cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,356 Documents
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Kesadaran Etika Berbagi Informasi Di Era Post Truth Di SMP Negeri 1 Cilebak Silvia Damayanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan etika berbagi informasi di media sosial secara signifikan, baik di kalangan masyarakat umum maupun pelajar. Meskipun ada penurunan di beberapa tahun, justru menunjukkan bahwa pemahaman akan pentingnya verifikasi informasi dan dampak penyebaran hoaks masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui pembelajaran PAI dalam membangun kesadaran etika berbagi informasi di era post truth. (2) Untuk mengetahui tingkat kesadaran etika berbagi informasi di SMPN 1 Cilebak (3)Untuk mengetahui tantangan dan strategi pembelajaran PAI di era post-truth. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara,observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, guru TIK , guru PAI dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membangun kesadaran etika berbagi informasi di era post-truth dilakukan melalui penguatan nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, tanggung jawab, dan tabayyun yang diintegrasikan ke dalam materi ajar secara kontekstual sesuai dengan kehidupan digital siswa. (2) Tingkat kesadaran etika berbagi informasi di SMPN 1 Cilebak menunjukkan perkembangan positif, terlihat dari kebiasaan siswa memverifikasi informasi, menjaga etika komunikasi di media sosial, serta berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan dari informasi yang dibagikan. Kesadaran tersebut lahir dari pembiasaan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan tabayyun yang ditanamkan melalui pembelajaran dan lingkungan sekolah, meski sebagian siswa masih mudah terpengaruh oleh konten hiburan dan opini tanpa memperhatikan kebenarannya. (3) Tantangan pembelajaran PAI di era post-truth meliputi rendahnya literasi digital, dominasi konten hiburan, keterbatasan akses teknologi, serta kecenderungan siswa mengikuti arus opini tanpa verifikasi. Strategi pembelajaran dilakukan secara adaptif, kontekstual, dan kolaboratif melalui integrasi nilai keislaman dalam kehidupan digital siswa, penggunaan metode diskusi kasus, simulasi, dan pembiasaan etika digital, yang diperkuat oleh tata tertib sekolah serta keterlibatan orang tua. Dengan strategi ini, kesadaran etika siswa meningkat, sikap kritis terbentuk, dan tanggung jawab dalam berbagi informasi semakin tumbuh, sehingga pembelajaran PAI berperan strategis dalam menghadapi tantangan era post-truth.
Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Optimasi Sistem Dan Analisis Citra: Tren Computer Vision Dan Algoritma Genetika Rismawani Butar-butar; Zhalila Azka; Intan Ayudia Kinanti; Dicky Apdillah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology is currently experiencing massive acceleration, particularly in the fields of Computer Vision and Genetic Algorithms. This study aims to analyze the trends, methodologies, and implementation effectiveness of both technologies in solving system optimization and digital image analysis problems across various sectors, including industry, food, education, social, and information systems. The method employed in this research is a Systematic Literature Review approach analyzing 12 indexed research documents and textbooks published between 2014 and 2025. The analysis was conducted by classifying the research materials into two main clusters: the image analysis cluster (Computer Vision) and the heuristic search-based decision optimization cluster (Genetic Algorithm). The results indicate that the integration of modern Computer Vision, such as the YOLO architecture and Raspberry Pi graphics processors, successfully enhances object detection accuracy, vegetable freshness classification based on leaf texture, SIBI sign language translation, and real-time milkfish size sorting automation. On the other hand, Genetic Algorithms have proven effective in solving complex combinatorial optimization problems (NP-hard problems), such as ICT training scheduling, competence-based student thesis topic recommendations, and the development of career selection expert systems with a high level of solution convergence. The conclusion of this study underscores that the combination of precise image analysis and adaptive system optimization plays a crucial role in driving intelligent automation in the modern era.
Strategi Pendidikan Al-Qur’an Di Mualaf Center Indonesia Dalam Tahap Membaca. (Study Kasus Di Mualaf Centre (MCI) Kuningan) Rendi Agustiana; Sopandi Sopandi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pendidikan Al-Qur’an di Mualaf Center Indonesia Kuningan dalam tahap membaca. Serta untuk mengetahui permasalahan dalam pendidikan Al-Qur’an bagi para mualaf di Mualaf Center Indonesia Kuningan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara, adapun teori yang digunakan untuk mencari pencapaian mualaf dalam pendalaman dalam membaca Al-Qur’an yaitu menggunakan teori iqra menurut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar yang mengartikan makna iqra itu ada empat, yang pertama membaca, kedua memahami, ketiga menjiwai dan keempat memahami Al-Qur’an sebagai kalamullah buken sekedar kitabullah, namun yang dipakai peneliti hanya sampai dengan pemaknaan yang ketiga.Untuk keabsahan data peneliti sendiri menggunakan bahan referensi dalam bentuk dokumentasi audio, dan foto. Hasil penelitian ini, konsep pendidikan di Mualaf Center Indonesia Kuningan sudah terbilang bagus dari segi kepengurusan, namun tidak bagus dari sumber daya manusia yang berkaitan dengan anggaran, adapun metode yang dipakai itu merupakan metode taisir yang dimana itu merupakan metode yang diawali dengan makhorijul huruf dan dilanjutkan dengan pembelajaran huruf sambung adapun metode ini merupakan metode yang terbilang fleksibel dan untuk pendalaman bagi para mualaf itu sudah mencapai pada tahap membaca. Yang berarti konsep pendidikan Al-Qur’an di Mualaf Center Indonesia Kuningan sudah terbilang bagus.
Miskonsepsi Publik Terhadap Pengguna Cadar Sebagai Isu Radikalisme Aina Musyaffa; Zaka Vikryan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terbentuknya miskonsepsi publik terhadap perempuan bercadar yang kerap dikaitkan dengan isu radikalisme dan terorisme, serta mengkaji bagaimana pendekatan komunikasi keagamaan Ibnu Taimiyah dan Muhammad Abduh dapat digunakan sebagai kerangka analisis dalam memahami serta mengkritisi fenomena yang terjadi. Dalam konteks masyarakat Indonesia, cadar pada dasarnya merupakan ekspresi religious dan bentuk penjagaan kehormatan diri perempuan muslim menalami distorsi makna akibat konstruksi sosial, framing media serta narasi keamanan yang berkembang di ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Pustaka melalui pengumpulan dan analisis sumber-sumber primer serta sekunder yang relevan dengan penelitian. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi teori dengan membandingkan perspektif tekstual-normatif Ibnu Taimiyah dengan pendekatan kontekstual-rasional Muhammad Abduh. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi publik berakar pada kegagalan membedakan makna teologis cadar dengan konstruksi sosial yang dilekatkan, sehingga simbol keagamaan tersebut direduksi menjadi penanda kecurigaan serta ancaman keamanan. Ketimpangan pola komunikasi keagamaan di ruang publik, yang didominasi oleh opini publik serta pemberitaan media daripada pemahaman normative serta pengalaman pelaku simbol kegamaan, turut memperkuat stigma negatif terhadap perempuan bercadar. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan model komunikasi keagamaan integratif yang memadukan pendekatan normative dengan kontekstual sebagai upaya membangun pemahaman yang lebih adil, proporsional serta dialogis terhadap simbol keagamaan dan juga meminimalkan stigma serta prasangka sosial.
Moderasi Beragama Dalam Toleransi Di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Siti Ainun Cahyani; Sopandi Sopandi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk;1) Mengetahui persepsi masyarakat terhadap moderasi beragama dalam toleransi di Desa Cisantana;2) Mengetahui bentuk-bentuk moderasi beragama dalam toleransi di Desa Cisantana; dan 3) Mengetahui upaya tokoh agama dalam menciptakan moderasi beragama dalam toleransi di Desa Cisantana. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang di gunakan di penelitian ini merupakan sumber primer yakni hasil observasi, dokumentasi dan wawancara sebanyak 11 orang masyarakat yang terdiri dari agama Islam, Katolik, dan Penghayat(Sunda Wiwitan) dan sumber sekunder yang berupa jurnal dan buku-buku. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa; 1)persepsi masyarakat terhadap moderasi dalam toleransi di Desa Cisantana sudah sangat baik, masyarakat sudah terbiasa menerapkan moderasi beragama dalam toleransi hal ini terlihat dari sikap masyarakt yang berperan aktif dalam kegiatan sosial seperti opsih,ronda, senam, pengumpulan perelek, menjenguk orang yang sakit, takjiah ketika ada yang meninggal, saling berbagi makanan ketika hari raya; 2) Bentuk-bentuk moderasi beragama dalam toleransi di Desa Cisantana telah diterapkan masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan sosial sebagai pewujudan untuk menumbuhkan sikap persatuan dan menjaga kerukunan, sikap saling menghargai dan menghormati terhadap orang yang berbeda agama, berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan ataupun hari raya, peduli terhadap keberadan orang lain, tolong menolong tanpa melihat mayoritas dan minoritas, menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial dan agama, hidup rukun tanpa kekerasan dalam agama 3) Upaya tokoh agama dalam menciptakan moderasi beragama di Desa Cisantana sangat berperan penting, para tokoh agama berusaha untuk selalu memberikan contoh kepada masyarakat dengan ahlak dan budi pekerti yang baik, para tokoh agama saling berhubungan baik kepada sesama tokoh agama dan kepada masyarakatnya untuk menciptakan masyarakat yang moderat dalam toleransi, kegiatan sosial atau kegiatan lintas agama yang ada di Desa Cisantana tidak hanya melibatkan masyarakatnya saja akan tetapi kegiatan tersebut juga melibatkan para tokoh agama, karena ketika ada kegiatan sosial para tokoh agama justru yang menggerakan, membujuk masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan soial atau kegiatan lintas agama.
Luka Psikososial sebagai Pemicu Pola Pikir Radikalisme pada Remaja Astri Siti Fatonah; Zaka Vikryan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana luka psikososial pada remaja berperan sebagai akar kerentanan kognitif yang meningkatkan risiko internalisasi narasi ekstrem sebelum keterikatan ideologi terbentuk secara eksplisit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, yang memungkinkan analisis sistematis terhadap literatur terkait radikalisme remaja, trauma psikososial, dan perkembangan kognitif-afektif. Metode analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola konseptual dan hubungan sebab-akibat antara pengalaman sosial yang merugikan, pembentukan pola pikir biner, kebutuhan afiliasi mutlak, dan kecenderungan remaja untuk bergabung dengan kelompok yang menawarkan kepastian identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman penolakan, pengabaian emosional, perundungan, atau kekerasan dalam keluarga membentuk saringan mental yang membuat remaja lebih menekankan rasa aman, pengakuan, dan penerimaan instan dibanding kualitas logika atau analisis kontekstual. Pola pikir biner ini berfungsi sebagai strategi adaptif untuk menghadapi ketidakpastian sosial, namun sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap radikalisasi awal. Selain itu, kebutuhan afiliasi yang tidak terpenuhi mendorong pencarian ruang kelompok yang memberikan identitas tunggal, kohesi instan, dan batas kebenaran yang jelas. Strategi pencegahan radikalisme sebaiknya menekankan rekonstruksi skema kognitif melalui pengalaman sosial aman, pembiasaan berpikir reflektif, dan penguatan dimensi afektif melalui pendidikan keagamaan yang mendorong dialog kritis dan kohesi sosial positif. Temuan ini menegaskan bahwa radikalisme pada remaja lebih tepat dipahami sebagai respons kognitif-afektif terhadap luka psikososial, bukan sekadar akibat paparan doktrin ideologi, sekaligus membuka arah penelitian lanjutan untuk intervensi berbasis kognitif-afektif pada fase awal pembentukan identitas remaja.
Penerapan Algoritma Genetika Dan Logika Fuzzy Sebagai Pendekatan Soft Computing Untuk Optimasi Rute, Penjadwalan, Dan Pengambilan Keputusan Dinda Amalia Marpaung; Anan Dyta Juhaira; Azizubaida Juli Anggiani; Dicky Apdilah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Computational-based decision-making processes generally face two major challenges: the vast solution search space, which makes exhaustive search inefficient, and the presence of uncertain or ambiguous information that is difficult to process using conventional computational methods. Genetic Algorithms (GA) are widely used to solve optimization problems in complex search spaces, while Fuzzy Logic is applied to handle uncertainty and linguistic information. However, studies that examine both methods within an integrated framework remain relatively limited. This study synthesizes nine national journal articles indexed by Sinta and one reference book on Fuzzy Logic. The review covers the application of Genetic Algorithms in route optimization problems, such as the Traveling Salesman Problem (TSP), multi-TSP, and goods distribution management, including their implementation in various scheduling cases. In addition, this study examines the application of Mamdani and Sugeno Fuzzy Logic in evaluation and classification processes, such as determining job priorities, identifying depression levels, and selecting products. Using a narrative-thematic literature review method, the study concludes that Genetic Algorithms are highly effective for problems involving combinational search with performance measures that can be objectively evaluated through fitness functions. On the other hand, Fuzzy Logic is more suitable for decision-making situations involving subjective assessments, linguistic terms, and unclear decision boundaries. The synthesis results indicate that both approaches can be positioned as complementary methods. Genetic Algorithms function as mechanisms for finding optimal solutions, while Fuzzy Logic serves as a tool for evaluating the quality and feasibility of those solutions. The integration of both methods has the potential to produce decision support systems that are more flexible and adaptive compared to using each method separately.
Tradisi Hajat Tutulak Sebagai Penguatan Moderasi Beragama Di Windusengkahan Kaisa Kamilatul Hija; Zaka Vikryan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muharram merupakan bulan pertama dalam tahun hijriyah. Dalam menyambut datangnya bulan tersebut, masyarakat Windusengakahan rutin melaksanakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun, diantaranya dengan pembacaan doa awal dan akhir tahun. Tradisi tersebut dinamai Hajat Tutulak. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami bahwa Tradisi Hajat Tutulak dapat dijadikan sebagai penguatan moderasi beragama di Windusengkahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan melakukan wawancara dan observasi secara langsung kepada tokoh yang menjadi penanggung jawab tradisi tersebut. Hasil dalam penelitian ini adalah masyarakat penting untuk memiliki sikap moderasi dalam beragama, sehingga mampu mendukung terciptanya bangsa yang damai dan tentram. Salah satu upaya dalam membentuk masyarakat moderat adalah tradisi lokal. Tradisi lokal keagamaan adalah kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan berbasis nilai-nilai religius. Tradisi Hajat Tutulak sejalan dengan pandangan keislaman aswaja, yang memandang tradisi lokal keagamaan adalah praktik yang penting dalam menumbuhkan prinsip moderat, toleransi dan keadilan. Masyarakat Windusengkahan memiliki keberagaman dalam pemahaman agama, status sosial, dan generasi. Namun dalam pelaksanaan tradisi ini, mampu menjadi ruang untuk menjadikan perbedaan tersebut tidak lagi menjadi sumber permasalahan. Melainkan, menemukan kesamaan yang mampu mempersatukan serta menguatkan persaudaraan. Penerapan moderasi beragama dalam tradisi ini melalui kerja sama, gotong royong, adil dalam berbagi, tidak membedakan suatu golongan, serta menumbuhkan empati sosial.
Sistem Penunjang Keputusan Berbasis Machine Learning untuk Prediksi Risiko Keterlambatan Distribusi Program MBG Kota Padang Menggunakan Data Lalu Lintas, Cuaca, dan Kapasitas Dapur Ade Wisandra; Tomi Tamara
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12141

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan distribusi yang tepat waktu agar manfaatnya dapat diterima secara optimal oleh sasaran. Penelitian ini mengembangkan sistem penunjang keputusan berbasis machine learning untuk memprediksi risiko keterlambatan distribusi MBG di Kota Padang dengan memanfaatkan data lalu lintas, kondisi cuaca, dan kapasitas dapur produksi. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data historis, praproses data, pelatihan model prediksi, serta evaluasi kinerja menggunakan metrik akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu mengidentifikasi tingkat risiko keterlambatan secara efektif sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan operasional. Sistem yang dihasilkan diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi, mengurangi keterlambatan, dan mendukung keberhasilan implementasi program MBG di Kota Padang.
Analisis Beban Ganda Penyakit Menular dan Tidak Menular Di Kota Jayapura Triwulan I Tahun 2026 Anneke Yacob
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12142

Abstract

Latar Belakang: Kota Jayapura menghadapi tantangan beban ganda penyakit (double burden of disease), yaitu kondisi ketika penyakit menular dan penyakit tidak menular terjadi secara bersamaan. Malaria masih menjadi penyakit endemis utama, sementara hipertensi menunjukkan peningkatan yang menandakan terjadinya transisi epidemiologi. Kondisi ini memerlukan pendekatan kebijakan kesehatan yang terintegrasi berbasis wilayah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penyakit menular dan penyakit tidak menular berdasarkan wilayah distrik di Kota Jayapura pada Triwulan I Tahun 2026 sebagai dasar perumusan kebijakan kesehatan yang terintegrasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional berbasis data sekunder. Data penelitian bersumber dari laporan kasus penyakit Triwulan I Tahun 2026 yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Unit analisis meliputi 5 distrik, 14 puskesmas, dan 25 kelurahan di Kota Jayapura. Variabel yang dianalisis meliputi malaria, faringitis, dan hipertensi. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, proporsi, dan perbandingan antarwilayah. Hasil: Tercatat sebanyak 19.370 kasus penyakit selama periode Januari–Maret 2026. Malaria merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 9.251 kasus (47,76%), diikuti hipertensi sebanyak 5.790 kasus (29,89%) dan faringitis sebanyak 4.329 kasus (22,35%). Distrik Abepura memiliki beban kasus tertinggi dengan 4.838 kasus (24,98%), disusul Distrik Heram sebanyak 4.023 kasus (20,77%), Distrik Jayapura Selatan sebanyak 3.615 kasus (18,66%), Distrik Muara Tami sebanyak 3.497 kasus (18,05%), dan Distrik Jayapura Utara sebanyak 3.397 kasus (17,54%). Kesimpulan: Kota Jayapura sedang mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan tingginya kasus malaria dan meningkatnya hipertensi secara bersamaan. Diperlukan kebijakan kesehatan yang terintegrasi melalui penguatan surveilans berbasis wilayah, pengendalian malaria, serta pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi