cover
Contact Name
Azka Muharam
Contact Email
azkamuharam30@gmail.com
Phone
+6287817753084
Journal Mail Official
rivierajmi@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Palm Asri Pasalakan Blok C Nomor 5 Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by Riviera Publishing
ISSN : 29649048     EISSN : 29632900     DOI : 10.58344
Journal Multidisiplin Indonesia is an national /scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV Riviera Publishing. Journal Multidisiplin Indonesia provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from Management, Education, Economics, Culture, Law and Sains that belong to the social context
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 725 Documents
Evaluasi Efektivitas Program dan Kualitas Program Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Meningkatkan Budaya K3 Pada Aktivitas Pengeboran Panas Bumi di PT. Berbasis Rig Pengeboran di Kabupaten Sukabumi Sunardi; Edison C Sembiring; Soehatman Ramli; Sugiarto
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2820

Abstract

Aktivitas pengeboran panas bumi merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga memerlukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas pelatihan K3 dan kualitas pelatihan K3 terhadap budaya K3 pada aktivitas pengeboran panas bumi di PT. Berbasis Rig Pengeboran Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja yang terlibat dalam aktivitas pengeboran panas bumi di PT. Berbasis Rig Pengeboran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria pekerja yang pernah mengikuti pelatihan K3 dan terlibat langsung dalam aktivitas operasional pengeboran. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1–5. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelatihan K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya K3 dengan nilai t hitung sebesar 8,918 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Sementara itu, kualitas pelatihan K3 tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya K3 dengan nilai t hitung sebesar 0,549 dan nilai signifikansi sebesar 0,585. Secara simultan, efektivitas pelatihan K3 dan kualitas pelatihan K3 berpengaruh signifikan terhadap budaya K3 dengan nilai F hitung sebesar 137,800 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,804 menunjukkan bahwa sebesar 80,4% variasi budaya K3 dapat dijelaskan oleh efektivitas pelatihan K3 dan kualitas pelatihan K3, sedangkan sisanya sebesar 19,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
From Teaching Experience to Reflective Practice: The Role of Teaching Portfolios in Faculty Development in Medical Education Yoana Priska; Monica Chandra
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2837

Abstract

Medical educators are expected to demonstrate pedagogical competence alongside clinical expertise. Teaching portfolios have been proposed to promote reflective practice and continuous professional development, but their educational role has not been comprehensively synthesised. Objective: This narrative review synthesised current evidence on the role of teaching portfolios in supporting reflective practice and faculty development in medical education. Methods: A literature search was conducted in Google Scholar, PubMed, and ERIC for articles published between 2015 and 2025. Relevant articles were identified through title and abstract screening, followed by full-text review. A total of 32 eligible studies were included and analysed using a thematic synthesis approach. Studies were included if they discussed teaching portfolios in medical education contexts in relation to reflective practice, faculty development, or feedback. Articles focusing solely on student learning portfolios, opinion pieces without empirical evidence, and studies not relevant to medical educators were excluded. Results: Teaching portfolios were consistently identified as tools that encourage structured reflection rather than simply documenting teaching activities. Their educational value is strengthened when combined with multisource feedback and mentoring, supporting continuous professional learning and the development of educators' professional identity. However, successful implementation depends on institutional support, a constructive feedback culture, and longitudinal faculty development. Conclusion: Teaching portfolios are most effective when embedded within supportive faculty development programmes that promote reflection, feedback, and continuous learning, enabling educators to transform teaching experience into meaningful professional growth.
Evaluasi Desain Well Pad untuk Mitigasi Dampak Lingkungan Tumpahan Minyak pada Aktivitas Pengeboran Minyak dan Gas Bumi di Permukiman Padat Penduduk (Studi Kasus: Aktivitas Pengeboran di Distrik Suai, Timor Leste) Ian Kuswendy; Mas Agus Mardyanto
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2845

Abstract

Kegiatan eksplorasi darat (onshore) memiliki risiko tumpahan minyak (oil spill) yang berdampak katastropik, terutama bila berdekatan dengan permukiman. Studi kasus rencana pengeboran sumur FetoKmaus-2 di Timor-Leste menghadapi tantangan paparan langsung terhadap permukiman Kotatasi yang diperparah oleh anomali curah hujan ekstrem serta karakteristik minyak ringan (light crude oil) bermobilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian teknis sistem penahanan sekunder tapak sumur (well pad), mengestimasi potensi kerugian ekonomi lingkungan, merumuskan redesain fasilitas ramah lingkungan, serta mengevaluasi keandalan taktis Oil Spill Contingency Plan (OSCP). Metodologi menggunakan pendekatan kuantitatif dan geospasial. Evaluasi kapasitas infrastruktur diuji terhadap standar API RP 51R, US EPA SPCC, dan IFC Guidelines melalui integrasi volume Worst Case Discharge (WCD) dengan curah hujan 25-tahunan. Laju infiltrasi dianalisis dengan Hukum Darcy. Kelayakan perbaikan dijustifikasi menggunakan Environmental Cost-Benefit Analysis (ECBA). Evaluasi OSCP dilakukan via pemodelan spasial tutupan lahan ArcGIS untuk rute lintasan tumpahan, dan standar analisis lapisan proteksi (LOPA-CCPS) untuk evaluasi waktu respons. Hasil penelitian mengonfirmasi desain eksisting tidak memadai. Meskipun kapasitas statis bund wall mampu menampung luapan awal, ketinggian efektifnya (0,5 meter) memberikan holding time yang sangat kritis (3,2 hari) untuk skenario blowout berkelanjutan, serta diperparah oleh kapasitas evakuasi Pollution Control Pit eksisting (177,8 m³/jam) yang gagal menahan debit gabungan puncak sebesar 862,92 m³/jam hingga memicu pelimpasan dalam waktu kurang dari 13 menit. Ketiadaan geomembrane juga memicu infiltrasi vertikal secara instan. ECBA memproyeksikan total liabilitas kegagalan mencapai Rp 11,41 Miliar. Rekomendasi redesain mewajibkan peninggian bund wall menjadi 0,65 meter guna menjamin batas aman sesuai standar US EPA SPCC, pemasangan HDPE geomembrane 1,5–2,0 mm, kemiringan tapak 2%–3%, serta unit PCP beton dengan manifol ganda 20 inci. Terakhir, evaluasi OSCP merekomendasikan pengalihan evakuasi luapan dari area permukiman (selatan) menuju koridor vegetasi (timur laut), disertai pewajiban penyediaan alat berat dalam status siaga penuh di lokasi guna mengeliminasi kesenjangan waktu tanggap darurat.
Tanggung Jawab Pengembang Perumahan dalam Penyerahan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Kepada Pemerintah Daerah Agus Setiawan; Agus Dimyati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2847

Abstract

Pengembang wajib menyediakan dan memberikan fasilitas umum dan fasilitas sosial permukiman sudah dibangunnya. Namun, masih ada saja oknum Pengembang yang belum atau bahkan mangkir dari penyerahan fasilitas umum dan sosial perumahan mereka kepada Pemerintah setempat. Pemerintah membuat berbagai peraturan mengenai fasilitas umum dan fasilitas sosial demi menjaga pelaksanaan pengadaan, penyerahan dan pengelolaan fasilitas umum dan fasilitas sosial atau prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) berjalan dengan tertib serta mencegah terjadinya masalah-masalah yang berkaitan dengan pengadaan, penyerahan dan pengelolaan PSU. Masih banyak ditemukan kasus-kasus yang berkaitan dengan tidak diserahkannya fasilitas umum serta fasilitas sosial oleh pihak Pengembang kepada Pemerintah Daerah. Dalam penelitian ini digunakan Metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan yang mana materi-materinya didapat dari peraturan perundangan, buku serta sumber tertulis lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, tanggung jawab Pengembang terhadap penyerahan fasilitas-fasilitas umum dan sosial di perumahannya ialah suatu kewajiban karena penyerahan tersebut bila tidak dilaksanakan dengan baik akan merugikan banyak pihak. Sanksi yang dapat dikenakan kepada Pengembang yang tidak menyerahkan fasilitas umum dan fasilitas sosial terdapat pada pasal 150 dan pasal 151 UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan permukiman.
Implementasi Peraturan Daerah Kota Cirebon No.13 Tahun 2019 Terhadap Pembangunan Tempat Usaha Sultan Print Diatas Sempadan Sungai Wahyu Maulana Agung; Agus Dimyati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2848

Abstract

Sungai merupakan bagian penting dari sistem lingkungan hidup yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi, khususnya sebagai pengendali banjir, sumber air, serta penopang keseimbangan ekosistem perkotaan. Namun, pembangunan di kawasan sempadan sungai telah menjadi isu krusial yang mengancam fungsi ekologis sungai dan meningkatkan risiko bencana di berbagai wilayah Indonesia. Pembuatan jurnal agar dapat mengkaji Perda Kota Cirebon Nomor 13 tahun 2019 terhadap pembangunan tempat usaha Sultan Print yang berlokasi di kawasan sempadan sungai, serta menganalisis pelaksanaan sanksi terhadap bangunan yang diduga melanggar ketentuan pemanfaatan ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan berupa wawancara dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Cirebon serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan daerah tersebut tidak terlaksana secara optimal. Kondisi ini terutama disebabkan oleh hambatan struktural berupa pembagian kewenangan antara pemerintah daerah dengan BBWS yang menyebabkan proses penegakan hukum terhambat. Di samping itu, penerapan sanksi terhadap bangunan yang diduga melanggar ketentuan sempadan sungai masih terbatas pada upaya administratif dan belum sampai pada tindakan penegakan hukum yang bersifat represif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan implementasi lebih disebabkan oleh faktor kelembagaan dan keterbatasan sumber daya dibandingkan substansi regulasi. Isu hukum tersebut diperlukan penguatan koordinasi kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan mekanisme penegakan hukum guna mewujudkan efektivitas pengendalian pemanfaatan ruang dan kepastian hukum di kawasan sempadan sungai.
Evaluasi Tekno Ekonomi Pembangunan PLTS Pada Sistem Isolated PLTD Menggunakan Metode AHP – Topsis Untuk Kehandalan System dan Keberlanjutan Energi Terbarukan di Pulau Karakelang Rizki Putra Ramadan; Ruri Wahyuono
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2865

Abstract

Transisi energi menuju pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, terutama pada sistem kelistrikan wilayah terpencil yang masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Pulau Karakelang sebagai wilayah kepulauan dengan sistem kelistrikan isolated menghadapi permasalahan tingginya biaya operasional, keterbatasan keandalan pasokan listrik, serta risiko gangguan akibat ketergantungan terhadap pasokan bahan bakar diesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomi pembangunan sistem hybrid PLTS–PLTD dengan dukungan Battery Energy Storage System (BESS), serta menentukan konfigurasi sistem terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis melalui simulasi HOMER Pro dengan beberapa skenario konfigurasi sistem hybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS mampu menurunkan konsumsi bahan bakar, Net Present Cost (NPC), dan Cost of Energy (COE). Hasil pembobotan AHP menunjukkan bahwa aspek teknis menjadi faktor dominan dengan bobot 67,4%, terutama kriteria keandalan sistem sebesar 36,4%. Berdasarkan analisis TOPSIS, konfigurasi PLTS 50% + BESS + PLTD 50% menjadi alternatif terbaik dengan nilai preferensi 0,731 karena memberikan keseimbangan optimal antara aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem hybrid PLTS–PLTD layak diterapkan untuk meningkatkan keberlanjutan energi listrik di wilayah isolated.
Perancangan Kampanye Sosial Monetisasi Sampah Domestik Melalui Board Game Sebagai Media Utama untuk Generasi Z Lentya Permata Sari Arya Pati; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2868

Abstract

Permasalahan sampah domestik di Indonesia terus meningkat, sementara pengelolaan di tingkat sumber masih belum optimal. Kondisi ini menyebabkan rendahnya pemanfaatan sampah sebagai material bernilai ekonomi serta terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai potensi monetisasi sampah. Penelitian perancangan ini bertujuan merancang kampanye sosial berbasis board game untuk memperkenalkan potensi nilai ekonomi sampah domestik kepada Generasi Z sebagai langkah awal membangun kesadaran pengelolaan material yang lebih berkelanjutan. Generasi Z dipilih karena memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, namun masih memerlukan pendekatan yang relevan dengan motivasi personal. Oleh karena itu, kampanye menempatkan insentif ekonomi sebagai pintu masuk untuk mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Metode perancangan menggunakan kerangka Double Diamond yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Strategi komunikasi disusun menggunakan model AISAS, sedangkan proses pembelajaran mengadopsi prinsip tangential learning dan tangible learning. Perancangan media permainan memanfaatkan kerangka Mechanics, Dynamics, and Aesthetics (MDA) agar pengalaman bermain mampu mensimulasikan proses pemilahan sampah, perhitungan nilai material, interaksi dengan pemangku kepentingan, serta peluang monetisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar kampanye lingkungan masih berfokus pada peningkatan kesadaran tanpa memberikan simulasi praktis mengenai nilai ekonomi sampah. Sebagai alternatif, penelitian ini menawarkan board game sebagai media kampanye yang mengintegrasikan edukasi, simulasi, dan hiburan sehingga mampu memperkenalkan konsep monetisasi sampah secara lebih interaktif. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan strategi kampanye lingkungan yang mendorong perubahan perilaku sekaligus memperkenalkan peluang ekonomi dari pengelolaan sampah domestik.
Estetika dan Fungsi: Sebuah Diskursus Kritis pada Representasi Keberlanjutan di Kafe Modern Meliana Sanjulia Miryati; Murni Rachmawati; Bambang Soemardiono
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2869

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi keberlanjutan dalam wacana kafe modern urban Indonesia menggunakan Analisis Wacana Kritis (CDA) model Norman Fairclough. Korpus terdiri atas 42 teks, yaitu artikel media populer, profil desain arsitektur, ulasan pengguna digital, dan konten promosi resmi dari kafe ramah lingkungan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan Medan, yang terbit antara 2020–2025. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi dialektika antara estetika dan fungsi ekologis dalam representasi keberlanjutan. Temuan menunjukkan bahwa narasi keberlanjutan secara dominan dikonstruksi melalui leksikal estetika dan visual ('estetik', 'asri', 'hijau', 'kece'), sementara fungsi ekologis material (efisiensi energi, pengelolaan limbah terukur, jejak karbon) tersisihkan dan disampaikan secara kabur tanpa data kuantitatif. Pada tingkat praktik diskursif, rantai intertekstualitas sirkular antara konten promosi, artikel media, dan ulasan pengguna menciptakan ruang gema tanpa verifikasi, mengubah media arus utama dari watchdog menjadi megaphone pemasaran. Pada tingkat praktik sosial, wacana ini memproduksi green simulacrum (Baudrillard), di mana tanda visual hijau menggantikan realitas ekologis material, sekaligus mendepolitisasi krisis lingkungan melalui individualisasi tanggung jawab dan mereproduksi segregasi spasial berbasis kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana kafe ramah lingkungan di Indonesia adalah teater keberlanjutan, bukan wacana ekologi. Manfaat penelitian ini secara teoretis memperkaya kajian komunikasi lingkungan dan CDA, sedangkan secara praktis menjadi refleksi bagi pengelola kafe, desainer, jurnalis, dan pembuat kebijakan agar lebih kritis dalam memproduksi narasi keberlanjutan.
Paradoks Pajak Digital: Dampaknya Terhadap Daya Beli Generasi Z Mahasiswa Akuntansi di Era Ekonomi Digital dalam Perspektif SDGs 9 dan 17 A A Ngr Gde Punia Artawan Putra; Ida Ayu Rosa Dewinta
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2870

Abstract

Penerapan pajak digital melalui pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) merupakan kebijakan pemerintah untuk memperluas basis pajak dan mendukung pembangunan ekonomi digital yang berkelanjutan. Namun, kebijakan ini menimbulkan paradoks karena berpotensi meningkatkan biaya konsumsi layanan digital yang menjadi kebutuhan utama Generasi Z sebagai digital natives. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan pajak digital terhadap daya beli Generasi Z, khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi, dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) 9 dan 17. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 130 mahasiswa Generasi Z dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki koefisien determinasi sebesar 11,3%, yang mengindikasikan bahwa daya beli mahasiswa dipengaruhi oleh pajak digital sebesar 11,3%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, dimensi pajak digital yang berkaitan dengan pengembangan inovasi, infrastruktur digital, dan industrialisasi berkelanjutan (SDG 9) tidak berpengaruh signifikan terhadap daya beli. Sebaliknya, dimensi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDG 17) berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z tetap memanfaatkan layanan digital meskipun terdapat tambahan beban pajak, selama layanan tersebut memberikan manfaat dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian perpajakan digital serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan digital.
Optimasi Keandalan Houseload Operation Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Supercritical Dengan Rekayasa Sistem Condensate Injection Herman Dwicandra Wicaksana; Muhamad Falah Ramadan; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2879

Abstract

Keandalan operasi pembangkit listrik menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas sistem tenaga listrik, terutama ketika terjadi gangguan jaringan yang menyebabkan load rejection. Pada kondisi tersebut, kemampuan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mempertahankan operasi houseload sangat diperlukan agar unit tetap mampu menyuplai kebutuhan internal dan mencegah terjadinya shutdown. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan houseload operation pada PLTU Supercritical Lontar Extension 315 MW serta mengevaluasi pengaruh penerapan sistem condensate injection terhadap peningkatan keandalan operasi Boiler Feed Pump (BFP). Metode penelitian dilakukan melalui analisis data operasi aktual saat pengujian komisioning, perhitungan parameter Net Positive Suction Head (NPSH), serta simulasi proses menggunakan Aspen Hysys untuk menentukan kebutuhan laju aliran kondensat yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan operasi houseload disebabkan oleh penurunan NPSH margin yang memicu proteksi BFP akibat risiko kavitasi. Penerapan sistem condensate injection dengan laju aliran sekitar 32–37 ton/jam mampu menurunkan temperatur inlet BFP, meningkatkan NPSH margin hingga rata-rata 21,4 m, serta memperpanjang durasi operasi houseload dari 499 detik menjadi 8.334 detik. Berdasarkan hasil tersebut, sistem condensate injection terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan PLTU Supercritical selama kondisi transien dan mendukung kontinuitas pasokan listrik.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia More Issue