cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281320798295
Journal Mail Official
santoso.tri.rahajo@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Kesejahteraan Sosial Gedung B Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor, Sumedang Telepon/Fax (022) 7796974, 7796416
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
ISSN : 27751910     EISSN : 27751929     DOI : https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles 118 Documents
PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI REMAJA PECANDU HISAP LEM Jihan Kamilla Azhar; Silva Amanda Durratul Hikmah; Ragil Abimayu; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37831

Abstract

Perilaku menghisap lem merupakan perilaku yang tergolong menyimpang karena penggunaan zat adiktif dan psikotropika penggunaannya dilarang. Fenomena menghisap lem pada remaja di Indonesia cukup marak ditemukan. Di antaranya, banyak remaja yang melakukan perilaku menyimpang tersebut karena terbawa oleh teman sebayanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan identitas diri remaja pecandu hisap lem. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang mana penulis menggunakan referensi dari artikel-artikel ilmiah dan buku sebagai bahan acuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan identitas diri berpengaruh terhadap terjadinya perilaku menghisap lem pada remaja, yang diakibatkan oleh identitas dirinya belum terbentuk secara sempurna. Remaja berusaha untuk mencari dan mengeksplorasi identitas dirinya, yang terkadang dalam proses tersebut remaja rentan untuk terbawa oleh pengaruh negatif lingkungannya yang dapat mengakibatkan perilaku menyimpang. Pada umumnya, krisis identitas diri terjadi karena remaja masih belum terlalu mengetahui tentang bagaimana perilaku yang benar dan salah. Remaja juga berada dalam fase kebingungan, di mana mereka tidak mengetahui apa yang sebaiknya harus ia lakukan di masa remaja dan harus menyiapkan apa untuk masa depannya.
DILEMA ETIKA DALAM PRAKTIK ORGANISASI PELAYANAN MANUSIA NONPROFIT Aulia Rahmawati; Sri Sulastri
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.40608

Abstract

 Organisasi pelayanan manusia memiliki peran yang penting dalam membantu berbagai pihak menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Walaupun sangat bermanfaat, bukan berarti organisasi pelayanan manusia tidak memiliki masalah. Setiap organisasi pasti memiliki permasalah tersendiri, termasuk organisasi pelayanan manusia nonprofit. Tidak jarang masalah yang muncul menjadi dilema bagi keberlanjutan organisasi. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis dilema etika yang dihadapi oleh organisasi pelayanan manusia nonprofit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengumpulkan sumber-sumber tertulis melalui media google scholar. Hasilnya, terdapat beberapa dilema yang dihadapi, yaitu dilema dalam hal finansial, pekerja dan sukarelawan, konflik kepentingan, dan regulasi dan manajemen. 
PENDAMPINGAN PADA REMAJA DALAM MENGATASI CEMAS SAAT PUBLIC SPEAKING MENGGUNAKAN EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE, RELAKSASI IMAJINASI DAN OLAH TUBUH Vini Oktaviani; Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35130

Abstract

Kecemasan merupakan sesuatu yang terjadi pada hampir semua orang, termasuk remaja pada waktu-waktu tertentu dalam hidupnya. Seperti yang dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa 20% dari populasi dunia mengalami kecemasan, dan 48% diantaranya merupakan remaja. Di Indonesia, prevalensi kecemasan pada remaja berkisar antara 65-78% dengan prevalensi kelompok perempuan lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki. Kecemasan bisa menyebabkan adanya perubahan secara fisik juga psikologis. Kecemasan yang dialami saat berbicara di depan umum merupakan hal yang dapat mengganggu konsentrasi dalam menyampaikan tujuan yang ingin dicapai. Dalam kondisi demikian, diperlukan suatu upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dirasakan dengan berbagai teknik intervensi yang dapat dilakukan, seperti Emotional Freedom Technique (EFT), Relaksasi Imajinasi dan Olah Tubuh, ketiga teknik tersebut ditujukan untuk menaikkan kendali dan rasa percaya diri untuk mengurangi stres dan kecemasan yang dirasakan. Artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan menganalisa berbagai kajian pustaka dan riset aksi yang diperlukan dalam proses penyusunannya. Intervensi yang dilakukan selama empat minggu bersama klien yang mengalami isu terkait menggunakan tiga teknik relaksasi tersebut, membuahkan hasil yang cukup signifikan dalam penyampaian materi yang dilakukan klien saat melakukan presentasi. Melawan rasa cemas menjadi sebuah keberanian merupakan tindakan yang paling tepat dan dapat dilakukan pada saat kita dalam kondisi yang tenang dan nyaman. Jangan sampai kecemasan menjadi penghalang dalam memiliki keterampilan komunikasi untuk berinteraksi dengan lingkungan.
DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Shafa Yuandina Sekarayu; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33436

Abstract

ABSTRAKPernikahan merupakan ikatan lahir dan batin berupa penyatuan antara laki-laki dan perempuan atas dasar keinginan untuk memiliki keturunan dan keluarga. Pada dasarnya pernikahan dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kematangan dalam segi fisik, psikologis, dan ekonomi. Namun, di Indonesia sekitar 12 - 20% masih bisa ditemukan pernikahan yang belum disertai dengan kesiapan dari berbagai aspek seperti fisik, ekonomi, dan pengetahuan mengenai kehidupan rumah tangga. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan deskriptif yang akan menggali lebih dalam mengenai pernikahan dini dan keterkaitannya dengan kesehatan reproduksi. Pernikahan usia dini dilakukan oleh seseorang yang rata-rata berusia dibawah 19 tahun yang rata-rata belum siap dalam berbagai aspek dalam pernikahan. Hal ini kemungkinan akan berdampak terhadap kesehatan reproduksi baik untuk perempuan maupun laki-laki. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang dari berbagai aspek dalam melaksanakan pernikahan sehingga upaya untuk menghindari dampak buruk pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi dapat diminimalisir. ABSTRACT Marriage is a physical and spiritual bond in the form of a union between a man and a woman based on the desire to have offspring and a family. Basically, marriage is carried out by someone who has matured physically, psychologically and economically. However, in Indonesia, around 12-20% can still be found marriages that have not been accompanied by readiness from various aspects such as physical, economic, and knowledge of household life. This article uses qualitative and descriptive research methods that will explore more about early marriage and its relation to reproductive health. Early marriage is carried out by someone who is under 19 years old on average who is not ready for various aspects of marriage. This is likely to have an impact on reproductive health for both women and men. Therefore, various aspects of preparation are needed in carrying out the marriage so that efforts to avoid the negative impact of early marriage on reproductive health can be minimized.
ANALISIS UNIT USAHA WATERBOOM BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA MEKAR JAYA KABUPATEN BELITUNG TIMUR Yuliana Krismonni; Aimie Sulaiman; Putra Pratama Saputra
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.34573

Abstract

Pembangunan merupakan sebuah proses perubahan dalam suatu wilayah menuju ke arah yang lebih baik demi terciptanya kesejahteraan masyarakatnya. Pembangunan pada hakikatnya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik saja, akan tetapi pembangunan yang bersifat non fisik juga mulai banyak dikembangkan, salah satunya yakni pembangunan berbasis masyarakat. Salah satu tujuan pembangunan berbasis masyarakat yakni menciptakan sebuah kemandirian bagi masyarakatnya. Hal ini dapat terlihat pada pembangunan diwilayah pedesaan, mencakup pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, yang diharapkan dapat menstimulus dan menggerakkan roda perekonomian masyarakatnya dengan didirikannya lembaga ekonomi desa, salah satunya ialah Badan usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisa unit usaha yang dijalankan oleh BUMDes Mitra Sejahtera dalam kehidupan masyarakat, salah satunya melalui unit usaha waterboom. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, serta penggunaan data primer dan sekunder sebagai pelengkap dalam pengumpulan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan di Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur. Hasil dari penelitian ini yakni, adanya unit usaha waterboom sejak tahun 2020 sampai dengan tahun penelitian dilakukan memang yang datang berkunjung mengalami penurunan drastis, dikarenakan adanya pandemi covid-19. Sehingga hal ini belum bisa berdampak bagi kehidupan ekonomi masyarakatnya. Selain itu juga adanya berbagai infrastuktur yang belum layak untuk digunakan menyebabkan masyarakat setempat belum bisa berjualan. Sejauh ini hanya kantin bumdes, galeri seni, dan desain grafis yang sedang berjalan ditempat tersebut. Akan tetapi berdasarkan observasi peneliti dilapangan, kedepannya unit usaha waterboom ini akan mengalami perkembangan yang cukup baik. Hal tersebut dapat terlihat bahwasannya, pengunjung sebelum adanya wabah covid sangat ini sangat membludak sekali. Faktor-faktor pendukung lainnya juga akses antara desa-desa yang ada di daerah Manggar untuk mengunjungi objek wisata tersebut dapat dijangkau dengan mudah. Selain itu juga unit usaha waterboom  ini merupakan satu-satunya waterboom yang ada di kecamatan Manggar. Sehingga pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari masyarakat desa mekar jaya saja, masyarakat diluar desa mekar jaya juga banyak yang datang berkunjung. Berdasarkan beberapa faktor tersebut, menunjukkan bahwasannya objek wisata waterboom ini akan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu.   Nowadays, community-based development has begun to be widely developed. The goal of community-based development is to create an independence for the community. This can be seen in development in rural areas, including community empowerment, local economic development, which is expected to stimulate and move the wheels of the community's economy with the establishment of village economic institutions, one of which is Village Owned Enterprises (BUMDes). The purpose of this research is to analyze the business units run by BUMDes Mitra Sejahtera in people's lives, one of which is through the waterboom business unit. This study uses a qualitative descriptive approach, using primary and secondary data in collecting information needed by researchers. This research was conducted in Mekar Jaya Village, East Belitung Regency. The results of this study, namely, the existence of a waterboom business unit from 2020 to the year the study was conducted by visitors who came experienced a drastic decrease, due to the covid pandemic. So it has not had an impact on improving the economy of the community. In addition, various infrastructures that are not suitable for use cause the community to not be able to sell. However, based on the observations of researchers in the field, in the future this waterboom business unit will experience quite good development. It can be seen that the number of visitors before the Covid outbreak was very booming. Another supporting factor is that access between villages in the Manggar area to visit tourist attractions can be easily reached, considering that this water park is the only water park in Manggar sub-district. So that visitors who come not only come from the village community of Blooming Jaya, many people outside the village of Blooming Jaya also come to visit. Based on these several factors, it shows that this waterboom tourist attraction will develop over time.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA Laila Fazry; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34679

Abstract

ABSTRAKMedia sosial menjadi semakin memuncak keberadaannya di tahun 2020 terutama di kalangan remaja. Hadirnya media sosial memberikan dampak dan pengaruh dalam celah kehidupan termasuk membentuk perilaku. Bullying online atau yang dikenal dengan cyberbullying. Tujuan dari dilakukaannya penelitian pustaka ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh media sosial di kalangan remaja terkait dengan perilaku cyberbullying, dan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anaknya terutama pada usia remaja. Pencarian literatur pustaka dilakukan pada beberapa artikel penelitian dengan waktu publikasi 10 tahun terakhir. Pencarian sumber dilakukan di beberapa web jurnal kredibel seperti google scholar, springer, JISIP, BMC Pediatrics, BMC Public Health, dan web jurnal lainnya, serta memanfaatkan data hasil penelitian dari Hootsuit and We are social. Dalam penelitian ini menggunakan perspektif sistem dari Hutchinson. Hasil menunjukkan bahwa media sosial memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap cyberbullying di kalangan remaja, tidak terpatok pada gender dan usia, tetapi peran orang tua dan orang terdekat sangat diharapkan dalam membimbing remaja guna mengurangi penggunaan media sosial bermasalah yang pada akhirnya akan berdampak pada perilaku cyberbullying.ABSTRACTSocial media is becoming increasingly prevalent in 2020, especially among teenagers. The presence of social media has an impact and influence in life gaps, including shaping behavior. Online bullying or what is known as cyberbullying. The purpose of conducting this literature research is to see how the influence of social media among adolescents is related to cyberbullying behavior, and the importance of parental supervision of their children, especially in adolescence. A literature search was carried out on several research articles with a publication time of the last 10 years. Source searches are carried out on several credible journal webs such as google scholar, Springer, JISIP, BMC Pediatrics, BMC Public Health, and other web journals, as well as utilizing research data from Hootsuit and We are social. In this study using a systems perspective from Hutchinson. The results show that social media has a considerable influence on cyberbullying among adolescents, it is not fixed on gender and age, but the roles of parents and closest people are expected to guide adolescents to reduce problematic social media use which in turn will have an impact on cyberbullying behavior.
PENGARUH INTERVENSI PIHAK EKSTERNAL TERHADAP MODERNISASI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DI DESA NEGLASARI(THE INFLUENCE OF EXTERNAL PARTY INTERVENTION ON THE MODERNIZATION OF THE KAMPUNG NAGA COMMUNITY IN NEGLASARI VILLAGE) Chintia Lubis; Dinda Sophia; Farhan Dzikri; Getsemane Veronika; Giant Andreas; Muhammad Ihsan Sagara; Paulus Hans
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30793

Abstract

Modernisasi telah menjamah hampir seluruh wilayah di Indonesia, baik dikarenakan oleh semakin berkembangnya teknologi, interaksi dengan orang dengan budaya berbeda, dan lain sebagainya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh intervensi pihak luar terhadap modernisasi masyarakat Kampung Naga di Desa Neglasari. Sebagaimana diketahui, Kampung Naga adalah sebuah wilayah yang menutup diri dari dunia luar. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data seakurat mungkin adalah metode kualitatif, dimana peneliti mengemas fakta dan data yang ada untuk kemudian dikembangkan sebagai jawaban atas pertanyaan, hipotesis dan teori peneliti. Pendekatan studi kasus dilakukan untuk semakin mempermudah peneliti untuk mendapatkan informasi. Dari semua aktivitas pencarian informasi yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan pengaruh intervensi masyarakat luar terhadap masyarakat Kampung Naga. Intervensi tersebut kemudian mempengaruhi budaya dan kebiasaan masyarakat Kampung Naga, baik dari segi positif maupun negatif. Pengaruh dari intervensi pihak luar diharapkan tidak menjadikan nilai budaya yang melekat di dalam diri masyarakat Kampung Naga semakin luntur dan akhirnya hilang.
AKSESIBILITAS FASILITAS PELAYANAN PUBLIK DI BEBERAPA WILAYAH DAN IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG DALAM MEMENUHI HAK PENYANDANG DISABILITAS Syifa Salsabila; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.33976

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya dalam mengakses fasilias dan pelayanan publik. Pemerintah telah mengatur berbagai langkah perlindungan untuk mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas yang disebutkan dalam berbagai regulasi. Kemampuan penyandang disabilitas bertolak belakang dengan pelayanan dan fasilitas yang telah disediakan pemerintah untuk kelompok ini. Sering ditemui pelayanan yang tidak aksesibel bagi penyandang disabilitas. Oleh sebab itu perlu dilakukan kajian mengenai aksesibilitas fasilitas dan pelayanan publik dari berbagai bidang yang diperuntukan bagi kelompok difabel. Metode dalam penulisan artikel ini berupa studi kepustakaan. Artikel ini menjelaskan bagaimana aksesibilitas fasilitas pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan implementasi undang-undang dalam memenuhi hak penyandang disabilitas untuk mengakses fasilitas pelayanan publik.
DAMPAK KEHADIRAN JASA PESAN ANTAR MAKANAN PADA MAHASISWA KOS UNPAD BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI KONTROL Zein, Bhre Kirana; Pratama, Muhammad Aldy; Rusyidi, Binahayati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.46601

Abstract

Maraknya kemajuan teknologi membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses kebutuhan, salah satunya adalah dengan hadirnya jasa layanan pesan antar makanan. Mahasiswa kos adalah bagian dari masyarakat yang terdampak. Dampak yang dihasilkan adalah munculnya beberapa tingkah laku dan kebiasaan baru. Kehadiran jasa layanan pesan antar makanan memang memberikan kemudahan, para mahasiswa tak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan waktu untuk memesan makanan. Cukup mengandalkan ponsel saja, makanan pun sampai di depan kos. Namun, tak semua dampak menghasilkan kebiasaan yang baik, para mahasiswa jauh lebih mengharapkan kemudahan dan kepraktisan dalam memenuhi kebutuhan pangan, bahkan perasaan rasa malas pun membuat para mahasiswa lebih mengandalkan jasa layanan pesan antar. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui seberapa jauh dampak yang dihasilkan oleh jasa layanan pesan antar bagi tingkah laku mahasiswa. Sementara itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data melalui wawancara dengan landasan pertanyaan menggunakan teori kontrol. Hasil temuan data menyatakan bahwa, kemunculan jasa layanan pesan antar memudahkan para mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus keluar kos. Sebagian dari mahasiswa merasa beruntung atas kehadiran jasa layanan ini karena merasa lebih nyaman untuk menyantap makanan sendiri tanpa distraksi dari eksternal. Namun, kehadiran jasa layanan pesan antar ini juga memunculkan sifat malas bagi mahasiswa. Sehingga, para mahasiswa harus lebih bijak untuk memanfaatkan temuan teknologi ini. The rise of technological advances makes it easier for people to access their needs, particularly the presence of food delivery services. Boarding students are part of the affected community. The resulting impact is the emergence of several new behaviors and habits. The presence of food delivery services does provide convenience, students do not need to spend a lot of energy and time to order food. Just rely on your cellphone, the food will arrive in front of the boarding house. However, not all impacts result in good habits, students expect much more convenience and practicality in meeting their food needs, and even feelings of laziness make students rely more on delivery services. The purpose of this article is to find out how far the impact generated by food delivery services has on student behavior. Meanwhile, the method used in this research is data collection through interviews. The Questions of the interview are based on control theory. The findings of the data stated that the emergence of food delivery services made it easier for students to meet food needs without having to go out of their boarding houses. Some of the students feel lucky for the presence of these services because they feel more comfortable to eat their own food without external distractions. However, the presence of food delivery service also raises the lazy nature of students. Thus, students must be wiser to take advantage of these technological findings.
PERAN STAKEHOLDER DALAM MENGATASI TUMBUH KEMBANG ANAK DI MASA PANDEMI (Studi Kasus Balita Kurang Gizi) Maulana Irfan; Rahayu Nurfauziah; Ghea Cantika Noorsyarifa
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37990

Abstract

Stunting menjadi persoalan utama dan tantangan negara dalam menghadapinya. Belum tuntasnya penanggulangan stunting, prioritas negara kembali diuji dengan adanya pandemi Coronavirus Disease (covid-19). Di Tengah situasi krisis ini, peran multi stakeholder sangat dibutuhkan dengan membangun komitmen, kesamaan perspektif, dukungan sumber daya dan kekuatan aktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran stakeholder dalam mengatasi tumbuh kembang anak di masa pandemi serta bagaimana strategi menyelesaikannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, pendekatan ini menggunakan penelitian, teori, pendapat ahli serta literatur terdahulu sebagai objek utama dalam penelitian. Penelitian ini mengemukakan bahwa dalam proses mengatasi masalah stunting, para stakeholder harus dapat saling berintegrasi demi mencapai tujuan bersama. Modal utama dalam kolaborasi adalah komunikasi. Kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kekuatan terbesar dalam penanganan masalah stunting di Jawa Barat.

Page 5 of 12 | Total Record : 118