cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,126 Documents
OPTIMALISASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DAPUR MENJADI EKOENZIM SEBAGAI SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN Liver Zai; Harry Agusnar; Dyna Grace Romatua Aruan; Mia Endang Sari Sinaga; Deniria Lawolo; Wina Nesha Zahari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6462

Abstract

Sampah organik dapur merupakan penyumbang terbesar limbah rumah tangga yang masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya pengelolaan yang sederhana dan berkelanjutan adalah mengolah sampah organik menjadi ekoenzim melalui proses fermentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik dapur menjadi ekoenzim sebagai solusi ramah lingkungan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah organik. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, pre-test, penyuluhan, demonstrasi dan praktik pembuatan ekoenzim, post-test, serta evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pengelolaan sampah organik dan proses pembuatan ekoenzim. Peserta juga memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan menyatakan kesediaan untuk menerapkan pembuatan ekoenzim secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik dapur menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan.
KENALI OAT EDUKASI PASIEN TUBERKULOSIS MENGENALI DAN MENYIKAPI EFEK SAMPING PENGOBATAN Laura Mariati Siregar; Vierto Irennius Girsang; Asima Sirait; Celine Eleora Harefa; Ertina Sipayung
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6466

Abstract

Latar belakang: Pengobatan tuberkulosis membutuhkan kepatuhan dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara teratur sampai pengobatan selesai. Namun, efek samping yang muncul selama pengobatan dapat menimbulkan kekhawatiran dan mendorong pasien menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, pasien perlu memperoleh konseling praktis agar mampu mengenali, menyikapi, dan melaporkan efek samping OAT secara tepat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien tuberkulosis dalam mengenali dan menyikapi efek samping OAT serta mendukung keteraturan pasien selama menjalani pengobatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Puskesmas Hutabaginda, Sumatera Utara, dengan melibatkan 25 pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan rutin. Konseling individual diberikan setiap hari Rabu setelah pasien menyelesaikan proses pendaftaran, konsultasi dengan dokter, dan pengambilan OAT. Materi konseling meliputi manfaat OAT, efek samping ringan, efek samping yang perlu diwaspadai, tanda bahaya, tindakan yang harus dilakukan ketika keluhan muncul, dan pentingnya tidak menghentikan obat tanpa arahan tenaga kesehatan. Media yang digunakan berupa leaflet “Sahabat OAT” dan Kalender Checklist Minum OAT. Hasil: Kegiatan konseling berjalan dengan lancar dan pasien terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. Pertanyaan pasien meliputi mual, muntah, sakit perut, penurunan nafsu makan, kesemutan, sakit kepala, gangguan pendengaran, serta perubahan warna kulit dan mata. Setelah konseling, pasien mampu menjelaskan kembali pentingnya mengonsumsi OAT sampai pengobatan selesai, melaporkan efek samping kepada petugas kesehatan, dan tidak menghentikan obat secara mandiri. Pasien juga dapat mempraktikkan penggunaan kalender checklist untuk mencatat konsumsi OAT dan keluhan yang muncul selama pengobatan. Kesimpulan: Konseling individual menggunakan leaflet “Sahabat OAT” dan Kalender Checklist Minum OAT dapat diterima dengan baik serta membantu pasien mengenali dan menyikapi efek samping pengobatan. Kegiatan ini berpotensi mendukung keteraturan pasien dalam mengonsumsi OAT sampai pengobatan dinyatakan selesai.
EDUKASI BAHAYA NARKOBA MELALUI PENDEKATAN EDUKASI PARTISIPATIF SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA DI DESA JRAHI, KABUPATEN PATI Lia Fadlilah; Intan Sekar Arumdani; Raden Roro Erni Kusuma Putri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6468

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan permasalahan serius yang dapat mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai dampak kesehatan, sosial, dan hukum akibat penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyalahgunaan zat adiktif. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi preventif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya narkoba. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba melalui pendekatan edukasi partisipatif. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 32 remaja di Desa Jrahi, Kabupaten Pati. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen soal pilihan ganda yang telah divalidasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 47,5 pada pre-test menjadi 81,875 pada post-test. Nilai terendah meningkat dari 30 menjadi 80, sedangkan nilai tertinggi mencapai 95. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya narkoba sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kesimpulan: dukasi bahaya narkoba melalui pendekatan edukasi partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Program ini diharapkan dapat menjadi strategi preventif yang berkelanjutan melalui pembentukan kader pendidik sebaya serta pengembangan media edukasi di lingkungan masyarakat.
GERAKAN BERMAIN SAMBIL BELAJAR: IMPLEMENTASI ULAR TANGGA EDUKATIF UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Niken Farida; Ruth Donda Elionora Panggabean; Hilma Mithalia Shalihat; Rosmelita Hutapea; Yurniat Zebua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6471

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan permainan ular tangga edukatif sebagai media stimulasi kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun di PAUD Tri Ananda Din. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan permainan ular tangga edukatif dalam proses pembelajaran, sementara anak menunjukkan peningkatan antusiasme, kemampuan mengenal angka, berhitung sederhana, serta kemampuan berpikir logis melalui aktivitas bermain sambil belajar. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa permainan ular tangga edukatif merupakan media pembelajaran yang efektif, menarik, dan mudah diterapkan untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
PEMBERDAYAAN PASIEN DAN KELUARGA MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN HIV AIDS DI RSU SARI MUTIARA LUBUK PAKAM Henny Arwina Bangun; Darwita Juniwati B; Nettietalia Sembiring; Enjelika Harefa; Elisa Rajagukguk
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6473

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian karena masih ditemukan keterbatasan pengetahuan serta stigma terhadap orang dengan HIV. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu strategi promosi kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan HIV/AIDS. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS melalui penyuluhan kesehatan di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pembagian media edukasi berupa leaflet. Peserta diberikan pretest sebelum penyuluhan dan posttest setelah penyuluhan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan. Hasil: Pasien dan keluarga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengertian HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, pentingnya pemeriksaan HIV, dan upaya mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV. Kesimpulan: Pemberdayaan pasien dan keluarga untuk edukasi kesehatan tentang HIV AIDS merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat upaya pencegahan HIV di Rumah Sakit.
EDUKASI DAN SKRINING RESIKO DIABETES MELITUS PADA ANAK Marthalena Simamora; Janno Sinaga; Henny Syafitri; Normi Sipayung; Meytri Kristina Duha; Kristina; Mahdalina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6480

Abstract

Obesitas dan Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia remaja, terutama akibat perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Usia remaja merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena berada pada masa transisi yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kebiasaan sehari-hari. Kegiatan edukasi dilaksanakan sebagai upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan dan skrining dini risiko obesitas serta diabetes melitus pada siswa SMP Katolik Mariana Medan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan obesitas dan diabetes melitus, serta melakukan skrining kesehatan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, tekanan darah, dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2026 di SMP Katolik Mariana Medan yang diikuti oleh 23 siswa kelas VIII, terdiri dari 11 laki-laki (47,83%) dan 12 perempuan (52,17%). Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan menggunakan media power point dan leaflet, tanya jawab interaktif, ice breaking, serta skrining kesehatan langsung. Hasil skrining menunjukkan mayoritas peserta memiliki status gizi normal sebanyak 16 orang (69,57%), namun terdapat 5 orang (21,74%) overweight dan 2 orang (8,70%) obesitas. Kadar gula darah sewaktu normal ditemukan pada 19 orang (82,61%). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi program berkelanjutan di sekolah dengan melibatkan pihak Puskesmas, guru, dan orang tua siswa.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) STUDI KASUS PADA WILAYAH KERJA RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Rahmat Alyakin Dachi; Donal Nababan; Mindo Tua Siagian; Daeng Erlangga; Sry Yannie Bonifacia Nainggolan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tingginya kejadian DBD dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit, kurang optimalnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta belum konsistennya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3M Plus. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah DBD. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi Gerakan 3M Plus, pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri atas masyarakat umum, ibu rumah tangga, kepala keluarga, kader kesehatan, dan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pre-test sebesar 60,8 meningkat menjadi 88,6 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 27,8 poin. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan demonstrasi. Masyarakat menjadi lebih memahami penyebab, cara penularan, gejala, serta langkah-langkah pencegahan DBD melalui penerapan Gerakan 3M Plus dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Peserta juga menyatakan komitmen untuk melakukan pemeriksaan jentik secara berkala dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya memutus rantai penularan DBD. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan rumah sakit, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat agar tercipta perubahan perilaku yang berkesinambungan serta mendukung penurunan angka kejadian DBD di wilayah kerja RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan.
GERAKAN PERAWAT PEDULI PATIENT SAFETY MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI ENAM SASARAN KESELAMATAN PASIEN Eva Kartika Hasibuan; Masri Saragih; Adventy Riang Bevy Gulo; Carolina Oktavia Sihite; Shely Aulia Putri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6489

Abstract

Latar belakang: Perawat memegang peranan yang sangat penting dalam upaya mewujudkan keselamatan pasien karena merupakan tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien selama proses pelayanan. Peran tersebut diwujudkan melalui pemberian asuhan keperawatan yang aman, penerapan komunikasi yang efektif, pendokumentasian asuhan secara akurat, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur yang berlaku. Meskipun demikian, implementasi keselamatan pasien di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti terbatasnya pemahaman perawat mengenai standar keselamatan pasien, rendahnya kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Tujuan: Tujuan pengabdian ini yaitu pada penguatan kapasitas perawat dalam menerapkan prinsip-prinsip keselamatan pasien melalui program Gerakan Perawat Peduli Patient Safety dengan edukasi dan pendampingan terkait 6 (enam) sasaran keselamatan pasien. Metode: Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode edukasi (penyampaian materi), pendampingan diskusi dan tanya jawab serta studi kasus. Hasil: Hasil PkM menunjukkan bahwa program Gerakan Perawat Peduli Patient Safety melalui Edukasi dan Pendampingan Implementasi Enam Sasaran Keselamatan Pasien efektif dalam meningkatkan pengetahuan perawat (kategori pengetahuan kurang menurun dari 12,8% menjadi 0%). Kesimpulan: Terdapat perubahan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan gerakan perawat peduli patient safety dalam pemberian asuhan keperawatan.
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN ANAK USIA DINI DI TK KATOLIK MARIANA MEDAN Taruli Rohana Sinaga; Sri Dearmaita Purba; Rinawati Sembiring; Theresia Alpriani Sitompul; Putri Sarmaulina Tamba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6490

Abstract

Permasalahan gizi pada anak usia dini masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Rendahnya pengetahuan orang tua dan guru mengenai penerapan gizi seimbang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai gizi seimbang sebagai upaya mendukung pertumbuhan anak usia dini di TK Katolik Mariana Medan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan sasaran guru dan orang tua peserta didik. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), pretest, penyuluhan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta posttest sebagai evaluasi. Hasil pengukuran antropometri terhadap 18 peserta didik menunjukkan rata-rata berat badan sebesar 19,28 kg dan rata-rata tinggi badan sebesar 113,28 cm. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai prinsip gizi seimbang, konsep Isi Piringku, pentingnya konsumsi protein hewani, sayur dan buah, serta pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran antropometri secara berkala. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan berkomitmen untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian, penyuluhan gizi yang dipadukan dengan pengukuran antropometri merupakan strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.
PENDAMPINGAN UMKM DALAM PENGELOLAAN MARKETPLACE YANG AMAN DAN SESUAI KETENTUAN HUKUM BAGI PELAKU UMKM KECAMATAN MEDAN HELVETIA Fransiska T. Damanik; Muzwar Irawan; Parlindungan Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6492

Abstract

Perkembangan perdagangan digital melalui marketplace memberikan peluang yang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pemasaran. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai pengelolaan marketplace yang aman serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum, seperti perlindungan konsumen, transaksi elektronik, dan perlindungan data pribadi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola marketplace secara aman, efektif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Medan Helvetia dengan melibatkan 35 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha melalui tahapan sosialisasi, penyampaian materi, praktik pengelolaan marketplace, pendampingan, serta evaluasi menggunakan metode pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta dari 61,8 pada pre-test menjadi 86,4 pada post-test atau meningkat sebesar 24,6 poin (39,8%). Selain itu, peserta mampu menerapkan praktik pengelolaan marketplace yang lebih baik, meliputi penyusunan informasi produk secara lengkap, transparansi harga, penyampaian deskripsi produk yang sesuai ketentuan perlindungan konsumen, serta penerapan langkah-langkah perlindungan data pribadi dan pencegahan risiko hukum dalam transaksi elektronik. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi, dengan 91% menyatakan sangat puas terhadap materi, 94% menilai materi sesuai dengan kebutuhan usaha, 89% menyatakan praktik pendampingan mudah diikuti, dan 96% mengharapkan kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital, kompetensi pengelolaan marketplace, serta kesadaran hukum pelaku UMKM sehingga dapat mendukung terciptanya usaha digital yang lebih profesional, aman, dan berdaya saing.