cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
NORMA HUKUM ETIKA DALAM SOSIOLOGI HUKUM Alvina Juliani Bahri; Nabila Laura; Dwi Khusnatun Nisa; Ichwan Karunia; Anisa Dwi Lestari; Intan rasita; Teki Prasetyo Sulaksono; Susilo Susilo
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara hukum dan etika dari sudut pandang sosiologi hukum serta fungsinya dalam mengatur dan mengubah perilaku masyarakat. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosio-legal melalui tinjauan pustaka. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa hukum tidak hanya berfungsi sebagai regulasi formal, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh nilai-nilai, budaya, dan moral dari masyarakat. Hukum berperan sebagai alat kontrol sosial, media pendidikan, dan sarana rekayasa sosial dalam mendorong perubahan sosial menuju arah yang lebih positif. Akan tetapi, efektivitas suatu hukum sangat ditentukan oleh kesadaran hukum masyarakat, kesesuaian dengan nilai-nilai sosial, dan konsistensi dalam penegakan hukum. Ketidakselarasan antara hukum dan etika bisa menyebabkan munculnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum yang ada. Oleh sebab itu, dibutuhkan keseimbangan antara hukum dan etika untuk mencapai keadilan dan keteraturan sosial yang berkelanjutan.
TREN DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB OBESITAS DI KALANGAN REMAJA DI KOTA BANDUNG Dinda Viviandika; Auro Aurellia Simbolon
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9839

Abstract

Obesitas merupakan indeks massa tubuh (IMT) di atas 30, dan merupakan faktor risiko signifikan terhadap penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis. Di kota Bandung, obesitas belum menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini. Namun menurut penelitian, prevalensi obesitas pada remaja menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola hidup tidak sehat dengan kehidupan sosial remaja penderita obesitas. Penelitian ini akan melibatkan remaja usia 17-22 tahun di Kota Bandung dengan melakukan survei sebagai metode pengumpulan data. Metode analisis yang digunakan adalah analisis faktor menggunakan bantuan software SPSS. Hasil penelitian dan pembahasan mengidentifikasi dua faktor dominan, yaitu Faktor Asupan Sekunder (F1) dan Faktor Asupan Primer (F2), yang mempengaruhi perubahan berat badan. Faktor Asupan Sekunder mencakup variabel-variabel seperti konsumsi sayuran dan buah, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol, dengan Percentage of Variance sebesar 28.4%. Sementara itu, Faktor Asupan Primer melibatkan variabel-variabel seperti konsumsi makanan cepat saji dan konsumsi air putih, dengan Percentage of Variance sebesar 20.9%.
Lemahnya Pertanggungjawaban Korporasi Tambang terhadap Pencemaran Lingkungan: Solusi Penerapan Sanksi Hukum dan Pemulihan Ekologis Rayi Kharisma Rajib; Ahmad Munawar Nuril Ibtisan; Euclid Abraham Pasaribu
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9853

Abstract

The mining sector in Indonesia makes a significant contribution to the national economy, but at the same time causes serious environmental impacts, including water pollution, land degradation, and the loss of biodiversity. Although Indonesia has a comprehensive legal framework through Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management (UUPPLH), its implementation in practice is still far from optimal. This study aims to analyze the factors hindering the implementation of mining corporations’ accountability for environmental pollution, as well as to assess the effectiveness of legal sanctions and ecological restoration mechanisms in enhancing corporate accountability. The research findings indicate that the weakness of mining corporations’ accountability stems from three primary factors: the lack of oversight and institutional capacity among law enforcement agencies, low corporate compliance with environmental regulations, and a significant gap between regulations and their implementation on the ground. Furthermore, the multi-tiered sanction system under the Environmental Protection and Management Law (UUPPLH) which includes administrative, civil, and criminal sanctions is normatively adequate but has failed to produce a tangible deterrent effect, as the sanctions imposed are often disproportionate to the corporations’ economic gains. Mechanisms for ecological restoration through reclamation, rehabilitation, and ecological compensation have also not been optimally implemented due to weak post-mining oversight. This study concludes that the effectiveness of environmental law is not solely determined by the comprehensiveness of regulations, but by the consistency of enforcement and the commitment of all stakeholders to ensuring ecological sustainability.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL DENGAN PERILAKU PENCARIAN BANTUAN PSIKOLOGIS PADA ANGGOTA KEPOLISIAN Anissa Salsabila Maulana; Hema Dayita; Andreas Corsini Widya Nugraha
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9857

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perilaku pencarian bantuan psikologis di kalangan anggota kepolisian meskipun mereka memiliki tingkat stres kerja yang tinggi. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah literasi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pencarian bantuan psikologis pada anggota Polres Metro Bekasi Kota. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 254 anggota kepolisian yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Mental Health Literacy Questionnaire (MHLQ) dan General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pencarian bantuan psikologis (p < 0,05), dengan kekuatan hubungan yang tergolong sangat rendah. Hal ini berarti semakin tinggi literasi kesehatan mental, maka semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk mencari bantuan psikologis, meskipun pengaruhnya relatif kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perilaku pencarian bantuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya lain seperti penguatan dukungan sosial dan pengurangan stigma di lingkungan kepolisian untuk meningkatkan efektivitas pencarian bantuan psikologis.
KEPRIBADIAN PEMIMPIN DALAM PERSPEKTIF ADAT MELAYU RIAU: KAJIAN NILAI DAN ETIKA KEPEMIMPINAN Hermandra, Hermandra; Elmustian Elmustian; Dila Apri Kanisya
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9862

Abstract

This study aims to examine the personality of leaders from the perspective of Riau Malay customs, with an emphasis on leadership values and ethics. Riau Malay customs contain noble principles that serve as guidelines for shaping the character of leaders who are integral, wise, and responsible. The method used is qualitative research with a literature study approach. The results of the study indicate that the personality of leaders in Riau Malay culture is characterized by values such as trustworthiness, fairness, wisdom, humility, as well as upholding deliberation (consensus). These values are relevant in the context of modern leadership as a foundation for creating harmonious and sustainable organizational governance.
Marwah dan Wibawa: Analisis Nilai Kearifan Lokal dalam Kepemimpinan Tradisional Melayu Hermandra, Hermandra; Elmustian Elmustian; Elvira, Elvira
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9863

Abstract

This study aims to analyze the leadership ethics and dignity of Malay leaders. The concept of Malay leadership is constructed as a trust (amanah) based on the integration of customs with Islamic principles. A leader is depicted as a figure who guides the people, motivates individuals and groups to achieve goals safely and sustainably for the success of the region. Therefore, a leader is required to possess intelligence, role-model qualities, honesty, and the capacity to maximize the potential of society. The approach applied in this study is descriptive through literature review. The analysis focuses on the interpretation of available sources and data by referring to relevant theories and concepts from the literature related to the topic of discussion. The main findings affirm that the preservation of values and culture is a crucial element for maintaining the integrity and civilization of a nation. Historical records note that Malay culture served as the foundation for the formation of civilization (tamadun) in various regions of the archipelago to the present day. Malay society strongly emphasizes individual conduct in determining one's position in society. The development of Malay civilization and culture depends on the revitalization of noble values born from the synthesis of custom and religious teachings as the core of development. A leader must reflect the characteristics of amanah (trustworthiness), siddiq (truthfulness), fathonah (intelligence), and tabligh (communication), considering the responsibilities entrusted to him. The absence of amanah has the potential to cause abuse of authority for improper purposes. The Prophet Muhammad (PBUH) emphasized the necessity of safeguarding the trust of leadership because accountability will be demanded in this world and the hereafter. Thus, the revitalization of leadership rooted in custom (adat) and Islamic law (syarak) is essential to maintain the relevance, trust, and cultural identity of the Malays amidst the dynamics of the era.
Gambaran Pemimpin Ideal dalam Gurindam Dua Belas Hermandra, Hermandra; Elmustian Elmustian; Dzakirah, Anisah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9864

Abstract

This study aims to examine the depiction of an ideal leader as reflected in Gurindam Dua Belas (The Twelve Stanzas) by Raja Ali Haji. This research is a descriptive qualitative study using a content analysis approach on the chapters that contain leadership values. The data in this study are sourced from the text of Gurindam Dua Belas, which is analyzed to identify leadership values that describe the figure of an ideal leader. The findings show that the ideal leader in Gurindam Dua Belas is portrayed as a figure with great service and influence to the nation and significant benefit to the people they lead; possessing good morals because the leader is the head and role model for their people; being trustworthy in carrying out responsibilities and able to maintain the people’s trust; capable of deliberating (musyawarah) in decision-making so that every resulting policy considers the common interest; and able to act fairly without favoring any particular group. Thus, Gurindam Dua Belas serves not only as a literary work but also as an ethical guideline relevant to shaping leadership character to this day.
PROBLEMATIKA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA CYBERBULLYING DALAM KERANGKA PERLINDUNGAN HAK KORBAN DI INDONESIA Fhadhilatul Fhatihah; Natalia Manurung; Nefia Aiko Megumi
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9869

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, salah satunya cyberbullying, yang menimbulkan tantangan serius dalam sistem hukum Indonesia. Cyberbullying memiliki karakteristik khusus, seperti dilakukan melalui media digital, bersifat masif, serta berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis korban. Permasalahan utama dalam penegakan hukum terhadap cyberbullying terletak pada belum adanya pengaturan yang secara khusus mengatur delik tersebut, sehingga penanganannya masih mengacu pada ketentuan umum dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Selain itu, kendala dalam pembuktian, keterbatasan kapasitas aparat penegak hukum, serta rendahnya literasi digital masyarakat turut memperburuk efektivitas penegakan hukum. Di sisi lain, perlindungan hukum terhadap korban belum sepenuhnya optimal, baik dalam aspek pemulihan psikologis, perlindungan identitas, maupun penghapusan konten yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika penegakan hukum terhadap cyberbullying serta menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban dalam kerangka hukum pidana yang berlaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan pembaruan hukum yang lebih komprehensif serta penguatan sistem perlindungan korban yang berorientasi pada pemulihan, guna mewujudkan sistem hukum yang efektif, adil, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.