cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281320798295
Journal Mail Official
santoso.tri.rahajo@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Kesejahteraan Sosial Gedung B Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor, Sumedang Telepon/Fax (022) 7796974, 7796416
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
ISSN : 27751910     EISSN : 27751929     DOI : https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles 118 Documents
MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI KEBIASAAN HIDUP BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Meilanny Budiarti Santoso; Moch Zainudiin; Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33440

Abstract

ABSTRAKPandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Peningkatan kasus belum memperlihatkan adanya penurunan angka penyebaran virus. Pemerintah dalam menanggapi krisis kesehatan telah melakukan beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran infeksi COVID-19. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjadi salah satu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam merespon situasi pandemi. AKB bertujuan agar masyarakat dapat melaksanakan protokol kesehatan ketika terpaksa beraktivitas di luar rumah dalam masa pandemi COVID-19. Upaya preventif dan promosi ini harus disebarluaskan kepada setiap masyarakat agar semakin banyak masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan sosialisasi secara daring melalui media sosial menjadi metode yang ditempuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19. Tingginya intensitas penggunaan media sosial menjadi media paling efektif dalam penyebaran edukasi mengenai AKB. ABSTRACTPandemic Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is still a threat to the global community, including Indonesia. The increase in cases has not shown a decrease in the spread of the virus. The government in response to the health crisis has implemented several policies to reduce the spread of COVID-19 infection. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) or adapting to new habits is one of the new policies issued by the government as a response in a pandemic situation. The AKB aims for the public to implement health protocols when they have to do activities outside the home during the COVID-19 pandemic. These preventive and promotional moves should be disseminated to every community so there would be more people who can implement health protocols. Social media is one of the most effective platforms used for this community service program during the COVID-19 pandemic. The high amount of people using social media during this time is the most effective media in disseminating education about AKB.
POLA AJAR ORANG TUA TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (BUTA TOTAL, TULI, DAN CACAT FISIK) EDUCATING PATTERNS FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS (BLIND, DEAF, AND PHYSICALLY DISABLED) Awalia Nur Azizah; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.40082

Abstract

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal. Tanggung jawab pendidikan di dalam keluarga khususnya orang tua termasuk ke dalam pendidikan informal. Untuk melaksanakan pendidikan informal, keluarga memberikan bentuk pengajaran yang akan sangat berpengaruh dalam perkembangan seorang anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, keluarga harus menyesuaikan pola ajar yang akan diberikan kepada anak berkebutuhan khusus dengan ciri-ciri yang dimiliki, khususnya anak yang terkena buta total, tuli, dan cacat fisik. Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System explains that education can be carried out in three ways, namely formal education, non-formal education, and informal education. Educational responsibilities in the family, especially parents, are included in informal education. To carry out informal education, the family provides a form of teaching that will be very influential in the development of a child with special needs. Therefore, families must adjust the teaching patterns that will be given to children with special needs with their characteristics, especially children who are completely blind, deaf, and physically disabled.
Kolaborasi Stakeholder dalam Pengembangan Kampung Wisata Ekoriparian Geblak Jambangan Nuril Khatulistiyawati; Insani Kinasih; Eggi Diswanto; Eddy Kurniawan; Maulana Irfan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35017

Abstract

ABSTRAKPencemaran lingkungan di bantaran Sungai Brantas yang mengaliri wilayah Kecamatan Jambangan memunculkan gagasan ide untuk melakukan Gerakan Balik Kanan (Geblak) berupa reposisi rumah warga bantaran sungai untuk menghadap sungai. Geblak tidak hanya menjadi upaya pencegahan pencemaran lingkungan, tetapi juga ditindaklanjuti menjadi langkah awal pengembangan wisata ekoriparian di Kecamatan Jambangan. Pada pelaksanaan pengembangan kampung wisata melibatkan para stakeholder dalam tiap prosesnya. Namun untuk mewujudkanya perlu team work yang baik, maka kolaborasi para pihak (stakeholder) menjadi peranan penting dalam kegiatan ini.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk keterlibatan para stakeholder dalam proses pengembangan Kampung Wisata Ekoriparian Geblak Jambangan.  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa dalam proses pengembangan kampung wisata, para aktor tidak hanya bertindak dalam cakupan perannya masing-masing, namun saling berintegrasi demi mencapai tujuan bersama. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan sektor swasta menjadi kekuatan terbesar dalam pengembangan Kampung Wisata Ekoriparian Geblak Jambangan.
PEMANFAATAN ASET LOKAL DALAM PENGEMBANGAN BATIK TULIS PEWARNA ALAMI OLEH MASYARAKAT BLOK KEBON GEDANG DESA CIWARINGIN, KECAMATAN CIWARINGIN, KABUPATEN CIREBON Yoga Maulana Yusuf; Maulana Irfan; Nandang Mulyana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.31862

Abstract

Kegiatan pengembangan masyarakat saat ini gencar dilakukan di Indonesia dalam berbagai sektor, dengan memfokuskan kepada potensi dibanding masalah yang ada di daerah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan asset based community development, diyakini dapat menjadi alternatif yang tepat sebagai upaya untuk memanfaatkan asset yang ada guna meningkatkan kualitas hidup mereka. Pendekatan berbasis asset ini memiliki tujuan untuk fokus mengidentifikasi dan memanfaatkan asset yang ada daripada fokus terhadap kekurangan atau masalah. Kegiatan pemanfaatan asset lokal yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Gedang bertujuan agar kehidupan masyarakat setempat menjadi lebih baik dan mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada, mulai dari pemanfaatan bahan alam, sumber daya manusia, hingga fasilitas sarana dan prasarana setempat guna mendukung pengembangan batik tulis itu sendiri melalui kegiatan pemanfaatan asset lokal yang tidak terlepas dari kontribusi dan partisipasi aktif dari masayrakat sekitar melalui 3 tahap, yaitu identifying local asset, leveraging local asset, dan managing local asset. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan studi literatur dan data sekunder lainnya dari berbagai sumber. Pada pembahasan menunjukan bahwa tahapan ABCD merupakan suatu langkah yang bisa diambil guna mendukung perkembangan Batik Ciwaringin, dengan mengadopsi konsep tersebut maka langkah pengembangan masyarakat melalui batik bisa terlaksana dengan baik. Community development activity is now intensively being done in Indonesia in every sector, by focusing to the potensials rather than to the problems in the society. This approach has the purpose to only focus identifying dan utilize the existing assets rather than to the weaknesses and problems. The local assets utilization that is being done by the community in Kampung Gedang intend to improve their quality of life and to ba more independent by utilizing their own local potentials, such as nature resources, human resources, facilities and infrastructure of their own in order to improve the growth of batik it self through the utilization activity of the local assets which needs the community contribution and participation through three steps, which are identifying local asset, leveraging local asset, and managing local asset. The method that is used on this research is descriptive with qualitative approach, using literature study and other seconder data from any resources. The result of this research shows that ABCD is the right concept to be adapted in order to develop the Batik Ciwaringin by the locals in order to make Batik Ciwaringin a lot better in the future.
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA AKIBAT KETIDAKHARMONISAN HUBUNGAN KEDUA PIHAK TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS ANAK SAAT REMAJA: TEORI PSIKOSOSIAL ERIKSON Deborah Kristianti; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34554

Abstract

Perceraian antara pasangan suami istri yang sudah menjadi orang tua akibat pertengkaran yang terus-menerus dilakukan dapat membawa dampak buruk bagi proses pembentukan identitas anak, terutama saat anak sedang berada pada fase remaja. Aspek psikologis anak dan kebutuhan akan terbentuknya identitas selama masa eksplorasi saat remaja cenderung lebih sulit terpenuhi akibat ketidakhadiran dari sosok kedua orang tuanya secara utuh, terlebih pada fase ini, remaja sedang berada dalam labilitas jiwanya. Padahal, peran orang tua sangatlah signifikan di dalam proses perkembangan anak saat remaja, khususnya pada tugas anak untuk mencari dan mengeksplorasi identitas dirinya. Apabila orang tua tidak hadir secara utuh pada proses perkembangan anak, terutama saat remaja, maka anak akan cenderung tidak mendapatkan kebutuhan psikologis secara penuh, mengalami perasaan yang tidak menyenangkan (unwanted feelings), tidak memiliki pedoman hidup yang jelas, mengalami kebingungan peran, lebih mudah terpengaruh pada pergaulan buruk dari lingkungan di luar rumah, dan berperilaku agresif ataupun antisosial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang mana penulis membaca beberapa sumber referensi dari jurnal artikel, lalu menuliskannya dengan kata-kata sendiri berdasarkan pemahaman pribadi, namun tetap berlandaskan pada ketentuan ilmiah yang ada. Selain itu, penulis juga memakai data sekunder yang telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Jawa Barat 2020 untuk menganalisis data perceraian di Kabupaten Bekasi yang telah tersaji pada tahun 2019.
PERAN PEMERINTAH DALAM PENANGANAN DAMPAK PANDEMI COVID-19 BAGI PENYANDANG DISABILITAS Fara Dhania Aulia Dhania Aulia; Dessy Hasanah Siti Asiah; Maulana Irfan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30951

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggambarkan peran pemerintah dalam menangani dampak dari pandemi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan studi literature merupakan metode utama untuk menggambarkan secara konseptual mengenai kajian peran pemerintah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 bagi penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas termasuk dalam kelompok rentan yang harus mendapat perhatian dari pemerintah pada masalah ini. Dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini ternyata berdampak pada kehidupan kelompok penyandang disabilitas yang menjadi semakin terpuruk. Para penyandang disabilitas umumnya berkerja sebagai sektor informal seperti pemijat, pedagang, dan lain sebagainya. Dengan adanya imbauan pemerintah untuk menetap di rumah dan social distancing membuat berkurangnya penghasilan bagi penyandang disabilitas. Masalah pandemi Covid-19 ini berdampak pada kehidupan penyandang disabilitas dalam berbagai aspek yaitu dalam hal perekonomian, informasi yang terbatas, dan jaminan kesehatan. Dalam hal ini terdapat peran pemerintah untuk menangani dampak Covid-19 bagi penyandang disabilitas. Peran pemerintah dalam hal ini memberikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan kepada penyandang disabilitas dengan besaran manfaat 2,4 juta per tahun dan selain itu adanya bantuan untuk membantu dalam perekonimian maupun kesehatan. Selain adanya peran pemerintah perlu adanya peran pekerja sosial dalam membantu kelompok rentan, termasuk para penyandang disabilitas dengan cara mengoptimalisasi berbagai sumber baik pada diri mereka, maupun lingkungan sosial.  ABSTRACT This study illustrates the role of the government in dealing with the effects of the Covid-19 pandemic for people with disabilities in Indonesia. This research with a qualitative approach with a literature study is the main method to conceptually describe the study of the role of government in handling the impact of the Covid-19 pandemic for persons with disabilities. Persons with disabilities are included in vulnerable groups which should get the attention of the government on this issue. With the current Covid-19 pandemic, the impact on the lives of groups of people with disabilities has worsened. People with disabilities generally work as an informal sector such as masseurs, traders, and so on. With the appeal of the government to settle at home and social distancing makes a reduction in income for people with disabilities. The problem of the Covid-19 pandemic has an impact on the lives of people with disabilities in various aspects, namely in terms of the economy, limited information, and health insurance. In this case there is a role for the government to deal with the impact of Covid-19 for people with disabilities. The role of the government in this case is to provide social assistance for the Family of Hope Program to persons with disabilities with a benefit amount of 2.4 million per year and in addition to that there is assistance to assist in the recording and health. In addition to the role of government, there needs to be a role of social workers in helping vulnerable groups, including persons with disabilities, by optimizing various sources both within themselves and the social environment.
Pemenuhan Hak Asasi Manusia untuk Pendidikan Pengungsi Anak di Indonesia Asyia, Arifah Di'Faeni Nurul; Sinurat, Gabriela Dameni Natalia; Nulhaqim, Soni Akhmad
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.40303

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang belum meratifikasi Perjanjian Konvensi Pengungsi dan Protokol Pengungsi. Meski demikian, Indonesia tetap menerima pengungsi secara Internasional dan melakukan pemenuhan hak-hak pengungsi, termasuk juga pemenuhan hak pendidikan bagi pengungsi anak. Pentingnya pemenuhan hak pendidikan pada anak juga dipertegas pada UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat (14), bahwa setiap anak yang ada di dunia ini berhak mendapatkan hak pendidikan yang dimilikinya sejak lahir dengan bertujuan untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dijenjang berikutnya. Dalam penulisan artikel ini, kami menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan sekitar 12 artikel atau bahan bacaan yang sudah ada sebelumnya dan menjadikan hal tersebut sebagai acuan. Hasil penelitian menemukan bahwa masih terdapat kendala dan permasalahan dalam pemenuhan hak pendidikan pengungsi anak di Indonesia, seperti masalah komunikasi hingga masalah administrasi. Namun, Indonesia tetap berupaya untuk memaksimalkan pemenuhan hak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kondisi pemenuhan hak pendidikan pengungsi anak di Indonesia serta peran pekerja sosial dalam upaya memenuhi hak tersebut. 
PENGARUH KREATIVITAS DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEMAJUAN USAHA PADA ROEMAH BROWNIES GEMIRASARY BANDUNG Iman Sulaeman
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.39322

Abstract

This research aims to determine the respondents' responses regarding Creativity, Product Innovation and Business Success, as well as to determine the magnitude of the influence and Product innovation on the Business Success of Roemah Brownies Gemirasary Bandung in the culinary business, either partially or simultaneously. The population in this study were 102 agent/reseller products from Roemah Brownies Gemirasary, and the number of samples used in this study was the same as the population used.This research method uses descriptive and verification analysis which consists of multiple regression analysis, comparative analysis, and coefficient of determination, as well as hypothesis testing by performing partial t-test and f-test simultaneously.The analysis for the Creativity variable is in the good category, the Product Innovation variable is in the good category, and the Business Success variable is in the very good category. The trial results show that Product Creativity and Innovation are important for Business Success and progress. The results of the hypothesis test prove that there is a difference in the magnitude of the effect on Creativity and Product Innovation of Business Success, either partially or simultaneously.
EKSISTENSI BISNIS ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19: PERSPEKTIF KOGNITIF SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso; Moch Zainuddin; Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.33380

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan eksistensi bisnis online di masa pandemi yang dilihat dari perspektif kognitif sosial serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan didukung oleh sumber data sekunder yang bersumber dari referensi hasil riset serupa, referensi berupa studi literatur dan pemberitaan online yang terkait dengan topik penelitian ini. Pengumpulan data dilaksanakan rentang waktu bulan Juni-Agustus 2020, dengan teknik survei menggunakan intrumen kuesioner yang disebar melalui media sosial dan forward chat. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 147 masyarakat yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat. Hasil temuan menunjukka bahwa 55,2% masyarakat memiliki minat berbisnis online di masa pandemi. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor yang faktor sosial dan faktor kognitif. Faktor sosial meliputi faktor aktivitas dan kebiasaan masyarakat selama pandemi dan faktor cakupan yang meluas melalui inovasi fitur kewirausahaan online di berbagai media platform kewirausahaan. Sedangkan faktor kognitif meliputi faktor resiliensi masyarakat di masa pandemi dan faktor efikasi diri dalam pengembangan usaha pada aspek individu.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT PADA PROGRAM EKOWISATA SUNGAI HITAM LESTARI, KECAMATAN SAMBOJA, KUTAI KARTANEGARA Rodhi Dwi Priono; Sarah Dhea Pratiwi; Abi Muhammad Nugraha; Naufaldy Azzura Herdiana; Nurliana Cipta Apsari; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Budi Muhammad Taftazani; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.50072

Abstract

Kawasan riparian merupakan wilayah transisi antara zona daratan dan perairan (kecuali laut). Kawasan riparian memiliki beragam ekosistem dan potensi alam yang melimpah. Namun, kawasan riparian mengalami degradasi dikarenakan alih fungsi lahan di hulu dan hilir sungai, juga di sepanjang daerah aliran sungai. Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan riparian sekaligus pemberdayaan dan pengembangan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi program Ekoriparian Sungai Hitam Lestari yang berfokus pada pelestarian lingkungan aliran Sungai Hitam, konservasi bekantan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis menggunakan data primer yang didapat dari focus group discussion bersama stakeholders program dan data sekunder yang didapat dari dokumen dan sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi seluruh stakeholders dalam berjalannya program mewujudkan hasil yang baik pada aspek lingkungan, ekonomi, kesejahteraan, dan sosial. The riparian area is a transitional zone between terrestrial and aquatic (except marine) zones. Riparian areas encompass various ecosystems and abundant natural potential. However, they face degradation due to land use changes upstream and downstream of rivers, as well as along the river's watershed. Community-based tourism development is one of the efforts to preserve the riparian environment while empowering and developing the surrounding community. This research aims to describe the implementation of the Ekoriparian Sungai Hitam Lestari Program, which focuses on preserving the environment of the Sungai Hitam river, bekantan conservation, and community empowerment. This study employs a qualitative descriptive method with analysis based on primary data obtained from focus group discussions with program stakeholders, and secondary data gathered from documents and relevant literature sources. The research results indicate that the collaboration of all stakeholders in the program has achieved positive outcomes in environmental, economic, welfare, and social aspects.

Page 4 of 12 | Total Record : 118