cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN KORUPSI DI KALANGAN GENERASI MUDA DI KAMPUS Ayudia Nurullia; Hana Aprilia Hakim; Julia Agustia Cahyani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9645

Abstract

Pendidikan antikorupsi merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya pencegahan korupsi yang berfokus pada pembentukan karakter di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan antikorupsi dalam menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara terhadap narasumber mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta sikap kritis mahasiswa terhadap berbagai bentuk dan dampak korupsi dalam kehidupan sosial. Selain itu, pendidikan ini juga berperan dalam membentuk perilaku yang berlandaskan etika dan integritas. Namun, pendidikan antikorupsi masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti metode pembelajaran yang digunakan, kompetensi pendidik, serta lingkungan sosial dan budaya yang ada di sekitar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum, inovasi metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta dukungan dari berbagai pihak agar pendidikan antikorupsi dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi.
Perkembangan Mahzab dan Aliran Sosiologi Hukum di Indonesia Laura, Prita; Ramadhani, Dina; Prianti, Desta; Puspita Sari, Dian; Maghfiroh, Luluk; Meilisa, Riska; Anjar Kusuma, Febra; Endi Fernanda, Fitra
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9647

Abstract

 Perkembangan sosiologi hukum di Indonesia mencerminkan interaksi dinamis antara sistem hukum dan kondisi sosial, budaya, dan struktural masyarakat plural. Dalam perspektif ini, hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan formal yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang ada, berkembang, dan beroperasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Konteks sosial Indonesia yang beragam menjadikan studi tentang aliran dan mazhab pemikiran sosiologi hukum penting dalam memahami bagaimana hukum berinteraksi dengan realitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan yurisprudensi sosiologis di Indonesia dan untuk menguji pengaruh berbagai aliran pemikiran terhadap praktik hukum dan dinamika sistem hukum nasional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode berbasis literatur melalui tinjauan literatur sistematis dari sumber-sumber akademis yang relevan, termasuk artikel jurnal ilmiah, buku-buku akademis, dan studi-studi sebelumnya yang berkaitan dengan sosiologi hukum. Temuan menunjukkan bahwa perkembangan sosiologi hukum di Indonesia telah dipengaruhi oleh beberapa aliran pemikiran utama, termasuk sosiologi hukum klasik yang menekankan hubungan antara hukum dan struktur sosial, realisme hukum yang memandang hukum sebagai praktik yang dibentuk melalui proses peradilan dan keputusan pengadilan, dan pemikiran hukum progresif yang menempatkan hukum sebagai sarana untuk mencapai keadilan substantif. Selain itu, sistem hukum Indonesia dicirikan oleh pluralisme hukum, yang tercermin dalam koeksistensi hukum negara, hukum adat, dan hukum agama dalam masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa hukum terkait erat dengan nilai-nilai sosial, praktik budaya, dan hubungan kekuasaan yang berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan sosiologis terhadap hukum penting untuk memahami dinamika hukum secara lebih komprehensif dan untuk mendorong reformasi hukum yang lebih responsif, kontekstual, dan berorientasi pada keadilan sosial.      
STRUKTUR SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM: KONSEP, FUNGSI, DAN DINAMIKA DALAM MASYARAKAT Mila Agustin; Nourel Islamay Diandra; Nadya Mahamida; Laila Fatia Maharani; Sinta Bella Farah Kirani; Perina Dwi Astuti; Febra Anjar Kusuma; Rima Yuni Saputri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9666

Abstract

 Social structure is a fundamental concept in the study of sociology of law that explains relatively stable patterns of social relationships within society, including the arrangement of institutions, roles, statuses, and norms that guide human interaction. This article aims to analyze the concept of social structure, its functions within the legal system, and the dynamics that influence social life in a more comprehensive manner. The method used is qualitative research with a literature review approach, drawing on recent and relevant scientific sources to ensure the validity and depth of analysis. The results of the study indicate that social structure plays a crucial role in creating social order, maintaining stability, regulating the distribution of roles and responsibilities, and functioning as an effective mechanism of social control through both formal and informal legal norms, while also shaping how laws are formed, implemented, and enforced within society. In addition, the dynamics of social structure—driven by factors such as social change, modernization, technological advancement, and globalization—significantly influence the evolution and adaptation of legal systems, creating both challenges and opportunities in achieving justice and legal certainty. Therefore, understanding social structure from the perspective of sociology of law is essential for developing a legal system that is responsive to societal changes, ensures fairness, and supports social integration within an increasingly complex society.
Perkembangan Sosiologi Hukum: Tinjauan Historis dan Konseptual Tamara, Anisia Rianti; Isnaini Rahmawati; Rita Fatma Syafira; Zaskia Falia Putri; Ziya Ibnu wafi; Susilo Susilo; Fitra Endi Fernanda
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9670

Abstract

. This study aims to analyze the development of the sociology of law through historical and conceptual approaches in order to understand the relationship between law and social dynamics within society. The sociology of law, as an interdisciplinary field integrating legal and sociological perspectives, has experienced significant development at both theoretical and practical levels, from the classical thoughts of scholars such as Eugen Ehrlich, Emile Durkheim, and Max Weber to contemporary approaches. This research employs a qualitative method with a library research approach, utilizing various sources including books, scholarly journals, and other relevant literature. The findings indicate that historically, the development of the sociology of law cannot be separated from critiques of normative legal approaches that tend to position law merely as written rules without considering the evolving social realities within society. Conceptually, the sociology of law views law as a social phenomenon (living law) that is continuously influenced by cultural, economic, and political factors. In this context, law functions not only as an instrument of social control but also as a means of social engineering. Therefore, the sociology of law holds a strategic role in explaining the effectiveness of law within society and serves as a foundation for the development of a responsive, adaptive, and equitable legal system. Thus, a comprehensive understanding of the historical and conceptual dimensions of the sociology of law is essential in addressing the challenges of social change in the modern era. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sosiologi hukum melalui pendekatan historis dan konseptual dalam rangka memahami relasi antara hukum dan dinamika sosial masyarakat. Sosiologi hukum sebagai cabang ilmu interdisipliner yang mengintegrasikan perspektif hukum dan sosiologi mengalami perkembangan yang signifikan, baik pada tataran teoritis maupun praktis, sejak pemikiran tokoh klasik seperti Eugen Ehrlich, Emile Durkheim, dan Max Weber hingga berkembang dalam kajian kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, perkembangan sosiologi hukum tidak terlepas dari kritik terhadap pendekatan hukum normatif yang cenderung menempatkan hukum semata-mata sebagai aturan tertulis tanpa mempertimbangkan realitas sosial yang berkembang dalam masyarakat. Secara konseptual, sosiologi hukum memandang hukum sebagai suatu fenomena sosial (living law) yang senantiasa dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, dan politik. Dalam konteks ini, hukum tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian sosial, tetapi juga sebagai sarana rekayasa sosial (social engineering). Dengan demikian, sosiologi hukum memiliki peran yang strategis dalam menjelaskan tingkat efektivitas hukum dalam masyarakat serta menjadi landasan dalam pembentukan sistem hukum yang responsif, adaptif, dan berkeadilan. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap aspek historis dan konseptual sosiologi hukum menjadi sangat penting dalam menjawab tantangan perubahan sosial di era modern.
Menanamkan Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab Pada Mahasiswa di Kampus Sebagai Upaya Pencegahan Korupsi Dara Devina; Reza Andika Syahputra
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9672

Abstract

Korupsi merupakan fenomena destruktif yang merusak tatanan sosial, ekonomi, dan moral bangsa. Perguruan tinggi, sebagai institusi pencetak intelektual, memegang peranan krusial dalam memutus mata rantai korupsi melalui internalisasi nilai-nilai integritas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan strategi penanaman nilai kejujuran dan tanggung jawab pada mahasiswa sebagai pilar utama pencegahan korupsi. Menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini membedah berbagai praktik Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di lingkungan kampus. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku "mikro-korupsi" seperti ketidakjujuran akademik masih menjadi tantangan besar. Penanaman nilai yang efektif memerlukan sinergi antara kurikulum formal, habituasi budaya kampus, dan keteladanan dosen. Penguatan nilai kejujuran dan tanggung jawab yang berlandaskan etika Pancasila terbukti menjadi instrumen preventif yang paling mendasar dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas.
PENCEGAHAN KORUPSI DIMULAI DARI PENDIDIKAN: MEMBANGUN KARAKTER, MENEGAKKAN INTEGRITAS Gracel Hizkia Winarso Putra; Akbar Alfarozi
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9673

Abstract

Korupsi saat ini tidak hanya dipandang sebagai Kesulitan finansial bagi negara, tetapi juga sebagai fenomena yang merusak fondasi sosial serta moralitas bangsa. Perlu kita sadari bahwa penegakan hukum sering kali baru dilakukan ketika masalah tersebut telah terjadi, sehingga hanya menyentuh bagian akhir dari persoalan yang telah terjadi, bukan dari akar penyebabnya, maka diperlukan strategi pencegahan yang lebih mendasar yang dapat dimulai melalui jalur pendidikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membedah urgensi pendidikan sebagai Sarana Penting dalam pembentukan karakter dan memperkuat integritas individu sejak dini. Dengan menggunakan pendidikan, artikel ini menganalisis berbagai referensi ilmiah terkait pendidikan antikorupsi dan dinamika pembentukan karakter. hasil kajian menegaskan bahwa pendidikan memegang peranan strategis dalam menanamkan nilai nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta empati sosial yang menjadi nantinya menjadi benteng pertahanan melawan mentalitas koruptif. Melalui integrasi nilai nilai tersebut dalam kurikulum dan budaya di lingkungan sekolah, diharapkan muncul generasi baru yang memiliki kesadaran moral tinggi dan komitmen teguh terhadap integritas. Dengan kata lain, keberhasilan pemberantasan korupsi jangka panjang sangat bergantung pada proses pembangunan karakter individu yang konsisten melalui pendidikan
Peran Inspektorat Dalam Pengawasan Dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Di Lingkungan Pemerintah. Vania Nurmada Desnita
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9674

Abstract

Tindak pidana korupsi masih menjadi masalah di lingkungan pemerintahan yang berdampak pada kerugian negara dan menurunnya kepercayaan masyarakat. Inspektorat sebagai aparat pengawas internal memiliki peran penting dalam mencegah korupsi melalui kegiatan pengawasan dan audit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta kendala yang dihadapi inspektorat dalam pencegahan korupsi. Metode yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inspektorat berperan penting dalam pencegahan. Namun, dalam pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya kesadaran pihak yang diawasi. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kualitas pengawasan dan kerja sama dari berbagai pihak untuk mewujudkan pemerintah yang bebas dari korupsi.
KORUPSI DALAM SEKTOR PENDIDIKAN : STUDI KASUS PENGADAAN CHROMEBOOK Rp 9,9 TRILIUN DAN URGENSI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI Brefi Syahfitri; Dhea Gustiana; Dila Aprisesa Armanida
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9675

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan serius yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun dalam program digitalisasi pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyimpangan dalam kasus tersebut, mengkaji dampaknya terhadap sektor pendidikan, serta menjelaskan peran pendidikan anti korupsi sebagai upaya pencegahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dugaan korupsi menyebabkan pemborosan anggaran, ketidakefektifan program, serta menurunnya kualitas pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan anti korupsi menjadi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas.
Pertarungan Ideologi Politik Dan Politik Identitas Dalam Kontestasi Elektoral Indonesia JULIA SAFITRI; JESIKA MERANI PUTRI; LUTFI TRI ARYANI
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9678

Abstract

Indonesia’s electoral landscape has increasingly reflected a complex interplay between ideological contestation and identity-based politics. This study aims to analyze how political ideologies and identity narratives are mobilized during electoral competition, as well as their implications for democratic consolidation. Using a qualitative approach with literature review and case analysis of recent elections, this research examines patterns of political messaging, campaign strategies, and voter behavior. The findings indicate that while ideological discourse such as nationalism, religious values, and economic orientation—remains present, it is often overshadowed by identity politics rooted in ethnicity, religion, and social group affiliations. Political actors strategically employ identity markers to build emotional connections with voters, sometimes intensifying polarization within society. This dynamic not only shapes electoral outcomes but also affects the quality of democracy by shifting focus from policy-based debates to symbolic and identity-driven narratives. The study concludes that strengthening political literacy and institutional frameworks is essential to ensure that electoral competition remains substantive rather than divisive. The implications highlight the need for inclusive political communication and regulatory mechanisms to mitigate the risks of identity-based fragmentation in Indonesia’s democratic process.
Urgensi Diagnostik Kemampuan Awal Peserta Didik dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Nur Halimatus Sa' Diyah; Aminatul Mukhlisa; M. Kholid Bayu Amrullah; M. Yunus Abu Bakar
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9679

Abstract

Pengetahuan awal siswa merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, karena berkaitan dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki siswa sebelum mempelajari materi yang lebih kompleks. Oleh karena itu, mengidentifikasi pengetahuan awal melalui asesmen diagnostik merupakan langkah penting bagi guru dalam memahami kesiapan belajar siswa, karakteristik mereka, dan kebutuhan belajar mereka. Asesmen diagnostik dapat dilakukan melalui teknik tes dan non-tes, seperti pretest, tes tertulis, wawancara, observasi, dan kuesioner, untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman awal siswa, latar belakang, dan gaya belajar mereka. Informasi yang diperoleh kemudian dapat digunakan oleh guru untuk menentukan strategi dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Dengan memahami pengetahuan awal siswa secara akurat, proses pembelajaran dapat dirancang lebih efektif, sehingga siswa dapat menghubungkan pengetahuan yang ada dengan materi baru yang dipelajari. Kata kunci: kemampuan awal, penilaian diagnostik, pembelajaran, siswa.