cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 785 Documents
TANGGUNG JAWAB HUKUM PSE ATAS KEBOCORA DATA KONSUMEN E-COMMERCE Suci Pramita Sari; Zhafirah Salwa Anugrah; Sri Handayani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9501

Abstract

The acceleration of the digital economy within Indonesia's e-commerce sector has transformed personal data into a crucial economic commodity while simultaneously increasing vulnerability to data breach incidents. This study examines the legal liability qualifications of platform providers regarding data protection failures and evaluates the effectiveness of national regulatory instruments. Utilizing a normative legal research method with statutory and conceptual approaches, this research reveals that Law No. 27 of 2022 (PDP Law) designates e-commerce actors as Personal Data Controllers. This legal standing implies a civil liability burden based on the principle of presumption of liability, alongside administrative sanctions including fines of up to 2% of annual revenue. Although the ITE Law and the Government Regulation on PSTE have previously regulated systemic accountability, the PDP Law serves as a more progressive lex specialis through the standardization of risk mitigation and incident reporting. This study concludes that the class action mechanism represents the most representative consumer protection instrument for recovering both material and immaterial losses resulting from the unequal bargaining position between consumers and digital corporations.
PENGUATAN INTEGRITAS MAHASISWA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI DILINGKUNGAN KAMPUS Julita Purnama Sari; Padhila Kalya Putri; Sevilla Putri Andini
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9504

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Praktik korupsi tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga merusak nilai-nilai moral serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik. Oleh karena itu, upaya pencegahan korupsi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moralitas generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Artikel ini membahas pentingnya penguatan integritas mahasiswa sebagai salah satu upaya preventif dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan kampus. Penguatan integritas mahasiswa dapat diwujudkan melalui penanaman nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta sikap kritis terhadap berbagai bentuk penyimpangan. Selain itu, pengembangan budaya akademik yang menjunjung tinggi etika, transparansi, dan akuntabilitas juga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas. Peran dosen, kurikulum pendidikan, serta kegiatan organisasi kemahasiswaan turut memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran antikorupsi di kalangan mahasiswa. Dengan adanya penguatan integritas tersebut, diharapkan mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menjunjung tinggi nilai kejujuran di lingkungan kampus, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong terciptanya masyarakat yang bersih dari praktik korupsi. Oleh karena itu, penguatan integritas mahasiswa menjadi langkah penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini di lingkungan perguruan tinggi.
LEGALITAS PENGGUNAAN SMART CONTRACT BERBASIS BLOCKCHAIN DALAM PERJANJIAN BISNIS DIGITAL DI INDONESIA Lourdes Fir Tondhi Sihotang; Silviani Silviani; Sri Handayani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9518

Abstract

The development of blockchain technology has given rise to new innovations in the legal and business fields, one of which is smart contracts. Smart contracts are digital agreements that are executed automatically based on program code without the need for a third-party intermediary. In digital business practices, the use of smart contracts offers efficiency, transparency, and transaction security. However, their implementation in Indonesia still raises legal issues, particularly regarding legality and legal certainty. This study aims to analyze the legality of using blockchain-based smart contracts in digital business agreements in Indonesia. The research method used is normative juridical with a statutory and conceptual approach. The results show that smart contracts can, in principle, be recognized as valid agreements as long as they meet the requirements for valid agreements and the provisions of electronic agreements under Indonesian law. However, specific regulations are needed to provide more comprehensive legal certainty.
Fungsi dan Kategori Sintaksis pada Media Massa Kompas.com Berjudul “Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Mahasiswi Pakai Kapak, Rektorat Murka” Imam Nur Muttakin; Sabilaa Faza Widyantoro
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9526

Abstract

Kesalahan dalam memproduksi dan memahmi bahasa merupakan hal yang sering terjadi. Kesalahan tersebut sangat memberikan dampak berbahaya karena dapat menimbulkan ambiguitas yang membbuat pembacasalah dalam mengartikan suatu kalimat. Media massa dibuat sebagai sarana untuk menyampaikan informasi secara cepat kepada masyarakat umum, apabila suatu media massa memberikan informasi dengan kalimat yang tidak sistematis tentunya akan berpengaruh terhada pemahaman isi berita, hal ini dapat memicu terjadinya kesalah pahaman terkait informasi berita. Penelitian ini berisi studi Sintaktis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kategori dan fungsi sintaktis yang ada dalam teks berita pada media massa daring Kompas.com yang berjudul “Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Mahasiswi Pakai Kapak, Rektorat Murka”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan struktur sintaktis dalamd menyusun teks berita, sehingga informasi yang disampaikan dapat di mengerti secara jelas dan tidak membingungkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Sumber data penelitian ini adalah seluruh isi teks beritaberjudul “Mahasiswa UIN Suska Riau BacokMahasiswi Pakai Kapak, Rektorat Murka”. Datadiperoleh dengan cara menyimak teks berita yangmenjadi bagian dari objek penelitian, dan dilanjutkandengan mencatat setiap kalimat yang mengandungkategori dan fungsi sintaktis. Metode analisis datadalam penelitian ini adalah metode agih sengen teknik dasar balik untuk menganalisis berbagai unsur sintaktis yang terkandung didalam kalimat tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berita tersebut telah menerapkan struktur sintaksis secara sistematis dan sesuai dengan kaidah kebahasaan Indonesia.
Analisis Remain Cargo terhadap Operasional Kapal Tongkang pada PT. Transcoal Pacific Cabang Asam-Asam Nur Alia Putriningsi; Jumriani Jumriani; Gradina Nur Fauziah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9529

Abstract

This research aims to identify the causes, analyze the impacts, and evaluate the handling efforts concerning the remain cargo phenomenon in coal ship-to-ship transfer activities. The ultimate goal is to formulate managerial strategies to minimize cargo residue and ensure the operational smoothness of barges at PT. Transcoal Pacific Asam-Asam Branch. The research method uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through field observations, operational document studies for the period of January May 2025, and in-depth interviews with Planners and Port Captains. Data analysis applies an interactive model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show 17 cases of remain cargo (January May 2025) that significantly degraded the barge's operational flow. These impacts are manifested in Turn-Around Time (TAT) prolongation and workload escalation due to re-berthing maneuvers. The primary root cause is identified as planning error resulting from human error in hold capacity calculations and communication asynchronization between shore and ship personnel. In conclusion, the company’s mitigation efforts remain suboptimal due to the absence of cross-verification regulations in the Standard Operating Procedures (SOP). As a research output, the author designed a draft SOP for a Cross-Verification Protocol through a "Final Confirmation Meeting" to guarantee Stowage Plan accuracy before operations commence, thereby systematically eliminating the risk of cargo residue.