cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 121 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2026): Januari" : 121 Documents clear
Integrasi Pendidikan Anti-Korupsi dalam Kurikulum Akuntansi: Kajian terhadap Efektivitas dan Tantangannya Iwan Ridwan Paturochman; Siti Alifa Nurmalia; Asti Meliani; Callista Tantia Rustandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami seberapa efektif pendidikan antikorupsi diterapkan dalam kurikulum akuntansi, serta mencari faktor-faktor yang mendorong atau menghalangi pelaksanaannya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber akademik dan kebijakan nasional tentang pendidikan antikorupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar universitas sudah berusaha mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam kurikulum, terutama melalui mata kuliah seperti etika profesi dan pendidikan kewarganegaraan. Namun, penerapannya masih terbatas hanya pada pemahaman teoritis, belum menyentuh sikap dan perilaku mahasiswa secara mendalam. Hambatan utama yang dihadapi antara lain kurangnya kemampuan dosen dalam mengajarkan nilai integritas dengan konteks yang relevan, minimnya bahan ajar yang menampilkan kasus nyata dari dunia kerja akuntansi, serta budaya akademik yang belum sepenuhnya mendorong iklim integritas. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menyarankan peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan khusus, pengembangan modul pembelajaran yang berbasis praktik profesional, penerapan sistem penilaian moral mahasiswa yang jelas, serta kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan lembaga penegak hukum. Dengan langkah-langkah tersebut, pendidikan antikorupsi diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai etika, tetapi juga membentuk karakter profesional yang berintegritas dan bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH Muhammad Subagio; Ahmad Fawwazun Rifqi; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6243

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendidikan multikultural dalam Kurikulum Merdeka di sekolah menengah serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi konsep dasar pendidikan multicultural, prinsip Kurikulum Merdeka, strategi implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasi pembelajaran terhadap perkembangan karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan ruang fleksibel bagi guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai multikultural di dalam pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan praktik kontekstual. Penerapan yang tepat dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman, menumbuhkan sikap toleran, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan budaya sekolah yang inklusif. Namun demikian, implementasinyamasih menghadapi kendala seperti kompetensi guru yang beragam, perbedaan karakter siswa, dan kurangnya dukungan keluarga atau masyarakat. Secara keseluruhan, pendidikan multikultural dalam Kurikulum Merdeka memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang berkarakter, demokratis, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman sosial budaya Indonesia.
DINAMIKA KOMUNIKASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MEDAN YANG BERBASIS PADA KEBERAGAMAN ETNIS DAN REALITAS Alvian Ramadhan; Ahlul Nazza Kaffi; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6245

Abstract

Penelitian ini menelaah secara mendalam dinamika komunikasi sosial dalam masyarakat Kota Medan, sebuah kota yang menjadi cerminan nyata dari keberagaman etnis dan realitas multikultural yang kompleks. Tujuan utama studi ini adalah menganalisis pola interaksi, tantangan, dan strategi adaptasi yang digunakan oleh komunitas etnis utama (Jawa, Batak, Melayu, Tionghoa, India) dalam menjaga harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur (library research) dengan metode kualitatif-deskriptif untuk menyintesis temuan-temuan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika komunikasi sosial di Medan didominasi oleh pola akomodatif, yang termanifestasi melalui penggunaan Bahasa Indonesia sebagai lingua franca dan adanya ruang publik inklusif seperti Kampung Madras yang menjadi arena negosiasi budaya. Meskipun pola ini efektif, tantangan komunikasi masih muncul dalam bentuk stereotip dan prasangka yang diperburuk oleh fragmentasi media digital. Temuan ini menyimpulkan bahwa keberhasilan komunikasi sosial sangat bergantung pada kompetensi komunikasi antarbudaya individu dan peran aktif pemerintah dalam mempromosikan pendidikan multikultural dan dialog terbuka. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan kebijakan komunikasi publik yang berorientasi pada pengakuan dan penghargaan terhadap identitas etnis sebagai kunci untuk mencapai integrasi sosial yang berkelanjutan.  
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Menanggapi Kebutuhan Siswa Berkebutuhan Khusus Rodiah Luthfi, Isnaini; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6247

Abstract

Pendidikan inklusif menekankan pentingnya memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa guru masih menghadapi tantangan dalam memahami kebutuhan belajar ABK, menyesuaikan strategi pembelajaran, serta mengelola kelas yang heterogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pelatihan guru dalam konteks pendidikan inklusif serta mengkaji strategi pengembangan kapasitas yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merespons keberagaman peserta didik secara efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap literatur yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Dari lebih dari 80 artikel yang diidentifikasi, sepuluh literatur utama dipilih berdasarkan relevansi dengan kompetensi guru, pembelajaran diferensiatif, dan penanganan ABK. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki sikap positif terhadap inklusi, tetapi masih kurang dalam keterampilan praktis, seperti modifikasi kurikulum, asesmen kebutuhan siswa, dan penerapan strategi pembelajaran adaptif. Selain itu, keberhasilan pendidikan inklusif sangat dipengaruhi oleh kolaborasi antara guru kelas, guru BK, dan pihak sekolah serta dukungan sistem manajerial yang memadai. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru tidak dapat dilakukan secara umum, melainkan harus melalui model pelatihan yang terarah, aplikatif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, pengembangan profesional guru yang komprehensif dan sistematis menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas praktik pendidikan inklusif secara berkelanjutan.
Transformasi Pembelajaran Digital terhadap Kualitas Interaksi Guru dan Siswa di Era Artificial Intelligence Muhammad Syifa’ Mashudi; Imron Fauzi; M Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6256

Abstract

This study aims to analyze the transformation of digital learning on the quality of interaction between teachers and students in the era of artificial intelligence (AI). The development of digital technologies and the integration of AI in education have reshaped communication patterns, increased student engagement, and simultaneously created new challenges in maintaining emotional closeness between teachers and learners. This research employed a qualitative approach with data collected through interviews, observations, and documentation over a three-month period in several elementary and secondary schools. The findings indicate a shift in teacher–student communication from one-way delivery toward more collaborative, digitally mediated interactions. Student engagement also increased significantly through the use of interactive learning platforms, gamification, and AI-based adaptive systems. However, teachers reported difficulties in sustaining emotional connection due to limited nonverbal communication in virtual environments. These findings suggest that the effectiveness of digital learning transformation is not solely determined by technological capability, but also by teachers’ socio-emotional competencies in fostering meaningful pedagogical relationships. The study recommends the need for digital literacy training and virtual empathy development for educators to ensure that AI integration enhances interaction quality without diminishing the humanistic dimension of education.
TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DI ERA DIGITAL Priya Multazam, Andhika; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6286

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan utama tentang bagaimana transformasi peran guru berkontribusi pada pengembangan kreativitas siswa di era digital, dengan latar belakang masih terbatasnya integrasi pedagogi teknologi dalam praktik pembelajaran. Posisi penelitian ini mengisi celah dari studi sebelumnya yang umumnya hanya membahas penggunaan teknologi, tanpa menelaah perubahan peran guru, literasi digital, dan etika kreativitas secara bersamaan. Pertanyaan penelitian dianalisis melalui metode library research dengan telaah kritis terhadap jurnal nasional dan internasional terbaru. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pergeseran peran guru menjadi fasilitator inovasi digital, penguatan fungsi guru sebagai pembimbing literasi dan etika digital, serta tantangan struktural yang memengaruhi pemerataan kreativitas siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas siswa tidak muncul dari teknologi semata, tetapi dari desain pembelajaran dan bimbingan guru yang adaptif terhadap ekosistem digital.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMA ISTIQLAL DELI TUA Sophie Naila Kamila; Samio; Herdi; Nurjannah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6287

Abstract

Pembelajaran ekonomi di SMA Istiqlal Deli Tua masih menggunakan model konvensional yang monoton, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran example non example terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI SMA Istiqlal Deli Tua pada materi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 yang berjumlah 32 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji-t, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung (3,74) > t tabel (1,99), yang berarti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran example non example terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Nilai multiple R sebesar 0,97 menunjukkan korelasi sangat kuat antara variabel model pembelajaran dan hasil belajar. Nilai adjusted R square sebesar 0,939 menunjukkan bahwa model pembelajaran example non example memberikan kontribusi sebesar 93,9% terhadap hasil belajar ekonomi siswa, sedangkan 6,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Disimpulkan bahwa model pembelajaran example non example berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI SMA Istiqlal Deli Tua.
UPAYA GURU MAPEL FIQIH DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTS AL-GHOZALY SIWATU,WONOSOBO Ipnu Ata Rohman; Sri Jumini; Ali Imron
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis upaya guru mata pelajaran Fikih dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa kelas VII di MTs Al-Ghozaliy Siwatu, Wonosobo. Kesulitan belajar merupakan kondisi yang menyebabkan siswa mengalami hambatan dalam memahami materi pelajaran secara optimal. Faktor penyebabnya dapat berasal dari dalam diri siswa (internal), seperti rendahnya motivasi belajar, kurangnya konsentrasi, dan keterbatasan kemampuan kognitif, maupun dari luar diri siswa (eksternal), seperti metode mengajar yang monoton, keterbatasan sarana belajar, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran Fikih umumnya terjadi pada aspek pemahaman materi ibadah praktis seperti wudhu dan salat, serta pada hafalan doa-doa. Guru Fikih di MTs Al-Ghozaliy berupaya mengatasi hal ini melalui berbagai strategi, antara lain penggunaan metode pembelajaran kontekstual dan visual, pendekatan personal terhadap siswa, penerapan pembelajaran kolaboratif, pemberian penguatan motivasi spiritual, dan pengadaan evaluasi formatif yang berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dalam mengatasi kesulitan belajar sangat bergantung pada kreativitas guru dalam menyusun pendekatan yang adaptif terhadap kondisi siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator yang mendukung siswa secara holistik. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik dan kepekaan sosial guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan bermakna, khususnya dalam pendidikan agama Islam di madrasah.
PENGELOLAAN MANAJEMEN YAYASAN TERHADAP GURU DALAM PELAKSANAAN NILAI-NILAI PANCASILA DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN AYUMI KABUPATEN DELI SERDANG Jamillah Aqtar; Samsul Bahri; M. Faisal Husna; Disna Anum Siregar
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6303

Abstract

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai bagian dari pendidikan informal memegang peranan krusial dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). LKP tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta didik tetapi juga sebagai wahana untuk menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika, termasuk nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan guru dan peserta didik di Lembaga Kursus dan Pelatihan Ayumi Deli Serdang, Penelitiam dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap yayasan, guru, dan siswa di LKP Ayumi Deli Serdang dan observasi untuk mengamati langsung pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pelatihan dan pengelolaan yayasan. Secara keseluruhan, wawancara dengan ketiga kelompok sampel menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara pengelolaan manajemen yayasan, dukungan guru, dan dampak pembelajaran terhadap siswa dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Hasil observasi menunjukkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kegiatan pembelajaran dan manajemen. Visi dan misi Yayasan telah tercermin dalam pengelolaan manajemen yayasan yang mendukung guru dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Guru secara aktif menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan kontekstual, seperti mendorong toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial di dalam kelas.
Transformasi Pendidikan Islam Relevansi Filsafat Islam di Era Globalisasi dan Teknologi Ainy Mumtaazah, Syifaa; Fatimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6304

Abstract

Era globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Transformasi ini menuntut adanya pembaruan paradigma yang mampu mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat Islam sebagai landasan epistemologis dan etis dalam mengarahkan perubahan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat Islam melalui konsep tawhidic worldview, hikmah, maslahah, dan ijtihad mampu memberikan kerangka pemikiran yang holistik dalam memanfaatkan teknologi secara bermoral dan berorientasi kemaslahatan. Pemikiran tokoh klasik seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Arabi tetap menunjukkan relevansi dalam pembentukan model pendidikan yang menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan pengembangan spiritual dan akhlak. Hasil penelitian menegaskan bahwa filsafat Islam berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi Pendidikan Islam tidak hanya adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga tetap menjaga identitas dan tujuan utama pendidikan, yaitu pembentukan insan kamil yang beradab, beretika, dan berkontribusi positif bagi peradaban modern.  

Page 1 of 13 | Total Record : 121