cover
Contact Name
Muhammad Arief budiman
Contact Email
ariefbudiman@upgris.ac.id
Phone
+628157648763
Journal Mail Official
absolutegreen@gmail.com
Editorial Address
Jl Sidodadi Timur no 24 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Elementary School
ISSN : 30308437     EISSN : 30257646     DOI : https://doi.org/10.26877/ijes.v3i2.12540
Core Subject : Education,
Fokus IJES pada bidang ilmu pendidikan secara umum, yang meliputi: Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Dasar, Media pembelajaran di sekolah dasar, pendidikan IPS di sekolah dasar, pendidikan IPS di sekolah dasar, pendidikan olahraga di sekolah dasar, pendidikan bahasa di sekolah dasar, pendidikan bahasa indonesia di sekolah dasar, pendidikan bahasa inggris di sekolah dasar, pendidikan inklusi di sekolah dasar, pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar, Inovasi Pembelajaran, Pengembangan Media Pembelajaran, Model Pembelajaran, Instrumen Penilaian, dan kajian Kurikulum.
Articles 196 Documents
IMPLEMENTASI GERAKAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT PADA SISWA KELAS 4 SD NEGERI 3 KEDUNGSUREN KABUPATEN KENDAL Aminah, Siti; Damayani, Aries Tika; Azizah, Mira
Indonesian Journal of Elementary School Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v6i1.23926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada siswa kelas 4 SD Negeri 3 Kedungsuren, Kabupaten Kendal. Kebiasaan ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat yang sangat penting untuk perkembangan holistik siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan 23 siswa kelas 4, wali kelas, guru olahraga, serta angket yang diisi oleh 23 orang tua siswa. Analisis deskriptif diterapkan untuk menyajikan gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang positif pada kebiasaan bangun pagi, berolahraga, dan gemar belajar, ditandai oleh antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Namun, kebiasaan beribadah yang khusyuk, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat masih memerlukan penguatan. Faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman spiritual, ketersediaan makanan tidak sehat di kantin, minimnya kepedulian sosial pada beberapa siswa, dan penggunaan perangkat elektronik berlebihan yang mengganggu tidur. Meskipun peran guru aktif, dukungan konsisten dari orang tua di rumah belum optimal. Oleh karena itu, keberhasilan penuh gerakan ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga, serta upaya berkelanjutan dalam edukasi, pengawasan, dan teladan positif.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 4 DI SDI AL FATTAH SEMARANG Susilowati, Dwi
Indonesian Journal of Elementary School Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v6i1.24082

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi berbicara, kurangnya keterlibatan orang tua, serta penggunaan metode pembelajaran yang konvensional dan minim alat bantu oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas serta peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi berbicara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas IV SDI Al Fatah Terboyo Semarang tahun pelajaran 2022–2023. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dokumentasi, dan tes lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam berbicara yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal seperti lambat memproses informasi, gangguan persepsi, serta kurangnya fokus. Kesimpulannya, implementasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat membantu meningkatkan keterampilan berbicara siswa secara cukup baik.
Analisis Keterampilan Literasi Membaca Permulaan Pada Siswa: Studi Kasus di Kelas 1 SD Negeri 1 Getas Kendal Kusumaningtyas, Almas Maydzaki; Wakhyudin, Husni; Listyarini, Ikha
Indonesian Journal of Elementary School Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v6i1.23878

Abstract

Masalah rendahnya literasi membaca pada siswa sekolah dasar menjadi isu krusial dalam pembelajaran masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan literasi membaca permulaan siswa kelas I SDN 1 Getas Kendal serta mengidentifikasi berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat perkembangan keterampilan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan siswa kelas I SDN 1 Getas Kendal sebagai subjek. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memaparkan fenomena melalui informasi deskriptif yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SDN 1 Getas dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti strategi pembelajaran, kesiapan individu, dan dukungan keluarga. Sebagian besar siswa mampu mengenal huruf dan memahami bacaan, namun masih ada yang mengalami kesulitan membaca suku kata dan kalimat karena rendahnya minat baca dan kurangnya bimbingan di rumah
IMPLEMENTASI ANALISIS GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DI SD NEGERI 1 GODONG KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN Ahmad, Dzulfiqar Issac; Prasetyo, Singgih Adhi; Fajriyah, Khusnul
Indonesian Journal of Elementary School Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v6i1.23983

Abstract

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri 1 Godong, Kabupaten Grobogan, telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa, meskipun masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Berdasarkan hasil penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan wawancara, observasi, angket, dan tes membaca, pelaksanaan GLS di sekolah ini berjalan baik, ditandai dengan kebiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran serta dukungan sarana seperti pojok baca dan perpustakaan. Hasil tes membaca siswa kelas III dan V menunjukkan capaian yang cukup baik, dengan nilai tertinggi mencapai 93 mengindikasikan bahwa GLS berperan dalam mengembangkan minat dan kompetensi literasi. Namun, implementasi ini masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan variasi buku bacaan yang relevan dan tingkat kedisiplinan siswa yang belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah telah menerapkan strategi seperti pemberian motivasi, arahan guru, serta kegiatan membaca bersama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa GLS efektif mendorong literasi siswa, namun diperlukan pengembangan lebih lanjut, terutama dalam penyediaan bahan bacaan yang beragam dan upaya konsisten untuk membangun kedisiplinan siswa agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal.
Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education Berbantu Media Origami Pada Konsep Bangun Datar Kelas III SDN Siwalan Kota Semarang Lesanpuro, Satrio; Damayani, Aries Tika; Subekti, Ervina Eka
Indonesian Journal of Elementary School Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v6i1.23735

Abstract

Permasalahan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi bangun datar disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model Realistic Mathematics Education agar siswa dapat membangun pemahaman yang lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III SDN Siwalan serta mengukur pengaruh model Realistic Mathematics Education terhadap pemahaman konsep bangun datar. Metode yang digunakan yaitu Pre-experimental Design dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan pada satu kelompok siswa dengan pengukuran sebelum dan sesudah penerapan model RME berbantuan media origami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman siswa sebelum pembelajaran adalah 46,25 dan meningkat menjadi 84,64 setelah pembelajaran. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 atau Sig. (2-tailed) 0,000 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dengan menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics Education berbantu media origami pada pemahaman siswa materi konsep bangun datar kelas III SDN Siwalan Kota Semarang.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI TLOGOSARI KULON 06 SEMARANG Wulandari, Putri; Untari, Mei Fita Asri; Purnamasi, Veryliana
Indonesian Journal of Elementary School Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v6i1.23944

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini yaitu terdapat peserta didik yang belum mahir membaca, terutama membaca permulaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siska kelas I SD negeri Tlogosari Kulon Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah dengan obervasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil subyek 1 kelas yaitu kelas 1 dengan sampel 4 peserta didik, 4 orangtua peserta didik, guru kelas kelas 1, serta kepala sekolah SD Negeri Tlogosari Kulon 06 Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas 1 yang berjumlah 28 anak, beberapa diantaranya sudah mampu membaca permulaan dengan lancar dan belum mampu membaca permulaan dnegan lancar. Peserta didik yang membaca permulaan lancar mampu membaca dan mengenal huruf, suku kata, kata, dan kalimat, serta intonasi yang jelas. Sedangkan peserta didik yang belum lancar membaca akan mampu membaca dan mengenal beberapa huruf, suku kata, kata, dan kalimat serta intonasi kurang jelas. Adapaun faktor yang mempengaruhi membaca permulaan dari penelitian ini yaitu faktor fisiologi, faktor intelektual, faktor lingkungan, dan faktor psikologis