Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles
118 Documents
LESSON LEARNED CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY INTEGRATED TERMINAL TANJUNG WANGI PADA PROGRAM JEMPARING WANGI DI KAMPOENG BATARA
M. Andhika Putra;
Andy Yudha Hutama;
Gatot Sudarsono;
Maya Lutviana Aulia;
Pipit Ratnawati;
Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35000
Lesson learned yang diberikan melalui pelaksanaan program corporate social responsibility (CSR) selalu mendatangkan manfaat bagi berbagai pihak yang memiliki focus of interest terhadap keberadaan program CSR. Baik yang diperoleh berdasarkan best practice program maupun pembelajaran yang diberikan oleh kegagalan dari pelaksanaan program. Sejatinya pelaksanaan CSR mendatangkan outcome dan impact bagi para stakeholder baik dalam bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan trend penilaian PROPER terhadap pelaksanaan program CSR dan menjadi pendorong bagi perusahaan untuk melaksanakan program CSR berdasarkan skema pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi litelatur terhadap berbagai sumber referensi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program CSR Jemparing Wangi (Jelajah Edukasi Masyarakat Pegiat Bambu Papring) yang dilaksanakan dengan mendukung kegiatan Kampoeng Batara dilakukan berdasarkan data hasil social mapping dengan mempertimbangkan permasalahan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Hal ini menjadi pendukung bagi keberlanjutan pelaksanaan program dan keberadaan road map program yang dilaksanakan akan memperjelas tahapan pencapaian dari tujuan program yang sudah dicanangkan dalam proses perencanaan.
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DENGAN METODE COGNITIVE RESTRUCTURING
Chika Riyanti;
Rudi Saprudin Darwis
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v1i1.31857
Salah satu periode dalam tahap perkembangan adalah masa remaja. Masa remaja menjadi masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa dimana terjadi beberapa kesulitan yang akan dihadapi baik oleh remaja maupun oleh orang tuanya. Tidak sedikit remaja yang tidak dapat merasakan peran dan fungsi dari orang tua mereka dikarenakan beberapa kondisi yang harus mereka hadapi seperti tinggal di panti asuhan. Remaja yang berada di panti asuhan dituntut untuk dapat melakukan penyesuaian diri secara baik. Penyesuaian diri yang mengalami hambatan akan mengganggu seseorang berperan serta berfungsi dalam kelompoknya. Banyak faktor yang menyebabkan remaja sulit melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya, salah satunya adalah keyakinan pada kemampuan diri yang disebut dengan kepercayaan diri. Permasalahan tidak percaya diri akan menghambat perkembangannya dalam bersosialisasi, mengembangkan potensi yang ia miliki, mengenal dirinya sendiri, dan tugas perkembangan lainnya. Permasalahan tidak percaya diri ini diketahui merupakan akibat dari adanya pikiran-pikiran negatif (distori kognitif) yang berdampak pada perilaku remaja. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri ialah dengan menggunakan cognitive restructuring form. Cognitive restructuring menekankan kepada kekuatan pikiran yang positif dan logis. Tujuan dari teknik cognitive restructuring secara umum adalah untuk merubah pikiran-pikiran negatif terhadap permasalahan yang dimiliki oleh klien menjadi pikiran yang lebih positif, sehingga pikiran tersebut berimplikasi terhadap sikap dan perilaku yang diambil oleh klien. One of the periods in the developmental stage is adolescence. Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood where several difficulties will be faced by both adolescents and by their parents. Not a few teenagers are unable to feel the role and function of their parents due to several conditions they have to face, such as living in an orphanage. Teens who are in orphanages are required to be able to adjust well. The adjustment that experiences obstacles will interfere with a person participating and functioning in the group. Many factors make it difficult for adolescents to adjust to their environment, one of which is the belief in self-efficacy which is called self-confidence. The problem of insecurity will hinder his development in socializing, developing his potential, knowing himself, and other developmental tasks. The problem of insecurity is known to be the result of negative thoughts (cognitive distortion) that have an impact on adolescent behavior. One method that can be used to increase self-confidence is to use the cognitive restructuring form. Cognitive restructuring emphasizes the power of positive and logical thoughts. The purpose of cognitive restructuring techniques, in general, is to change negative thoughts about the problems the client has into more positive thoughts so that these thoughts have implications for the attitudes and behaviors taken by the client.
Faktor Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan
Rosma Alimi;
Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34543
Kekerasan memang tidak memandang gender, namun terlihat sangat jelas dari data yang disajikan bahwa kekerasan terhadap perempuan sangatlah mengkhawatirkan. Konflik yang tidak kian usai dapat menimbulkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Tingkat KDRT yang setiap tahunnya cenderung meningkat menandakan bahwa korban mulai menyadari bahwa tindak KDRT bukanlah sesuatu yang dapat dinormalisasi, sehingga korban memiliki hak untuk memperjuangkan hak hidup aman dan lebih baik. Pernikahan yang seharusnya menjadi sebuah ruang yang nyaman untuk sepasang manusia, justru menjadi ruang paling menakutkan bagi sebagian perempuan. Adapun faktor-faktor terjadinya kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga khususnya yang dilakukan oleh suami terhadap istri sangatlah beragam. KDRT merupakan sebuah perilaku yang memberikan dampak yang sangat kompleks terhadap perempuan korban KDRT. Tindak kekerasan tersebut menghasilkan dampak psikologis terhadap perempuan korban KDRT. Salah satu upaya penanganan yaitu adanya pemenuhan hak terhadap perempuan korban KDRT. Pemahaman budaya kesetaraan sangat dibutuhkan dalam kehidupan berpasangan, keluarga, maupun masyarakat. Dengan fakta, data, dan aturan dalam Undang-Undang yang sudah ada dan ditetapkan, seharusnya pemerintah dan lembaga-lembaga anti kekerasan terhadap perempuan dapat bergerak lebih luwes lagi untuk membantu dan melindungi perempuan korban kekerasan.
PELATIHAN PEMASARAN EKSPOR UNTUK PARA WIRAUSAHAWAN “MARKETING EXPORT FOR ENTREPRENEUR” DI DESA CIBENDA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN
Sam’un Jaja Raharja;
Sari Usih Natari;
Nurul Mardhiah Sitio
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30950
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekspor produk para pengusaha di Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan analisis situasi terdapat potensi-potensi produk yang layak untuk diekspor. Namun disisi lain masih terkendala dengan berbagai persyaratan persyaratan perizinan yang diperlukan dan pengetahuan tentang prosedur ekspor impor yang masih rendah. Untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan diskusi dengan para pengusah, Kepala Desa dan Kementerian Perdagangan dalam hal ini dengan pihak Free Trade Agreement Center. Salah satu alternatif solusi yang dipilih memberikan pengetahuan tentang prosedur ekspor dan pengetahuan tentang berbagai persyaratan dan izin yang diperlukan untuk menjadi eksportir. Pelatihan diberikan untuk memberikan pengetahuan tentang berbagai aspek yang terkait dengan ekspor-impor. Materi Pelatihan yang diberikan berisikan tentang kebijakan Perdagangan Bebas, Fasilitas Ekspor dan lain-lain. Hasil pelatihan menunjukkan telah terjadi perubahan pengetahuan para peserta tentang ekspor dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan ekspor mulai dari perizinan sampai dengan prosedur yang harus ditempuh. Disarankan ada pembinaan lanjutan dalam bentuk pendampingan secara langsung dan memberikan fasilitasi konsultasi bagi yang membutuhkan penangangan spesifik. ABSTRACTThis study aims to analyze the export potential of businessmen's products in Cibenda Village, Parigi District, Pangandaran Regency. Based on the situation analysis, there are product potentials that are suitable for export. However, on the other hand, it is still constrained by the various licensing requirements required and knowledge of export-import procedures which is still low. To overcome these obstacles, discussions were held with entrepreneurs, the Village Head and the Ministry of Trade in this case with the Free Trade Agreement Center. One of the alternative solutions chosen provides knowledge of export procedures and knowledge of the various requirements and permits required to become an exporter. Training is provided to provide knowledge about various aspects related to export-import. The training materials provided contain Free Trade policies, Export Facilities and others. The results of the training show that there has been a change in the participants' knowledge about exports and how the steps that must be taken to export, starting from licensing to the procedures that must be taken. It is recommended that there be further guidance in the form of direct mentoring and providing consultation facilitation for those who need specific handling
Penggunaan Website sebagai Strategi Online Fundraising di Yayasan Al-Qomariyah Kota Bandung
Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa;
Irfan, Maulana;
Gutama, Arie Surya
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51702
Penelitian ini membahas penerapan strategi online fundraising oleh Yayasan Al-Qomariyah, Kota Bandung, dengan fokus pada pemanfaatan website company profile. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aspek-aspek yang memengaruhi kesuksesan penggalangan dana online, seperti aksesibilitas, akuntabilitas, edukasi, interaksi, dan pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Al-Qomariyah telah memanfaatkan kombinasi pendekatan yang inklusif melalui online fundraising untuk mencapai keberlanjutan dalam dukungan finansial dan direct funding pada proyek spesifik. Website Al-Qomariyah telah mengakomodasi pengalaman berdonasi yang baik, tetapi interaksi lebih fokus dilakukan melalui media sosial. Transparansi penggunaan dana tidak disajikan secara eksplisit melalui website unuk menjaga privasi donatur. Interaksi dalam website masih belum optimal, sehingga media sosial dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi tersebut dan menjadi wadah utama dalam mendorong partisipasi dan donasi. Penelitian ini merekomendasikan Yayasan Al-Qomariyah untuk melakukan integrasi yang lebih baik antara website dengan platform penggalangan dana online lainnya, meningkatkan interaksi di website, serta memperbanyak konten edukatif untuk mendorong partisipasi aktif dalam peningkatan online fundraising mereka.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DI PERUSAHAAN
Zagita Zilvana Zetta;
Santoso Tri Raharjo;
Risna Resnawaty
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37123
CSR adalah sebuah investasi bagi pertumbuhan, perkembangan, dan keberlanjutan sebuah perusahaan dan tidak bisa hanya dilihat sebagai saran biaya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) di perusahaan di Indonesia baik dari faktor pendukung maupun faktor penghambatnya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam melakukan penelitian ini adalah dengan studi dokumen. Dalam penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) terdapat beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Hal yang menjadi faktor penghambat efektivitas dalam implementasi penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah peraturan pelaksanaan kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang masih belum terbentuk dengan jelas sehingga belum ada sinkronisasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha.
JAGA PESISIR KITA: PENGELOLAAN POTENSI LINGKUNGAN PESISIR MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PANGEMPANG, KECAMATAN MUARA BADAK
Tabita Titah Dewanti;
Faris Harsen;
Nurliana Cipta Apsari;
Santoso Tri Raharjo;
Sahadi Humaedi;
Budi Muhammad Taftazani;
Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v4i1.49831
Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara daratan dan lautan yang berpotensi kaya akan sumber daya alam. Didalamnya terdapat banyak ekosistem dan keanekaragaman hayati yang melimpah. Namun, wilayah pesisir seringkali menghadapi tantangan eksploitasi yang berlebihan dan degradasi lingkungan akibat kegiatan manusia. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu cara dalam pengelolaan potensi lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penerapan pemberdayaan masyarakat terkait program “Jaga Pesisir Kita” melalui pengelolaan potensi sumber daya pesisir di wilayah pesisir Pangempang dengan fokus rehabilitasi lingkungan, peningkatan ekonomi masyarakat melalui wisata, dan edukasi keanekaragaman hayati. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis primer dan sekunder melalui observasi, wawancara dengan stakeholder, dan sumber literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan masyarakat pesisir Pangempang dalam pengelolaan potensi lingkungan pesisir memberikan hasil yang cukup baik dengan adanya kesadaran masyarakat pesisir terhadap kepedulian dengan lingkungan. Terlaksananya rehabilitasi terumbu karang dan hutan mangrove, salah satunya dengan transplantasi terumbu karang. Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata alam dan peningkatan kemampuan anggota penerima manfaat terkait pengelolaan wisata pesisir. Coastal areas are transitional areas between land and sea that are potentially rich in natural resources. It contains many ecosystems and abundant biodiversity. However, coastal areas often face challenges of overexploitation and environmental degradation due to human activities. Community empowerment is one way to manage the potential of the coastal environment. This research aims to discuss the application of community empowerment related to the “Jaga Pesisir Kita” program through the management of potential coastal resources in the Pangempang coastal area with a focus on environmental rehabilitation, community economic improvement through tourism, and biodiversity education. The research method used in descriptive qualitative with primary and secondary analysis through observation, interviews with stakeholders, and others literature sources. The results showed that the involvement of Pangempang coastal communities in managing the potential of the coastal environment gave good results with the awareness of coastal communities to care about the environment. The implementation of rehabilitation of coral reefs and mangrove forests, one of which is by transplanting coral reefs. Improving the community’s economy throught the development of nature tourism and improving the ability of beneficiary members related to coastal tourism management.
EDUKASI PENANGANAN COVID-19 BAGI ORANG TUA DENGAN ANAK DISABILITAS DALAM MASA PPKM DARURAT DI DESA TEGALLUAR KABUPATEN BANDUNG
Moch Zaenuddin;
Dessy Hasanah Siti Asiah;
Meilanny Budiarti Santoso;
Aldi Ahmad Rifa'i
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37358
Lonjakan kasus pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia yang mendorong pemerintah untuk memberlakukan PPKM Darurat di seluruh Pulau Jawa dan Bali pada bulan Juli 2021. Pemberlakukan masa pembatasan memaksa berlanjutnya penutupan sekolah dan berbagai fasilitas publik. Dalam masa pembatasan ini, Anak Dengan Disabilitas sebagai salah satu kelompok rentan menjadi salah satu kelompok paling terdampak yang menyebabkan semakin besarnya hambatan bagi mereka untuk bertahan dan berkembang. Penanganan COVID-19 bagi Anak Dengan Disabilitas dibutuhkan karena mereka menjadi kelompok yang terabaikan dalam situasi krisis. Sehingga dibutuhkan suatu upaya edukasi bagi pendamping Anak Dengan Disabilitas terutama orang tua untuk mendampingi anaknya agar mampu melaksanakan protokol kesehatan dan tetap berkembang selama berada di rumah. Desa Tegalluar menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dikarenakan terdapat orang tua dan ADD yang terdampak dari pemberlakuan PPKM Darurat. Hasil dari pelaksanaan edukasi secara daring didapatkan bahwa orang tua telah mampu mendampingi ADD untuk menangani COVID-19 dalam masa PPKM Darurat.
MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI KEBIASAAN HIDUP BARU DI MASA PANDEMI COVID-19
Meilanny Budiarti Santoso;
Moch Zainuddin;
Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v2i2.32769
Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Peningkatan kasus belum memperlihatkan adanya penurunan angka penyebaran virus. Pemerintah dalam menanggapi krisis kesehatan telah melakukan beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran infeksi COVID-19. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjadi salah satu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam merespon situasi pandemi. AKB bertujuan agar masyarakat dapat melaksanakan protokol kesehatan ketika terpaksa beraktivitas di luar rumah dalam masa pandemi COVID-19. Upaya preventif dan promosi ini harus disebarluaskan kepada setiap masyarakat agar semakin banyak masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan sosialisasi secara daring melalui media sosial menjadi metode yang ditempuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19. Tingginya intensitas penggunaan media sosial menjadi media paling efektif dalam penyebaran edukasi mengenai AKB.
PERAN UNICEF DALAM PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA
Saraswati Widuri;
Nabila Thifallya Regina;
Nadira Putri Kowara;
Sahadi Humaedi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jppm.v3i3.40376
Anak merupakan generasi emas penerus bangsa. Akan tetapi, realitanya masih ditemukan banyak kasus yang dapat merenggut kebahagiaan dan tidak memberikan ruang kenyamanan pada anak. Anak juga memiliki peran sosial sebagai bagian penting di masyarakat. Maka dari itu, anak juga memiliki hak untuk dapat hidup aman dan nyaman di kehidupannya. Permasalahan yang sering terjadi pada anak harus mendapatkan perhatian dan segera ditangani karena akibatnya dapat berkepanjangan dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang serta masa depannya, misal anak dapat mengalami traumatis. Bentuk-bentuk permasalahan yang terjadi pada anak sangat banyak, seperti adanya child abuse, child trafficking, masalah pernikahan dini pada anak, dan lain sebagainya. UNICEF dapat menjadi salah satu bagian penting dalam PBB yang memiliki peranan dan perhatian pada masalah-masalah anak dan perempuan di seluruh dunia. Pengaturan hak anak tertuang dalam Konvensi Hak Anak yang disahkan pada tanggal 20 November 1989 oleh Majelis Umum PBB yang didalamnya berisi norma-norma hukum mengenai kedudukan anak. Negara yang menjadi anggota PBB mempunyai kewajiban membuat laporan kepada UNICEF dengan periode 5 tahun sekali. Peran UNICEF disini tentunya memberi perlindungan terhadap hak-hak asasi anak, yakni hak kelangsungan hidupnya, pengembangan diri, keamanan, dan kebebasannya di ruang publik dalam berpartisipasi menyuarakan pendapat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peranan UNICEF terhadap perlindungan hak-hak anak. Metode penelitian atau pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan atau library research. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa UNICEF bukan hanya memiliki tanggung jawab memonitor permasalahan yang terjadi pada anak, tetapi berusaha untuk menyelesaikan dan mencegah permasalahan tersebut.