through professional role modeling, (2) humanistic academic supervision that emphasizes dialogic coaching rather than inspection, and (3) collaborative empowerment through school-based professional development. These transformational leadership practices were found to contribute significantly to improvements in lesson planning quality, classroom instructional strategies, and teachers’ professional confidence. The study concludes that transformational leadership, when grounded in relational and context-sensitive approaches, can function as an effective catalyst for pedagogical improvement, particularly in schools facing limited resources. The findings reinforce theoretical perspectives on localized leadership models and offer practical guidance for school principals and policymakers in efforts to enhance instructional quality. Future research is recommended to examine the long-term impact and scalability of transformational leadership practices across diverse educational contexts.
Hubungan Pengetahuan dan Status Pekerjaan dengan Perilaku Mengatasi Morning Sickness terhadap Ibu Hamil Trimester I Di Klinik Alisa Adelina Fitri Tanjung; Eka Ristin Tarigan; Putri Nadila; Merry Lumban Gaol
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morning sickness merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I yang ditandai dengan mual dan muntah, dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada status gizi serta kesehatan ibu dan janin. Pengetahuan dan status pekerjaan diduga berperan dalam membentuk perilaku ibu hamil dalam mengatasi morning sickness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan status pekerjaan dengan perilaku mengatasi morning sickness pada ibu hamil trimester I di Klinik Alisa. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester I yang melakukan pemeriksaan Antenatal Care di Klinik Alisa, dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang morning sickness (45,4%), berstatus bekerja (81,8%), dan menunjukkan perilaku positif dalam mengatasi morning sickness (63,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku mengatasi morning sickness (p value = 0,01), serta terdapat hubungan yang signifikan antara status pekerjaan dengan perilaku mengatasi morning sickness (p value = 0,02). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan status pekerjaan dengan perilaku ibu hamil dalam mengatasi morning sickness. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kesehatan kehamilan, khususnya terkait penanganan morning sickness, guna mendorong perilaku positif pada ibu hamil trimester I.
Tuberkulosis Paru Pada Pekerja Dalam Perspektif Kebijakan Kesehatan: Literature Review Fithri Handayani Lubis; Inayyah Nur Fitry Sirajuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7945

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan beban yang tinggi pada kelompok usia produktif. Pekerja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap TB paru akibat paparan lingkungan kerja yang tidak sehat serta keterbatasan implementasi kebijakan kesehatan kerja. Dalam konteks tersebut, pengendalian TB pada pekerja perlu ditinjau tidak hanya dari aspek klinis, tetapi juga dari perspektif kebijakan kesehatan. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mengkaji bukti ilmiah mengenai tuberkulosis paru pada pekerja dalam perspektif kebijakan kesehatan, meliputi beban penyakit, faktor risiko di tempat kerja, kebijakan dan regulasi yang ada, serta tantangan implementasinya. Metode: Penelitian ini merupakan literature review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik utama dan repositori kebijakan menggunakan kata kunci terkait TB, pekerja, kesehatan kerja, dan kebijakan. Artikel yang diikutkan adalah publikasi lima tahun terakhir (≥2021), tersedia full-text, dan membahas TB pada pekerja serta implikasi kebijakan kesehatan. Sintesis data dilakukan secara naratif terstruktur. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa TB paru pada pekerja dipengaruhi oleh faktor individu, kondisi lingkungan kerja, dan kekuatan kebijakan kesehatan kerja. Kelompok pekerja tertentu, seperti tenaga kesehatan dan pekerja tambang, memiliki risiko lebih tinggi terhadap TB. Kebijakan kesehatan kerja yang mengintegrasikan skrining TB, pengendalian infeksi, dan perlindungan sosial terbukti penting dalam menurunkan risiko TB, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada sektor informal dan dalam aspek monitoring kebijakan. Kesimpulan: Tuberkulosis paru pada pekerja merupakan masalah multidimensional yang memerlukan kebijakan kesehatan kerja yang komprehensif, inklusif, dan berbasis bukti. Integrasi program TB dengan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta penguatan implementasi kebijakan menjadi kunci dalam pengendalian TB yang berkelanjutan pada populasi pekerja.