cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,126 Documents
PENATALAKSANAAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN PINGSAN DI SMP SWASTA KATOLIK MARIANA MEDAN Lasma Rina Efrina Sinurat; Agnes Silvina Marbun; Henny Syapitri; Meytri Kristiani Duha; Mahdalina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6494

Abstract

Pingsan (sinkop) merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kejadian pingsan sering ditemukan pada remaja usia sekolah dan dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti kelelahan, dehidrasi, kurangnya asupan makanan, anemia, tekanan darah rendah, serta paparan panas yang berlebihan. Penatalaksanaan Pertolongan Pertama pada Kejadian Pingsan dilaksanakan di SMP Swasta Mariana Medan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kejadian pingsan di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint, leaflet, dan video edukasi yang disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi pertolongan pertama. Materi yang diberikan meliputi pengertian pingsan, faktor penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, dampak dan komplikasi, penatalaksanaan pertolongan pertama, serta upaya pencegahan kejadian pingsan di lingkungan sekolah. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 14 siswa (60,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pertolongan pertama pada kejadian pingsan setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi dan demonstrasi. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan dan memberikan pertolongan pertama yang tepat apabila terjadi kejadian pingsan di lingkungan sekolah, serta semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, dan menjaga kondisi fisik untuk mencegah terjadinya pingsan.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SERTA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR Ivan Elisabeth Purba; Rosetty Rita Sipayung; Evarina Sembiring; Astri Kartika Sari; Rindi Israq Hartika; Heny Swita Febrianna Sarumpaet
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6495

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah terjadinya berbagai penyakit menular. Penerapan PHBS yang baik mampu menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tuberkulosis (TB), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan penyakit kulit. Namun demikian, hasil observasi awal di PUSTU Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanah Kampung menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai PHBS masih perlu ditingkatkan. Sebagian masyarakat belum menerapkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu-waktu penting, belum memahami etika batuk dan bersin yang benar, serta belum optimal dalam menjaga sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui edukasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan penyakit menular. Sasaran kegiatan adalah 40 orang masyarakat yang terdiri atas ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu balita, kader kesehatan, remaja, lansia, dan tokoh masyarakat di wilayah kerja PUSTU UPTD Puskesmas Tanah Kampung. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi konsep PHBS, cuci tangan pakai sabun (CTPS), etika batuk dan bersin, penggunaan air bersih, sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, Gerakan 3M Plus, serta pencegahan penyakit menular. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan berjalan dengan baik dan mendapat respons yang sangat positif dari peserta. Rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 54,8% sebelum penyuluhan menjadi 91,7% setelah penyuluhan, sehingga terjadi peningkatan sebesar 36,9%. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun sesuai standar World Health Organization (WHO), memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memiliki komitmen untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan juga menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program promotif dan preventif UPTD Puskesmas Tanah Kampung serta mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat yang berkelanjutan sehingga mampu menurunkan risiko penyakit menular dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
PELATIHAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DIGITAL MARKETING PELAKU UMKM DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 5.0 Heri Enjang Syahputra; Roberto Roy Purba; Rolando Marpaung; Alfarozy Sipayung; Gensen Fisher Sitompul
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6499

Abstract

Latar belakang Perkembangan Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang bagi UMKM untuk meningkatkan efektivitas digital marketing. Namun, rendahnya literasi digital dan minimnya pemanfaatan AI menyebabkan daya saing pelaku UMKM masih terbatas dalam menghadapi era Industri 5.0. Tujuan: Meningkatkan kompetensi digital marketing pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan AI dalam kegiatan pemasaran digital. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan melibatkan 30 pelaku UMKM di Kecamatan Medan Helvetia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, pre-test, post-test, penilaian praktik, dan monitoring implementasi AI, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 80% peserta mengalami peningkatan nilai post-test. Peserta mampu memanfaatkan AI untuk membuat caption, copywriting, desain promosi, dan kalender konten media sosial. Sebanyak 80% peserta mengimplementasikan AI dalam pemasaran digital, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 90%. Kesimpulan: Pelatihan AI efektif meningkatkan kompetensi digital marketing pelaku UMKM serta mendorong transformasi digital yang mendukung peningkatan daya saing usaha pada era Industri 5.0. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan yang lebih intensif.
EFEKTIVITAS EDUKASI INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEAMANAN KOSMETIK PADA REMAJA SMK NUSANTARA LUBUK PAKAM Supartiningsih Supartiningsih; Devina Chandra; Monica Suryani; Euler Chelin Kristiani Bete’e
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6500

Abstract

Fenomena maraknya konsumsi produk kecantikan di kalangan remaja yang belum dibarengi dengan kecakapan literasi keamanan produk menjadi urgensi utama pelaksanaan pengabdian ini. Minimnya pengetahuan terkait komposisi bahan, izin edar resmi, serta dampak negatif kosmetik dapat mengancam kesehatan kulit mereka. Penelitian ini berfokus menilai sejauh mana pembelajaran interaktif mampu mengoptimalkan pemahaman remaja dalam menyaring produk kosmetik yang aman. Intervensi dilakukan lewat kombinasi ceramah interaktif dan diskusi kelompok, dilanjutkan dengan pengisian kuesioner pasca-edukasi. Sebanyak 30 partisipan di SMK Nusantara Lubuk Pakam dipilih secara acak sebagai subjek kegiatan. Hasil penilaian akhir menunjukkan capaian yang sangat baik, dengan rincian 83,3% responden mendapat skor 100 dan 16,7% mengantongi skor 90. Kesimpulan riset mendapati bahwa metode interaktif terbukti andal dalam memperkuat literasi kesehatan remaja terkait kosmetik. Aktivitas ini berpotensi diadopsi sebagai pola gerakan promotif-preventif demi mendorong kesadaran kolektif remaja dalam memilih produk kosmetik yang aman.
FORTIFIKASI DAUN KELOR DAN TEPUNG KACANG HIJAU DALAM KUKIS SEBAGAI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK BALITA DALAM MENDUKUNG GERAKAN CEGAH STUNTING DI KELURAHAN TUALANG, KECAMATAN PERBAUNGAN Ahmad Fadli; Vivi Asfianti; Denny Satria; Syukur Berkat Waruwu
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6501

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pemenuhan gizi balita sekaligus memperkenalkan kukis fortifikasi daun kelor dan tepung kacang hijau sebagai alternatif pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Kegiatan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan edukatif-partisipatif dan melibatkan 25 peserta dari keluarga yang memiliki balita stunting di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan. Program dilaksanakan melalui edukasi gizi, pelatihan pengolahan pangan fungsional, pengembangan MoriBean Cookies, pemberian kukis secara rutin, pengukuran antropometri, serta pemantauan berkala setiap dua minggu selama dua bulan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa produk kukis berbahan daun kelor dan kacang hijau berhasil dikembangkan dan seluruh rangkaian edukasi, pemberian makanan tambahan, serta pemantauan dapat dilaksanakan dengan keterlibatan aktif peserta dan kader. Program ini memperluas pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Evaluasi lanjutan menggunakan data antropometri lengkap diperlukan untuk menilai perubahan status gizi balita secara lebih terukur.
EDUKASI PEMANFAATAN YOGURT SEBAGAI PROBIOTIK UNTUK MENDUKUNG SISTEM PENCERNAAN DI SMK NEGERI 8 MEDAN Yosy Cinthya Eriwaty Silalahi; Hakim Bangun; Syukur Berkat Waruwu
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6509

Abstract

Yogurt probiotik sangat bermanfaat untuk menjaga sistem pencernaan.Berdasarkan peminatnya yang banyak mulai dari usia anak-anak hingga lansia, yogurt probiotik saat ini paling banyak diminati oleh kelompok usia remaja. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai yogurt probiotik, cara konsumsi dan cara memilih yogurt yang baik dan benar. Kegiatan ini dilakukan di SMK Negeri 8 Medan, yang diikuti oleh 40 orang siswa kelas 10 dan 11 beserta guru. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme yang baik. Edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang pemanfaatan yogurt sebagai probiotik, cara memilih yogurt yang baik dan benar, dan cara konsumsi yogurt yang baik dan benar. Selain itu, berdasarkan evaluasi mengenai pre-test dan post-test pada kegiatan ini diketahui bahwa paparan pengetahuan dari pemberian materi telah berhasil meningkatkan pengetahuan responden. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Negeri 8 Medan berhasil meningkatkan pengetahuan 40 peserta mengenai yogurt sebagai probiotik, terbukti dari kenaikan rata-rata skor pengetahuan dari 50% (pretest) menjadi 94,5% (post test), atau peningkatan relatif sekitar 44,5%.