cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281320798295
Journal Mail Official
santoso.tri.rahajo@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Kesejahteraan Sosial Gedung B Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor, Sumedang Telepon/Fax (022) 7796974, 7796416
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
ISSN : 27751910     EISSN : 27751929     DOI : https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles 118 Documents
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN PROGRAM INKLUSIF PEGAWAI DISABILITAS DI INDONESIA Saragih, Evangelina Putri; Darwis, Rudi Saprudin; Raharjo, Santoso Tri
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.46489

Abstract

Ketenagakerjaan penyandang disabilitas merupakan permasalahan sosial yang perlu diperhatikan pemerintah Indonesia. Dari total 16,5 juta penyandang disabilitas yang memasuki usia produktif kerja, hanya 7,6 juta yang bekerja berdasarkan Badan Pusat Statistik Indonesia di tahun 2022. Hanya 1,73% dari seluruh perusahaan di Indonesia yang merekrut tenaga kerja disabilitas per Desember 2022. Melalui perencanaan dan implementasi dari kebijakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dapat tercipta tempat kerja inklusif bagi tenaga kerja dengan disabilitas. Menurut Kuznetsova (2018) terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan perusahaan dalam merencanakan tanggung jawab sosial yang inklusif bagi tenaga kerja disabilitas, yaitu aspek rekrutmen, akomodasi, dan retensi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis praktik tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia yang telah mempekerjakan pegawai disabilitas. Peneliti memakai metode penelitian kualitatif dalam pengumpulan data, yaitu studi literatur. Peneliti mengkaji penelitian-penelitian terdahulu mengenai tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki kebijakan tanggung jawab sosial inklusif telah memperhatikan aspek rekrutmen serta akomodasi, tetapi belum dijalankan secara optimal. Employment of people with disabilities is a social issue that the Indonesian government needs to pay attention to. Of the total 16.5 million people with disabilities who are entering their productive working age, only 7.6 million are working according to the Indonesian Central Bureau of Statistics in 2022. Only 1.73% of all companies in Indonesia recruit workers with disabilities as of December 2022. Through planning and implementation of Corporate Social Responsibility policies, an inclusive workplace can be created for workers with disabilities. According to Kuznetsova (2018), there are three important things that companies need to pay attention to while planning an inclusive social responsibility for workers with disabilities, they are recruitment, accommodation and retention aspects. This research aims to analyze corporate social responsibility practiced by Indonesian companies that hired workers with disabilities. Researchers conducted a qualitative research method for data collection, which is a literature study. Researchers reviewed previous research regarding corporate social responsibility practice in Indonesia. The research results show that companies in Indonesia that have inclusive social responsibility policies have paid attention to aspects of recruitment and accommodation, but have not implemented them optimally.
PENDAMPINGAN KEPALA DESA BARU DI JAWA BARAT UNTUK PEMETAAN POTENSI DIGITALISASI PEDESAAN DALAM PROGRAM AKADEMI DESA JUARA Jatnika, Dyana Chusnulitta; Jatnika, Dimas Dwiki; Burhanudin, Muhamad; Kurniawan, Rizki Adam
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61517

Abstract

Program pendampingan yang diselenggarakan merupakan kolaborasi antara Program Desa Digital dan Akademi Desa Juara (Aksara) Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi desa melalui digitalisasi. Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala desa baru, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sekretaris desa (Sekdes) di Provinsi Jawa Barat, tenaga pendidik dari Departemen Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran, dan pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat. Perwakilan para kepala desa baru tersebut diantaranya dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor. Program pendampingan ini mencakup pemaparan materi mengenai digitalisasi pedesaan dan pemberdayaan masyarakat desa serta diskusi terarah untuk memetakan potensi dan tantangan digitalisasi di desa guna memaksimalkan digitalisasi layanan publik di pedesaan. Program pengabdian masyarakat tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan gagasan terkait pentingnya upaya digitalisasi di pedesaan, termasuk diantaranya ketersediaan keterbukaan informasi dan layanan publik di desa, literasi digital untuk aparatur desa, dan optimalisasi pembangunan infrastruktur untuk mendukung implementasi teknologi digital di desa. Tantangan yang dihadapi oleh perwakilan aparatur desa termasuk diantaranya keterbatasan infrastruktur teknologi digital yang mendukung, keterbatasan literasi digital, dan kebutuhan regulasi tingkat kabupaten dan desa yang terukur untuk mendukung upaya transformasi digital di perdesaan. Upaya tindak lanjut disepakati antara perwakilan desa dan pemerintah daerah provinsi Jawa Barat melalui naskah kesepakatan kerjasama digitalisasi desa. The mentoring program held is a collaboration between the Digital Village Program and the Juara Village Academy (Aksara) of West Java Province, aimed at optimizing the potential of villages through digitalization. The event was attended by newly appointed village heads, village consultative body (BPD) chairs, village secretaries (Sekdes) from West Java Province, educators from the Department of Social Welfare at Universitas Padjadjaran, and local government officials from West Java Province. The representatives of the newly appointed village heads came from Cirebon City, Cirebon Regency, Indramayu Regency, Sukabumi Regency, and Bogor Regency. This mentoring program included presentations on rural digitalization and community empowerment, as well as directed discussions to map the potential and challenges of digitalization in villages, with the aim of maximizing the digitalization of public services in rural areas. The community service program resulted in an agreement on the importance of digitalization efforts in rural areas, including the availability of open information and public services in villages, digital literacy for village officials, and the optimization of infrastructure development to support the implementation of digital technology in villages. Challenges faced by the representatives of village administrations included limitations in digital technology infrastructure, digital literacy, and the need for measurable regulations at the district and village levels to support digital transformation efforts in rural areas. Follow-up actions were agreed upon between the village representatives and the West Java provincial government through a memorandum of understanding for village digitalization collaboration.
FAKTOR PENYEBAB DAN LANGKAH INTERVENSI PADA FENOMENA HUMAN TRAFFICKING -- AN INTEGRATED-PERSPECTIVES APPROACH FOR INTERNATIONAL SOCIAL WORK PRACTICE Wulandari, Arinda Putri; Apsari, Nurliana Cipta
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.61522

Abstract

Fenomena perdagangan manusia (human trafficking) merupakan permasalahan global yang kompleks dan memerlukan pendekatan komprehensif untuk menanganinya. Artikel ini menggunakan pendekatan Integrated-Perspectives Approach guna mengidentifikasi faktor penyebab perdagangan manusia serta langkah intervensi yang relevan. Penelitian ini adalah kajian pustaka dengan menggunakan sumber referensi akademik selama sepuluh tahun terakhir, melibatkan proses seleksi dengan kriteria inklusi seperti relevansi tema dan metodologi yang kuat. Temuan menunjukkan bahwa kemiskinan, ketidaksetaraan gender, migrasi yang tidak terdokumentasi, serta lemahnya sistem hukum merupakan faktor utama penyebab perdagangan manusia. Untuk mengatasinya, diperlukan intervensi yang melibatkan penguatan hukum, peningkatan kesadaran publik, pemberdayaan perempuan, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada penguatan literatur pekerjaan sosial internasional. Human trafficking is a global and complex issue requiring comprehensive strategies to address it. This article adopts the Integrated-Perspectives Approach to identify the causes and interventions for human trafficking. The study is a literature review using academic sources from the last ten years, selected based on relevance and robust methodology. Findings reveal that poverty, gender inequality, undocumented migration, and weak legal systems are the primary drivers of trafficking. Effective interventions include legal strengthening, public awareness, women's empowerment, and collaboration between governments and civil society. This approach aims to enhance the literature on international social work practices.
IMPLEMENTASI PROGRAM CSR PERTAMINA BERDIKARI UNTUK PENGEMBANGAN KOMUNITAS BERKELANJUTAN Ridwananda, Zakiyyah B.; Sekarsari, Resti K.; Rahayu, Wefina; Humaedi, Sahadi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.61512

Abstract

Pembangunan kawasan industri di desa dapat mengakibatkan timbulnya berbagai masalah sosial, seperti penggusuran lahan pemukiman dan perubahan fungsi lahan. Penggusuran dan perubahan fungsi lahan karena pembangunan industri di desa menyebabkan hilangnya sumber mata pencaharian bagi para petani, penurunan produksi pangan lokal, menurunnya kualitas masyarakat lokal, dan degradasi lingkungan. Oleh karena itu, untuk mencegah berbagai dampak negatif pembangunan industri di kawasan desa, maka setiap perusahaan dianjurkan memiliki suatu program yang dapat menjaga keseimbangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility. PT Pertamina sebagai salah satu perusahaan yang melakukan usaha di bidang pertambangan bertanggung jawab dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Pertamina melakukan salah satu program CSR, yaitu Pertamina Berdikari yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan. Program Pertamina Berdikari memiliki dua program unggulan, yaitu Pertamina Village dan Pembinaan Eco-Tourism untuk membangun komunitas yang berkelanjutan. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menganalisis implementasi program CSR Pertamina Berdikari bagi pengembangan komunitas secara berkelanjutan. Artikel ini ditulis dengan menggunakan studi literatur, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis dan mengelola data tersebut sesuai dengan keterkaitan pada implementasi program CSR Pertamina Berdikari. Dalam artikel ini juga melihat berbagai keberhasilan dan dampak positif dari program CSR Pertamina Berdikari yang tujuan utamanya untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. The development of industrial areas in villages can result in various social problems, such as eviction of residential land and changes in land function. Eviction and changes in land function due to industrial development in villages cause loss of livelihoods for farmers, decreased local food production, decreased quality of local communities, and environmental degradation. Therefore, to prevent various negative impacts of industrial development in rural areas, each company is advised to have a program that can maintain the balance of social and economic conditions of the community through the CSR program. PT Pertamina as one of the companies engaged in the mining sector is responsible for helping to meet the needs and interests of the community. Therefore, Pertamina carries out one of its CSR programs, namely Pertamina Berdikari, which aims to develop the local community's economy and environmental preservation. The Pertamina Berdikari program has two flagship programs, namely Pertamina Village and Eco-Tourism Development to build sustainable communities. This article was written with the aim of analyzing the implementation of the Pertamina Berdikari CSR program for sustainable community development. The method used in this article is a literature study, namely by collecting data from various written sources and managing the data according to the relevance to the implementation of the Pertamina Berdikari CSR program. This article also looks at the various successes and positive impacts of the Pertamina Berdikari CSR program whose main goal is to develop and empower the community sustainably.
PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA AKIBAT TEKANAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN FISIK Nurazizah, Siti; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61518

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan suatu kebiasaan atau kecenderungan yang dilakukan individu untuk menunda-nunda dalam mengerjakan tugas akademik dan lebih memilih hal lain yang menyenangkan sehingga tugas mereka menjadi terabaikan. Prokrastinasi akademik merupakan fenomena yang dapat terjadi kepada siapapun khususnya di kalangan mahasiswa akibat dari tuntutan akademik yang diterima oleh para mahasiswa. Aspek tekanan sosial seperti rendahnya motivasi atau dorongan yang diperoleh mahasiswa dan aspek dari distraksi lingkungan fisik yang menjadi sumber penyebab seseorang melakukan prokrastinasi merupakan faktor eksternal yang dapat memengaruhi individu menunda dalam menyelesaikan tugasnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana faktor eksternal tersebut dapat memengaruhi individu melakukan prokrastinasi serta bagaimana perilaku prokrastinasi akademik ini dapat terjadi di kalangan mahasiswa berdasarkan faktor eksternal individu tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan dengan metode kajian pustaka. Data penelitian akan dikumpulkan berdasarkan pertanyaan terbuka yang diajukan dalam wawancara yang dilakukan terhadap beberapa narasumber yang merupakan mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal yaitu faktor sosial seperti lingkungan pertemanan dan lingkungan fisik dapat memengaruhi seseorang untuk melakukan prokrastinasi. Academic procrastination is a habit or tendency by individuals to procrastinate in doing academic tasks and prefer other pleasant things so that their tasks become neglected. Academic procrastination is a phenomenon that can occur to anyone, especially among students, due to the academic demands received by students. Aspects of social pressure such as low motivation or encouragement obtained by students and aspects of physical environmental distraction which are the source of someone's procrastination are external factors that can influence individuals to delay completing their assignments. This study was conducted with the aim of knowing how these external factors can influence individuals to procrastinate and how this academic procrastination behavior can occur among students based on these individual external factors. The research method used descriptive qualitative and with a literature review method. The research data will be collected based on open-ended questions asked in interviews conducted with several resource persons who are active students. The results showed that external factors, namely social factors such as friendship environment and physical environment can influence a person to procrastinate.
PEMETAAN SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA NANGGERANG KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG Irfan, Maulana; Nulhaqim, Soni A.; Rahardjo, Santoso Tri
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.61523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sosial dalam rangka pengembangan desa wisata dengan menggunakan teknik PRA (Participatory Rural Appraisal) berupa pemetaan desa, diagram venn, dan diagram alur. Ketiga tehnik ini dilakukan karena dianggap mewakili untuk memahami assessment secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui teknik pengumpulan data berupa observasi non partisipatif, indepth interview, dan Focus Group Discussion (FGD). Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan desa yang dilakukan bersama dengan kegiatan tim Kualiah Kernyata Nyata mahasiswa Univeristas Padjadjaran, merujuk pada potensi utama yang ada  di Desa Nanggerang yaitu berupa potensi pertanian khususnya dalam pertanian kopi. Beberapa tehnik Pemetaan sosial tersebut menghasilkan  temuan sesuai dengan masing-masing tehniknya. Pada pemetaan Desa terlihat potensi yang dimiliki dikawasannya yang didominasi oleh pertanian Kopi.  Pada  diagram venn menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen dalam masyarakat Desa Nanggerang, diantaranya adalah perangkat desa, komunitas Nahdlatul Ulama, gapoktan, BUMDes, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sementara itu, hasil diagram alur menunjukkan dari potensi pertanian kopi di Desa Nanggerang terdapat alur produksi kopi yang jelas dari hulu, proses, hingga ke hilir. This study aims to conduct social mapping in the context of developing tourist villages using PRA (Participatory Rural Appraisal) techniques in the form of village mapping, Venn diagrams, and flow diagrams. These three techniques are carried out because they are considered representative for understanding assessments quickly and in accordance with needs in the field. The study uses a qualitative approach and descriptive research methods. The data in this study use primary data and secondary data. Primary data is obtained through data collection techniques in the form of non-participatory observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGD). Meanwhile, secondary data is obtained through documentation studies. Data processing and analysis are carried out through the stages of data reduction, data display, drawing conclusions and verification. The results of the study indicate that based on the results of village mapping carried out together with the activities of the Kualiah Kernyata Nyata team of Padjadjaran University students, referring to the main potential in Nanggerang Village, namely in the form of agricultural potential, especially in coffee farming. Several social mapping techniques produce findings according to each technique. In the village mapping, the potential in the area is seen, which is dominated by coffee farming. The Venn diagram shows that there are several components in the Nanggerang Village community, including village officials, the Nahdlatul Ulama community, Gapoktan, BUMDes, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Babinsa, and Bhabinkamtibmas. Meanwhile, the results of the flow diagram show that from the potential of coffee farming in Nanggerang Village there is a clear flow of coffee production from upstream, process, to downstream.
RELASI GENDER DAN KESEIMBANGAN PERAN DALAM KELUARGA PEREMPUAN BURUH PABRIK PT. FUJITEX, KOTA CIMAHI Lusiana, Lisa; Komariah, Siti; Wulandari, Puspita
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.61514

Abstract

Berpartisipasinya perempuan dalam ranah publik tidak terlepas dari faktor lingkungan secara geografis maupun konstruksi masyarakat. Sebagaimana perempuan di Kota Cimahi, mereka lebih banyak memilih sebagai buruh pabrik karena memang pada dasarnya lingkungan Kota Cimahi banyak didominasi oleh kawasan industri. Hal ini tercermin pada perempuan buruh pabrik yang bekerja di PT.Fujitex, Kota Cimahi. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi mereka dalam ranah publik akan memberikan konsekuensi terhadap institusi sosial khususnya keluarga. Karena, perempuan yang telah bekerja tentu akan menjalankan beberapa peran sekaligus, sehingga dikhawatirkan mereka tidak dapat menjalankan perannya dengan baik. Melalui penelitian ini, maka peneliti tertarik untuk menganalisis bagaimana pola relasi gender yang diterapkan antara suami dan laki-laki guna menjalankan perannya dengan maksimal. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti yakni pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yakni wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Adapun untuk mengetahui pola relasi gender pada keluarga perempuan buruh pabrik, peneliti menggunakan teknik analisis gender Moser yang diidentifikasi melalui pembagian dalam pengelolaan rumah tangga, pengasuhan anak, pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga perempuan buruh pabrik menganut pola equal partner yang dimanifestasikan melalui pengelolaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang dilakukan secara adil antara suami istri. Mereka saling bekerja sama untuk menjalankan perannya. Sedangkan, pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan diserahkan kepada istri dengan tetap mengedepankan musyawarah agar setiap anggota keluarga saling terbuka satu sama lain. Women's participation in the public sphere cannot be separated from geographical environmental factors and societal construction. Like women in Cimahi City, they prefer to work as factory workers because basically the Cimahi City environment is dominated by industrial areas. This is reflected in the female factory workers who work at PT Fujitex, Cimahi City. However, it cannot be denied that their contribution to the public sphere will have consequences for social institutions, especially the family. Because, women who have worked will certainly carry out several roles at once, so it is feared that they will not be able to carry out their roles well. Through this research, researchers are interested in analyzing how gender relationship patterns are applied between husbands and men in order to carry out their roles optimally. The approach used by researchers is a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques used by researchers are interviews, observation and literature study. To find out the pattern of gender relations in the families of female factory workers, researchers used Moser's gender analysis technique which was identified through divisions into household management, child care, financial management and decision making. The results of the research show that the families of female factory workers adhere to an equal partner pattern which is manifested through household management and childcare which is carried out fairly between husband and wife. They work together to carry out their roles. Meanwhile, financial management and decision making are left to the wife while prioritizing deliberation so that each family member is open to each other.
PELATIHAN PENGUATAN KAPASITAS ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA BAGI ORANG TUA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH YANURI CIMAHI JAWA BARAT Wibowo, Hery; Rachim, Hadiyanto A.; G.K.B, Gigin
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61519

Abstract

Keluarga merupakan unit kelompok terkecil pembentuk Masyarakat. Pada era modernisasi dan globalisasi ini, tantangan pengasuhan anak, semakin hari semakin berat. Banyak sekali pengaruh eksternal yang dapat merusak karakter, moral, adab dan akhlak anak, secara lebih khusus pada anak-anak yang sedang beranjak menuju tahap dewasa. Maka, sebagai konsekuensi logisnya, setiap orang tua perlu terus meningkatkan kapasitasnya dalam memberikan pendidikan, khususnya pendidikan agama kepada putra-putrinya. Namun demikian, program pembelajaran untuk peningkatan kapasitas pengasuhan orang tua tidak selalu tersedia di setiap waktu dan di setiap tempat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan khusus untuk membantu orang tua meningkatkan pemahamannya dan kapasistasnya dalam menyampaikan pendidikan. Adapun metode yang digunakan adalah pelatihan, dengan pendekatan pembelajaran andragogi dengan interaksi aktif dua arah antara pemateri dengan peserta.  Pelatihan diikuti oleh lebih dari seratus orang tua murid yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sampai selesai. Family is the smallest group unit that forms a society. In this era of modernization and globalization, the challenges of raising children are getting harder day by day. There are many external influences that can damage the character, morals, manners and ethics of children, especially children who are moving towards adulthood. Therefore, as a logical consequence, every parent needs to continue to improve their capacity in providing education, especially religious education to their children. However, learning programs to improve parenting capacity are not always available at all times and in all places. This community service program aims specifically to help parents improve their understanding and capacity in delivering education. The method used is training, with an andragogical learning approach with active two-way interaction between the presenter and the participants. The training was attended by more than one hundred parents of students who enthusiastically followed the entire series of events until the end.

Page 12 of 12 | Total Record : 118